Quote:
Penutupan Dolly, Risma Kantongi Restu Megawati
Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membantah rencana penutupan Lokalisasi Dolly di Putat Jaya, Surabaya, tidak direstui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Risma mengatakan mendapat dukungan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. "Nggak, kok. Sudah dapat (dukungan) dari Bu Mega," kata Risma kepada Tempo, Kamis pekan lalu, 20 Juni 2014.
Megawati, kata Risma, hanya berpesan agar pemerintah kota menangani pekerja seks komersial yang mengidap HIV/AIDS. Soal perbedaan pendapat dengan Dewan Pimpinan Cabang PDIP, Risma mengaku tidak tahu. Sebagai kepala pemerintahan, Risma memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan.
Sebelumnya santer diberitakan bahwa rencana penutupan lokalisasi yang dilancarkan Risma mendapat penolakan dari partai pengusungnya, PDIP. Ketua DPC PDIP Surabaya yang kini menjadi wakil wali kota, Wisnu Sakti Buana juga dikabarkan berbeda pendapat dengan Risma soal penutupan lokalisasi.
Risma juga mengatakan penutupan lokalisasi di Putat Jaya itu secara teknis ditangani oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah. Penutupan ini sendiri sudah dibicarakan sejak 2010. Ia juga telah mengundang Wisnu Sakti Buana ketika masih menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Surabaya untuk berkomunikasi. Karena itu, keputusan menutup lokalisasi tidak datang tiba-tiba. "Jadi ini bukan tiba-tiba. Mulai ngundang, tak ajak omong, sejak 2011 itu sudah komunikasi terus."
Menurut Risma, penutupan lokalisasi diikuti dengan transformasi. Sulit bagi pemerintah untuk mewujudkan tranformasi apabila penutupan dilakukan mendadak.
Mulai 2011, Risma sudah menerjunkan staf perempuan untuk mendata para pekerja seks komersial secara detil. Dari pendataan itu, pemerintah mendapati data 960 pekerja seks yang kemudian bertambah menjadi 1.080 setahun berikutnya. Data itu kemudian digunakan pemerintah untuk mengajukan kompensasi ke Kementerian Sosial. Terakhir, jumlah pekerja seks komersial di Putat Jaya yang terdata sebanyak 1.449 orang.
SUMBER............
Soalnya kan selama ini yang orang tahu Bu Risma di kira enggak akur dengan wakilnya, karena Bu Risma dan wakilnya sama-sama dari PDIP jadi ya perlu restu dari Bu Mega lha!!!!!!!