- Beranda
- Pilih Capres & Caleg
Kumpulan Pemberitaan Buruk Pada Pilpres 2014, BE A SMART VOTER!
...
TS
firdadida
Kumpulan Pemberitaan Buruk Pada Pilpres 2014, BE A SMART VOTER!
Belakangan ini gue mencoba untuk menyadarkan temen-temen gue untuk menilai calon pilihan mereka berdasarkan KUALITAS dan bukan berdasarkan pemberitaan di media. Seriously, it's so hard dude! Karena media itu memborbardir tanpa ampun dan majunya teknologi membuat kita menjadi masyarakat yang syuper update! Padahal media itu paling pintar bermain kata-kata dan alat propaganda paling kejam terutama jika urusannya untuk membentuk citra seorang tokoh.
So, karena begitu banyak black & negative campaign, akan gue coba jabarkan secara ADIL pemberitaan buruk kedua calon presiden kita. Kenapa keduanya? Karena gue gak suka mojokin satu orang, kalo mojokin ya sekalian aja dua-duanya biar adil. Lagian gue udah menanamkan diri gue buat gak percaya media kok dan memilih menilai berdasarkan KUALITAS (bakal gue jelasin maksud gue "Memilih berdasarkan KUALITAS" di akhir tulisan ini). Gue bikin rangkuman pemberitaan di media cuma buat bikin kalian BUKA MATA kalo kalian tuh disuapin sama media!

NOTES: Disini gue hanya memberikan sumber dari media terpercaya dan memiliki nama besar (Kompas, Gatra, Detik, Tribun, Sindo, Tempo, Merdeka, Okezone, Vivanews, Republika, JPNN - Jawa Pos) dan video dari Youtube (jika ada). Gue gak masukin berita dari blog kacangan atau media kacangan kayak suaranews, voa-islam, inilah, dll. Kenapa? Karena pemberitaan di media kacangan gak bisa dipertanggungjawabkan dan bisa kapanpun dihapus.
Mohon maaf kalau agak berbau S A R A
See? Ini baru rangkuman berita dari media yang punya nama lohh.. Belum media kacangan yang jumlahnya ratusan dan kepastian berita nya penuh dengan fitnah (media kacangan itu banyak yang website-nya bawa-bawa suatu agama gituh! Gak banget!). Darisini kita bisa menilai kalo berita-berita tersebut sama-sama menjatuhkan masing-masing calon dan membuat kita tidak bisa berpikir secara rasional.
So, PLEASE I'M BEGGING YOU GUYS WHO READ THIS THREAD. Jangan percaya media... Media itu alat propaganda terbaik dalam dunia politik... Karena Undang Undang Pers kita belum ditegakan dengan benar, ralat, HUKUM INDONESIA BELUM DITEGAKAN DENGAN BENAR.
Jadilah pemilih yang bijak... Pilihlah berdasarkan kualitas... Caranya gimana?
Dari penilaian berdasarkan kualitas tersebut kita bisa memberikan score pada masing-masing point dan kemudian kita tentunya punya keyakinan kuat bahwa capres cawapres kita pasti mencintai Indonesia juga yang terbaik bagi Indonesia.
Melihat berita buruk di media tidak akan membantu kita berpikir secara bijak dan rasional, malah akan menimbulkan ricuh antar kedua kubu. Itulah propaganda, masing-masing kubu merasa kubunya benar karena media tidak akan membiarkan kita mengetahui kenyataan yang sebenarnya sampai tujuan agenda mereka (Agenda Setting) tercapai...
Be a Smart Voter!
So, karena begitu banyak black & negative campaign, akan gue coba jabarkan secara ADIL pemberitaan buruk kedua calon presiden kita. Kenapa keduanya? Karena gue gak suka mojokin satu orang, kalo mojokin ya sekalian aja dua-duanya biar adil. Lagian gue udah menanamkan diri gue buat gak percaya media kok dan memilih menilai berdasarkan KUALITAS (bakal gue jelasin maksud gue "Memilih berdasarkan KUALITAS" di akhir tulisan ini). Gue bikin rangkuman pemberitaan di media cuma buat bikin kalian BUKA MATA kalo kalian tuh disuapin sama media!

NOTES: Disini gue hanya memberikan sumber dari media terpercaya dan memiliki nama besar (Kompas, Gatra, Detik, Tribun, Sindo, Tempo, Merdeka, Okezone, Vivanews, Republika, JPNN - Jawa Pos) dan video dari Youtube (jika ada). Gue gak masukin berita dari blog kacangan atau media kacangan kayak suaranews, voa-islam, inilah, dll. Kenapa? Karena pemberitaan di media kacangan gak bisa dipertanggungjawabkan dan bisa kapanpun dihapus.
Mohon maaf kalau agak berbau S A R A
Quote:
See? Ini baru rangkuman berita dari media yang punya nama lohh.. Belum media kacangan yang jumlahnya ratusan dan kepastian berita nya penuh dengan fitnah (media kacangan itu banyak yang website-nya bawa-bawa suatu agama gituh! Gak banget!). Darisini kita bisa menilai kalo berita-berita tersebut sama-sama menjatuhkan masing-masing calon dan membuat kita tidak bisa berpikir secara rasional.
So, PLEASE I'M BEGGING YOU GUYS WHO READ THIS THREAD. Jangan percaya media... Media itu alat propaganda terbaik dalam dunia politik... Karena Undang Undang Pers kita belum ditegakan dengan benar, ralat, HUKUM INDONESIA BELUM DITEGAKAN DENGAN BENAR.
Jadilah pemilih yang bijak... Pilihlah berdasarkan kualitas... Caranya gimana?
- Masing-masing kandidat pasti punya track record prestasi, pelajari track record prestasi mereka. Tapi ingat, jangan coba cari track record itu lewat media, BIG NO NO karena pasti akan diplintir-plintir! Mending kalian lihat langsung, alami langsung, itu lebih faktual. Kalo kalian gak bisa mengalami secara nyata, yaudah kalian pelajari CV kandidat aja (bisa diliat di website KPU) dan kalian bandingkan.
- Pelajari visi dan misi mereka, telaah dan pahami. Jangan lupa juga selalu ikuti debat capres cawapres supaya kalian tau kapasitas pengetahuan mereka tentang Indonesia.
- Nah biasanya setelah debat itu suka ada diskusi dengan pakar di bidang ahli ekonomi, hukum, hubungan internasional, dll. Kalian dengerin pengamatan si pakar ini. Pakar biasanya bicara berdasarkan ilmu pengetahuan... kalo kalian merasa si pakar ini rada berat sebelah penilaiannya, coba cari pakar lain yang mengomentari capres satu lagi supaya berimbang. Lebih baik kalian search mengenai hasil dari penilaian si pakar daripada kalian serach pemberitaan buruk capres-cawapres di media.
- Nilai pakai hati nurani, pahami gesture dan cara pembawaan capres cawapres... Tapi ingat, penilaian tersebut harus berimbang jangan dibarengi rasa sensitivitas.
Dari penilaian berdasarkan kualitas tersebut kita bisa memberikan score pada masing-masing point dan kemudian kita tentunya punya keyakinan kuat bahwa capres cawapres kita pasti mencintai Indonesia juga yang terbaik bagi Indonesia.
Melihat berita buruk di media tidak akan membantu kita berpikir secara bijak dan rasional, malah akan menimbulkan ricuh antar kedua kubu. Itulah propaganda, masing-masing kubu merasa kubunya benar karena media tidak akan membiarkan kita mengetahui kenyataan yang sebenarnya sampai tujuan agenda mereka (Agenda Setting) tercapai...
Be a Smart Voter!
0
3.2K
5
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Pilih Capres & Caleg
22.5KThread•3.1KAnggota
Urutkan
Terlama
Thread Digembok