Kaskus

News

deaputri11Avatar border
TS
deaputri11
Jersey di Iraq dikrisiskan . . . .
Abis baca artikel yang bikin gue kaget sih nih gan, mengenai krisis di Iraq.. Cuman gara-gara jersey doang gitu?
nih gan, ane cuman mau sharing aja....

Kita bisa melihat kaos sepak bola (jersey) dengan nama Mesut Ozil di dua tempat berbeda hari ini. Jika kita melihat tayangan Piala Dunia, maka jersey tim nasional Jerman itu baru saja dipakai Ozil ketika membantai Portugal 4-0 dalam pertandingan di Stadion Salvador, Brasil. Jika kita melihat liputan pemberitaan mengenai krisis bersenjata di Irak, tak sulit untuk melihat jersey berbagai klub sepak bola Eropa dikenakan para sedadu Irak yang ditangkap setelah meninggalkan pos mereka dengan mengenakan pakaian sipil.



Dalam salah satu foto yang disebarkan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), tampak seorang prajurit Irak malang yang dibariskan telungkup dengan tangan terikat bersama rekan-rekannya di sebuah parit menunggu dieksekusi itu mengenakan jersey Ozil di klub Real Madrid. Itu adalah jersey lama mengingat Ozil sekarang merumput di Arsenal.



Ozil adalah gelandang kreatif yang berasal dari keluarga Turki yang sudah tiga generasi bermukim di Jerman, seorang Muslim yang taat. Namun, bukan jersey itu saja yang tampak di foto itu. Ada satu orang dengan muka tertelungkup yang mengenakan jersey Barcelona dengan nama Jordi Alba, pemain belakang tim nasional Spanyol yang kini juga bermain di Piala Dunia. Lainnya mengenai jersey Saint-Germain dengan nama Zlatan Ibrahimovic, seorang penyerang asal Swedia. Ada dua jersey lagi dengan nomor punggung 11 yang tak diketahui milik tim dan pemain mana dan satu lagi yang mungkin milik Christiano Ronaldo dari Real Madrid dengan nomor punggung tujuh.

Uang mengalir ke liga sepak bola di Inggris dan Spanyol telah terkonsentrasi ke beberapa pemain terbaik dunia dan hal itu tak hanya telah menciptakan permainan olah raga yang menarik. Namun, sepak bola dan juga olah raga profesional lain, berkembang di tempat yang menjadi lokasi berkumpul tak hanya uang, antusiasme, dan talenta, namun juga kekuasaan otoritas yang terdesentralisasi, stabil dalam jangka panjang, dan peluang ekonomi yang terbuka seperti Eropa. Keluarga kerajaan Timur Tengah mensponsori liga Eropa karena untuk membawa permainan sepak bola yang memikat ke negara mereka membutuhkan lebih dari sekadar uang, namun juga membutuhkan demokrasi, satu hal yang paling sulit diwujudkan.



Tahun lalu, seorang pangeran Arab Saudi membeli separuh saham klub Sheffield United, dengan harapan klub itu bisa berjaya di Liga Primer sama seperti yang dilakukan Otoritas Investasi Qatar terhadap klub Paris Saint-Germain. Namun, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar terbukti tak mampu menggunakan uangnya untuk mempengaruhi terwujudnya sebuah demokrasi di Timur Tengah selama masa pergolakan Musim Semi Arab yang diwarnai tumbangnya beberapa pemerintahan otoriter. Sulit untuk melihat apakah mereka juga akan menolong Irak. Lebih mudah untuk menikmati demokrasi dari kamar hotel mewah di Knightsbridge yang sering dikunjungi orang-orang kaya Arab dibandingkan mendorong warganya sendiri untuk menerapkan hal itu.



Kita tak akan pernah tahu kenapa pria malang yang ada di foto itu mengenakan jersey Ozil, atau Ibrahimovic, atau Alba. Sungguh diragukan kalau mereka berpikir mengenai demokrasi ketika membelinya pertama kali. Namun, bukan kebetulan bahwa para pemain terbaik itu memilih Eropa. Ketika para keluarga kerajaan di Semenanjung Arabia mencari tim sepak bola untuk dibeli atau disponsori, mereka bisa menemukannya di tempat yang demokrasi berhasil menumbuhkan berbagai hal yang menakjubkan. London, Paris, Barcelona, Liga Primer, La Liga. Uang dari Timur Tengah itu mungkin akan mampir ke gaji Ozil dan Ibrahimovic karena mereka memang pemain yang layak mendapatkannya. Namun, jersey itu tak akan banyak membantu pria-pria yang memakainya ketika sedang telungkup di parit dangkal di Irak Utara.
kalo mau liat fotonya nih gan klik link dibawah ini..
Sumber: http://bit.ly/1nMdaw1



Begitu banyak pria mengenakan jersey tim sepak bola yang ditangkap militan dan menunggu nasib untuk dieksekusi mati. Namun, itu bukan satu hal yang kebetulan. Sepak bola memang sangat populer di Timur Tengah. Otoritas Investasi Qatar mengendalikan klub Paris Saint-Germain tempat Ibrahimovic merumput. Shaikh Mansour ibn Zayid al-Nahyan dari Abu Dhabi memiliki klub Manchester City, pemenang Liga Primer Braclays tahun ini. Sementara, Yayasan Qatar menjadi sponsor di jersey klub Barcelona yang dipakai Jordi Alba.
0
2.5K
12
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
Berita Luar Negeri
KASKUS Official
82.1KThread20.9KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.