Kaskus

News

my.own.lifeAvatar border
TS
my.own.life
[Pencitraan Tiada Henti] Gaya Jokowi Naik Bajaj Bisa Jadi Bahan Guyonan
[Pencitraan Tiada Henti] Gaya Jokowi Naik Bajaj Bisa Jadi Bahan Guyonan

[Pencitraan Tiada Henti] Gaya Jokowi Naik Bajaj Bisa Jadi Bahan Guyonan


JAKARTA - Calon presiden yang diusung PDI Perjuangan dan sejumlah parpol mitra koalisinya, Joko Widodo (Jokowi) memang dikenal sebagai sosok yang kerap tampil sederhana dengan gaya pencitraannya di hadapan publik.

Seperti yang dilakukannya ketika menuju kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengambil nomor urut capres-cawapres pada Minggu 1 Juni lalu. Saat itu, Jokowi beserta calon wakilnya, Jusuf Kalla berangkat ke KPU dengan menumpangi bajaj berbahan bakar gas.

Ya, gaya ini lagi-lagi diperlihatkan Jokowi seolah ingin menunjukkan bahwa dirinya merupakan pemimpin yang dekat dengan rakyat.

Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Agung Suprio mengatakan, saat ini rakyat tidak membutuhkan pemimpin yang hanya sibuk menampilkan kesan merakyat. Menurutnya, perilaku seperti itu justru akan jadi bahan guyonan.

"Apa yang dilakukan Jokowi selama ini lantaran ingin memposisikan diri sebagai figur sederhana. Namun, pencitraan yang terlalu berlebihan seperti naik bajaj, justru akan menjadi bahan guyonan bagi lawan (politik)," kata Agung saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Kamis (5/6/2014).

Menurut Agung, sebaiknya Jokowi tampil apa adanya dengan menampilkan aktivitas kesehariannya daripada menunjukkan kesan merakyat agar menuai simpati publik.

"Sebaiknya Jokowi naik (mobil) Kijang Innova putih karena memang itu kebiasaan Jokowi dan kesan kesederhanaan dapat terlihat tanpa adanya kesan dipaksakan," kritiknya.

Agung menambahkan, publik justru menyukai penampilan yang spontan, bukan rekayasa karena publik saat ini sudah pintar.

Oleh karenanya kata dia, seorang capres harus sudah siap segala-galanya termasuk ketika harus menjawab pertanyaan awak media secara spontan.

"Isi dan gestur capres yang spontan akan dapat mengundang simpati publik dari penonton jadi pemilih atau dari apatis jadi antusias. Bahkan dari lawan menjadi kawan," pungkasnya. (put)

http://pemilu.okezone.com/read/2014/...-bahan-guyonan

terlalu artifisial, terlalu dibuat-buat
memang pantas kalo disebut capres boneka
yang berakting di atas panggung sandiwara

bahkan demi terlihat islami, sholatpun dijadikan pencitraan

biografi nipu
urusan kerja nipu
kehidupan sehari2 nipu

verified kualitas penipu
0
2.5K
23
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
696.1KThread•59.5KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.