Kaskus

News

mashakoAvatar border
TS
mashako
Lelucon Gagal JKW. Bila naik Podium tanpa persiapan, mk akan turun tanpa Kehormatan
Lelucon Gagal JKW. Bila naik Podium tanpa persiapan, mk akan turun tanpa Kehormatan
Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK)

Lelucon Gagal Jokowi
Selasa, 03 Juni 2014, 22:43 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden (capres) nomor urut 2, Joko Widodo tampaknya hendak melontarkan lelucon pada saat menyampaikan pidato singkat dalam acara deklarasi pemilu berintegritas dan damai, Selasa malam (3/6). Sayangnya, lelucon itu tak terlalu disadari sehingga gagal membuat orang tertawa.

Lelucon itu tak lain berkaitan dengan nomor urut dua. Seperti diketahui, dalam pengundian nomor urut padangan capres, Jokowi-Jusuf Kalla mendapatkan nomor urut dua untuk berlaga dalam pilpres mendatang. Kala itu, Jokowi pun sempat berpidato singkat yang mengatakan nomor dua adalah simbol keseimbangan. Ia juga sempat melotarkan lelucon yang disambut tawa.

Namun, hal serupa tak terjadi pada saat acara deklarasi pemilu berintegritas dan damai yang digelar KPU.

"Tanggal 9 Juli nanti, kita akan melakukan pencoblosan. Ada dua calon. Ada dua. Dua capres. Dua cawapres," katanya.

Sayangnya, kalimat tersebut tidak mendapatkan respon apapun. Akhirnya, ia melanjutkan pidato singkatnya dengan mengatakan;

"Semuanya kita serahkan kepada rakyat, karena yang berdaulat adalah rakyat siapa yang dihendaki rakyat. Kami berdua menghargai apa yang dikehendaki oleh rakyat. Terima kasih," katanya menutup pidato lima menitnya.
http://www.republika.co.id/berita/pe...n-gagal-jokowi

Jokowi GUGUP Saat Pidato
DEKLARASI "KAMPANYE DAMAI" 3 JUNI 2014



Jokowi Akhirnya Terjerembab dalam Lubang Sindiran Cicero
Rabu, 04 Juni 2014 , 11:20:00 WIB

Lelucon Gagal JKW. Bila naik Podium tanpa persiapan, mk akan turun tanpa Kehormatan
CICERO

RMOL. Bila naik podium tanpa persiapan, maka akan turun tanpa kehormatan.

Demikian kira-kira nasihat dari anggota Konsul di era Republik Romawi kuno yang juga dikenal sebagai ahli retorika sepanjang zaman, Cicero.

Dalam Deklarasi Pilpres Damai yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa malam (3/6), nampak Jokowi cukup mempersipkan pidato di detik-detik pertama. Dia membuka pidato dengan kalimat hamdalah dan shalawat, yang di kalangan muslim sangat khas bagi seorang ustadz yang akan menyampaikan khutbah.

Meski terlihat cukup terbata-bata, terlihat pidato ini sangat dipersiapkan. Tujuan dari pembuka ini juga sangat jelas; menepis anggapan sementara orang yang selama ini meragukan religiusitas Jokowi.

Namun sepertinya, bagian lain pidato Jokowi benar-benar gagal. Jokowi terlihat berdiri tanpa persiapan, hingga diksi dan kalimat demi kalimat disampaikan terpenggal-penggal. Atau boleh jadi dia berdiri tanpa persiapan, yang dikenal dalam dunia public speaking sebagai impromtu.

Tapi bila pun ini menggunakan metode impromtu tentu saja ini sangat disesalkan. Jokowi berdiri sebagai seorang calon presiden, bukan sesorang yang hadir dalam sebuah acara ulang tahun kolega yang tiba-tiba dimintai sambutan.

Kegagalan lain Jokowi adalah tidak paralelnya antara kalimat pembuka dengan dengan kalimat penutup. Kalimat penutup Jokowi yang tiba-tiba berhenti, ibarat rem mendadak, menambah bukti bahwa Jokowi memang tidak siap.

Bagi sementara audiens, kalimat penutup adalah kunci utama sebuah pesan yang sudah disampaikan. Sementara Jokowi menjadikan penutup pidato sebagai pintu masuk sindiran dan nasihat Cicero.
http://www.rmol.co/read/2014/06/04/1...ndiran-Cicero-

-------------------------------

Jokowi kitu tipe orang lapangan, suka blusukan bagian dari keahliannya!
Kalau disuruh pidato resmi macam kampanye damai kemaren, apalagi omong lepas tanpa konsep, sulitlah bagi dia, bapak!

emoticon-Turut Berduka
0
3K
28
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.5KThread59.1KAnggota
Urutkan
Terlama
Thread Digembok
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.