Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
1999
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/537d9c1b0e8b46ad0b000002/kisah-inspiratif--anak-nakal-yang-mendapat-nilai-un-10
Terima Kasih Kaskus, Uda jadi HT thread pertama ane :ilovekaskuss :ilovekaskussUpdate Uda ad yg tau jadi. Jujur gan, ane tuh mau sharing k banyak org. Ane berharap banget banyak yg baca. Soalny kayan
Lapor Hansip
22-05-2014 13:41

Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10

Past Hot Thread
Terima Kasih Kaskus, Uda jadi HT thread pertama ane emoticon-I Love Kaskus (S)
for HT

emoticon-I Love Kaskus (S)Update
Uda ad yg tau jadi. Jujur gan, ane tuh mau sharing k banyak org. Ane berharap banget banyak yg baca. Soalny kayany crt ane kalo ane gak kaya gini mungkin hanya jd rahasia d sekolah. Ngertila gan emoticon-Mewek
Ane bersyukur banget kalo banyak share. Ane ud ngerasa diapresiasiin. Terima kasih buat yg uda share emoticon-I Love Kaskus
crt saya yg sbnrny yg full gak bisa saya bagiin sekarang, banyak yg bilang lanjutin nulisny smg bisa jd film atau novel. saya juga berharap demikian. Terima kasih untuk semua yg sudah mampir dan meramaikan tread ini

Oh iya. Jujur ya gan. Ane gak nyontek atau apapun yg semacamny. Apalagi beli jawaban. Ane punya harga diri. Ane mau buktiin ke banyak orang aj. Ane cuma mikirin orang2 yg ane sayang

Tambahan / Update : Saya mendapat info bahwa guru Matematika saya (Bu Ros) marah karena ada guru yang tak percaya akan nilai saya emoticon-Matabelo, bilang beli kunci jawaban dan semacamnya. Jujur saya gak terlalu peduli dengan yang menjudge begitu. Tapi Untuk Bu Ros, saya tak akan melupakan ibu emoticon-Mewek. Guru Favorit saya emoticon-Kiss. Terima kasih banyak bu emoticon-2 Jempol.

..............
ane newbie, dan ini tret pertama ane. yg ane rasa banyak org harus tahuemoticon-I Love Indonesia (S)

Kalo anak baik, di sukai guru, wajar aja dpt nilai tinggi. Gimana kalo anak nakal, bahkan sudah pernah dipaksa buat surat pengunduran diri emoticon-Sorry bisa dapat nilai 10, MTK lagi emoticon-Matabelo

Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10

itu dia orangnya gan bersama dengan sahabatnya gan, suka bolos, manjat pager, kesiangan trus emoticon-Ngakak

Fidelis Yugita, itulah nama orangnya gan. search aj di fb/twitter/ yang lain. uda kehilangan satu sahabatnya yg ada di foto gan.. karena paksaan untuk mengundurkan diri, merasa diusir.

dia yang dulu sempat dipaksa mengundurkan diri itu bertekad untuk membuktikan dan membuat mereka menyesal pernah ngusir dia gan emoticon-Matabelo

pengumuman hasil UN kemarin sempat bikin sekolahny kaget gan
liat aj nilai nya
Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10

kurang jelas gambarnya.
dia juga masuk majalah didaerah nya gan
baca aj disini Klik
bagian bawah ada nama nya

aduhh jangan berlama2 gan
liat aj sumbernya. dia bikin blog tentangnya
silahkan klik


ni goresan dari teman2 nya satu sekolah
Quote:Original Posted By gangandarat
Hahaha, ane temen sekelasnya gan di SMAN 1 Tanjungpandan. Memang benar gan dulu mereka mau dikeluarin karena udah berkali-kali bikin kenakalan emoticon-Cape d... (S) mereka juga dibenci sebagian besar guru gan emoticon-Sorry guru-guru semua gak nyangka gan kalo doi yang dapet nilai sempurna di salah satu mapel tersulit. Ironis gan, dulu mereka mau ngeluarin doi tapi sekarang doi bisa buat bangga sekolah dengan cara yang umumnya dilakukan oleh murid baik-baik, mukanya mau ditaro dimana gan emoticon-Cape d... (S)


Quote:Original Posted By jessiccabilung
Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10

hahaha. mantep. gw kenal lumayan dekat sama ni orang. satu sekolah dr SMP, bahkan di SMA jd temen sekelas.karena kisah ini kurang komplit, jd gw ceritain sebenarny.. gw ceritain pake sudut pandang orang pertama pelaku utama yak.

Nama saya Fidelis Yugita Trio Bagaskoro, seorang siswa SMA yang baru saja lolos dari uji coba sistem pendidikan negeri ini yang terus berubah. Saya anak ketiga dari lima bersaudara dari keluarga sederhana dimana saya diberikan kebahagiaan yang tidak terkira.
Saya dididik dengan baik oleh kedua orang tua saya. Sejak di Sekolah Dasar saya selalu menjadi peringkat pertama baik di kelas maupun di sekolah. Ini hal yang membanggakan saya dan mendorong saya tumbuh menjadi anak yang besar kepala.
Kesombongan karena merasa diri saya paling pintar mendorong saya untuk berbuat semena-mena. Ditambah lagi dengan keinginan mencari jati diri. Tapi saya sadar, seharusnya jati diri itu bukan dicari, tetapi diciptakan. Di masa SMP selayaknya anak-anak lain, saya sering iseng. Mulai dari mengisengi teman sendiri, sampai guru pun menjadi korban saya. Sesungguhnya hal ini bukanlah hal yang patut dibanggakan di depan umum, tapi cukup saya simpan sebagai kenangan akan masa remaja saya.
Tidak terlalu banyak cerita spesial semasa saya SMP.
Emm, mungkin banyak, tapi tidak se-spesial di masa SMA.

Masa SMA memang masa paling indah.
Masa putih abu-abu, dimana saya sudah mulai dianggap dewasa.
Masa dimana saya belajar arti kebahagiaan, ketulusan, kejujuran, bahkan kehilangan.

Berawal dari Penerimaan Siswa Baru di sebuah SMA favorit di pulau kecil kami yang di gerbang masuknya terpampang sebuah kalimat , “Disini kami menempa diri”. Menempa diri. Ya. Sekolah ini memang terkenal dengan kedisiplinannya, kecerdasan dan prestasi murid-muridnya terutama di bidang akademis. Sekolah ini sudah banyak melahirkan orang-orang ternama.

Dan, saya berhasil masuk sekolah favorit itu. Masuk di kelas reguler, tidak seperti kebanyakan siswa yang memperebutkan kursi di kelas unggulan, saya cukup puas bisa dapat posisi di kelas reguler. Kelas yang membuat bakat iseng saya semakin berkembang.

Saya sangat menyukai bidang eksak. Terutama matematika dan fisika. Tapi sayangnya, guru Fisika yang termasuk guru favorit saya harus pindah ke sekolah lain. Seperti orang patah hati, saya menjadi malas-malasan belajar fisika. Bolos, terlambat masuk, semuanya saya lakukan sampai guru-guru muak, dan memberi “cap” bahwa saya ini tidak lebih dari seorang berandal yang hanya karena keberuntungan saja dapat masuk sekolah favorit ini.
Tapi hal itu tidak saya pedulikan. Saya justru senang karena hal itu saya masuk ke jurusan IPS.

Seperti kebanyakan sekolah di Indonesia, sekolah kami pun cenderung menganut bahwa jurusan IPS adalah jurusan buangan. Jurusan dimana anak-anak nakal bersekutu. Tapi itu bukan masalah bagi saya.

Malah dari situlah kisah persahabatan yang sesungguhnya saya dapatkan.

Masuk di kelas XI IPS 4, yang menurut penghuni sekolah kami, IPS 4 sebagai kelas paling ujung adalah bos dari kumpulan anak-anak nakal, bodoh, dan hanya bisa untung-untungan jika naik kelas atau lulus dari sekolah ini. Tapi itu bukan masalah bagi saya.

Malah dari situlah kisah persahabatan yang sesungguhnya saya dapatkan.
Di kelas ini, saya mendapatkan 2 sahabat yang sudah saya anggap seperti saudara saya sendiri. Fadli dan Syahdinal. Kami melakukan banyak hal bersama-sama. Mulai dari bolos bersama, datang terlambat, memanjat pagar sekolah, dan berbagai keisengan lainnya.

Ternyata perilaku kami mengundang ketidaksenangan dari kalangan guru dan siswa. Terutama siswa kelas XII waktu itu, yaitu kakak kelas kami.
Wajar saja, senioritas juga salah satu yang diunggulakn dari SMA Favorit tempat aku bersekolah ini.
Mulai dari menunjukkan sikap tidak senang yang mengundang emosi salah satu dari kami. Hingga muncul rasa tidak senang antar angkatan. Ya, kalian mungkin bisa menebak kisah selanjutnya. Terjadi tawuran antar angkatan. Dimana Fadli yang benar-benar mengganas saat tawuran berlangsung. Wajar saja. Ibaratkan membangunkan singa yang sedang tidur. Fadli itu memang mempunyai keahlian bela diri. Hal itu mengakibatkan tawuran ini berdarah. Namun, tidak ada korban serius. Sekolah menangani kasus secara internal. Kedua belah pihak diberi surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatan kami.
Dengan membolos, tawuran, memanjat pagar sekolah, membuat guru semakin mengganggap kami berandalan. Dan saya kuatir akan tidak naik kelas.
Tapi nasib tidak mengatakan hal tersebut. Saya, Fadli, dan Syahdinal berhasil naik kelas karena nilai kami memang mencukupi. Yaah, walaupun nakal, kami tetap mampu meraih nilai yang walaupun tidak terlalu baik, namun cukup. Tapi kami bahagia. Biarpun nilai kami kecil, tapi kami meraihnya dengan usaha kami sendiri.
Saat naik ke kelas XII, saya kembali mendapat bangku untuk duduk di kelas IPS 4. Sedangkan Fadli di kelas IPS 2, dan Syahdinal di kelas IPS 1. Sempat terbersit di benak kami untuk berhenti membuat keisengan. Tapiiii..... tampaknya lebih sulit berhenti untuk iseng daripada soal Ujian Nasional 2014 yang katanya berstandar Internasional itu..haha
Bulan puasa tiba. Petasan menjadi salah satu hiburan di bulan puasa yang menurut saya bukan hanya di Belitung saja, tapi juga di tempat lain.
Petasan juga menjadi media kami diusir dari sekolah favorit ini.
Kami melakukan tindak keisengan kami dengan mengagetkan orang lain menggunakan petasan. Yah, kami tahu ini hal yang salah, tapi kami sebagai remaja, belum tahu yang disebut orang-orang dewasa sebagai “batas keisengan” atau “batas wajar”. Kami masih menganggap itu hal yang wajar.
Tempat-tempat wisata terdekat menjadi lokasi favorit kami untuk mengagetkan orang. Sebuah pantai yang terkenal sebagai tongkrongan “gaul” anak-anak muda belitung. Memang aksi kami sudah kerap kami lakukan di pantai ini, dan sering dikejar oleh petugas keamanan. Berkali-kali kami dikejar bagai buronan, berkali-kali juga kami lolos. Sasaran kami sebenarnya hanyalah orang yang melakukan tindak asusila di kawasan tersebut. Walaupun kawasan wisata ini aman, tapi tidak terlepas dari banyaknya orang yang memanfaatkan fasilitas yang disediakan untuk melakukan hal yang tidak senonoh.
Jadi jika kami melihat ada yang seperti itu, kami lempari dengan petasan. Kami merasa bagai pahlawan yang menyelamatkan orang dari dosa. Hahaha
Kembali dikejar, dan kami melarikan diri. Hingga kami lelah, dan salah satu teman kami dari sekolah lain menemukan botol bekas minuman. Ternyata kelelahan malah membuat otak kami semakin kreatif. Petasan dimasukkan di dalam botol beling tersebut lalu dilempar. Bunyi yg dihasilkan benar-benar dahsyat. Hingga kami tidak dapat melarikan diri lagi.....
Laporan disampaikan kepada Kepala Sekolah. Kembali mendapat surat peringatan untuk kesekian kalinya.
Sayangnya, selembar kertas perjanjian tidak berotoriter atas keinginan kami untuk iseng. Godaan untuk kembali main petasan. Akhirnya kami berpindah lokasi.
Kami bermain petasan di sekolah. Ya! Kami meluangkan waktu selepas berbuka puasa untuk bermain petasan di sekolah. Tapi kami melupakan satu hal...
Sekolah kami selain favorit manusia, juga menjadi favorit makhluk astral.
Dan perbuatan kami mengundang kemarahan makhluk-makhluk tersebut.
Akhirnya, kesurupan masal.
Dan kami kembali menjadi terdakwa dalam kasus ini.
Kemarahan guru dan kepala sekolah sudah tidak terbendung lagi.
Saya benar-benar ingat akan hal itu. Hari dimana saya dipanggil ke ruang kepala sekolah.
Hari dimana saya, dan Fadli, diusir dari sekolah itu. Konyol memang rasanya. Siswa SMA di DO dari sekolah karena main petasan. Terakhir kali sekolah favorit ini mendepak siswanya, karena siswa tersebut membuat proposal palsu yang nyaris saja menipu DIndikbud hingga berjuta-juta rupiah.
Itu kriminal. Tapi ini? Kenakalan Remaja? Kasus ini terlalu remeh untuk digolongkan sebagai kenakalan remaja. Keisengan remaja tepatnya.
Ada banyak kakak kelas, teman seangkatan, adik kelas yang perilakunya di luar lingkungan sekolah kelakuannya lebih parah dari kami. Rokok dan miras sahabat mereka.
Ini hanya bermain PETASAN. Konyol kan?
Yah tapi bagaimanapun juga tetap saja kami yang bersalah.
Fadli menerima saja keputusan itu. Ia langsung mengurus kepindahannya ke sekolah lain.
Tapi saya tidak. Saya malu. Kecewa pada diri sendiri. Kecewa karena bukannya membanggakan orang tua, malah menorehkan malu di wajah mereka.
Dari kejadian itulah saya melihat. Bahwa orang tua, keluarga, adalah orang-orang yang tetap mengasihi saya, apapun yang telah saya lakukan. Bahkan disaat saya diusir dari sekolah, Ayah saya tetap jaid orang yang terus melindungi saya dan men-support saya.
Atas jasa seorang anggota legislatif, saya kembali diberi kesempatan untuk melanjutkan di sekolah saya. Saya tidak akan melupakan jasa Anda, Pak.
Kehilangan seorang sahabat. Dicap berandalan. Dimusuhi guru. Dianggap tak ada saat dalam kelas. Menjadi bulan-bulanan guru baik di kelas maupun di muka umum. Saya mengalami itu semua.
Tapi sakit yang saya alami waktu itu, tidak menjatuhkan saya.. Malah membuat sebuah tekad dalam hati saya. Saya akan membuktikan bahwa saya tidak seburuk yang guru-guru anggap. Saya juga ingin membuktikan bahwa “nakal” dan “jahat” adalah dua hal yang berbeda.
Terlebih lagi di balik semua itu, masih ada seorang guru yang tidak pernah menganggap saya rendah. Beliau adalah Ibu Rosilawati, Guru matematika, sekaligus guru favorit saya. Karena beliau selalu menilai secara objektif. Tidak pernah subjektif. Berbeda dengan guru-guru lain yang selalu memberi cap bahwa tidak ada yang bisa dibanggakan dari diri saya selain prestasi keisengan.
Saya mulai belajar dengan baik.Mulai dari jam pelajaran tambahan di sekolah, bimbel di luar sekolah, sampai belajar kelompok saya lakukan. Hanya untuk satu target, yaitu UN. Pikiran saya, jika saya berhasil di UN, maka tidak ada lagi yang bisa meremehkan saya.
Singkat cerita, UN pun tiba, saya berharap banyak pada UN. Inilah media terakhir dan kesempatan terakhir saya untuk memperbaiki citra diri, dan menghilangkan stigma mengenai anak nakal itu bodoh.
Diantara enam mata pelajaran yang diujiankan, saya benar-benar menargetkan untuk mendapat nilai sempurna di mata pelajaran matematika. Namun, kenyataan tak semanis harapan. 5 dari 40 soal harus menganggur sementara, karena saya tidak berhasil menemukan jawabannya. Tapi saya terus berusaha. Semampu saya. Saya terus dimotivasi oleh keinginan hati saya untuk lebih teliti.
3 dari 5 soal berhasil dijawab. Waktu semakin berkurang dan masih ada 2 soal yang tersisa. Berkutat dengan kedua soal tersebut. Tiba-tiba seperti ada bohlam yg menyala dalam otak saya. Ting! Satu soal terjawab. Tersisa satu soal. Waktu tinggal sedikit. Saya mulai pasrah. Akhirnya saya mencari jawaban terdekat dengan hasil hitungan saya.
UN berakhir. Dan segera saya melupakan segala soal itu, dan hanya bisa berdoa agar Tuhan membantu saya untuk mendapatkan nilai terbaik.
20 Mei 2014. Kembali mengenakan putih abu-abu untuk pengumuman kelulusan. Optimis akan lulus. Tapi ragu dengan nilai yang diperoleh.
09.00 WIB, semua orang tua sudah hadir dan berkumpul di aula sekolah. Kata sambutan, sosialisasi singkat tentang PTN menjadi acara selingan. Tidak peduli 197 siswa SMA itu sedang menanti kabar.
100% lulus.
Saya sedikit tenang.. Tapi bagaimana nilai?
Mulai dibacakan nama-nama peringkat tertinggi di sekolah. Saya hanya bisa berdoa agar perjuangan saya tidak sia-sia. Hingga sebuah kabar saya dapat..
“Satu siswa dari SMA Negeri 1 Tanjungpandan berhasil meraih nilai sempurna untuk mata pelajaran Matematika dari jurusan IPS di kabupaten Belitung. Atas nama Fidelis Yugita Trio Bagaskoro”
Tepuk tangan membahana di ruang aula.
Perasaan saya campur aduk. Saya larut dalam euforia kebahagiaan dan kebanggaan. Bangga.
Bangga luar biasa. Bahagia. Euforia itu tidak akan pernah saya lupakan. Satu persatu sahabat dan teman-teman menyalami saya. Saya bagaikan seorang pemain sepakbola yang baru saja berhasil mencetak gol ke gawang lawan.
Guru-guru yang selama ini meremehkan saya. Bahkan mengusir saya dari sekolah ini hanya tertunduk.
Saya bukan bermaksud sombong. Tapi, akhirnya, Pak, Bu.. Saya bisa membuktikan bahwa saya tidak seburuk yang kalian kira. Saya mungkin nakal, tapi saya akhirnya bisa membanggakan orang-orang di sekitar saya.
Tidak hanya orang tua dan keluarga. Bahkan saya membanggakan nama sekolah.
Saya sangat berharap, orang-orang umunya dan khususnya guru-guru tidak lagi menilai kemampuan siswa dari penampilan atau kelakuannya.
Tidak lagi memberi stigma yang seakan mengadili kami jika kami berbuat kesalahan.
Kami tidak akan bisa memperbaiki kelakuan kami jika kalian hanya terus mengadili kami, tanpa membimbing kami untuk lebih baik lagi.
Pak, Bu, zaman sudah berbeda, kami tak dapat lagi dididik dengan kekerasan atau ancaman. Bentuklah kami sesuai karakter kami masing-masing. Jika Bapak dan Ibu menilai kami nakal akibat zaman, ya memang benar bu. Kami terlahir di generasi yang salah. Generasi yang diracuni media.
Kami berharap bisa menjadi pelurus bagi generasi kami dan bagi bangsa ini. Sebab jika bukan kami siapa lagi?
Oleh sebab itu, kami tidak akan bisa memperbaiki kelakuan kami jika kalian hanya terus mengadili kami, tanpa membimbing kami untuk lebih baik lagi. Karena jujur saja, kalianlah orang tua kedua bagi kami.
Bahkan terkadang kami lebih percaya omongan kalian daripada orang tua kami sendiri.
Bimbinglah kami seperti kalian membimbing dan mendidik anak kalian sendiri.
Tegurlah kami jika salah. Tegur dan koreksi kami. Jangan hanya menegur dan menjadi komentator akan kelakuan kami.
Mungkin bagi pembaca kisah saya ini tampak biasa-biasa saja. Tapi percayalah, di luar sana ada banyak anak yg mengalami hal yang sama seperti saya. Ada banyak korban pendidikan negeri ini yang di cap bodoh karena tidak handal di bidang saintek. Di cap berandal karena sering iseng. Padahal iseng dan jahat adalah dua hal yang benar-benar berbeda pada praktiknya.
Sekian yang bisa saya ceritakan tentang kisah saya.

TTd, Anak nakal yang bertekad besar.




yang bikin berkesan juga ni
Quote:Original Posted By nyamuknak4l
hahaha,, jd inget pas zaman anesekou..dateng ke sekolahan cuman bawa buku 2 biji untuk smua mata pelajaran..dan pulpen buat nyatet..

anakk2 pada bilang gw bandel lah,berandal lah,ini lah,,itu lah..tapi pas semesteran gw dapet rangking satu..anak2 cwe yg pernah ngeledekin gw pada diem..malah ada beberapa yg bialng gw nyogok buat dapet nilai emoticon-Ngakak


setuju ama cerita diatas..smart itu gak bisa dinilaii dari penampilan atau kelakuan.. jujur mskipun dulu gw jarang nyatet(kecuali yg penting2) tapi gw inget pakem atau rumusan pelajaran yg gw dpet dari guru..khususnya bahasa inggris,biologi sma matematik emoticon-Salaman


dan pas zaman gw skioah dulu (angkatan kelulusan tahun 2002-2003) metode pengajaran guru di kebanyakan sekolah sangat2lah membosankan..bukannya bkin murid pinter,malah bkin murid jd bodoh emoticon-Ngakak

so, cobalah sdikit logis dalam mengajar. krna biar gimanapun,tujuan para pahlawan tanpa jasa mengajar itu untuk membuat generasi bangsa ini lebih hebat dari generasi generasi sebelumnya emoticon-Matabelo



aduhh gan, ane setuju banget dengan semua kata2 ente. pejwan ya gan. semuany hampir mirip gan

Quote:Original Posted By idhmwn
Kisahnya hampir sama kaya ane waktu smp gan. Ane bahkan sampe dibenci guru2 sama temen2 angkatan ane gan. Terus pas UN ane Matematika dapet nilai 9,75. Gegerlah satu sekolah terus ane di judge dapet bocoran gan
Ane cuek aja lah karena itu usaha ane sendiri

Pekiwan gan


iyaa gan, pasti ad yg pro dan contra sama kita. tp kalo jujur perasaan keliatan
Diubah oleh siledif.
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 31 dari 101
Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10
24-05-2014 14:13
kekuataan tekad gan, segalanya serba mungkin jika memiliki tekad yang kuat
0 0
0
Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10
24-05-2014 14:14
jadi kita harus bandel gan biar mtk nya dapet nilai 100 emoticon-Cool
0 0
0
Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10
24-05-2014 14:14
keren gan
0 0
0
Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10
24-05-2014 14:15
salut ane am ente
0 0
0
Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10
24-05-2014 14:15
luar biasa
emoticon-Matabelo
0 0
0
Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10
24-05-2014 14:15
Merinding ane bacanya sampe kebawa suasana, apalagi dibagian yg terakhir itu .. Sukses buat yg ada dicerita ini .. Pantes ini dijadiin film biar kena ama pendidikan indonesia saat ini
0 0
0
Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10
24-05-2014 14:16
Salut deh sama agan, awalnya nakal tapi bisa berubah dan bisa ngebanggain ortu & sekolah.. berbeda banget sama temen ane, udah berandal, sukanya mabok2an sama ngerokok, dia juga hampir dikeluarin dari sekolah karna kasusnya banyak banget. mulai dari berantem sama kepergok anu2an sama pacarnya di kamar mandi.. dari dulu gak pernah mau berubah gan. mungkin kalo dia ngelanggar sekali lagi bakal dikeluarin dah dia..
0 0
0
Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10
24-05-2014 14:16
Ahahhaaha ane pun mantan anak yg bandel jaman sma, tp memang kenakalan khas anak sma, kerjaan ane main bola dlm kelas( entah brp byk kaca nako yg pecah), main kunci2an temen dalam lemari, cm pake boxer ke skolah dikala hujan dan naik mtr, bawa buku gk prnh dan cm ditaro di plafon kelas( pas ngambil buku di plafon ane jatoh dr plafon dan plafonnya bolong gede bgt) slalu dipanggil guru dan diancem gk naik kelas bahkan diancem gk lulus UN, tp hal itu ane balikkin saat kelas 3 dmn ane berhasil dpt rangking 6, dan lulus dgn nilai un 24,89(3 mata pelajaran yg diuji saat taun 2006) dmn nilai b.indonesia ane tertinggi yaitu 9,6. Ane cm pgn buktiin ane nakal tp ane pny tanggung jawab sbg seorang siswa. Inget gan anak yg bandel tp pny tanggung jawab adl anak yg bisa menembus batas, krn mrk belajar dan tau pait dan sulitnya khidupan, dan mrk adl org2 yg gk pernah nyerah dgn nasibnya. (Ane lulusan sma 46 jaksel angkatan tua) smoga dgn adanya perubahan kurikulum dgn metode quantum learning, quantum teaching dan accelerated learning bs ngerubah cara belajar jd menyenangkan
0 0
0
Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10
24-05-2014 14:17
wuuuhhh sampe seperti itu
0 0
0
Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10
24-05-2014 14:18
persis dsklh ane,ane masih duduk di XI-IPS di salah satu SMA jaktim.,kelas kami dblng kls berandalan dn bnyk guru2 yg memank benci kami..,,kami dicap nakal,dan kelas rusuh.,tapi sbenarnya kami memiliki bakat2 dan kreatifitas yg berbeda dari kls lain,tapi apa daya guru kbnykan menilai dri perilaku kami,dan khususnya saya saya dsklh memank msih dicap baik,kcuali bberapa tman saya dkls yg kbnykn dicap jelek oleh guru,tpi saya yakin mereka kelak pasti bisa.,prinsip saya "Jangan Pernah Meremehkan Saya sebelum anda tahu akan jadi apa dia nanti" jujur ane jg merasa seperti ank nakal.,nakal dalam hal malas dll,SD ane selalu menjadi peringkat 10 besar,dan saat lulus nilai saya tertinggi dengan nilai 9+,smp dstu mulailah rasa mlas itu,kls 7 nilai saya turun karna faktor warnet,kls 8 nilai saya makin turun karna warnet,dan berkelahi bahkan saya pernah gk masuk 1 minggu lbih,tpi saat kls 9 disitulah saya mulai serius menjadi murid baik,walau bkn terbaik dsklh,saya lulus dengan nilai membangkan,dengan 8.5+ walau bkn trtinggi saya bangga karna nilai hasil pemikiran bkn seperti kbnykan tman2 lain yg nilai bocoran,diSMA kls 10 saya mulai menjadi anak baik2 walau nilai msih wajar,tak ada yg dbwh kkm,kls 11 ini memank saya menargetkan msuk ips krna saya senang dibidang bisnis/usaha.wlau dsni sya msih sdkit mlas tpi saya punya tekad,saya malas dMTK krna guru yg mengajarkan itu benci dengan kami krna kelakuan kami,tpi mereka tidak tahu bakat asli kami,sedikit lagi kami akan menghadapi UAS dan selanjutny kls 12 kami akan UN tpi kami pasti bisa jika kami DOA,USAHA,DAN BERTEKAD kelak nanti kami akan menjadi generasi yg mmajukan negri ini
0 0
0
Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10
24-05-2014 14:19
widih mantep bgt tuh agan emoticon-Blue Guy Cendol (L)
0 0
0
Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10
24-05-2014 14:20
Tapi ini patut dipertanyakan gan.....timpang banget nilai UN mtk dengan lainnya?? Terus bagaimana nilai kesehariannya...bisa jadi itu bukan nilai murni....
Saya berprinsip lebih menghargai proses daripada hasil
Diubah oleh mbah_fian
0 0
0
Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10
24-05-2014 14:21
Quote:Original Posted By MakNyonyah
harusnya ht ne.


hmmm, makasi gan emoticon-Kiss emoticon-Kiss ane juga berharap gan emoticon-Matabelo
0 0
0
Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10
24-05-2014 14:22
boleh nakal asal berprestasi ya.
emoticon-Big Grin
0 0
0
Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10
24-05-2014 14:22
Quote:Original Posted By S.S.
Inspiratif apaan bro?
Keliatan bgt u n si mtk 10 itu alay.
maen petasan dibilang biasa, oke deh klo kalian udh jd ortu anak kalian gue lempar petasan, gk blh marah y damai aja gmn?

Klo miras n rokok knp guru gk msalahin, krn yg mati kn org itu jg, kcuali mreka mabuk n bikin kacau..

Klo guru nya jahat gk usah pake pngunduran diri buat tmn lo, maeni aja nilainya tmn lo gk bakal naek, bkn rahasia lg kok guru bs ngatur nilai, msh lo blg gak fair guru2 itu.

pake bantuan legislatif lg, mau ikutin jejak anak cawapres ya, nabrak org bebas gitu aja, sm skali gk mendidik bro..

kasian gue klo thread lu dibaca anak2 smp n sma yg otaknya pas2an (jgn samain dgn tmn u yg emg pinter-juara kls wkt SD), makin bnyk brandalan n bs jd sodomi, perkosaan, tawuran dmn2 n budaya memanfaatkan jabatan org terdekat utk ngelindungi mereka dr hukuman makin menjadi..

Welcome to indonesia ancur emoticon-Big Grin



inspiratif cerita teman gua dri pda yg ini emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
0 0
0
Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10
24-05-2014 14:22
yang boeng tu gan nilai 10. hebat dah selamat ...
0 0
0
Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10
24-05-2014 14:24
Kal ane foto pake kamera hp gan, simple d bawa kmn-mn
0 0
0
Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10
24-05-2014 14:25
jadi inget jaman STM gan.
ane juga sama ky cerita di atas gan.
malah ane sering di panggil keruang guru, kenapa? karena ane lupa lepas tindikan di bibir dan di telinga. dan kenakalan2 lainnya yang hampir sama kaya cerita di atas, ngisengin guru, ngisengin murid lain. tp walaupun begitu, ane bisa buktiin sm mereka dengan nilai UN yang memuaskan gan, dan yang paling seneng & bangga pas pelajaran Teknik Komputer ane dapet nilai 95 gan. yang tadinya ane terkenal dengan kenakalan ane, skrg ane terkenal dengan kenakalan dan kepintaran ane gan. memang gak selalu anak nakal itu bodoh, buktinya ane bisa buktiin sm orang tua ane yang udh bosen di panggil terus kesekolah karena kenakalan ane. sorry gan, bukannya sombong ya gan, sekarang ane punya perusahaan sendiri setelah 4tahun lulus dari STM ane. ane bersyukur semua pelajaran TKJ kepake semua di usaha ane, dan ane ngembangin keahlian ane sendiri dan perusahaan ane.

sekian dari ane gan.
pekiwan kalo berkenan emoticon-Cendol (S)
0 0
0
Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10
24-05-2014 14:25
tiap org itu unik..
di cap nakal blm tentu beneran nakal...
cm org2 tertntu aja yg bsa tau value sbnrnya org tsb dn membuat sisi positifnya menonjol

(ane ngmng apaan sih brsn emoticon-Hammer2)
0 0
0
Kisah Inspiratif : Anak nakal yang mendapat nilai UN 10
24-05-2014 14:26
salut m agan semua.. Semoga menjadi contoh buat yang lain...

Btw ane jg pernah dicap g punya masa depan. Ya krna nilai sekolah ane 'pas'.
Kuliah g ktrima di univ negeri, ktrima di swasta yg krg trkenal namanya. Bahkan ad yg g tau tmpt kuliah ane itu ada. Hahahha

Tp semua terbalik ketika ane ketrima kerja dtmpt yg bs dikatakan 'wah'.
Roda berputar trus, tetap jalani hidup n trus brusaha. Krn nasib kita ad ditangan kita sndiri.

Keep spirit buat agan agan yg pernah mgalami kejadian ini.
Percayalah suatu saat kita akan lebih lagi membuktikan diri kita kalau diri kita lebih dri apa yg kebanyakan org pikir.

Salam yg terdalam..
0 0
0
Halaman 31 dari 101
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia