Kaskus

News

panasbroAvatar border
TS
panasbro
KPK Bergejolak!
KPK Bergejolak!


ASATUNEWS - Manuver politik Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad membuat gerah pimpinan lain KPK. Mereka merencanakan akan melaksanakan rapat untuk meminta klarifikasi Abraham Samad. "Pada Jumat pekan lalu beberapa pimpinan meminta agar dilaksanakan rapat pimpinan pada hari Senin (19/5), tapi tidak semua pimpinan lengkap. Agendanya, salah satunya, soal Pak Abraham," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Jakarta, Senin (19/5), seperti diberitakan Antara.

Pada Kamis lalu (15/5), Abraham Samad kepada wartawan mengaku sudah mendapatkan restu dari pimpinan KPK lain. Ia pun membantah jika pimpinan KPK lain menyatakan penolakan atas pencalonan dirinya sebagai wakil presiden. Abraham pun pernah bertemu dengan calon presiden dari PPDIP Joko Widodo alias Jokowi di ruang tunggu VIP Bandara Adisucipto, Yogyakarta, pada Sabtu (3/5). Pada pertemuan itu, Abraham mengaku tidak sengaja bertemu Jokowi.

"Kami akan mengonfirmasi dan klarifikasi mengenai hal itu," ujar Bambang. Ia belum dapat menyatakan apa tindakan pimpinan KPK terhadap Abraham, yang berusia paling muda di antara pimpinan lain.

"Informasi soal restu pimpinan itu yang akan diklarifikasi dan konfirmasi mengenai apakah ada yang sudah diberikan salah satu pimpinan. Begitu juga pertemuan di Yogyakarta akan diklarifikasi apakah benar sudah ada janji dengan Jokowi, apakah hanya slip of tounge atau memang ada hal yang belum disampaikan," katanya. Bambang juga tidak mengatakan bahwa KPK akan membentuk komite etik bila Abraham dinilai melakukan pelanggaran tindakan etis.

"Kami belum sampai pada titik melanggar integritas, sekarang mau klarifikasi dulu ke Pak Abraham," tuturnya.

Namun, ia mengaku bahwa Abraham bertindak biasa saja saat bekerja di kantor KPK pada Senin. "Saya bertemu tadi biasa saja," kata Bambang. Ia mengaku tidak pernah dimintai restu oleh Abraham untuk menjadi cawapres.

Pada Senin kemarin, Jokowi mengumumkan Jusuf Kalla sebagai pasangannya, calon wakil presiden. Jokowi pada pekan lalu mengaku bahwa nama cawapres mengerucut pada dua orang dengan inisial J dan A. Sejumlah pihak menerka bahwa inisial A merujuk pada Abraham Samad.

KPK sendiri belakangan banyak diterpa tudingan miring. Selain soal manuver politik Samad dan sikapnya yang dianggap lebai oleh sejumlah kalangan dalam menangani kasus Anas Urbaningrum serta terjadap saksi Yulianis, Juru Bicara KPK Johan Budi pun tak luput diterpa tudingan menerima suap dari Bupati Bogor Rachmat Yasin, yang juga salah seorang petinggi PPP. Begitu pula dengan Bambang Widjojanto, yang dituding bermain mata dengan sejumlah petinggi Partai Golkar, terutama Setya Novanto.

Sejauh ini memang belum pernah ada yang melaporkan atau memberi bukti-bukti terkait semua tudingan itu. Semoga saja tudingan itu tidak benar, demi menjaga kewibawaan KPK. Namun, karena semua tudingan itu berhubungan dengan tokoh partai politik, juga bukan mustahil tiba-tiba tudingan itu disertai bukti-bukti yang cukup. Bukankah tak ada teman atau musuh yang abadi dalam dunia politik? I DJE/ASN-010

sumber : http://asatunews.com/kpk/2014/05/20/kpk-bergejolak
0
1.8K
15
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
691.7KThread56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.