- Beranda
- Berita dan Politik
[Berita Cuek] Ridwan kamil dicuekin warganya sendiri
...
TS
shintyact
[Berita Cuek] Ridwan kamil dicuekin warganya sendiri
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sempat berang dan kesal saat meninjau Pasar Gedebage bersama anggota DPRD Kota Bandung, Kamis (15/5). Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, terpancing emosinya ketika menegur pedagang cimol (pakaian bekas) di Pasar Gedebage.
Emil menegur seorang ibu muda berjilbab merah agar tidak berjualan di lokasi yang ditempati karena tempat itu untuk relokasi PKL asal tujuh titik. Ketika ditegur Emil, wanita yang tidak diketahui namanya itu malah memalingkan mukanya tanpa mau melihat ke Wali Kota bersama rombongan.
"Ibu salah berjualan di tempat milik orang lain, namanya ilegal tidak akan barokah," ujar Emil.
Mendengar ucapan Emil, si pedagang itu langsung meninggalkan kios dan barangnya sambil menggerutu. "Jangan tanya saya, saya tidak tahu, tanya pengurus saja," ujarnya sambil melangkah tergesa-gesa.
Emil sempat mengejar dan kembali mengingatkan. "Ibu, Ibu, saya ini lagi bicara. Sudah salah tak mau dengar," ujar Emil.
Mendengar panggilan dan teguran orang nomor satu di Kota Bandung itu, pedagang cimol itu malah mempercepat langkahnya. "Ya, itulah, warga yang tak mau diatur," ujar Emil sambil menarik napas panjang dan menghentikan langkahnya saat kejarannya jauh meninggalkan.
Setelah ditinggalkan wanita pedagang cimol, Emil memerintahkan kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Ferdi Ligaswara, dan Direktur Utama PD Pasar Bermartabat, Rinaldi, bertindak tegas terhadap pedagang cimol yang berjualan di tempat bukan haknya.
"Saya minta seminggu, area ini sudah kosong sebelum tambah banyak dan sulit ditertibkan," ujar Emil. Perintah itu langsung disanggupi Ferdi dan Rinaldi.
Emil pun berkeliling di tengah terik matahari dan menemukan beberapa permasalahan, di antaranya tidak tertatanya kawasan sehingga terlihat semrawut. Emil pun sempat dikerumuni pedagang yang meminta keadilan agar Gedebage ditata dan tak ada pedagang liar yang merugikan dan berjualan di area parkir.
Lia Noer Hambali, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bandung tahun anggaran 2013, meminta agar kawasan Pasar Induk Gedebage dibenahi dan dioptimalkan.
"Pasar Induk Gedebage sudah tidak sesuai dengan peraturan daerah (perda) yang aturannya untuk memasok ke pasar-pasar, tapi saat ini jadi pasar pakaian dan eceran," ujar Lia.
Lia mengatakan, luas Pasar Gedebage 12 hektare, tapi yang dimiliki oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung hanya 7,5 hektare. Sisanya milik PT Ginanjar. "Luas lahan milik Pemkot dipinjam pakai ke PT Javana dan Gapensa dan penghasilan ke Pemkot hanya Rp 100 juta per tahun," ujar Lia.
Menurut Lia, pendapatan dari Pasar Gedebage itu tentunya sangat kecil bila dibandingkan dengan Gapensa yang bisa meraih keuntungan Rp 20 miliar. "Saya tidak mengerti ini bisa terjadi, apakah Pemkot yang bodoh atau Gapensa yang pintar," ujar Lia di hadapan Ridwan Kamil.
Ia menyambut baik kedatangan Ridwan Kamil sehingga bisa melihat langsung kesemrawutan Pasar Gedebage. Lia berharap niat Ridwan Kamil menata Pasar Induk Gedebage segera terwujud sehingga Pemkot tidak dirugikan.
Menanggapi permintaan dewan, Emil mengaku sudah memiliki rencana untuk menata Pasar Induk Gedebage dan menjadi kota baru tujuan wisata. "Melihat luas lahan dan perkembangan ekonomi, Pasar Gedebage sangat berpotensi menjadi kawasan wisata," ujar Emil.
Emil mengatakan, lahan Pasar Induk Gedebage cukup memadai dijadikan pengembangan perekonomian. "Saat ini kurang tertata dan banyak sampah, tapi pengunjung cukup banyak, apalagi jika ditata termasuk ada permukiman, sudah pasti pengunjung akan tambah banyak," ujarnya.
Emil berjanji akan menata dan mendesain sendiri Pasar Gedebage dengan anggaran yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga. "Saya sudah pengalaman menata pasar lebih dari 50 pasar di berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri," ujar Emil. TSM/TRIBUN JABAR
Sumber : https://id.berita.yahoo.com/ridwan-k...010239506.html
Parah warganya...masa ditegur walikota nya sendiri aza dicuekin...
Sudah salah ngotot pula...


Emil menegur seorang ibu muda berjilbab merah agar tidak berjualan di lokasi yang ditempati karena tempat itu untuk relokasi PKL asal tujuh titik. Ketika ditegur Emil, wanita yang tidak diketahui namanya itu malah memalingkan mukanya tanpa mau melihat ke Wali Kota bersama rombongan.
"Ibu salah berjualan di tempat milik orang lain, namanya ilegal tidak akan barokah," ujar Emil.
Mendengar ucapan Emil, si pedagang itu langsung meninggalkan kios dan barangnya sambil menggerutu. "Jangan tanya saya, saya tidak tahu, tanya pengurus saja," ujarnya sambil melangkah tergesa-gesa.
Emil sempat mengejar dan kembali mengingatkan. "Ibu, Ibu, saya ini lagi bicara. Sudah salah tak mau dengar," ujar Emil.
Mendengar panggilan dan teguran orang nomor satu di Kota Bandung itu, pedagang cimol itu malah mempercepat langkahnya. "Ya, itulah, warga yang tak mau diatur," ujar Emil sambil menarik napas panjang dan menghentikan langkahnya saat kejarannya jauh meninggalkan.
Setelah ditinggalkan wanita pedagang cimol, Emil memerintahkan kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Ferdi Ligaswara, dan Direktur Utama PD Pasar Bermartabat, Rinaldi, bertindak tegas terhadap pedagang cimol yang berjualan di tempat bukan haknya.
"Saya minta seminggu, area ini sudah kosong sebelum tambah banyak dan sulit ditertibkan," ujar Emil. Perintah itu langsung disanggupi Ferdi dan Rinaldi.
Emil pun berkeliling di tengah terik matahari dan menemukan beberapa permasalahan, di antaranya tidak tertatanya kawasan sehingga terlihat semrawut. Emil pun sempat dikerumuni pedagang yang meminta keadilan agar Gedebage ditata dan tak ada pedagang liar yang merugikan dan berjualan di area parkir.
Lia Noer Hambali, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bandung tahun anggaran 2013, meminta agar kawasan Pasar Induk Gedebage dibenahi dan dioptimalkan.
"Pasar Induk Gedebage sudah tidak sesuai dengan peraturan daerah (perda) yang aturannya untuk memasok ke pasar-pasar, tapi saat ini jadi pasar pakaian dan eceran," ujar Lia.
Lia mengatakan, luas Pasar Gedebage 12 hektare, tapi yang dimiliki oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung hanya 7,5 hektare. Sisanya milik PT Ginanjar. "Luas lahan milik Pemkot dipinjam pakai ke PT Javana dan Gapensa dan penghasilan ke Pemkot hanya Rp 100 juta per tahun," ujar Lia.
Menurut Lia, pendapatan dari Pasar Gedebage itu tentunya sangat kecil bila dibandingkan dengan Gapensa yang bisa meraih keuntungan Rp 20 miliar. "Saya tidak mengerti ini bisa terjadi, apakah Pemkot yang bodoh atau Gapensa yang pintar," ujar Lia di hadapan Ridwan Kamil.
Ia menyambut baik kedatangan Ridwan Kamil sehingga bisa melihat langsung kesemrawutan Pasar Gedebage. Lia berharap niat Ridwan Kamil menata Pasar Induk Gedebage segera terwujud sehingga Pemkot tidak dirugikan.
Menanggapi permintaan dewan, Emil mengaku sudah memiliki rencana untuk menata Pasar Induk Gedebage dan menjadi kota baru tujuan wisata. "Melihat luas lahan dan perkembangan ekonomi, Pasar Gedebage sangat berpotensi menjadi kawasan wisata," ujar Emil.
Emil mengatakan, lahan Pasar Induk Gedebage cukup memadai dijadikan pengembangan perekonomian. "Saat ini kurang tertata dan banyak sampah, tapi pengunjung cukup banyak, apalagi jika ditata termasuk ada permukiman, sudah pasti pengunjung akan tambah banyak," ujarnya.
Emil berjanji akan menata dan mendesain sendiri Pasar Gedebage dengan anggaran yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga. "Saya sudah pengalaman menata pasar lebih dari 50 pasar di berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri," ujar Emil. TSM/TRIBUN JABAR
Sumber : https://id.berita.yahoo.com/ridwan-k...010239506.html
Parah warganya...masa ditegur walikota nya sendiri aza dicuekin...
Sudah salah ngotot pula...



Diubah oleh shintyact 16-05-2014 11:42
0
4.3K
50
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.5KThread•59.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya