Kaskus

News

pena99Avatar border
TS
pena99
Rabu Keramat
Rabu Keramat

Pukul 19:00 WIB, Rabu 7 Mei 2014 merupakan hari keramat bagi Bupati Bogor Rachmat Yasin. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan orang nomor satu di Kabupaten Bogor itu bersama Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan M Zairin. Mereka diduga tersangkut kasus izin Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) di kawasan Bogor-Puncak-Cianjur (Bopunjur).
INFORMASI yang dihimpun, penangkapan RY bermula saat KPK mendapat informasi akan ada rencana penyerahan uang. Mendapat informasi tersebut, KPK berangkat ke Bogor untuk menindaklanjutinya. Sekitar pukul 16:15 WIB, penyidik KPK menangkap dua orang di sebuah restoran di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor. Mereka adalah Francis Xaverius Yohan (FXY) dari pihak swasta dan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor M Zairin. Bahkan ada seorang perempuan berhijab juga ikut diamankan.
Keduanya langsung dibawa ke salah satu kantor di kawasan Sentul. Di dalam kantor tersebut ditemukan sejumlah uang miliaran yang diduga uang akan diberikan kepada Zairin dan diteruskan ke Rachmat Yasin. Sekitar pukul 19:00 WIB KPK yang lain bergerak ke salah satu rumah di Perumahan Yasmin, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Di rumah tersebut, KPK menangkap Rachmat Yasin. Ajudan dan sopir Rachmat Yasin pun ikut diamankan untuk dimintai keterangan.
Johan Budi mengatakan, RY ditangkap di Perumahan Taman Yasmin, Kota Bogor. ”Bersama dengan FXY, MZ dan RY, satu jam setengah yang lalu dibawa ke gedung KPK. Ada driver, sopir dan ajudan,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, tadi malam.
PAKAI SANDAL JEPIT
KPK mengaku sudah mengintai Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) sejak lama. Pengintaian dilakukan sebelum penyidik KPK melakukan OTT terhadap Rachmat Yasin tadi malam. Ia diduga menerima suap pengurusan surat izin Rencana Umum Tata Ruang di Bogor, Puncak dan Cianjur.
”Saya persisnya tidak tahu apakah seminggu atau sebulan. Tapi yang pasti informasi itu kami peroleh dan kami ikuti sebelum peristiwa tadi (tangkap tangan),” kata Johan Budi.
Menurut Johan, dalam penangkapan itu pihaknya telah mengamankan uang miliaran rupiah. Namun, Johan belum bisa memastikan berapa jumlah uang itu. Yang pasti uang itu dalam bentuk rupiah dan saat ini masih dihitung. ”Jumlah persisnya masih dihitung,” kata Johan.
GELEDAH KANTOR BUPATI
Ruangan Bupati Bogor Rachmat Yasin juga disegel penyidik KPK. Sekitar pukul 21:30 WIB, enam penyidik KPK datang ke ruangan bupati. Menurut staf keamanan, Gunawan, pukul 21:30 penyidik KPK menggunakan mobil bernopol B 1947 UFR datang ke kantor bupati.
Mereka turun dan langsung naik ke lantai dua tempat bupati berkantor. Setelah sampai di lantai dua, penyidik KPK langsung menyegel dua ruangan. Yakni ruangan kerja bupati dan ruangan kerja tata usaha bupati. Menurut Gunawan, penyidik KPK tidak membawa apa-apa. Mereka hanya menyegel pintu ruangan kerja bupati dan tata usaha bupati. ”Tidak ada yang dibawa, hanya melakukan penyegelan,” katanya. Dalam waktu 30 menit, penyidik KPK selesai menyegel tiga pintu. Setelah itu langsung meninggalkan gedung kerja bupati.
Juru Bicara Bupati Bogor David Rizar Nugroho mengatakan, pihaknya baru mengetahui peristiwa penangkapan oleh KPK dari media.
”Yang jelas kami berharap semua pihak menjunjung tinggi praduga tak bersalah,” katanya. David menambahkan, pihaknya belum dapat berkomunikasi dengan RY dan masih menuju kabar lebih lanjut.
Pantauan di pendopo bupati Bogor yang terletak di area Bumi Tegar Beriman tadi malam, seluruh kolega dan kerabat Rachmat Yasin berdatangan. Seperti adik kandung RY yakni Ade Munawaroh, Jubir Bupati David Rizar Nugroho dan Ketua AMK Jawa Barat Joy Pandita.
Sedangkan pantauan Metropolitan di rumah pribadi yang juga tempat penangkapan RY di Perumahan Yasmin sektor 2, Jalan Wijaya Kusuma Raya No. 103, Kelurahan Curugmekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, nampak sepi.
Penjagaan satuan pengamanan (satpam) yang biasa menjaga ruas Jalan Wijaya Kusuma Raya tampak bingung. Amin (39) mengaku kaget banyak awak media yang nongkrong di rumah RY. Amin mengaku baru masuk shift malam untuk menjaga kawasan tersebut. Sedangkan warga sekitar yang sempat melihat penangkapan RY, Ricky (39), menuturkan, ada empat mobil yang membawa orang nomor satu di Kabupaten Bogor tersebut.
“Mereka bawa kardus berwarna cokelat, ukurannya seperti kardus mi instan,“ kata Ricky yang rumahnya beberapa blok dari rumah RY. Hingga tadi malam, situasi di rumah RY tampak lengang dan tidak ada aktivitas berarti. Semua pintu dan jendela bergorden putih tertutup rapat. Ketika dimintai keterangan terkait satpam yang ada saat penangkapan terjadi, Amin mengaku tidak tahu-menahu kejadian tersebut.
“Saya justru tahu dari media tadi,” ujarnya. Sementara itu, tertangkapnya Bupati Bogor Rachmat Yasin oleh KPK membuat sejumlah pejabat di Bumi Tegar Beriman bungkam. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Adang Suptandar enggan mengangkat telepon genggamnya saat dihubungi Harian Metropolitan.
Hal serupa juga dilakukan Wakil Bupati Bogor Nurhayanti. Meski nada teleponnya tersambung, yang bersangkutan tetap tidak menjawab teleponnya. Sedangkan Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Diskominfo Kabupaten Bogor Erwin Suriana membenarkan tertangkapnya orang nomor satu di Kabupaten Bogor. Namun, pihaknya belum bisa dimintai tanggapan.
TENTANG RY
H Rachmat Yasin (RY) adalah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor periode 2004-2009 yang dipilih secara langsung oleh anggota DPRD Kabupaten Bogor.
Selain menjabat sebagai ketua DPRD Kabupaten Bogor, RY merupakan ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor periode 2006- 2011 untuk masa bakti kedua. Di luar aktivitas politiknya, ia dipercaya masyarakat sepakbola Kabupaten Bogor sebagai ketua umum Persatuan Sepakbola Indonesia Kabupaten Bogor (Persikabo).
RY, seperti banyak masyarakat memanggilnya, lahir di Bogor, Jawa Barat pada 4 November 1963. Sarjana Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Nasional Jakarta 1983.
Pada 2001, RY meraih gelar Magister Manajemen di Universitas Satyagama Jakarta. Saat ini tengah melanjutkan Studi Doktoralnya di bidang Ilmu Pemerintahan di Universitas Padjajaran Bandung. RY adalah putra kedua dari sembilan bersaudara pasangan (alm) HM Yasin dan Hj Nuryati, keturunan ulama besar KH Basri atau yang dikenal dengan nama Mama Basri Kedaung dan HM.
Bakat politik RY menurun dari ayahandanya (alm) HM Yasin seorang perintis, pendiri dan tokoh kharismatis PPP di Bogor dan pernah menjabat sebaga anggota DPRD Kabupaten Bogor dan anggota DPRD Kota Bogor. (yok/ger/feb/d/ tib/er/py)

sumber : http://metropolitanonline.co/2014/05...8/rabu-keramat
0
1.7K
12
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
691.7KThread56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.