- Beranda
- Berita dan Politik
Jika Dukung Prabowo, PKS Dianggap Khianati Ikhwanul Muslimin. Ada yang Ketakutan?
...
TS
yantique
Jika Dukung Prabowo, PKS Dianggap Khianati Ikhwanul Muslimin. Ada yang Ketakutan?
Jika Dukung Prabowo, PKS Dianggap Khianati Ikhwanul Muslimin
Senin, 05 Mei 2014 , 00:34:00
JAKARTA - Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Fuad Fanani menilai ketidakpastian koalisi antara Gerindra dengan PPP telah membuka kesempatan bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menurutnya, keengganan PKS berkoalisi dengan PDIP maupun mendukung Joko Widodo di pemilu presiden (pilpres) akan menjadi keuntungan bagi Gerindra.
"Koalisi PKS-Gerindra sangat memungkinkan, karena ada keengganan tertentu untuk ikut PDI-P dan capresnya Joko Widodo," kata Fanani, di Jakarta, Minggu (4/5).
Fanani mengatakan, rencana bergabungnya PKS dengan Gerindra memang menarik untuk dicermati. Sebab, waktunya hampir bersamaan dengan akan dihukum matinya 683 tahanan Ikhwanul Muslimin oleh rezim militer di Mesir. "Pemimpin Ikhwanul Muslimin di Mesir, Mohammed Badie termasuk yang akan dihukum mati dan sebagian hukumannya ada yang berubah menjadi seumur hidup," ungkap Fanani.
Bahkan, kata dia, penguasa militer Mesir, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi akan maju sebagai kandidat presiden dalam pemilu presiden akhir Mei ini. "PKS yang ada hubungannya dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir tentu harus mempertimbangkan fakta itu, karena Gerindra adalah partai yang dipimpin Prabowo yang militer dan banyak tradisi militer yang dipakai dalam acara partai," ujar Fanani.
Jika PKS jadi bergabung dengan Gerindra, lanjut Fanani, maka partai yang pernah dipimpin Luthfi Hasan Ishaaq itu akan dinilai tidak berempati terhadap saudara-saudaranya di Mesir. PKS tegas dia, Fanani, juga akan dianggap "berkhianat" terhadap komitmen perjuangan Ikhwanul Muslimin yang selama ini banyak menjadi korban kekejaman militer di Mesir dan berbagai negara lainnya di Timur Tengah.
"PKS harus mempertimbangkan fakta sejarah. Banyak partai Islam di Indonesia dan luar negeri menjadi korban represi aparat militer. Mantan Presiden Muhammad Mursi di Mesir yang dikudeta oleh militer tentu juga harus jadi catatan tersendiri juga bagi PKS," ujar Fanani yang juga Direktur Riset Maarif Institute itu
http://www.jpnn.com/read/2014/05/05/...anul-Muslimin-
Politisi PKS Desak Presiden SBY Bersikap Tegas Terhadap Mesir
Minggu, 4 Mei 2014 15:47 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf, mengecam vonis mati oleh pengadilan pemerintah kudeta Mesir terhadap 683 warganya.
Muzzammil mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersikap tegas dan menggalang dukungan negara muslim dan komunitas Internasional untuk menggagalkan vonis tersebut.
“Sebagai penduduk muslim terbesar di dunia, kita semua, rakyat dan Pemerintah Indonesia harus mengecam vonis biadab, tidak manusiawi yang memvonis hukuman mati secara berjemaah kepada warga negaranya tanpa proses pengadilan yang benar,” tegas Koordinator Kaukus Parlemen Indonesia Untuk Palestina ini dalam keterangan persnya, Minggu (4/5/2014).
Menurut Muzzammil, proses pengadilan kilat yang menvonis mati 683 warga Mesir yang menentang Pemerintahan Kudeta Mesir ini melanggar HAM dan hukum Internasional.
“Pengadilan Mesir ini tidak memenuhi prinsip hukum internasional. Tidak ada hak pembelaan diri. Tidak boleh didampingi pengacara. Telah terjadi perampasan hak-hak dasar warga negara oleh penguasa kudeta Mesir dengan menggunakan institusi pengadilan Mesir," jelas Muzzammil.
Fenomena vonis hukuman mati berjemaah dengan proses pengadilan yang singkat ini, kata Muzzammil, menunjukkan kemunduran demokrasi Mesir jauh ke belakang.
“Mereka adalah kaum liberalis yang bekerjasama dengan Militer yang tidak siap kalah di era demokrasi. Mereka adalah para penguasa zalim yang menyiksa dan membunuh rakyatnya sendiri yang didukung kekuatan besar," ujarnya.
Untuk itu Muzzammil mendesak agar Presiden SBY, sebagai representasi rakyat Indonesia tidak tinggal diam. Presiden SBY, kata Muzzammil, seharusnya menggalang dukungan komunitas Internasional, terutama negara-negara Islam untuk menggagalkan vonis mati tersebut.
“Sebagai pemimpin negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, saya berharap Presiden SBY secara langsung menyampaikan sikap penolakan dan mengajak negara-negara di dunia untuk menggagalkan vonis yang tidak manusiawi itu,” jelas politisi Lampung ini.
http://www.tribunnews.com/nasional/2...terhadap-mesir
Pendiri Akui PKS Memang Ikhwanul Muslimin
MINGGU, 10 FEBRUARI 2013 | 10:20 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Yusuf Supendi, salah satu pendiri Partai Keadilan--cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera--memastikan awal pendirian partai itu pada Juli 1998 dibantu oleh banyak tokoh Ikhwanul Muslimin di Mesir dan Timur Tengah.
Tokoh-tokoh di awal pendirian PKS, kata Yusuf, merupakan aktivis Ikhwanul Muslimin di Indonesia. Gerakan ini sendiri awalnya digagas sejumlah mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Madinah, Arab Saudi, termasuk Yusuf sendiri dan KH Hilmi Aminuddin.
Latar belakang Hilmi sebagai anak Panglima Militer Darul Islam, Danu Muhammad Hasan, menurut Yusuf, juga sudah diketahui banyak pendiri PK lainnya ketika itu. Hilmi mengenal Ikhwanul Muslimin di Arab Saudi dan mendirikan gerakan ini di Indonesia sepulangnya dia ke Tanah Air. Yusuf juga mengaku bagian dari gerakan Ikhwanul Muslimin yang didirikan Hilmi itu.
Karena itulah, di awal masa perkembangannya, PKS banyak dibantu gerakan persaudaraan muslim itu. "Ketika pertama kali ikut Pemilu 1999 lalu, kami juga disokong secara pendanaan dari Timur Tengah," kata Yusuf. Jumlahnya, kata Yusuf, sampai lebih dari 90 persen.
http://www.tempo.co/read/news/2013/0...wanul-Muslimin

PKS akan Tetap Eksis sebagai Kekuatan Politik yang Berada Dalam Sistem Politik Yang Legal ...
-----------------------------
Meskipun ideologi perjuangan PKS di Indonesia itu dikatakan meniru konsep Ikhwanul Muslimin di Mesir, tetapi Indonesia itu tetaplah Indonesia. Semua pandangan dan ideologi apa saja, boleh masuk, entah ideologi impor asal Barat, Timur, China dan bahkan dari Arab sekali pun. Makanya negara ini disebut negeri "bhinneka tunggal eka". PKS akan lebih baik berada dalam sistem politik yang kita bangun bersama di era reformasi lalu, dengan ciri khasnya tersendiri seperti halnya NU dan Muhammadiyah itu. Kalau PKS tetap berada dalam sistem, justru lebih mudah mengontrol dan mengendalikan serta mengawasinya, ketimbang dibuang keluar sistem lalu mecapnya sebagai organisasi penentang negara seperti IM di Mesir dan Arab Saudi itu.


Senin, 05 Mei 2014 , 00:34:00
JAKARTA - Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Fuad Fanani menilai ketidakpastian koalisi antara Gerindra dengan PPP telah membuka kesempatan bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menurutnya, keengganan PKS berkoalisi dengan PDIP maupun mendukung Joko Widodo di pemilu presiden (pilpres) akan menjadi keuntungan bagi Gerindra.
"Koalisi PKS-Gerindra sangat memungkinkan, karena ada keengganan tertentu untuk ikut PDI-P dan capresnya Joko Widodo," kata Fanani, di Jakarta, Minggu (4/5).
Fanani mengatakan, rencana bergabungnya PKS dengan Gerindra memang menarik untuk dicermati. Sebab, waktunya hampir bersamaan dengan akan dihukum matinya 683 tahanan Ikhwanul Muslimin oleh rezim militer di Mesir. "Pemimpin Ikhwanul Muslimin di Mesir, Mohammed Badie termasuk yang akan dihukum mati dan sebagian hukumannya ada yang berubah menjadi seumur hidup," ungkap Fanani.
Bahkan, kata dia, penguasa militer Mesir, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi akan maju sebagai kandidat presiden dalam pemilu presiden akhir Mei ini. "PKS yang ada hubungannya dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir tentu harus mempertimbangkan fakta itu, karena Gerindra adalah partai yang dipimpin Prabowo yang militer dan banyak tradisi militer yang dipakai dalam acara partai," ujar Fanani.
Jika PKS jadi bergabung dengan Gerindra, lanjut Fanani, maka partai yang pernah dipimpin Luthfi Hasan Ishaaq itu akan dinilai tidak berempati terhadap saudara-saudaranya di Mesir. PKS tegas dia, Fanani, juga akan dianggap "berkhianat" terhadap komitmen perjuangan Ikhwanul Muslimin yang selama ini banyak menjadi korban kekejaman militer di Mesir dan berbagai negara lainnya di Timur Tengah.
"PKS harus mempertimbangkan fakta sejarah. Banyak partai Islam di Indonesia dan luar negeri menjadi korban represi aparat militer. Mantan Presiden Muhammad Mursi di Mesir yang dikudeta oleh militer tentu juga harus jadi catatan tersendiri juga bagi PKS," ujar Fanani yang juga Direktur Riset Maarif Institute itu
http://www.jpnn.com/read/2014/05/05/...anul-Muslimin-
Politisi PKS Desak Presiden SBY Bersikap Tegas Terhadap Mesir
Minggu, 4 Mei 2014 15:47 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf, mengecam vonis mati oleh pengadilan pemerintah kudeta Mesir terhadap 683 warganya.
Muzzammil mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersikap tegas dan menggalang dukungan negara muslim dan komunitas Internasional untuk menggagalkan vonis tersebut.
“Sebagai penduduk muslim terbesar di dunia, kita semua, rakyat dan Pemerintah Indonesia harus mengecam vonis biadab, tidak manusiawi yang memvonis hukuman mati secara berjemaah kepada warga negaranya tanpa proses pengadilan yang benar,” tegas Koordinator Kaukus Parlemen Indonesia Untuk Palestina ini dalam keterangan persnya, Minggu (4/5/2014).
Menurut Muzzammil, proses pengadilan kilat yang menvonis mati 683 warga Mesir yang menentang Pemerintahan Kudeta Mesir ini melanggar HAM dan hukum Internasional.
“Pengadilan Mesir ini tidak memenuhi prinsip hukum internasional. Tidak ada hak pembelaan diri. Tidak boleh didampingi pengacara. Telah terjadi perampasan hak-hak dasar warga negara oleh penguasa kudeta Mesir dengan menggunakan institusi pengadilan Mesir," jelas Muzzammil.
Fenomena vonis hukuman mati berjemaah dengan proses pengadilan yang singkat ini, kata Muzzammil, menunjukkan kemunduran demokrasi Mesir jauh ke belakang.
“Mereka adalah kaum liberalis yang bekerjasama dengan Militer yang tidak siap kalah di era demokrasi. Mereka adalah para penguasa zalim yang menyiksa dan membunuh rakyatnya sendiri yang didukung kekuatan besar," ujarnya.
Untuk itu Muzzammil mendesak agar Presiden SBY, sebagai representasi rakyat Indonesia tidak tinggal diam. Presiden SBY, kata Muzzammil, seharusnya menggalang dukungan komunitas Internasional, terutama negara-negara Islam untuk menggagalkan vonis mati tersebut.
“Sebagai pemimpin negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, saya berharap Presiden SBY secara langsung menyampaikan sikap penolakan dan mengajak negara-negara di dunia untuk menggagalkan vonis yang tidak manusiawi itu,” jelas politisi Lampung ini.
http://www.tribunnews.com/nasional/2...terhadap-mesir
Pendiri Akui PKS Memang Ikhwanul Muslimin
MINGGU, 10 FEBRUARI 2013 | 10:20 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Yusuf Supendi, salah satu pendiri Partai Keadilan--cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera--memastikan awal pendirian partai itu pada Juli 1998 dibantu oleh banyak tokoh Ikhwanul Muslimin di Mesir dan Timur Tengah.
Tokoh-tokoh di awal pendirian PKS, kata Yusuf, merupakan aktivis Ikhwanul Muslimin di Indonesia. Gerakan ini sendiri awalnya digagas sejumlah mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Madinah, Arab Saudi, termasuk Yusuf sendiri dan KH Hilmi Aminuddin.
Latar belakang Hilmi sebagai anak Panglima Militer Darul Islam, Danu Muhammad Hasan, menurut Yusuf, juga sudah diketahui banyak pendiri PK lainnya ketika itu. Hilmi mengenal Ikhwanul Muslimin di Arab Saudi dan mendirikan gerakan ini di Indonesia sepulangnya dia ke Tanah Air. Yusuf juga mengaku bagian dari gerakan Ikhwanul Muslimin yang didirikan Hilmi itu.
Karena itulah, di awal masa perkembangannya, PKS banyak dibantu gerakan persaudaraan muslim itu. "Ketika pertama kali ikut Pemilu 1999 lalu, kami juga disokong secara pendanaan dari Timur Tengah," kata Yusuf. Jumlahnya, kata Yusuf, sampai lebih dari 90 persen.
http://www.tempo.co/read/news/2013/0...wanul-Muslimin

Quote:
PKS akan Tetap Eksis sebagai Kekuatan Politik yang Berada Dalam Sistem Politik Yang Legal ...
Quote:
-----------------------------
Meskipun ideologi perjuangan PKS di Indonesia itu dikatakan meniru konsep Ikhwanul Muslimin di Mesir, tetapi Indonesia itu tetaplah Indonesia. Semua pandangan dan ideologi apa saja, boleh masuk, entah ideologi impor asal Barat, Timur, China dan bahkan dari Arab sekali pun. Makanya negara ini disebut negeri "bhinneka tunggal eka". PKS akan lebih baik berada dalam sistem politik yang kita bangun bersama di era reformasi lalu, dengan ciri khasnya tersendiri seperti halnya NU dan Muhammadiyah itu. Kalau PKS tetap berada dalam sistem, justru lebih mudah mengontrol dan mengendalikan serta mengawasinya, ketimbang dibuang keluar sistem lalu mecapnya sebagai organisasi penentang negara seperti IM di Mesir dan Arab Saudi itu.


0
4.2K
23
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
691.7KThread•56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya


