- Beranda
- The Lounge
Apakah Beda Nikah dan Kawi*n?
...
TS
blagenthak
Apakah Beda Nikah dan Kawi*n?
Sekedar berbagi opini saja, Semoga ga di Close Momod atau Mimin 

Quote:

Nikah atau Kawi*nkata yang sudah familiar sekali ditelinga kita sebagai orang Indonesia. Apalagi anda yang sudah dianggap mampu berumah tangga akan sering mendapat pertanyaan dengan kata yang mengandung Nikah atau Kawi*n. Yaach begitulah fenomena yang terjadi saat ini, termasuk kepada saya sendiri (hehehehe #sedikit curhat). Pada Sekedar CoretanQ kali ini tidak akan membahsa secara dalam tentang pernikahan atau perkawi*nan tetapi hanya tentang kata Nikah atau Kawi*n yang lebih tepat digunakan.
Secara umum Nikah lebih diartikan kepada hal-hal yang positif dan Kawi*n lebih kental dengan hal negatif. Penggunaan kata Nikah pun dimaknai lebih halus daripada kata Kawi*n. Bahkan sampai ada anggapan kalau NIKAH itu NEKEN artinya tanda tangan pertanda terikat suami-istri dan kalo KAWI*N itu NEKEN dalam artian menindih, atau berhubungan seksual. Kenapa sich demikian?? Apa ada bedanya antara Nikah dan Kawi*n?? Sebelumnya saya tekankan bahwa di sini hanyalah opini saya saja. Anda dapat membuat opini lain yang mungkin berbeda.
Menurut KBBI Online (Kamus Besar Bahasa Indonesia Online) :
Kawi*n adalah membentuk keluarga dengan lawan jenis; bersuami atau beristri; menikah.
Nikah adalah ikatan (akad) perkawi*nan yg dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama.
Bisa dilihat dari keduanya sama-sama saling bertukar istilah.
Selain itu secara Etimologi menurut Wikipedia bahwa :
Perkawi*nan adalah kata benda turunan dari kata kerja dasar kimpoi; kata itu berasal dari kata jawa kuno ka-awin atau ka-ahwin yang berarti dibawa, dipikul, dan diboyong; kata ini adalah bentuk pasif dari kata jawa kuno awin atau ahwin; selanjutnya kata itu berasal dari kata vini dalam Bahasa Sanskerta.
Pernikahan adalah bentukan kata benda dari kata dasar nikah; kata itu berasal dari bahasa Arab yaitu kata nikkah (bahasa Arab: النكاح ) yang berarti perjanjian perkawi*nan; berikutnya kata itu berasal dari kata lain dalam bahasa Arab yaitu kata nikah (bahasa Arab: نكاح) yang berarti persetubuhan.
Nah, sudah lihat kan!! Pada dasarnya perbedaan Nikah dan Kawi*n itu hanya berbeda asal bahasa saja tetapi satu makna. Sampai saat ini dalam hukum positif Indonesia tidak ada istilah Undang-Undang Pernikahan, yang ada Undang-Undang Perkawi*nan yaitu UU Nomor 1 Tahun 1974. Selain itu tidak ada istilah mas nikah, adanya mas kawi*n. Nah pada lingkungan formal pun kedua kata itu juga dipakai dan dimaknai sama. Misalkan pada catatan di Kantor Catatan Sipil tertulis Akta Perkawi*nan tetapi dalam catatan KUA menggunakan istilah Buku Nikah dan keduanya sah secara hukum positif Indonesia.
Jadi kembali lagi kalau perbedaan mendasar Nikah dan Kawi*n hanya pada asal bahasa saja tetapi mempunyai makna dan tingkatan sama. Lantas, apa yang menyebabkan turun (Kawi*n dianggap negatif) atau naiknya (Nikah dianggap positif) makna kata-kata tersebut? Mungkin salah satu sebabnya adalah guyonan atau joke-joke seputar Nikah dan Kawi*n yang beredar di masyarakat saat ini.
Sejatinya Pernikahan atau Perkawi*nan adalah sebuah prosesi ikatan antara dua orang dan dua keluarga untuk meresmikan keduanya sebagai pasangan suami istri sesuai syarat dan aturan yang berlaku. Inilah opini saya. Bagaimana menurut anda?? Hehehehe salam #DoeL
Quote:
0
7.8K
Kutip
15
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya