Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

harlemshockAvatar border
TS
harlemshock
Petugas Cleaning Service Sodomi anak TK International
Amelia R- detikNews
Jakarta- Seorang bocah berusia 5 tahun menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan 5 petugas cleaning service di sebuah TK Internasional di kawasan Jakarta Selatan. Korban diduga mengalami kekerasan seksual itu lebih dari dua kali.
Sang Bunda mengatakan, dugaan korban mengalami kekerasan seksual lebih dari dua kali setelah mendengar penjelasan dokter bahwa anaknya menderita herpes. Sementara pengakuan salah satu tersangka bernama Agun ke polisi, mengakui mencabuli korban baru satu kali yakni pada tanggal 21 Maret 2014.
"Keterangan dokter, masa inkubasi herpes itu paling tidak 3 minggu, yang mana saya bawa anak saya ke dokter itu tanggal 22 Maret. Tidak mungkin dalam waktu yang singkat sudah terkena penyakit, pasti lebih dari sekali pelaku melakukannya," ucap sang Bunda kepada wartawan di Jakarta, Senin (14/4/2014).
Menurutnya, ia dan penyidik kepolisian sendiri sedikit terkendala untuk mengetahui waktu dan berapa sering korban mengalami kekerasan seksual. Pasalnya, korban yang merupakan blasteran Belanda ini juga tidak mengetahui hari dan tanggalan.
"Anak saya bilang sering. Tetapi karena dia tidak tahu tanggalan, jadi dia cuma ingat dua kali saja," imbuhnya.
"Yang pertama, menurut anak saya itu sebelum temannya ulangtahun pada tanggal 15 Maret. Kemudian dia bilang setelah temannya ulang tahun dia mendapat perlakuan yang sama," lanjutnya.
Peristiwa yang terjadi sebelum tanggal 15 Maret 2014, menurut penuturan korban kepada sang Bunda, terjadi di dalam toilet. Saat itu, dia terkencing-kencing di toilet, lalu dimarahi oleh seorang cleaning service perempuan bernama Afriska
Amelia R- detikNews
"Anak saya bilang 'aku kencing di toilet (air seni) tercecer di lantai, Mbaknya marah, lalu dihukum, disuruh bantu bapak keluarin 'semut' dari 'birdnya'," jelasnya.
Peristiwa kedua, korban kembali mengalami kekerasan seksual setelah beberapa hari setelah peristiwa pelecehan seksual tersebut. Tapi kali ini, korban tidak hanya mendapat pelecehan seksual tetapi juga kekerasan seksual. Korban paksa dengan ancaman untuk membuka celananya.
"Lalu anak saya bilang 'before..she..she's'the one open all my cloth. Then Bapak come. Dan terjadilah pelecehan itu," imbuhnya.
Sang Bunda juga menduga korban tidak hanya dua kali itu saja mendapat kekerasan seksual lantaran pelaku diketahui lebih dari 2 orang. Dari dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, mereka positif memiliki bakteri yang sama dengan bakteri yang ada pada anus korban.
"Kemudian polisi juga mengamankan dua orang lagi bernama Zaenal dan Anwar, yang mana hasil lab keduanya, menurut polisi, itu memiliki bakteri yang identik dengan bakteri yang ada pada anus anak saya, bahkan jumlahnya lebih banyak," paparnya.
Namun, dari dua tersangka yang sudah ditahan serta Zaenal dan Anwar yang belum ditetapkan sebagai tersangka ini, tidak ada yang terjangkit penyakit herpes yang menularkan kepada korban.
"Mereka positif punya bakteri yang identik dengan bakteri pada anus anak saya, tetapi tidak berpenyakit herpes. Berarti ada orang lain lagi yang melakukannya terhadap anak saya yang menularkan penyakit herpes kepada anak saya. Bayangkan bagaimana sakitnya saya mengetahui sudah empat orang yang diperiksa semua punya bakteri yang sama, tetapi yang memiliki herpes belum tertangkap. Jika ada lagi yang tertangkap tetapi ternyata tidak kena herpes, lalu berapa banyak yang melakukan hal ini kepada anak saya?," tutur Sang Bunda dengan nada lirih.
TKP
TS:Kira kira hukuman apa yang cocok buat para paedophil ini.
0
11.4K
124
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan PolitikKASKUS Official
671KThread40.9KAnggota
Terlama
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.