- Beranda
- The Lounge
kota bagan siapi api dan kapal tradisoanal uyang bagan
...
TS
Ian.lelek
kota bagan siapi api dan kapal tradisoanal uyang bagan

ane awali dengan


Quote:
Jika Kalimantan mempunyai Singkawang dengan nuansa Kota Pecinaan yang kental, Sumatera memiliki Bagansiapi api yang memiliki nuansa perkotaan yang membuat setiap pengunjung yang datang ke kota ini serasa berada didaratan China. Dengan bangunan tua peninggalan para tetua yang menemukan kota bagan, gemercit bunyi burung walet serta masyarakat keturunan Tionghoa yang berlalu lalang menambah suasana bahwa kita memang sedang berada didataran China. Ya, Bagansiapai api begitulah orang kebanyakan menyebut kota yang terletak di Timur Pulau Sumatera ini, kota tua nan indah ini terletak di pinggiran Selat Malaka yang memisahkan dataran Indonesia dengan dataran besar Asia. Untuk menempuh kota ini kita bisa menempuh perjalanan darat dengan waktu tempuh sekitar 4-5 jam dari Ibukota Provinsi Riau yakni Pekanbaru. Untuk transportasi menuju kotanya sendiri tersedia mulai dari Travel, Bus serta Mobil Sewaan.
Kota Bagansiapi api, konon dahulunya ditemukan pertama kali pada abad ke-18 oleh Marga Ang yang merantau meninggalkan Pulau Hokkian (Fujian) menuju Sumatera dengan harapan agar bisa menemukan kehidupan baru yang lebih mapan. Namun didalam perjalanan menuju Sumatera (dikenal juga dengan Pulau Andalas) kapal mereka mendapat musibah ditengah laut dihantam gelombang besar serta badai, saat itulah penumpang kapal yang berjumlah 18 orang berdoa kepada dewa yang ada dikapal untuk diberi keselamatan. Selang beberapa saat terlihatlah lentera dari kejauhan didaratan. Ke-18 orang Marga Ang tersebut pun mendekat menuju daratan. Dan atas sejarah inilah Kota yang dikenal dengan Bagansiapi api sekarang bermula.
Melihat perkembangan Kota Bagansipai api, hal yang tidak boleh dilupakan adalah kelenteng Ing Hok King, kelenteng yang dibangun pada tahun 1879 ini atau sekarang kelenteng ini sudah berusia sekitar 131 tahun merupakan saksi sejarah perkembangan Kota Bagansiapi api dari masa ke masa. Kelenteng yang dibangun oleh etnis Tionghoa ini merupakan salah satu kelenteng yang paling banyak dikunjungi jika hari besar perayaan umat Tiong Hoa tba, seperti saat Perayaan Cap Go Meh, Tahun Baru Imlek ataupun Bakar Tongkang. Kelenteng yang megah ini terletak tidak jauh dari Kantor Bupati Bagansiap api.
Saya mencoba menikmati sebuah kota indah ini meski hanya dalam waktu yang singkat namun sangat berkesan. Ada berbagai hal yang tidak bisa saya lupakan dari kota yang selalu berdendang oleh Kicauan Burung Walet disetiap sudut Ibukota. Setelah prolog singkat diatas saya akan mencoba membagi perjalanan mengunjungi sebuah Galangan Kapal tradisonal yang berada di Kota Bagansiapi api. Kota yang masyur dengan sebutan Kota Pengahasil Ikan.
Spoiler for klenteng di bagan :


Spoiler for suasana sore kota ban:
Spoiler for batu enam top:

Spoiler for bakalan di tempati ni gan:

ini kantor bupati yang baru gan
Quote:
setau ane dulu kota bagan ini lebih banyak menggunakan sepeda gan, kira2 ketika tahun 2000 ke bawah lah
masyarakat bagan juga bisa buat kapal gan tapi kapal tradisional
tapi tetep keren gan karena hasil karya anak bangsa

Spoiler for TKP kapal:

tumpukan kayu yang siap digunakan sebagai bahan pembuat kapal, tapi ini bukan kayu illegal ya gan




kapal dalam tahap pengerjaan

lagi potong kayu gan 


bekerja tidak kenal panas terik 


nah ente lihat deh tu gan expresi muka nya, ntu lagi jam istirahat siang lagi nonton acara tinju di tv 

Kapal-kapal produksi Bagansiapiapi merupakan salah satu kapal-kapal terhebat buatan nelayan Indonesia gan
Kapal Bagan dapat mengarungi berbagai jenis karakteristik lautan sehingga digunakan sampai ke pulau Jawa, Nusa Tenggara dan Maluku. Selain itu, kapal Bagan bahkan digunakan oleh nelayan Srilanka, India maupun Amerika 
Kapal kayu tradisional ini adalah kapal yang dibangun secara tradisional berdasarkan pengalaman gan, pembuatannya tanpa dasar proses desain sebagaimana halnya kapal-kapal modren
Kapal Bagan dapat mengarungi berbagai jenis karakteristik lautan sehingga digunakan sampai ke pulau Jawa, Nusa Tenggara dan Maluku. Selain itu, kapal Bagan bahkan digunakan oleh nelayan Srilanka, India maupun Amerika 
Kapal kayu tradisional ini adalah kapal yang dibangun secara tradisional berdasarkan pengalaman gan, pembuatannya tanpa dasar proses desain sebagaimana halnya kapal-kapal modren

Nama Produk
Komoditi kapal kayu yang dihasilkan Kabupaten Rokan Hilir terkenal dengan sebutan ”kapal kayu bagan”
Kegunaan
Kapal kayu di daerah pesisiran Kabupaten Rokan Hilir banyak digunakan masyarakat untuk penangkapan ikan, angkutan penumpang dan barang. Bahkan digunakan untuk angkutan barang antar pulau di Indonesia.
Spesifikasi teknis
Ukuran kapal kayu bervariasi, tergantung pesanan pembeli. Kapal kayu yang diproduksi ada yang berukuran 60 – 100 ton, bahkan ada yang diproduksi di atas 200 ton.
Potensi
Kapasitas produksi kapal kayu di Rokan Hilir dengan jumlah industri 20 unit usaha, berpotensi menghasilkan 64 unit kapal dengan berbagai ukuran.
Masa pengerjaan 1 unit kapal kayu bergantung pada ukuran dan ketersediaan bahan baku kayu. Untuk ukuran 100 ton, kapal kayu dapat diselesaikan dalam waktu 100 hari, sedangkan untuk 200 ton dapat diselesaikan 250 – 300 hari.
Pemasaran
Biasanya pesanan kapal yang dibuat di galangan kapal di Bagansiapi-api ini diminati para pengusaha dari Jakarta, Bali, Belawan Sumatera Utara, juga dari Riau dan Kepulauan Riau. ‘’Tapi paling banyak pesanan dari Bali dan Jakarta. Kapal ini digunakan untuk nelayan ikan tuna di laut lepas.
Harga
Harga 1 unit kapal kayu bervariasi, tergantung pada ukurannya. Untuk ukuran 200 ton, 1 unit kapal kayu lebih kurang harganya Rp. 400 juta.
Spoiler for sumber:
oke sekian thread dari ane gan

Spoiler for utamakan:

Spoiler for ini juga gan:

Spoiler for sama ini:

Diubah oleh Ian.lelek 14-04-2014 00:53
0
6.5K
Kutip
13
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•109.1KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya