Kaskus

News

AkuCintaNaneaAvatar border
TS
AkuCintaNanea
JK Cawapres JKW4P? Jenderal Saja Fikacangi JK, Gimana Jokowi?
Minggu, 13 April 2014 , 13:44:00 WIB
Andar: Jenderal Saja Dikacangi JK, Gimana Jokowi

RMOL. Pencawapresan M.Jusuf Kalla perlu
dipertimbangkan kembali. Direktur Eksekutif Indo Strategi, Andar Nubowo mengingatkan, ketika JK kerap bertindak seolah real president ketika menjadi wapres SBY.

"Jokowi-JK bukan pasangan yang ideal," tegas Andar dalam diskusi bertajuk "Capres-Cawapres Jawa- Luar Jawa" di Hotel Century Atlit, Senayan, Jakarta, Minggu (13/4).

Diakuinya memang JK punya rekam jejak politik yang bagus, begitu juga ketokohannya tapi catatan pengalaman dia selama mendampingi SBY bisa jadi preseden. Buktinya, SBY tak lagi memilih JK dan condong ke Boediono sebagai
wapresnya di periode kedua.

"Jenderal (SBY) saja dikacangi sama JK,
gimana Jokowi," cetus Andar.

Di sisi lain, Jokowi yang berasal dari Jawa sangat kental dengan adat menghormati orangtua. "JK umurnya 72 tahun jadi gimana Jokowi bisa kasih arahan? Ini bisa mengganggu
pemerintahan," terang Andar.

Di samping itu pula, lanjut Andar, JK punya catatan diduga pernah menyalahgunakan wewenangnya ketika menjadi kepala Badan Urusan Logistik (Kabulog). Kasus serupa juga mendera Akbar Tanjung saat menjabat Kabulog
hingga dijadikan tersangka walau akhirnya
tidak terbukti kesalahannya.

"Akbar Tanjung memang tokoh yang bagus, asal dari Batak dan dia punya catatan bagus dalam memimpin organisasi besar tapi nggak cocok mendampingi Jokowi," demikian Andar.
http://m.rmol.co/news.php?id=151054

Minggu, 13 April 2014
Pasangan Cawapres, Jokowi Ngaku Tak Bisa Tolak JK

Bisnis.com , JAKARTA -- Calon presiden PDIP
Joko Widodo kali ini angkat bicara tentang
pasangan cawapres dalam mengarungi
kompetisi Pemilu Presiden pada 9 Juli 2014.
Ketika ditanya apakah bersedia untuk
dipasangkan dengan Jusuf Kalla (JK), jawaban
awalnya menunjukkan nada serius bersedia
dipasangkan. Namun jawaban dari mulutnya
justru memecah tawa.

"Bukan masalah mau atau nggak mau, ya
harus sama JK. Soalnya kalau nggak sama JK
jadinya Oowi dong," katanya kepada wartawan
usai blusukan di kawasan Waduk Pluit Jakarta
Utara, Kamis (27/3/2014).

Dengan alasan itu, otomatis Jokowi tidak bisa
menolak 'JK' pasalnya susunan namanya harus
ada huruf J dan K.

Memang pria Solo tersebut kerap menyelipkan
candaan ketika diwawancarai wartawan.
Ketika diminta serius ngomong tentang
cawapresnya nanti, Jokowi mengaku belum
memutuskan seorang pun.

Keputusan tidak bisa sembarangan karena
mempertimbangkan faktor mendongkrak
elektabilitas dan sesuai harapan publik.
Dari berbagai macam survei elektabilitasnya
berfluktuasi sehingga sempat turun dan naik
lagi.

Deklarasi pencapresan yang berlangsung di
rumah Si Pitung 14 Maret 2014 mampu
mendongkrak elektabilitasnya.
"Survei elektabilitas saya sempat turun tapi
melonjak lagi setelah deklarasi," ujarnya.
http://surabaya.bisnis.com/m/read/20140327/25/69720/pasangan-cawapres-jokowi-ngaku-tak-bisa-tolak-jk

Sabtu, 12 April 2014 , 21:34:00 WIB
Ada yang Berupaya Menghadang Duet Jokowi-JK Terealisasi

RMOL. Matahari kembar tidak terelakkan akan terjadi kalau calon Presiden PDIP Joko Widodo menggandeng Jusuf Kalla sebagai calon presiden.

Menurut pengamat politik dari Universitas Paramadina Aan Rukmana, matahari kembar itu merupkaan isu yang sengaja dihembuskan untuk menghadang duet Jokowi-JK terealisasi.

"Tudingan matahari kembar itu jelas merupakan ketakutan yang tidak beralasan. Sengaja dihembuskan untuk menghadang terlaksananya duet Jokowi-JK," ujar Aan (Sabtu, 12/4).

Ketua Program Studi Falsafah dan Agama Universitas Paramadina ini mengatakan, sangat tidak rasional membandingkan head to head kepemimpinan SBY dengan Jokowi.

Menurutnya, Jokowi memiliki kepemimpinan yang cepat dan solutif sehingga kecil kemungkinannya berbenturan dengan JK. Apalagi, Jokowi dan JK merupakan tokoh yang sadar dan mengerti betul pembagian tugas masing-masing.

"Menduetkan Jokowi-JK merupakan langkah yang tepat karena keduanya dapat saling melengkapi," tegasnya.

"Kalau ada yang membandingkan dengan kepemerintahan sebelumnya (SBY-JK), itu kekhawatiran yang berlebihan. Jokowi berbeda dengan SBY. Saya pikir JK justru akan melengkapi kekurangan Jokowi," ujar pria yang akrab disebut Kang Aan ini.

Terkait wacana Cawapres Jokowi dari kaum muda, Aan mengatakan jika Jokowi disandingkan dengan tokoh-tokoh muda apalagi dari partai politik lain sangat berpotensi terjadinya konflik kepentingan di masa yang akan datang khususnya pada suksesi kepemimpinan selanjutnya.

Berbeda halnya jika Jokowi memilih JK yang menurutnya tidak memiliki kepentingan politik jangka panjang. "Alangkah lebih baik Cawapres Jokowi tidak dari tokoh muda. Apalagi dari partai
lain yang dikhawatirkan justru mempersiapkan diri untuk Pilpres 2019 nantinya. Secara politik, paling aman Jokowi meminang JK," tukasnya.
http://m.rmol.co/news.php?id=151013

-------------------

Daripada Jokowi dipasangkan si bewok Surya Paloh? ............


Quote:


dapat aja eloe, gan!

emoticon-Ngakak
Diubah oleh AkuCintaNanea 13-04-2014 14:46
0
1.3K
10
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.7KThread59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.