TS
miss.ramona
ironi
friends, ini ada lah curahan dan pikiran yang mampet. yang sedang di ladna kebingungan dan ketakutan. merasa di persalahkan dan bersalah. bnyk pola khdupan rumit karena fitnah manusia dan fitnah dunnia yang tak ada habisnya. semoga kita menjauhkan diri dari macam ancaman perusak hati nurani manusia. cek ironi.
Setiap hari selalu begini
Aku tak bisa memahami
Aku tak bisa menghadapi
Mulutku membengkam
Aku tak bisa bicara apa-apa
Aniaya apa ini pun hanya menghantui
Aku cuma bisa menangis terisak-isak
Berharap keadilan ini segera menemui
Hadiri aku yg tak mampu lagi
Setiap hari ku resah harus bermimpi
Setiap malam aku mencari tempat bersandar diri
Aku bingung harus bagaimana
Seharusnya aku punya kesempatan untuk pergi
Seharusnya aku segera mengakhiri ini
Tapi harus tertunda karena perkara dan masa
Aku terjebak pada kebingungan sehari-hari
Aku di landa keresahan berhari-hari
Yang namanya hidup itu harus seperti apa?
Tapi haruskah merasa di anggap sedemikian rupa?
Setiap hari aku tertahan
Setiap kali mulutkan tertekan
Selalu saja di anggap sedemikian rupa
Kenapa lebih memilih merusak daripada memperbaiki?
Kenapa?
Kenapa?
Hanya karena tipu daya penipu
Hanya karena aku tertipu
Hanya karena aku di katai penipu
Aku terus di anggap tersangka
Padahal aku hanya korban!
Haruskah aku teriak?
Tapi percuma, aku di cap penipu
Bahkan aliran darah mengalir pun tak pernah menjadi alasan
Aku sepertinya di lahirkan dengan siapa?
Seperti bukan apa-apa?
Tapi dia menilai sedemikian rupa, seperti sudah mengenal lama
Percuma, bukan kah mereka cukup pintar untuk memilih
Tapi terlalu memilih yg miris!
Ironisnya aku cuma sekejap ada di sekitar
Tapi aku tidak hadir di penglihatan
Karena aku siapa.
Karena aku di anggap sehina hinanya
Padahal hinanya sama saja
Setingkat sama penghina
Seperjuangan hidup bersama seharusnya
Tapi di hancurkan karena salah sangka
Padahal aku yang plg rugi
Kenapa? Kenapa? Kenapa?
Dimana letak hati nuraninya?
Dimana?!
Kenapa begitu kejam !
Sehina-hinanya aku janganlah sekejam ini
Aku hanya sementara bersama
Kenapa kalian buang, kalian sesalkan aku
Padahal kalian hanya buta dengan kebenaran
Ya Allah, tolong aku.. Aku hamba yg terbatas
Hamba yg pling takut kepadaMu
Bantu hamba Ya Allah ya Tuhanku
Bagaimana semua ini bisa jelas
Bagaimana ya Allah
Aku sesak sekali
Sesak menahan
Setiap hari dan setiap malam
Agar aku tdur lega stdaknya
Setiap hari selalu begini
Aku tak bisa memahami
Aku tak bisa menghadapi
Mulutku membengkam
Aku tak bisa bicara apa-apa
Aniaya apa ini pun hanya menghantui
Aku cuma bisa menangis terisak-isak
Berharap keadilan ini segera menemui
Hadiri aku yg tak mampu lagi
Setiap hari ku resah harus bermimpi
Setiap malam aku mencari tempat bersandar diri
Aku bingung harus bagaimana
Seharusnya aku punya kesempatan untuk pergi
Seharusnya aku segera mengakhiri ini
Tapi harus tertunda karena perkara dan masa
Aku terjebak pada kebingungan sehari-hari
Aku di landa keresahan berhari-hari
Yang namanya hidup itu harus seperti apa?
Tapi haruskah merasa di anggap sedemikian rupa?
Setiap hari aku tertahan
Setiap kali mulutkan tertekan
Selalu saja di anggap sedemikian rupa
Kenapa lebih memilih merusak daripada memperbaiki?
Kenapa?
Kenapa?
Hanya karena tipu daya penipu
Hanya karena aku tertipu
Hanya karena aku di katai penipu
Aku terus di anggap tersangka
Padahal aku hanya korban!
Haruskah aku teriak?
Tapi percuma, aku di cap penipu
Bahkan aliran darah mengalir pun tak pernah menjadi alasan
Aku sepertinya di lahirkan dengan siapa?
Seperti bukan apa-apa?
Tapi dia menilai sedemikian rupa, seperti sudah mengenal lama
Percuma, bukan kah mereka cukup pintar untuk memilih
Tapi terlalu memilih yg miris!
Ironisnya aku cuma sekejap ada di sekitar
Tapi aku tidak hadir di penglihatan
Karena aku siapa.
Karena aku di anggap sehina hinanya
Padahal hinanya sama saja
Setingkat sama penghina
Seperjuangan hidup bersama seharusnya
Tapi di hancurkan karena salah sangka
Padahal aku yang plg rugi
Kenapa? Kenapa? Kenapa?
Dimana letak hati nuraninya?
Dimana?!
Kenapa begitu kejam !
Sehina-hinanya aku janganlah sekejam ini
Aku hanya sementara bersama
Kenapa kalian buang, kalian sesalkan aku
Padahal kalian hanya buta dengan kebenaran
Ya Allah, tolong aku.. Aku hamba yg terbatas
Hamba yg pling takut kepadaMu
Bantu hamba Ya Allah ya Tuhanku
Bagaimana semua ini bisa jelas
Bagaimana ya Allah
Aku sesak sekali
Sesak menahan
Setiap hari dan setiap malam
Agar aku tdur lega stdaknya
0
595
1
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Poetry
6.2KThread•6.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Thread Digembok