Kaskus

News

edisibaruAvatar border
TS
edisibaru
Murid Madrasah Ibtidaiyah Jadi Budak Nafsu Dua ABG
Spoiler for pemanasan:

JOMBANG - Hidup jauh dari pengawasan orang tua selama beberapa tahun kian mengelamkan hidup AS, siswi madrasah ibtidaiyah (MI). Bocah asal Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, ini jadi korban kekerasan seksual oleh dua anak baru gede (ABG).

Spoiler for ilustrasi korban:

Kedua pelaku itu adalah adalah MR, 17, pekerja swasta yang tinggal di Desa Pucangsimo, dan MM, warga Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo. MM diketahui berstatus pelajar salah satu SMK (sekolah menengah kejuruan).

Spoiler for ilustrasi korban ketiga kali:


Tidak cuma sekali, diduga kekerasan seksual dengan merenggut kegadisan korban dilakukan hingga empat kali. Tempat dan waktunya berbeda.

Spoiler for ilustrasi korban ke empat kali:


AS kini dikabarkan tengah mengalami perubahan fisik karena mengandung tiga bulan. Sekarang kasusnya ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang.

Spoiler for perubahan fisik:


Pelaku yang sebelumnya ditangkap Polsek Bandarkedungmulyo sudah diserahkan ke unit PPA untuk menjalani pemeriksaan. Mereka juga ditahan. "Pengakuan adik saya, dua pelaku ini sudah empat kali melakukan (pemerkosaan)," ungkap Pr, salah seorang kakak AS, yang ditemui di ruang PPA Satreskrim Polres Jombang kemarin siang.

Di ruang PPA, AS didampingi salah seorang keluarganya untuk menjalani pemeriksaan. Namun, siswi kelas enam MI berusia 12 tahun itu masih terlihat sangat shock dan mengalami tekanan berat.

Pr menceritakan, kekerasan seksual bermodus ancaman itu terungkap setelah keluarga mencurigai tanda-tanda perubahan fisik dan kejiwaan korban. Sebelumnya AS yang sehari-hari tinggal bersama neneknya, KH, terlihat ceria. Namun, beberapa hari ini sikapnya berubah.

Anak kelima di antara lima bersaudara itu sering murung dan berubah pendiam. Kemudian, keluarga yakin bahwa kegadisan AS sudah terenggut setelah mendapat penjelasan dari guru mengaji korban. "Saat mengaji, gurunya juga curiga. Begitu ditanya, dia (AS) akhirnya mengaku bahwa pernah dipaksa berhubungan oleh pelaku," imbuhnya.

AS menyebut, penjahatnya adalah MR dan MS. Karena itu, dua hari lalu keluarga melapor ke Polsek Bandarkedungmulyo. Penangkapan pada Kamis (16/1) dilakukan petugas di tempat berbeda. MM ditangkap di rumahnya, sedangkan MR ditangkap saat sedang tidur di sebuah lembaga pendidikan.

"Kasusnya sekarang sedang kami dalami. Dua tersangka dan korban sudah menjalani pemeriksaan di unit PPA," kata Kasatreskrim Polres Jombang AKP Rudi Darmawan.

Diperoleh informasi bahwa kekerasan seksual itu diduga dilakukan empat kali. Ulah bejat tersebut terjadi pada November 2013 hingga awal Januari ini. Korban yang sejak kecil ditinggal ibunya, Wk, menjadi TKI (tenaga kerja Indonesia) di Malaysia kerap dijemput dua tersangka.
Hubungan suami istri dengan pemaksaan, antara lain, dilakukan di sebuah rumah kosong, dekat makam, dan terakhir di tepi kolam ikantidak jauh dari rumah korban. (ris/JPNN)

komeng : penekanan trit ini pd mulustrasinya. bkn isi berita.
Diubah oleh edisibaru 05-04-2014 19:04
0
10.4K
15
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.5KThread59.2KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.