Kaskus

News

b34mteAvatar border
TS
b34mte
Fahri ibaratkan Jokowi seperti ayam jago yang digosok pantatnya
Merdeka.com - Wasekjen PKS Fahri Hamzah terus mengkritik Capres PDIP Joko Widodo (Jokowi ). Kali ini, dia mengibaratkan Jokowi seperti ayam jago yang digosok pantatnya agar berani saat
diadu dengan ayam lain.


Menurut Fahri, seorang capres harus siap dikritik dan ditelanjangi oleh lawan politik. Bukan justru merasa diserang dan diejek.

"Kita harus siap berkelahi, jangan merengek-rengek, kok saya diserang. Itu filsafatnya demokrasi, banyak kandidat yang enggak sadar bahwa menerima demokrasi sebagai sistem politik, menerima konflik sebagai fakta dalam keseharian. Konflik dianggap sebagai permainan dewasa jangan diterima seperti kekanak-kanakan," ujar Fahri di Gedung DPR , Jakarta,
Selasa (25/3).

Dia menilai, yang tidak boleh dalam demokrasi adalah melanggar hukum atau menyerang
pribadi seseorang. Tapi membongkar karakter dan kinerja seseorang, itu diwajibkan dalam
demokrasi.

"Yang tidak boleh melanggar hukum, serang pribadi, membongkar record, karakter itu wajib, itulah indahnya demokrasi," tegas dia.
Kemudian, dia pun mengibaratkan Jokowi seperti seekor ayam aduan yang digosok pantatnya agar berani melawan ayam lain.

Namun sayang, ketika benar-benar diadu, malah takut karena belum siap. "Baik PDIP maupun Jokowi sudah siap menghadapi kompetisi dengan berani nyodorin calon tapi perkelahian (serangan politik)
dilarang, ini kan kaya orang adu ayam, Jokowi dipanasin dulu digosok pahanya," kata dia.

Anggota Komisi III DPR ini pun menambahkan, saat Jokowi diunggulkan survei capres mengaku tidak mikir dan mau fokus urus Jakarta. Dalam hal ini, menurut dia, PDIP melihat Jokowi
berminat, dan ketika dicapreskan ternyata belum siap menerima serangan politik.

"Dalam kata-katanya itu (copras,capres, enggak mikir) PDIP lihat kawan kita ini mau, waktu
pantatnya digosok, dan benar sebelum pemilu disorong (diadu), begitu disorong, diserang sama yang lain, waakkk (takut, tidak siap)," ibarat dia.

"Logikanya begitu pencalonan (presiden) itu, kalau sudah ada di gelanggang bilang jangan pukul saya, padahal ini pertarungan. Itu (adu ayam) logika sederhananya," imbuhnya.

Kendati begitu, dia meyakini bahwa tak pernah serang pribadi seseorang. Namun sebagai
anggota DPR , pihaknya wajib mengkritisi setiap calon. "Dan saya tidak ada menyerang pribadi. Itu yang mesti dicatat," pungkasnya.

http://m.merdeka.com/politik/fahri-i...pantatnya.html
0
2.4K
26
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.1KThread58.9KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.