Kaskus

Entertainment

TechnoDemonAvatar border
TS
TechnoDemon
Memahami Penyebab Produk Elektronik Defect / Cacat
No repsol ya gan, mau upload SS bukti no repsol tapi entah knapa di gw ga mau ke upload emoticon-Ngakak


- INTRO -

Seringkali kita bersungut-sungut saat produk yang baru kita beli beberapa hari yang lalu dalam kondisi NEW, ternyata punya beberapa kecacatan. Dan tatkala kita menitipkan barang kita itu ke SC (Service Center) dari merk yg bersangkutan untuk mengklaim garansi, kita dibuat semakin geram karena prosesnya yg kadang lama. Kita pun bersumpah dalam hati, ga akan membeli produk dengan merk yg sama lagi, juga mengajak orang-orang sekitar kita untuk juga tak membeli merk tersebut demi membalas dendam. Kita menganggap bahwa produk buatan merk tersebut kualitasnya rendahan dan pelayanan after-salesnya buruk.

SALAH BESAR!Merk-merk ternama selalu punya divisi yang disebut QC (Quality Control) di setiap pabriknya. Divisi ini bertugas untuk menseleksi produk-produk yang sudah jadi agar bisa dipisahkan yang mana yg dalam kondisi perfect/bagus dan yg mana dalam kondisi defect/cacat/rusak. Divisi ini ada karena kebanyakan proses produksi dikerjakan oleh mesin sehingga harus diseleksi oleh manusia untuk mengetahui hasilnya.

Memahami Penyebab Produk Elektronik Defect / Cacat

Nah, produk-produk yang lulus uji QC otomatis akan diteruskan ke tahap packing. Sedangkan yang gagal akan didaur ulang.

Setelah tahap packing dan penomoran (serial) selesai, produk-produk yg dalam kondisi perfect inilah yang akan dijual.



- Lalu, Kenapa Ada Produk yang Telah QC Approved Tapi Defect Saat Box Bersegel Dibuka? -

Harus agan ketahui, sangat sedikit produk elektronik yang beredar di luar sana yang dijual langsung oleh si pemilik merk. Kebanyakaan produk dijual oleh distributor. Sebagai contoh TAM untuk merk Blackberry, Erajaya untuk banyak merk, Commeta untuk merk Sanyo, dll. Itulah kenapa kita jaaaaraaang sekali menemukan produk elektronik yang bergaransi asli merk, kebanyakan garansinya adalah garansi dari distributor yang bersangkutan.

Kok begitu?

Ya, ini karena setelah produk dijemput dan diangkut oleh pihak distributor, pihak pabrikan/merk tak lagi bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada produk. Tanggung jawab berpindah tangan ke distributor selaku pihak yang mengangkut produk dari pabrik ke gudang-gudang atau bahkan langsung ke toko/gerai.

Berarti, kalo ada produk defect, yang musti disalahin itu distributornya?

Yup, betul sekali.
Kecerobohan-kecerobohan atau kesalahan-kesalahan pada saat proses pengiriman ataupun penyimpanan seringkali membuat produk yang tadinya 100% perfect, menjadi defect beberapa hardwarenya. Apalagi jika produk elektronik yang berukuran kecil seperti handphone yang otomatis komponen di dalamnya juga berukuran kecil sehingga rentan terhadap kerusakan jika mengalami benturan/goncangan.

Nah, apa-apa saja faktornya?


- Proses Loading -

Memahami Penyebab Produk Elektronik Defect / Cacat

Pada proses loading sendiri, banyak hal yang bisa membuat produk rusak. Seperti penggunaan peralatan yang tidak standar, tidak menggunakan pelindung (bubblewrap, styrofoam, dsb), penurunan tuas forklift yg terlalu cepat, tak menggunakan basis dalam menggunakan forklift, dll. Bukan hanya itu, penempatan produk dalam kendaraan pengangkut (misalnya kontainer) juga berpengaruh. Kadang ada petugas loader yang entah karena lagi ada masalah di rumah yg kebawa di kerjaan emoticon-Ngakak (S) sehingga dalam menyusun produk terlalu berdempet-dempetan atau bahkan asal-asalan karena atasan lagi ga ngeliat emoticon-Ngakak (S) .


- Proses Shipment -

Memahami Penyebab Produk Elektronik Defect / Cacat

Pemuatan kontainer-kontainer ke kapal juga rawan kerusakan terhadap produk di dalamnya. Ini bisa dikarenakan peralatan yang sudah tua, atau operatornya sendiri. Dalam perjalanannya sendiri juga rawan jika kondisi laut sedang galau (baca: berombak besar/badai).


- Proses Warehousing -

Memahami Penyebab Produk Elektronik Defect / Cacat

Kebanyakan penyebab kerusakan produk pada proses ini adalah jika produk ditumpuk melebihi aturan maksimal tumpukan. Atau kondisi gudang yang tidak mendukung (lembab, suhu yg 'merusak', dll). Nah, dari gudang pusat inilah produk-produk tadi disebar ke seluruh cabang distribusi di tanah air.


- Pengecekan di Outlet -

Memahami Penyebab Produk Elektronik Defect / Cacat

Setau saya, inilah cara terbaik yg bisa ditawarkan oleh petugas di outlet-outlet dari distributor tersebut. Pengecekan bukan hanya sekedar untuk memeriksa kelengkapan-kelengkapan dalam dus, tapi juga kualitas produk yg ada di dalamnya. Bahkan segel dibuka oleh petugas di depan agan untuk membuktikan bahwa produk tersebut masih bersegel.

Namun, karena kecerobohan-kecerobohan yang telah saya sebutkan di atas, segel bukanlah jaminan bahwa produk tersebut 100% perfect. Maka saat agan
membeli produk elektronik, pastikan agan memeriksa segala sesuatunya (dengan ditemani oleh petugas outlet tersebut). Kalau perlu, pelajari dari teman-teman atau lewat internet tentang apa-apa saja yg perlu dicek dari produk yang ingin agan beli. Jika ternyata produk tersebut defect, maka produk tersebut akan langsung digantikan dengan stok yg lain langsung di tempat. Tapi, jika ternyata agan baru menemukan kecacatannya saat sudah sampai di rumah, produk trsebut tak akan lagi diterima di outlet tersebut. Melainkan agan akan dipandu agar dibawa ke SC (Service Center). Inilah kenapa pengecekan produk sebelum dibawa pulang harus benar-benar teliti.



***
0
4.4K
11
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread108.9KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.