- Beranda
- The Lounge
zona mati bagian 1
...
TS
mujahidinjember
zona mati bagian 1
SELAMAT DATANG DI THREAD IMAJINASI ANE,SEMOGA TERHIBUR DENGAN KHAYALAN ANEH ANE.

Quote:
Namaku adalah angga,anak laki2 berambut keriting agak kemerah2 an dan bertubuh tdk terlalu tinggi. Aku tinggal di kota Jember,akan tetapi kampung halaman ku adalah di Blitar.Sekarang aku sedang mengenyam pendidikan di smk teknology&rekayasa negeri. Keseharian ku tidak ada yang spesial. Hanya sekolah ,ibadah,bersih2 rumah,dan olah raga.
Pada bulan April ,siswa kelas 3 akan menjalani UN. Otomatis siswa kelas 1-2 diliburkan,dan pada liburan kali ini aku dan teman2 merencanakan untuk berlibur dipulau kecil dekat kab Malang dan Blitar dengan naik kapal milik mas Agung(kakak kandungku). Pada malam hari sebelum berangkat, aku mempersiap kan barang2 yang akan dibawa. Aku sempat kebingungan ketika memilih barang yg akan kubawa(maklum jarang liburan). Tanpa pikir panjang aku langsung memasukan beberapa barang ke tas backpacker(hasil pinjaman),mulai dari baju,sandal,senter,baterai,botol minum,korek,tali,pisau,peralatan solat dan b*n cabe lvl 15(kalau makan gk pedes rasanya kurang greget
) .
) . Jarum jam menunjukan jam 00:00 aku langsung bergegas tidur. Waktu tidur aku ngimpi rada aneh, di mimpiku aku mimpi seperti ditahan oleh kucing ku ketika akan berangkat. Dan ukuran kucing ku 4x lebih besar. Adzan subuh mulai dikumandangkan,angin pagi yang dingin beserta alarm hp(hp nya sama seperti yang ku buat bikin threat ini)yang terus berdering membangunkan ku dari mimpi yang aneh. Bergegas aku berwudhu dan pergi ke masjid.
Mentar pagi pun ahkirnya menunjukan senyum hangatnya yang keluar secara perlahan dari belakang gunung raung. Tepat pukul 07:00 aku berpamitan ke Pak Dhe dan Bu Dhe ku,dan bergegas berangkat ke stasiun. Sesampainya di stasiun ternyata 3 temen ku belum datang. Tdk lama kemudian datang si Alvin dia langsung mendatangi aku ''mana yang lain ga?'' sambil menepuk tangan ku '' belum datang, aku aja baru nyampek''. Tak berselang lama kedua teman ku datang''janc*k kamu le! Kami dari tadi nunggu di depan.
''segera aku minta maaf ke Diar dan Derry.'' sepurane le aku lupa kalau kumpul nya didepan stasiun''. Kereta Tawang Alon tiba di stasiun Jember. Kami pun bergegas masuk. Di perjalanan kami saling bercerita dan bercanda ngalor ngidul gk jelas. Satu2 nya perbicaran yg jelas hanya tentang sepak bola terutama Arema(kami bertiga aremania,kecuali diar). Tak terasa kami telah tiba di stasiun Malang kota baru. Kami semua istirahat di toko pak de ku(letaknya disebelah stasiun). Disana kami menunggu kereta penataran untuk melanjutkan perjalanan ke blitar sambil solat. Kereta pun datang dan kami melanjutkan perjalan. Singkat cerita perjalan telah sampai di kota blitar. Mas Agung menjemput kami untuk pulang kerumah ku di desa sumberingin.
Malam harinya kami ngopi sambil membicarakan perjalanan dan menyiapkan segala kebutuhan. Keesokan harinya, kami berlima berangkat ke pantai serang. Setiba disana semua peralatan dinaikan ke atas kapal motor. Tanpa menunggu lama kami langsung berlayar di lautan. Ketika berada ditengah lautan aku merasa ada yg tdk beres. Apakah ini firasat buruk/ hanya efek kopi semalam?tak mau pusing2 memikiri hal itu aku langsunh ikut bernyanyi utk menghilangkan rasa galau. Matahari semakin meninggi dan perjalanan masih lama.
Kami semua tertidur(pada saat ini keganjilan mulai terjadi) kapal pun dibiarkan melaju sendiri,karena mas Agung juga ikut tertidur. Entah berapa lama kami tertidur,yg terlihat hanya mendung gelap tanpa angin dan ombak laut benar tenang. Mesin kapal mati. Berlahan hujan turun,lama kelama an semakin deras diikuti dengan ombak tinggi. Sistem navigasi kapal mati,kami benar 2 panik
.
Kapal terus hanyut ke arah pusat badai. Kami hanya bisa pasrah dan berdoa. Tak lama kemudian ombak mengahantam kapal,langit menumpahkan amarah nya ke lautan,petir menyambar dan diikuti gemuruh. Lautan pun membalas dengan ombak. Kami pun terjebak di antara pertempuran laut dan langit.Kapal kami terombang ambing ke kanan dan kekiri, ketakutan pun memuncak ketika kami kapal ditampar oleh ombak yang sangat besar
. Dan saat itu aku berada di luar berpegang pada sebuah pipa ventilasi,semua temanku menyelamatkan diri masuk ke dalam kapal,dan hanya aku sendiri diluar. Setelah terjangan ombak itu aku pun pingsan.
Ketika aku sadar yang kurasakan hanya kepala pusing. Aku pun bertanya"Kenapa aku bisa berada didalam sini?" sambil terbaring diatas ranjang gantung."Waktu kamu pingsan kami bergegas membawa mu kedalam."sahtu Mas Agung."Kita sekarang berada dimana?dan apakah kapal kita baik baik saja?" tanya ku."Kapal dalam kondisi baik hanya ada beberapa kerusakan mesin dan Navigasi kita mati,kita tak tahu Berada dimana. Untuk sementara kita tetap dalam keadaan tersesat di samudra hindia."Jawab alvin sambil duduk diatas meja.Aku beranjak bangun dan melihat keadaan sekitar kapal. Ketika aku tiba diruangan bawah tepatnya di gudang.Makanan kami hanya cukup untuk 4 hari ditambah air yang hanya cukup untuk 3 hari. Aku pun mulai merasa ragu akan nasib kami selanjutnya,tanpa makanan,air,dan alat komunikasi mati total.
Hari demi hari terus berlalu, Pada hari ke 7 kami mualai kehausan dikarenakan habisnya stok air. Untuk masalah makanan dikapal tersedia pancing dan jaring untuk mencari ikan. Setiap hari kami terus memandang cakrawala berharap menemukan pulau,dan hujan. Tak ada yang bisa dilakukan selain berdoa dan berharap
. Tepat pada hari ke 9 Derry yang pada waktu itu sedang berjaga melihat sebuah pulau."Woy rek tangi tangi! Ada pulau didepan". Sontak semua orang berlarian keluar untuk melihat pulau tersebut."Allhamdulilah ya Allah" Puji syukur kami ucapkan.
Beberapa saat kemudian kapal kami telah tiba di pinggir pulau tersebut. Lagi lagi sesuatu yang janggal terjadi. Kami melihat banyak bangkai pesawat dan kapal di perairan dangkal tepi pantai. Seolah olah baru saja terjadi pertempuran dahsyat. Jangkar pun diturunkan, dan aku kami bergegas turun. Tanpa pikir panjang kaki kami sudah menginjak putihnya pasir pantai yang dibasahi oleh air laut. Tdk lama kemudian kami menemukan sumber air twar didekat pantai. Kami langsung meminum air dari sumber dan memenuhi botol2 air. Beberapa saat kemudian kami mulai menjelajahi pulau tersebut,menembus rimbunnya hutan hujan tepi pantai.
Tdk berselang lama rasa senang dan penasaran, kami melihat sebuah bangunan dan beberapa tank karatan yang tak terawat dan banyak kerusakan disana sini.(sepertinya sebuah markas militer) Ketika melihat bangun terabaikan tersebut muncul perasaan takut dan was was
. "Hati kemungkinan pulau ini masih ada penghuninya atau ada binatan buas yang bisa menyerang kita" Tiba tiba Diar mengucapkan sambil berbisik."Lebih baik kita kembali ke kapal dulu karena sudah masuk waktu asar berbahaya berada disini tanpa membawa senjata dan penerangan" sahut Mas Agung. Kami memustuskan untuk kembali kekapal. Ketika tiba dikapal dan matahari akan terbenam(tepatnya sekitar jam 5 sore) Dari kejauhan terdengar raungan/teriakan yang memecah keheningna pulau. Kami pun diliputi rasa takut
dan waspada. KAmi mulai bertanya tanya "Suara apa itu tadi?" tanya Mas Agung."Mungkin itu suara harimau,Tapi Menagapa suara nya seperti teriakan manuasia? Ah sudahlah lebih baik kita bergegas ke kapal menggunakan sekoci(kapal masih berada di air yang cukup dalam kira kira kedalaman nya 3 meter).
Malam hari suasana nya sepi tenang kemudian terdengar berberapa raungan dari jarak yang cukp jauh,dan diikuti lenguhan binatang seperti banteng.(kemungkinan besar kwanan mahluk misterius tadi sedang berburu)...... berlanjut kebagian 2klik
Mentar pagi pun ahkirnya menunjukan senyum hangatnya yang keluar secara perlahan dari belakang gunung raung. Tepat pukul 07:00 aku berpamitan ke Pak Dhe dan Bu Dhe ku,dan bergegas berangkat ke stasiun. Sesampainya di stasiun ternyata 3 temen ku belum datang. Tdk lama kemudian datang si Alvin dia langsung mendatangi aku ''mana yang lain ga?'' sambil menepuk tangan ku '' belum datang, aku aja baru nyampek''. Tak berselang lama kedua teman ku datang''janc*k kamu le! Kami dari tadi nunggu di depan.
''segera aku minta maaf ke Diar dan Derry.'' sepurane le aku lupa kalau kumpul nya didepan stasiun''. Kereta Tawang Alon tiba di stasiun Jember. Kami pun bergegas masuk. Di perjalanan kami saling bercerita dan bercanda ngalor ngidul gk jelas. Satu2 nya perbicaran yg jelas hanya tentang sepak bola terutama Arema(kami bertiga aremania,kecuali diar). Tak terasa kami telah tiba di stasiun Malang kota baru. Kami semua istirahat di toko pak de ku(letaknya disebelah stasiun). Disana kami menunggu kereta penataran untuk melanjutkan perjalanan ke blitar sambil solat. Kereta pun datang dan kami melanjutkan perjalan. Singkat cerita perjalan telah sampai di kota blitar. Mas Agung menjemput kami untuk pulang kerumah ku di desa sumberingin.Malam harinya kami ngopi sambil membicarakan perjalanan dan menyiapkan segala kebutuhan. Keesokan harinya, kami berlima berangkat ke pantai serang. Setiba disana semua peralatan dinaikan ke atas kapal motor. Tanpa menunggu lama kami langsung berlayar di lautan. Ketika berada ditengah lautan aku merasa ada yg tdk beres. Apakah ini firasat buruk/ hanya efek kopi semalam?tak mau pusing2 memikiri hal itu aku langsunh ikut bernyanyi utk menghilangkan rasa galau. Matahari semakin meninggi dan perjalanan masih lama.
Kami semua tertidur(pada saat ini keganjilan mulai terjadi) kapal pun dibiarkan melaju sendiri,karena mas Agung juga ikut tertidur. Entah berapa lama kami tertidur,yg terlihat hanya mendung gelap tanpa angin dan ombak laut benar tenang. Mesin kapal mati. Berlahan hujan turun,lama kelama an semakin deras diikuti dengan ombak tinggi. Sistem navigasi kapal mati,kami benar 2 panik
. Kapal terus hanyut ke arah pusat badai. Kami hanya bisa pasrah dan berdoa. Tak lama kemudian ombak mengahantam kapal,langit menumpahkan amarah nya ke lautan,petir menyambar dan diikuti gemuruh. Lautan pun membalas dengan ombak. Kami pun terjebak di antara pertempuran laut dan langit.Kapal kami terombang ambing ke kanan dan kekiri, ketakutan pun memuncak ketika kami kapal ditampar oleh ombak yang sangat besar
. Dan saat itu aku berada di luar berpegang pada sebuah pipa ventilasi,semua temanku menyelamatkan diri masuk ke dalam kapal,dan hanya aku sendiri diluar. Setelah terjangan ombak itu aku pun pingsan.Ketika aku sadar yang kurasakan hanya kepala pusing. Aku pun bertanya"Kenapa aku bisa berada didalam sini?" sambil terbaring diatas ranjang gantung."Waktu kamu pingsan kami bergegas membawa mu kedalam."sahtu Mas Agung."Kita sekarang berada dimana?dan apakah kapal kita baik baik saja?" tanya ku."Kapal dalam kondisi baik hanya ada beberapa kerusakan mesin dan Navigasi kita mati,kita tak tahu Berada dimana. Untuk sementara kita tetap dalam keadaan tersesat di samudra hindia."Jawab alvin sambil duduk diatas meja.Aku beranjak bangun dan melihat keadaan sekitar kapal. Ketika aku tiba diruangan bawah tepatnya di gudang.Makanan kami hanya cukup untuk 4 hari ditambah air yang hanya cukup untuk 3 hari. Aku pun mulai merasa ragu akan nasib kami selanjutnya,tanpa makanan,air,dan alat komunikasi mati total.
Hari demi hari terus berlalu, Pada hari ke 7 kami mualai kehausan dikarenakan habisnya stok air. Untuk masalah makanan dikapal tersedia pancing dan jaring untuk mencari ikan. Setiap hari kami terus memandang cakrawala berharap menemukan pulau,dan hujan. Tak ada yang bisa dilakukan selain berdoa dan berharap
. Tepat pada hari ke 9 Derry yang pada waktu itu sedang berjaga melihat sebuah pulau."Woy rek tangi tangi! Ada pulau didepan". Sontak semua orang berlarian keluar untuk melihat pulau tersebut."Allhamdulilah ya Allah" Puji syukur kami ucapkan.Beberapa saat kemudian kapal kami telah tiba di pinggir pulau tersebut. Lagi lagi sesuatu yang janggal terjadi. Kami melihat banyak bangkai pesawat dan kapal di perairan dangkal tepi pantai. Seolah olah baru saja terjadi pertempuran dahsyat. Jangkar pun diturunkan, dan aku kami bergegas turun. Tanpa pikir panjang kaki kami sudah menginjak putihnya pasir pantai yang dibasahi oleh air laut. Tdk lama kemudian kami menemukan sumber air twar didekat pantai. Kami langsung meminum air dari sumber dan memenuhi botol2 air. Beberapa saat kemudian kami mulai menjelajahi pulau tersebut,menembus rimbunnya hutan hujan tepi pantai.
Tdk berselang lama rasa senang dan penasaran, kami melihat sebuah bangunan dan beberapa tank karatan yang tak terawat dan banyak kerusakan disana sini.(sepertinya sebuah markas militer) Ketika melihat bangun terabaikan tersebut muncul perasaan takut dan was was
. "Hati kemungkinan pulau ini masih ada penghuninya atau ada binatan buas yang bisa menyerang kita" Tiba tiba Diar mengucapkan sambil berbisik."Lebih baik kita kembali ke kapal dulu karena sudah masuk waktu asar berbahaya berada disini tanpa membawa senjata dan penerangan" sahut Mas Agung. Kami memustuskan untuk kembali kekapal. Ketika tiba dikapal dan matahari akan terbenam(tepatnya sekitar jam 5 sore) Dari kejauhan terdengar raungan/teriakan yang memecah keheningna pulau. Kami pun diliputi rasa takut
dan waspada. KAmi mulai bertanya tanya "Suara apa itu tadi?" tanya Mas Agung."Mungkin itu suara harimau,Tapi Menagapa suara nya seperti teriakan manuasia? Ah sudahlah lebih baik kita bergegas ke kapal menggunakan sekoci(kapal masih berada di air yang cukup dalam kira kira kedalaman nya 3 meter).Malam hari suasana nya sepi tenang kemudian terdengar berberapa raungan dari jarak yang cukp jauh,dan diikuti lenguhan binatang seperti banteng.(kemungkinan besar kwanan mahluk misterius tadi sedang berburu)...... berlanjut kebagian 2klik
dan bagi yang iso
. Tunggu episode selanjutnya hanya di the lounge kaskus. Jika ada saran atau masukan dari agan/wati sangat ane terima. ingat ini hanya fiksi belaka, yang berasal dari alam imajinasi ane
Diubah oleh mujahidinjember 19-03-2014 17:45
0
1.5K
Kutip
9
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•109.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya