- Beranda
- The Lounge
yuk all lebih mengenal alat Elektrostatic Precipitator
...
TS
rentaneko
yuk all lebih mengenal alat Elektrostatic Precipitator
kali ini gw bakal ngeshare sedikit tentang alat Elektrostatic Precipitator.
moga engga
A. Pengertian
Electrostatic Precipitator (ESP) adalah alat yang digunakan untuk menangkap partikel-partikel (misalnya debu) dengan menggunakan prinsip elektrostatis. Dari asal katanya, Precipitator adalah alat yang digunakan untuk mengendapkan sesuatu. Sedangkan Electrostic adalah sebuah fenomena listrik dimana muatan listrik berpindah dari satu potensial tinggi ke potensial rendah tanpa adanya bagian yang bergerak.
Elektrostatic merupakan salah satu cabang fisika yang berhadapan dengan gaya yang dikeluarkan oleh medan listrik statik (tidak berubah) kepada sebuah objek yang bermuatan. Aplikasi elektrostatic dalam dunia industri digunakan untuk mengatasi masalah limbah debu. Industri yang banyak mengaplikasikannya yaitu seperti PLTU, pabrik gula, dan pabrik semen. Salah satu penerapannya yaitu penggunaan electrostatic precipitator (ESP).
C. Cara Kerja ElectroStatic Precipitator
1. Melewatkan gas buang (flue gas) melalui suatu medan listrik yang terbentuk antara discharge electrode dengan collector plate, flue gas yang mengandung butiran debu pada awalnya bermuatan netral dan pada saat melewati medan listrik, partikel debu tersebut akan terionisasi sehingga partikel debu tersebut menjadi bermuatan negatif (-).
2. Partikel debu yang bermuatan negatif (-) selanjutnya menempel pada pelat-pelat pengumpul (collector plate). Debu yang dikumpulkan di collector plate dipindahkan kembali secara periodik dari collector plate melalui suatu getaran (rapping). Debu ini kemudian jatuh ke bak penampung, dan dipindahkan (transport) ke ash silo dengan cara dihembuskan (vacuum).
D. Proses Pembentukan Medan Listrik
1. Terdapat dua jenis electrode, yaitu discharge electrode yang bermuatan negatif (-) dan collector plate electrode bermuatan positif (+)
2. Discharge electrode diletakkan diantara collector plate pada jarak tertentu (jarak antara discharge electrode dengan collector plate)
3. Discharge electrode diberi listrik arus searah (DC) dengan muatan minus, pada level tegangan antara 55 – 75 kV DC (sumber listrik awalnya adalah 380 volt AC, kemudian dinaikkan oleh transformer menjadi sekitar 55 – 75 kV dan dirubah menjadi listrik DC oleh rectifier, diambil hanya potensial negatifnya saja).
4. Collector plate ditanahkan (di-grounding) agar bermuatan positif.
5. Dengan demikian, pada saat discharge electrode diberi arus DC, maka medan listrik terbentuk pada ruang yang berisi tirai-tirai electrode tersebut dan partikel-partikel debu akan tertarik pada pelat-pelat tersebut, Gas bersih kemudian bergerak ke cerobong asap.
E. Bagian-bagian utama dari Electrostatic Precipitator
1. Transformer Rectifier.
Adalah peralatan utama ESP yang berfungsi mencatu daya sehingga ESP bisa bekerja. Tegangan input : 0 - 380 Volt output : 40 - 70 KV DC. Transformer dan Rectifier diletakkan dalam satu tanki dan terendam minyak pendingin trafo, sehingga dinamakan Transformer Rectifier.
2. Collecting Plate
Pelat baja yang dipasang sejajar berfungsi sebagai penangkap abu.
3. Elektroda Wire
Berfungsi sebagai pemberi kontribusi arus yang diberikan kepada abu dari boiler yang belum bermuatan, yang selanjutnya ditangkap oleh Collecting Plate.
4. Collecting Rapper Motor
Berfungsi untuk memukul/ merapping Collecting Plate secara periodik agar abu yang menempel pada Collecting jatuh ke Hopper.
5. Discharge Rapper Motor
Berfungsi untuk memukul / merapping Electroda Wire secara periodic agar abu yang menempel pada Electroda Wire jatuh ke Hopper.
6. Gas Distribution System
Untuk mendapatkan effsiensi Electrostatic Precipitator (ESP) yang optimal Gas Distribution System yaitu untuk mendistribusikan fly ash ke seluruh field area. Gas distribution system terdiri dari plat-plat baja yang tersusun sedemikian rupa.
7. Control Power
Berfungsi sebagai pengatur / pengendali kerja Electrostatic Precipitator (ESP) , hingga Electrostatic Precipitator (ESP) bekerja secara otomatis sesuai dengan fungsinya.
8. Hopper
Berfungsi sebagai penampung abu yang jatuh dari Collecting Plate dan Electroda setelah proses rapping. Pada sebuah Electrostatic Precipitator (ESP) dipasang Hopper yang menampung abu hasil tangkapan Electrostatic Precipitator (ESP).
ini sumur nya :
http://fege.wordpress.com/2009/11/03...-precipitator/



moga engga

A. Pengertian
Electrostatic Precipitator (ESP) adalah alat yang digunakan untuk menangkap partikel-partikel (misalnya debu) dengan menggunakan prinsip elektrostatis. Dari asal katanya, Precipitator adalah alat yang digunakan untuk mengendapkan sesuatu. Sedangkan Electrostic adalah sebuah fenomena listrik dimana muatan listrik berpindah dari satu potensial tinggi ke potensial rendah tanpa adanya bagian yang bergerak.
Elektrostatic merupakan salah satu cabang fisika yang berhadapan dengan gaya yang dikeluarkan oleh medan listrik statik (tidak berubah) kepada sebuah objek yang bermuatan. Aplikasi elektrostatic dalam dunia industri digunakan untuk mengatasi masalah limbah debu. Industri yang banyak mengaplikasikannya yaitu seperti PLTU, pabrik gula, dan pabrik semen. Salah satu penerapannya yaitu penggunaan electrostatic precipitator (ESP).
Spoiler for komponen:
C. Cara Kerja ElectroStatic Precipitator
1. Melewatkan gas buang (flue gas) melalui suatu medan listrik yang terbentuk antara discharge electrode dengan collector plate, flue gas yang mengandung butiran debu pada awalnya bermuatan netral dan pada saat melewati medan listrik, partikel debu tersebut akan terionisasi sehingga partikel debu tersebut menjadi bermuatan negatif (-).
2. Partikel debu yang bermuatan negatif (-) selanjutnya menempel pada pelat-pelat pengumpul (collector plate). Debu yang dikumpulkan di collector plate dipindahkan kembali secara periodik dari collector plate melalui suatu getaran (rapping). Debu ini kemudian jatuh ke bak penampung, dan dipindahkan (transport) ke ash silo dengan cara dihembuskan (vacuum).
D. Proses Pembentukan Medan Listrik
1. Terdapat dua jenis electrode, yaitu discharge electrode yang bermuatan negatif (-) dan collector plate electrode bermuatan positif (+)
2. Discharge electrode diletakkan diantara collector plate pada jarak tertentu (jarak antara discharge electrode dengan collector plate)
3. Discharge electrode diberi listrik arus searah (DC) dengan muatan minus, pada level tegangan antara 55 – 75 kV DC (sumber listrik awalnya adalah 380 volt AC, kemudian dinaikkan oleh transformer menjadi sekitar 55 – 75 kV dan dirubah menjadi listrik DC oleh rectifier, diambil hanya potensial negatifnya saja).
4. Collector plate ditanahkan (di-grounding) agar bermuatan positif.
5. Dengan demikian, pada saat discharge electrode diberi arus DC, maka medan listrik terbentuk pada ruang yang berisi tirai-tirai electrode tersebut dan partikel-partikel debu akan tertarik pada pelat-pelat tersebut, Gas bersih kemudian bergerak ke cerobong asap.
E. Bagian-bagian utama dari Electrostatic Precipitator
1. Transformer Rectifier.
Adalah peralatan utama ESP yang berfungsi mencatu daya sehingga ESP bisa bekerja. Tegangan input : 0 - 380 Volt output : 40 - 70 KV DC. Transformer dan Rectifier diletakkan dalam satu tanki dan terendam minyak pendingin trafo, sehingga dinamakan Transformer Rectifier.
2. Collecting Plate
Pelat baja yang dipasang sejajar berfungsi sebagai penangkap abu.
3. Elektroda Wire
Berfungsi sebagai pemberi kontribusi arus yang diberikan kepada abu dari boiler yang belum bermuatan, yang selanjutnya ditangkap oleh Collecting Plate.
4. Collecting Rapper Motor
Berfungsi untuk memukul/ merapping Collecting Plate secara periodik agar abu yang menempel pada Collecting jatuh ke Hopper.
5. Discharge Rapper Motor
Berfungsi untuk memukul / merapping Electroda Wire secara periodic agar abu yang menempel pada Electroda Wire jatuh ke Hopper.
6. Gas Distribution System
Untuk mendapatkan effsiensi Electrostatic Precipitator (ESP) yang optimal Gas Distribution System yaitu untuk mendistribusikan fly ash ke seluruh field area. Gas distribution system terdiri dari plat-plat baja yang tersusun sedemikian rupa.
7. Control Power
Berfungsi sebagai pengatur / pengendali kerja Electrostatic Precipitator (ESP) , hingga Electrostatic Precipitator (ESP) bekerja secara otomatis sesuai dengan fungsinya.
8. Hopper
Berfungsi sebagai penampung abu yang jatuh dari Collecting Plate dan Electroda setelah proses rapping. Pada sebuah Electrostatic Precipitator (ESP) dipasang Hopper yang menampung abu hasil tangkapan Electrostatic Precipitator (ESP).
ini sumur nya :
http://fege.wordpress.com/2009/11/03...-precipitator/



0
4.4K
7
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•104.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya