- Beranda
- Berita dan Politik
Jokowi: Masa Soal PKL Disadap Juga?
...
TS
sadaphape
Jokowi: Masa Soal PKL Disadap Juga?
jokowi: Masa Soal PKL Disadap Juga?

NILAH.COM, Jakarta - Kabar penyadapan yang dilakukan Pemerintah Australia terhadap Presiden SBY dan beberapa tokoh lainnya saat ini hangat dibicarakan.
Meski telah menjadi isu nasional, namun Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengaku tidak takut jika dirinya juga ikut menjadi korban penyadapan yang dilakukan pihak luar atau lawan politiknya.
Dirinya pun merasa tak ada hal penting yang mengundang negara lain untuk mengetahuinya. "Kalau saya mau disadap, tuh yang mau disadap apanya?" kata pria yang akrab disapa Jokowi itu di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (19/11/2013).
"Mosok soal blok G mau disadap? Soal PKL atau kampung deret mau disadap juga?" lanjut mantan wali kota Solo ini.
Ia pun yakin, pejabat daerah setingkat gubernur seperti dirinya, tidak akan menarik minat intelijen negara lain untuk melakukan penyadapan. "Urusan antara negara itu. Saya disadap, dengar apa?" ucap Jokowi.
Saat diminta menanggapi tentang upaya penyadapan terhadap kepala negara, ibu negara dan beberapa tokoh nasional, Jokowi tak mau berkomentar. Sebagai Gubernur, bukan kewenangannya dalam membahas masalah tersebut.
"Lah wewenang saya ya bekerja mengatasi persoalan Jakarta," ungkapnya.
Seperti diberitakan, dugaan penyadapan terhadap sembilan tokoh indonesia oleh intelijen Australia mengemuka setelah kantor media Australia ABC dan harian Guardian. Dalam dua media tersebut menyebutkan adanya laporan bahwa Australia menyadap komunikasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan orang-orang dekatnya pada 2009.
Berdasarkan laporan tersebut, selain Presiden SBY, penyadapan juga dilakukan tokoh lain seperti, Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wapres Boediono, mantan Wapres Jusuf Kalla, Jubir Presiden Dino Patti Djalal, mantan Menpora Andi Mallarangeng, Hatta Rajasa, Sri Mulyani, Widodo AS, dan Sofyan Djalil.[bay]
[url]http://metropolitan.inilah..com/read/detail/2048766/jokowi-masa-soal-pkl-disadap-juga#.Uoy1cScp2EU[/url]

NILAH.COM, Jakarta - Kabar penyadapan yang dilakukan Pemerintah Australia terhadap Presiden SBY dan beberapa tokoh lainnya saat ini hangat dibicarakan.
Meski telah menjadi isu nasional, namun Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengaku tidak takut jika dirinya juga ikut menjadi korban penyadapan yang dilakukan pihak luar atau lawan politiknya.
Dirinya pun merasa tak ada hal penting yang mengundang negara lain untuk mengetahuinya. "Kalau saya mau disadap, tuh yang mau disadap apanya?" kata pria yang akrab disapa Jokowi itu di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (19/11/2013).
"Mosok soal blok G mau disadap? Soal PKL atau kampung deret mau disadap juga?" lanjut mantan wali kota Solo ini.
Ia pun yakin, pejabat daerah setingkat gubernur seperti dirinya, tidak akan menarik minat intelijen negara lain untuk melakukan penyadapan. "Urusan antara negara itu. Saya disadap, dengar apa?" ucap Jokowi.
Saat diminta menanggapi tentang upaya penyadapan terhadap kepala negara, ibu negara dan beberapa tokoh nasional, Jokowi tak mau berkomentar. Sebagai Gubernur, bukan kewenangannya dalam membahas masalah tersebut.
"Lah wewenang saya ya bekerja mengatasi persoalan Jakarta," ungkapnya.
Seperti diberitakan, dugaan penyadapan terhadap sembilan tokoh indonesia oleh intelijen Australia mengemuka setelah kantor media Australia ABC dan harian Guardian. Dalam dua media tersebut menyebutkan adanya laporan bahwa Australia menyadap komunikasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan orang-orang dekatnya pada 2009.
Berdasarkan laporan tersebut, selain Presiden SBY, penyadapan juga dilakukan tokoh lain seperti, Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wapres Boediono, mantan Wapres Jusuf Kalla, Jubir Presiden Dino Patti Djalal, mantan Menpora Andi Mallarangeng, Hatta Rajasa, Sri Mulyani, Widodo AS, dan Sofyan Djalil.[bay]
[url]http://metropolitan.inilah..com/read/detail/2048766/jokowi-masa-soal-pkl-disadap-juga#.Uoy1cScp2EU[/url]
Quote:
Diubah oleh sadaphape 20-11-2013 20:25
0
1.1K
8
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
691.7KThread•56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya
