Quote:
Fransino Tirta, atlet Mixed Martial Arts Indonesia, dikontrak One Fighting Championship. "Dia bakal bertarung saat kami menggelar pertandingan di Indonesia, Juni mendatang," ujar Gerald Ng, koordinator hubungan masyarakat One FC, kepada Tempo, Rabu, 19 Februari 2014.
Fransino, 32 tahun, merupakan nama nomor wahid dalam ajang pertarungan bebas di Indonesia. Dia mengawali kariernya di TPI Fighting Championship di Jakarta pada 2003 dan tidak terkalahkan dalam 16 pertandingan. Laga terakhirnya berlangsung tiga tahun lalu saat mencetak kemenangan angka atas Cheng Jie Wu dari Cina di Legend Fighting Championship. "Jarang ada atlet MMA yang tak terkalahkan di 15 pertandingan," ujar Ng.
Fransino berlatih bela diri sejak SMP. Cabang awal yang dia pelajari adalah taekwondo. Dia melengkapi amunisinya dengan gulat, tinju, jiujitsu, dan Brazilian Jiujitsu. Fransino adalah orang pertama yang meraih sabuk hitam Brazilian Jiujitsu hasil latihan di Indonesia.
"Saya senang kesepakatan sudah tercapai, jadi tinggal fokus ke persiapan pertandingan," ujar pelatih di Synergy MMA Academy di Jakarta ini. "Saya tidak sabar ingin menunjukkan kualitas MMA Indonesia di tingkat dunia."
One FC merupakan promotor pertarungan bebas tingkat Asia. Berbasis di Singapura, organisasi yang berdiri 2011 itu memiliki puluhan petarung, dan 15 di antaranya dari Indonesia. Mereka bekerja sama dengan hampir semua sasana MMA di Indonesia untuk mencari petarung. "Nilai kontraknya rahasia," ujar Ng.
Durasi kontrak berbentuk perjanjian per pertandingan dan tahunan. "Kontrak Fransino jangka panjang," katanya. Ng mengatakan petarung yang bebas cedera bisa mendapat maksimal empat pertandingan per tahun.
Gelaran terakhir One FC di Indonesia berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, September lalu. Dalam ajang itu, dua dari tiga petarung Indonesia, yaitu Max Metino dan Vincent Majid, meraih kemenangan lewat kuncian. Adapun Brianata Rosadhi harus mengakui keunggulan Raymond Tan dari Malaysia setelah lehernya kena piting.
Sumber
Semoga kariernya makin sukses Fransino, harus diakui jika waktu melihat dia bertarung di TPI FC dulu nampak banget dia gak hanya mengandalkan fisik tapi juga bertarung dengan otak