- Beranda
- Sejarah & Xenology
The Blockade of Kedah (1821-1842) '' Kedah Vs Siam (Ligor) & Thailand ''
...
TS
HPC2
The Blockade of Kedah (1821-1842) '' Kedah Vs Siam (Ligor) & Thailand ''
PERANG MUSUH BISIK - SIRI 1
Sultan Ahmad Tajuddin Halim Shah II (1797–1843)

TRAGEDI DI KOTA KUALA KEDAH
TRAGEDI DI KOTA KUALA KEDAH
Hari Minggu 12 November , 1821 adalah tanggal yang paling pahit bagi penduduk Kuala Kedah malahan ke seluruh sejarah kesultanan Kedah Darul Aman karena pada waktu rembang siang hari itu , ketika air pasang penuh , ratusan buah perahu Siam bermuatkan tentara - tentaranya yang lengkap bersenjata dan membawa alat - alat untuk berperang telah sampai dengan tiba - tiba di kuala Sungai Kedah .
Perahu - perahu Siam menghampiri tembok Kota dan memenuhi muka sungai disepanjang - panjang tebing Kota sampai ke Balai Air yaitu tempat Dato ' Syahbandar menempatkan orang - orangnya memungut pajak dan memeriksa orang - orang masuk keluar .
Dengan hati berdebar - debar Penghulu Kota memerintahkan pengiringnya yang paling pantas untuk berkejar ke teluk Chengai dua mil dari Kuala karena menyampaikan berita kedatangan tentara - tentara Siam yang begitu banyak kepada Dato ' Bendahara dan Dato ' Laksamana . Dato ' berdua baru saja balik dari Kota Setar diatas urusan negara dan berada di Teluk Chengai menantikan air tenang . Dato ' berdua telah pun bergerak pulang ke Kuala Kedah saat bertabrakan dengan utusan dari Penghulu Kota .
Dato ' Bendahara dan Dato ' Laksamana bergegas pulang dan sempat sampai di Balai Air untuk menyambut kepala tentara Siam yang sedang mendaki anak - anak tangga balai itu dengan pengikutnya .
Orang -orang mulai berkumpul di tepi sungai terutama di sekitar Balai Air tetapi tidak menyangka setiap keburukan akan menimpa mereka , hanya heran melihat perahu - perahu Siam begitu banyak dan orang - orangnya yang bercawat itu memiliki senjata - senjata lengkap dengan tombak , tombak , pedang , parang dan juga istinggar serta meriam - meriam kecil .
Penghulu Kota memerintahkan Sepahi - Sepahi yang menjadi pembedil - pembedil meriam supaya mengarahkan mulut - mulut meriam yang terletak di atas tembok Kota itu ke arah perahu - perahu Siam yang berkumpul . Dia sendiri menantikan sinyal dari Dato ' Bendahara untuk membedilkan perahu - perahu itu jika diperlukan . Tapi sebagai yang telah dibuktikan oleh Sejarah , Dato ' Bendahara tidak pernah mengeluarkan perintah supaya perahu - perahu Siam dibedilkan . Dia terlalu yakin dengan cara lunak dan berdiplomasi dengan Siam .
Dato ' Bendahara ditugaskan mengatur Kuala Kedah saat ini karena Sultan Ahmad Tajuddin sedang bersemayam di Pulau Tiga dalam daerah Kuala Muda . Sultan sedang sibok mengarahkan rakyat beliau mengorek sebuah terusan dari Simpor ke Kota Kuala Muda .
Dato ' Bendahara memang sadar peri Cau Phaya Si Tammarat , Raja Legor , seorang gabnor Siam yang berdendam hati terhadap Sultan Ahmad Tajuddin karena Sultan menolak perintahnya memasok 300 koyan beras dan 100 buah perahu perang lengkap dengan tentara dan senjata membantunya menyerang Burma . Sultan tidak menunaikan kehendak Si Tammarat karena Kedah sedang sibok berperang di Perak . Bagimana pun Dato ' Bendahara tidak menyangka bahwa angkatan Siam yang datang ini adalah untuk menyerang Negeri Kedah .
Saat ini Siam sedang bermusuhan dengan Burma dan kawasan di Selatan seperti Senggora dan Legor sedang memperkuat pertahanan masing - masing . Kegiatan Siam sejauh ini berkisar ke arah melumpuhkan Pemerintah Burma dan telah di ketahui oleh Siam peri ujudnya satu armada angkatan laut Burma di perairan Pulau Pinang yang sedang mengintip dan mengukur kekuatan wilayah - wilayah Siam Selatan .
Waktu di Kota Setar sebelah pagi tadinya , Bapu Kundor , seorang pembesar di Kota Setar , telah memberitahu Dato ' Bendahara disebut suatu angkatan Siam sedang bergerak dari utara dengan berjalan kaki dan bergajah menuju Gunung Keriang , dan jika mereka terus menuju ke Kuala Kedah angkatan Siam yang diperkirakan berjumlah tujuh ribu orang itu akan sampai sebelum waktu petang . Berita kedatangan angkatan Siam dengan ratusan buah perahu perang di pintu kotanya sendiri di Kuala Kedah pada siang itu juga sangat mengejutkan .
Kedatangan Siam di Kuala Kedah yang tidak semena - mena ini memberi kesempatan yang paling sedikit kepada Dato ' Bendahara , Dato ' Laksamana dan Dato ' Temenggong mengumpulkan orang - orang Melayu . Pada waktu siang rembang 12 November itu , orang - orang di Kuala Kedah masih berada di laut menangkap ikan , yang tidak ke laut sedang makan siang atau sedang beristirahat di surau menanti waktu lohor . Orang - orang perempuan dan anak - anak tertegun melihat Dato ' Bendahara yang sampai di Balai Air untuk menyambut tamu - tetamuyang tidak diundang ini dikelilingi oleh orang - orang yang tampaknya liar seperti orang kelaparan mencari makanan atau pun hendak merampok dan lari dengan harta orang .
Orang - orang Siam tidak banyak cerewet . Mereka menjelaskan tujuan mereka datang ke Kuala Kedah karena membutuhkan beras sebagai pasokan untuk berperang dengan Burma dan mereka mendesak Dato ' Bendahara supaya menyediakan beras - beras itu dengan segera . Dato ' Bendahara mengatakan pasokan beras itu tidak menjadi soal yang besar kepadanya tetapi ia heran mengapa terlalu banyak sekali orang - orang Siam yang datang untuk mengambilnya .
Pada saat inilah orang - orang Siam telah menyerbu naik keatas Balai Air dan mengenakan pasung keatas Dato ' Bendahara . Tangan dan kakinya terikat . Datuk - Datuk lain serta pengiring - pengiring yang berhimpun di tawan , kaki dan tangan diikat seperti Dato ' Bendahara juga . Orang - orang Siam tidak berselindung lagi mengatakan hasrat mereka akan menduduki Kota Kuala Kedah dan meminta orang - orang Melayu agar jangan melawan .
Dato ' Bendahara sempat berteriak : " Lawan , kita kena langgar , lawan .... ! " Pada waktu itu juga mulutnya diikat dengan tali dan dihumban keatas lantai Balai Air itu . Dato ' Laksamana dan Dato ' Temenggong berhasil menguraikan ikatan kaki dan tangan mereka lantas menikam beberapa orang Siam dengan keris . Pertempuran sengit Melayu dan Siam di Balai Air berlangsung dengan segera . Banyak orang - orang Siam menjadi mayat tetapi sayangnya Dato ' Laksamana dan Dato ' Temenggong telah tewas di atas Balai Air itu juga . Orang - orang Siam menikam mereka berdua dengan tombak hingga mati .
Dengan tenang waktu konsultasi di Balai Air sedang berjalan , orang - orang Siam telah memasuki pintu Kota tampaknya orang berpelancungan dan satelah berada di dalam cepat - cepat mengambil kesempatan menuangkan timah cair ke dalam mulut - mulut " Badak Berendam " , " Katak Puru " , " Dua Serupa " , ( sepasang meriam ) , " Harung Darah " , " Lela Rentaka " dan meriam - meriam lain . Pembedil - pembedil meriam yang terdiri dari orang - orang India tidak dapat berbuat apa - apa karena jumlah mereka terlalu sedikit sedangkan orang - orang Melayu berada didalam keadaan kebingungan terpesona dengan telatah - telatah Siam yang tidak disangka - sangka bisa melakukannya . Kemudian terjadilah drama yang menyedihkan . Orang - orang Melayu didalam Kota telah dikejar seperti ayam , diradak lengan tombak , ditikam dan dibedil . Manusia - manusia Melayu lelaki perempuan , orang tua dan anak - anak dibunuh dengan kejamnya dan mana yang melawan dicincang seperti mentimun .
Pembunuhan yang tidak manusiawi ini melarat sampai keluar Kota , dan ketika Dato ' Bendahara telah ditawan , Dato ' Laksamana dan Dato ' Temenggong telah syahid , rumah - rumah orang Melayu telah dibakar menjadi habu , penghuniyan diusir , diseret dan ditikam atu dibedil sampai mati . Perempuan mengandong , orang - orang sakit , anak - anak dan orang - orang yang tidak mampu semuanya disiksa kemudian dibunuh dengan dahsyatnya .
Angkatan Siam dari darat tiba di Kuala Kedah ketika orang - orang Melayu sedang diburu dan berkeliaran di sana - sini antara rumah - rumah yang terbakar dan angkatan ini pula turut memburu orang - orang Melayu yang malang itu . Orang - orang Siam mengejar orang - orang Melayu yang mencoba berlepas diri dengan perahu dan membakar perahu - perahu ini di tengah - tengah sungai dengan anak-anak yang meraung - raung didalamnya . Sunagi Kedah turut merah dan ikan menjadi mabuk ! Api , asap , darah , mayat , teriak dan tangis menjadi saksi sepanjang abad .
Penduduk Kuala Kedah di tebing Seberang Nyonya turut menjadi sasaran tetapi banyak yang sempat hijrah meninggalkan " nasi di atas tungku " karena melarikan diri dari malapetaka yang tidak di sangka - sangka ini , mundur sambil berbisik kepada tetangga sehingga turut meninggalkan rumah dan harta benda . Dalam bisikan inilah orang - orang Melayu bergerak menyelamatkan jiwa masing - masing . Ratusan buah perahu bertolak ke Jakarta , ke Penang dan banyak pula yang merempuhi hutan belantara mendaki bukit - bukit di pedalaman . Peristiwa ini adalah detik pertama bagi satu dasawarsa yang disebut " Waktu Musuh Bisik " .
Penduduk di seluruh negeri pada saat ini ditafsirkan sebanyak 60.000 orang . Catatan yang dapat dipercaya menjelaskan bahwa penduduk Bali dalam tahun 1823 tinggal hanya 60.000 orang saja lagi . Migrasi besari ini di akibatkan semata - mata oleh karena jatuhnya Kota Kuala Kedah ketangan orang - orang Siam dan penegakan suatu sistem pemerintahan a - la Legor yang kejam dan tidak berper kemanusiaan . Di Kuala Kedah ada 1.000 rumah , kata Sultan kepada Anderson .
Orang - orang Siam dapat menduduki Kota Kuala Kedah dalam waktu tiga jam saja . Dato ' Wan Panji dan Wan Sidik mengamok di dalam Kota membunuh orang - orang Siam yang menyerang dan banyak lagi perwira - perwira Melayu yang bertempur mempertahankan Kota . Dato ' Wan Panji dan Wan Sidik gugur tewas bersama Tunku Long Puteh , Tunku Mat Riau , Dato ' Raja Akil , Dato ' Chelang Panjang , Datul Lela Kasa , Dato ' Pahlawan Haji Ahmad , dan Dato ' Bohor Garang serta ratusan lagi yang gugur tanpa nama dan tanpa talkin karena mempertahankan Kota Kuala Kedah .
Dato ' Bendahara di rantai dan dibawa kedalam Kota , kemudian dengan ratusan orang pria perempuan dari anak baik - baik dipaksa berjalan kaki ke Senggora sebagai orang - orang tawanan . Dipertengahan jalan , Dato ' Bendahara telah diracunkan dan ia mati tidak tentu kuburnya . Sejak November 1821 itu Kerajaan Siam di Bangkok saban waktu mengarahkan Gubernur Legor di Bali sehingga menyediakan bekala - pasokan beras dan uang untuk kebutuhan militer dan pembesar - pembesar Negara . Beras dikumpulkan secara menggelidah toko , kios dan pasar rakyat serta lumbung - lumbung yang masih ada di kampung - kampung . Beras - beras yang ditemukan semuanya dirampas .
Ketika perintah untuk mengumpulkan uang tiba , Gubernur di Kedah akan mengenakan pajak - pajak yang disebut " hasil kepala " - dipungut dari setiap penduduk dan yang paling parah dikenakan pajak adalah orang - orang yang berdagang .
Jika beras dan uang tidak cukup nilai yang diperlukan oleh Bangkok - Gubernur akan memerintahkan orang - orangnya bersama tentara - tentara yang bersenjata menangkap orang - orang Melayu dan merantaikan mereka beramai - ramai . Mereka dibawa ke Bangkok dan dijual di sana sebagai budak .
Tugas yang zalim dan jahat pernah dilakukan oleh Gubernur di Bali adalah mengirim 200 atau 300 orang wanita Melayu ke Bangkok atau ke Legor . Caranya ialah menggempur rumah - rumah orang Melayu , baik malam atau siang , dan mengikat wanita - wanita yang malang ini . Mereka direntap dari orang tua atau kerabat mereka dengan segera dan dibawa ke Kota Kuala Kedah . Mereka akan dimuat ke dalam kapal - kapal yang sedang menunggu untuk dibawa ke Legor atau ke Bangkok . Orang tua atau kerabat yang mencoba menghalangi akan dipukul dan ditembak . Banyak yang menemui ajal !
Di antara hiburan tentara - tentara Siam di Bali adalah melepaskan puluhan ekor babi ke dalam masjid ketika orang - orang Melayu sedang shalat Jumat . Mereka tertawa berdekah-dekah melihat orang Melayu tua - tua lari berhamburan menghindari diri dari hewan - hewan haram itu . Banyak masjid yang menganggur setelah ini dan runtuh sendirian selama 20 tahun Siam memerintah negeri Kedah .
Setelah Kota Kuala Kedah jatuh ketangan Siam dan sekitar seribu buah rumah di dua - dua tebing Sungai Kedah dibakar menjadi habu , angkatan laut Siam bertolak ke Kuala Merbok dan bertekad hendak menawan Sultan Ahmad Tajuddin hidup - hidup ke Senggora . Sultan berada di Pulau Tiga yaitu sebuah kampong yang baru tersentuh di Kuala Sungai Tukang empat mil ke utara kota Banjarmasin sekarang . Jauhnya dari Kuala Merbok menurut jalan sungai sekitar dua belas atau tiga belas mil . Baginda sibok mengarahkan rakyat - rakyat Baginda mengorek sebatang terusan menyambongkan Sungai Merbok dengan Sungai Muda melalui Kampong Simpor sehingga hubungan di antara dua - dua batang sungai yang penting ini dapat dilakukan melaui terusan itu .
0bgv dan ke Penang atau ke pedalaman di bukit - bukit . Dato ' Laksamana dan Dato ' Temenggong Tua telah juga tewas dan Dato ' Bendahara dengan ratusan orang anak baik - baik telah ditawan oleh Raja Legor yang menyerang Kedah atas nama Kaisar Benua Siam . Beliau juga telah diberitahu untuk mundur segera karena sebuah angkatan laut Siam yang agak besar sedang mendekati Kuala Merbok pada pagi itu juga .
Dengan tidak menunda lagi Sultan Ahmad Tajuddin pun mengumpulkan anak isterinya mengenderai beberapa ekor gajah kedalam rimba belantara dengan tujuan hendak berangkat ke Kuala Perai . Tujuan beliau adalah di rahasiakan melainkan diketahui oleh segelintir pengiring - pengiring beliau yang karib saja . Beliau membawa cuma uang ringgit dan harta - harta yang berharga sebanyak yang sempat dicapai . Adalah ditaksirkan sekitar dua ratus orang pengikut - pengikut yang menyertai rombongan beliau berjalan sesuai gajah - gajah kendaraan baginda . Beliau terpaksa melupakan dua buah kapal kerajaan yang berlabuh di Kuala Merbuk berisi dengan harta harta milik beliau . Dua - dua buah kapal ini jatuh ketangan Siam . Diantara harta yang hilang bersama dengan kapal di Kuala Merbok itu adalah acuan penempa diti tera " Balad Kedah Darul Aman " .
Orang - orang Melayu di Kuala Merbok mencoba membombardir perahu - perahu Siam tetapi tidak memberi efek kepada angkatan Siam yang jauh lebih besar . Tentara Siam membakar rumah - rumah di Kuala Merbok kemudian terus mudik ke Pulau Tiga melakukan kekerasan dan pembunuhan di sepanjang - panjang sungai . Mereka keciwa karena tidak sempat bertemu dengan Sultan yang telah berangkat jauh kedalam negeri .
Sultan Ahmad Tajuddin dengan istri - istri dan anak-anak beliau yang terdiri dari beberapa orang putera puteri yang masih kecil -hutan belantara melalui bukit tinggi lahar dan rawa , serta menyusur anak - anak sungai selama lima hari lima malam sebelum sampai di Kuala Perai di rumah saudaranya Tunku Sulaiman .
Bulan November pula adalah musim hujan lebat yang menambah kelecehan kepada angkatan beliau . Makanan yang sempat dibawa hanya cukup untuk sehari dua saja dan dalam perjalanan begitu banyak pengikut - pengikut beliau yang telah mencampakkan beban - beban yang mereka pikul ke dalam hutan . Setengah dari benda yang dipikirkan beban yang tak berguna itu adalah makanan .
Banyak pengiring - pengiring beliau dari kakek - kakek harapan yang karib dan hamba rakyat yang setia telah gugur meninggal dunia di dalam perjalanan itu karena lapar dan lesu akibat terkena hujan panas , lintah pacat , nyamuk dan binatang - binatang buas .
Dalam kondisi yang begini , beliau harus pula menghindari diri dari orang - orang yang menjadi Talibarut Siam . Menurut cerita kononnya beliau terpaksa menaburkan duit - duit tera dan keneri di belakang gajahnya supaya orang - orang yang mendeteksi jejak - jejak beliau akan membuang waktu memungut duit - duit itu dan dapatlah beliau menghilangkan diri jauh ke depan . Keneri itu lebih besar nilainya dari tera tetapi tidak sampai seringgit ..
Sultan Ahmad Tajuddin Halim Shah II (1797–1843)

TRAGEDI DI KOTA KUALA KEDAH
TRAGEDI DI KOTA KUALA KEDAH
Hari Minggu 12 November , 1821 adalah tanggal yang paling pahit bagi penduduk Kuala Kedah malahan ke seluruh sejarah kesultanan Kedah Darul Aman karena pada waktu rembang siang hari itu , ketika air pasang penuh , ratusan buah perahu Siam bermuatkan tentara - tentaranya yang lengkap bersenjata dan membawa alat - alat untuk berperang telah sampai dengan tiba - tiba di kuala Sungai Kedah .
Perahu - perahu Siam menghampiri tembok Kota dan memenuhi muka sungai disepanjang - panjang tebing Kota sampai ke Balai Air yaitu tempat Dato ' Syahbandar menempatkan orang - orangnya memungut pajak dan memeriksa orang - orang masuk keluar .
Dengan hati berdebar - debar Penghulu Kota memerintahkan pengiringnya yang paling pantas untuk berkejar ke teluk Chengai dua mil dari Kuala karena menyampaikan berita kedatangan tentara - tentara Siam yang begitu banyak kepada Dato ' Bendahara dan Dato ' Laksamana . Dato ' berdua baru saja balik dari Kota Setar diatas urusan negara dan berada di Teluk Chengai menantikan air tenang . Dato ' berdua telah pun bergerak pulang ke Kuala Kedah saat bertabrakan dengan utusan dari Penghulu Kota .
Dato ' Bendahara dan Dato ' Laksamana bergegas pulang dan sempat sampai di Balai Air untuk menyambut kepala tentara Siam yang sedang mendaki anak - anak tangga balai itu dengan pengikutnya .
Orang -orang mulai berkumpul di tepi sungai terutama di sekitar Balai Air tetapi tidak menyangka setiap keburukan akan menimpa mereka , hanya heran melihat perahu - perahu Siam begitu banyak dan orang - orangnya yang bercawat itu memiliki senjata - senjata lengkap dengan tombak , tombak , pedang , parang dan juga istinggar serta meriam - meriam kecil .
Penghulu Kota memerintahkan Sepahi - Sepahi yang menjadi pembedil - pembedil meriam supaya mengarahkan mulut - mulut meriam yang terletak di atas tembok Kota itu ke arah perahu - perahu Siam yang berkumpul . Dia sendiri menantikan sinyal dari Dato ' Bendahara untuk membedilkan perahu - perahu itu jika diperlukan . Tapi sebagai yang telah dibuktikan oleh Sejarah , Dato ' Bendahara tidak pernah mengeluarkan perintah supaya perahu - perahu Siam dibedilkan . Dia terlalu yakin dengan cara lunak dan berdiplomasi dengan Siam .
Dato ' Bendahara ditugaskan mengatur Kuala Kedah saat ini karena Sultan Ahmad Tajuddin sedang bersemayam di Pulau Tiga dalam daerah Kuala Muda . Sultan sedang sibok mengarahkan rakyat beliau mengorek sebuah terusan dari Simpor ke Kota Kuala Muda .
Dato ' Bendahara memang sadar peri Cau Phaya Si Tammarat , Raja Legor , seorang gabnor Siam yang berdendam hati terhadap Sultan Ahmad Tajuddin karena Sultan menolak perintahnya memasok 300 koyan beras dan 100 buah perahu perang lengkap dengan tentara dan senjata membantunya menyerang Burma . Sultan tidak menunaikan kehendak Si Tammarat karena Kedah sedang sibok berperang di Perak . Bagimana pun Dato ' Bendahara tidak menyangka bahwa angkatan Siam yang datang ini adalah untuk menyerang Negeri Kedah .
Saat ini Siam sedang bermusuhan dengan Burma dan kawasan di Selatan seperti Senggora dan Legor sedang memperkuat pertahanan masing - masing . Kegiatan Siam sejauh ini berkisar ke arah melumpuhkan Pemerintah Burma dan telah di ketahui oleh Siam peri ujudnya satu armada angkatan laut Burma di perairan Pulau Pinang yang sedang mengintip dan mengukur kekuatan wilayah - wilayah Siam Selatan .
Waktu di Kota Setar sebelah pagi tadinya , Bapu Kundor , seorang pembesar di Kota Setar , telah memberitahu Dato ' Bendahara disebut suatu angkatan Siam sedang bergerak dari utara dengan berjalan kaki dan bergajah menuju Gunung Keriang , dan jika mereka terus menuju ke Kuala Kedah angkatan Siam yang diperkirakan berjumlah tujuh ribu orang itu akan sampai sebelum waktu petang . Berita kedatangan angkatan Siam dengan ratusan buah perahu perang di pintu kotanya sendiri di Kuala Kedah pada siang itu juga sangat mengejutkan .
Kedatangan Siam di Kuala Kedah yang tidak semena - mena ini memberi kesempatan yang paling sedikit kepada Dato ' Bendahara , Dato ' Laksamana dan Dato ' Temenggong mengumpulkan orang - orang Melayu . Pada waktu siang rembang 12 November itu , orang - orang di Kuala Kedah masih berada di laut menangkap ikan , yang tidak ke laut sedang makan siang atau sedang beristirahat di surau menanti waktu lohor . Orang - orang perempuan dan anak - anak tertegun melihat Dato ' Bendahara yang sampai di Balai Air untuk menyambut tamu - tetamuyang tidak diundang ini dikelilingi oleh orang - orang yang tampaknya liar seperti orang kelaparan mencari makanan atau pun hendak merampok dan lari dengan harta orang .
Orang - orang Siam tidak banyak cerewet . Mereka menjelaskan tujuan mereka datang ke Kuala Kedah karena membutuhkan beras sebagai pasokan untuk berperang dengan Burma dan mereka mendesak Dato ' Bendahara supaya menyediakan beras - beras itu dengan segera . Dato ' Bendahara mengatakan pasokan beras itu tidak menjadi soal yang besar kepadanya tetapi ia heran mengapa terlalu banyak sekali orang - orang Siam yang datang untuk mengambilnya .
Pada saat inilah orang - orang Siam telah menyerbu naik keatas Balai Air dan mengenakan pasung keatas Dato ' Bendahara . Tangan dan kakinya terikat . Datuk - Datuk lain serta pengiring - pengiring yang berhimpun di tawan , kaki dan tangan diikat seperti Dato ' Bendahara juga . Orang - orang Siam tidak berselindung lagi mengatakan hasrat mereka akan menduduki Kota Kuala Kedah dan meminta orang - orang Melayu agar jangan melawan .
Dato ' Bendahara sempat berteriak : " Lawan , kita kena langgar , lawan .... ! " Pada waktu itu juga mulutnya diikat dengan tali dan dihumban keatas lantai Balai Air itu . Dato ' Laksamana dan Dato ' Temenggong berhasil menguraikan ikatan kaki dan tangan mereka lantas menikam beberapa orang Siam dengan keris . Pertempuran sengit Melayu dan Siam di Balai Air berlangsung dengan segera . Banyak orang - orang Siam menjadi mayat tetapi sayangnya Dato ' Laksamana dan Dato ' Temenggong telah tewas di atas Balai Air itu juga . Orang - orang Siam menikam mereka berdua dengan tombak hingga mati .
Dengan tenang waktu konsultasi di Balai Air sedang berjalan , orang - orang Siam telah memasuki pintu Kota tampaknya orang berpelancungan dan satelah berada di dalam cepat - cepat mengambil kesempatan menuangkan timah cair ke dalam mulut - mulut " Badak Berendam " , " Katak Puru " , " Dua Serupa " , ( sepasang meriam ) , " Harung Darah " , " Lela Rentaka " dan meriam - meriam lain . Pembedil - pembedil meriam yang terdiri dari orang - orang India tidak dapat berbuat apa - apa karena jumlah mereka terlalu sedikit sedangkan orang - orang Melayu berada didalam keadaan kebingungan terpesona dengan telatah - telatah Siam yang tidak disangka - sangka bisa melakukannya . Kemudian terjadilah drama yang menyedihkan . Orang - orang Melayu didalam Kota telah dikejar seperti ayam , diradak lengan tombak , ditikam dan dibedil . Manusia - manusia Melayu lelaki perempuan , orang tua dan anak - anak dibunuh dengan kejamnya dan mana yang melawan dicincang seperti mentimun .
Pembunuhan yang tidak manusiawi ini melarat sampai keluar Kota , dan ketika Dato ' Bendahara telah ditawan , Dato ' Laksamana dan Dato ' Temenggong telah syahid , rumah - rumah orang Melayu telah dibakar menjadi habu , penghuniyan diusir , diseret dan ditikam atu dibedil sampai mati . Perempuan mengandong , orang - orang sakit , anak - anak dan orang - orang yang tidak mampu semuanya disiksa kemudian dibunuh dengan dahsyatnya .
Angkatan Siam dari darat tiba di Kuala Kedah ketika orang - orang Melayu sedang diburu dan berkeliaran di sana - sini antara rumah - rumah yang terbakar dan angkatan ini pula turut memburu orang - orang Melayu yang malang itu . Orang - orang Siam mengejar orang - orang Melayu yang mencoba berlepas diri dengan perahu dan membakar perahu - perahu ini di tengah - tengah sungai dengan anak-anak yang meraung - raung didalamnya . Sunagi Kedah turut merah dan ikan menjadi mabuk ! Api , asap , darah , mayat , teriak dan tangis menjadi saksi sepanjang abad .
Penduduk Kuala Kedah di tebing Seberang Nyonya turut menjadi sasaran tetapi banyak yang sempat hijrah meninggalkan " nasi di atas tungku " karena melarikan diri dari malapetaka yang tidak di sangka - sangka ini , mundur sambil berbisik kepada tetangga sehingga turut meninggalkan rumah dan harta benda . Dalam bisikan inilah orang - orang Melayu bergerak menyelamatkan jiwa masing - masing . Ratusan buah perahu bertolak ke Jakarta , ke Penang dan banyak pula yang merempuhi hutan belantara mendaki bukit - bukit di pedalaman . Peristiwa ini adalah detik pertama bagi satu dasawarsa yang disebut " Waktu Musuh Bisik " .
Penduduk di seluruh negeri pada saat ini ditafsirkan sebanyak 60.000 orang . Catatan yang dapat dipercaya menjelaskan bahwa penduduk Bali dalam tahun 1823 tinggal hanya 60.000 orang saja lagi . Migrasi besari ini di akibatkan semata - mata oleh karena jatuhnya Kota Kuala Kedah ketangan orang - orang Siam dan penegakan suatu sistem pemerintahan a - la Legor yang kejam dan tidak berper kemanusiaan . Di Kuala Kedah ada 1.000 rumah , kata Sultan kepada Anderson .
Orang - orang Siam dapat menduduki Kota Kuala Kedah dalam waktu tiga jam saja . Dato ' Wan Panji dan Wan Sidik mengamok di dalam Kota membunuh orang - orang Siam yang menyerang dan banyak lagi perwira - perwira Melayu yang bertempur mempertahankan Kota . Dato ' Wan Panji dan Wan Sidik gugur tewas bersama Tunku Long Puteh , Tunku Mat Riau , Dato ' Raja Akil , Dato ' Chelang Panjang , Datul Lela Kasa , Dato ' Pahlawan Haji Ahmad , dan Dato ' Bohor Garang serta ratusan lagi yang gugur tanpa nama dan tanpa talkin karena mempertahankan Kota Kuala Kedah .
Dato ' Bendahara di rantai dan dibawa kedalam Kota , kemudian dengan ratusan orang pria perempuan dari anak baik - baik dipaksa berjalan kaki ke Senggora sebagai orang - orang tawanan . Dipertengahan jalan , Dato ' Bendahara telah diracunkan dan ia mati tidak tentu kuburnya . Sejak November 1821 itu Kerajaan Siam di Bangkok saban waktu mengarahkan Gubernur Legor di Bali sehingga menyediakan bekala - pasokan beras dan uang untuk kebutuhan militer dan pembesar - pembesar Negara . Beras dikumpulkan secara menggelidah toko , kios dan pasar rakyat serta lumbung - lumbung yang masih ada di kampung - kampung . Beras - beras yang ditemukan semuanya dirampas .
Ketika perintah untuk mengumpulkan uang tiba , Gubernur di Kedah akan mengenakan pajak - pajak yang disebut " hasil kepala " - dipungut dari setiap penduduk dan yang paling parah dikenakan pajak adalah orang - orang yang berdagang .
Jika beras dan uang tidak cukup nilai yang diperlukan oleh Bangkok - Gubernur akan memerintahkan orang - orangnya bersama tentara - tentara yang bersenjata menangkap orang - orang Melayu dan merantaikan mereka beramai - ramai . Mereka dibawa ke Bangkok dan dijual di sana sebagai budak .
Tugas yang zalim dan jahat pernah dilakukan oleh Gubernur di Bali adalah mengirim 200 atau 300 orang wanita Melayu ke Bangkok atau ke Legor . Caranya ialah menggempur rumah - rumah orang Melayu , baik malam atau siang , dan mengikat wanita - wanita yang malang ini . Mereka direntap dari orang tua atau kerabat mereka dengan segera dan dibawa ke Kota Kuala Kedah . Mereka akan dimuat ke dalam kapal - kapal yang sedang menunggu untuk dibawa ke Legor atau ke Bangkok . Orang tua atau kerabat yang mencoba menghalangi akan dipukul dan ditembak . Banyak yang menemui ajal !
Di antara hiburan tentara - tentara Siam di Bali adalah melepaskan puluhan ekor babi ke dalam masjid ketika orang - orang Melayu sedang shalat Jumat . Mereka tertawa berdekah-dekah melihat orang Melayu tua - tua lari berhamburan menghindari diri dari hewan - hewan haram itu . Banyak masjid yang menganggur setelah ini dan runtuh sendirian selama 20 tahun Siam memerintah negeri Kedah .
Setelah Kota Kuala Kedah jatuh ketangan Siam dan sekitar seribu buah rumah di dua - dua tebing Sungai Kedah dibakar menjadi habu , angkatan laut Siam bertolak ke Kuala Merbok dan bertekad hendak menawan Sultan Ahmad Tajuddin hidup - hidup ke Senggora . Sultan berada di Pulau Tiga yaitu sebuah kampong yang baru tersentuh di Kuala Sungai Tukang empat mil ke utara kota Banjarmasin sekarang . Jauhnya dari Kuala Merbok menurut jalan sungai sekitar dua belas atau tiga belas mil . Baginda sibok mengarahkan rakyat - rakyat Baginda mengorek sebatang terusan menyambongkan Sungai Merbok dengan Sungai Muda melalui Kampong Simpor sehingga hubungan di antara dua - dua batang sungai yang penting ini dapat dilakukan melaui terusan itu .
0bgv dan ke Penang atau ke pedalaman di bukit - bukit . Dato ' Laksamana dan Dato ' Temenggong Tua telah juga tewas dan Dato ' Bendahara dengan ratusan orang anak baik - baik telah ditawan oleh Raja Legor yang menyerang Kedah atas nama Kaisar Benua Siam . Beliau juga telah diberitahu untuk mundur segera karena sebuah angkatan laut Siam yang agak besar sedang mendekati Kuala Merbok pada pagi itu juga .
Dengan tidak menunda lagi Sultan Ahmad Tajuddin pun mengumpulkan anak isterinya mengenderai beberapa ekor gajah kedalam rimba belantara dengan tujuan hendak berangkat ke Kuala Perai . Tujuan beliau adalah di rahasiakan melainkan diketahui oleh segelintir pengiring - pengiring beliau yang karib saja . Beliau membawa cuma uang ringgit dan harta - harta yang berharga sebanyak yang sempat dicapai . Adalah ditaksirkan sekitar dua ratus orang pengikut - pengikut yang menyertai rombongan beliau berjalan sesuai gajah - gajah kendaraan baginda . Beliau terpaksa melupakan dua buah kapal kerajaan yang berlabuh di Kuala Merbuk berisi dengan harta harta milik beliau . Dua - dua buah kapal ini jatuh ketangan Siam . Diantara harta yang hilang bersama dengan kapal di Kuala Merbok itu adalah acuan penempa diti tera " Balad Kedah Darul Aman " .
Orang - orang Melayu di Kuala Merbok mencoba membombardir perahu - perahu Siam tetapi tidak memberi efek kepada angkatan Siam yang jauh lebih besar . Tentara Siam membakar rumah - rumah di Kuala Merbok kemudian terus mudik ke Pulau Tiga melakukan kekerasan dan pembunuhan di sepanjang - panjang sungai . Mereka keciwa karena tidak sempat bertemu dengan Sultan yang telah berangkat jauh kedalam negeri .
Sultan Ahmad Tajuddin dengan istri - istri dan anak-anak beliau yang terdiri dari beberapa orang putera puteri yang masih kecil -hutan belantara melalui bukit tinggi lahar dan rawa , serta menyusur anak - anak sungai selama lima hari lima malam sebelum sampai di Kuala Perai di rumah saudaranya Tunku Sulaiman .
Bulan November pula adalah musim hujan lebat yang menambah kelecehan kepada angkatan beliau . Makanan yang sempat dibawa hanya cukup untuk sehari dua saja dan dalam perjalanan begitu banyak pengikut - pengikut beliau yang telah mencampakkan beban - beban yang mereka pikul ke dalam hutan . Setengah dari benda yang dipikirkan beban yang tak berguna itu adalah makanan .
Banyak pengiring - pengiring beliau dari kakek - kakek harapan yang karib dan hamba rakyat yang setia telah gugur meninggal dunia di dalam perjalanan itu karena lapar dan lesu akibat terkena hujan panas , lintah pacat , nyamuk dan binatang - binatang buas .
Dalam kondisi yang begini , beliau harus pula menghindari diri dari orang - orang yang menjadi Talibarut Siam . Menurut cerita kononnya beliau terpaksa menaburkan duit - duit tera dan keneri di belakang gajahnya supaya orang - orang yang mendeteksi jejak - jejak beliau akan membuang waktu memungut duit - duit itu dan dapatlah beliau menghilangkan diri jauh ke depan . Keneri itu lebih besar nilainya dari tera tetapi tidak sampai seringgit ..
Diubah oleh HPC2 17-02-2014 15:35
0
9.3K
22
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
6.5KThread•11.6KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya