- Beranda
- The Lounge
Awas,Gunung Kelud!!!
...
TS
bimabaru
Awas,Gunung Kelud!!!
Pagi gan,ane cuma mau share aja bagaimana Gunung Kelud itu dan apa dampaknya bagi kehidupan kita saat ini.
Semoga saja tidak

Dampaknya nih gan.
Bahkan sampai Jogja gan
ini ada videonya gan :
[YOUTUBE]
Begitu besar gan cobaan Indonesia saat ini. Setelah adanya Banjir di Jakarta,Manado,dan Sinabung,akhirnya Gunung Kelud mengeluarkan amarahnya.
Semoga Saudara saudara kita yang di sana diberi kesabaran dan ketabahan
KASKUSER yang baik pastinya No Silent Reader dan Pastinya Komeng dong gan. Jika berkenan,bagi
yaa gan.
Jangan
gan,entar sakit 
Sumbernya gan :
Semoga saja tidak


Quote:
Original Posted By Gunung Kelud
JAKARTA, KOMPAS.com — Gunung Kelud yang secara administratif masuk wilayah Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Blitar, di Jawa Timur, meletus lagi pada Kamis (13/2/2014) pukul 22.50 WIB. Letusan ini mengembalikan ciri historis panjang letusan gunung ini, yang hanya berjeda perubahan letusan pada 2007.
Gunung Kelud merupakan gunung api bertipe strato. Lokasinya berada di 7 derajat 56 menit Lintang Selatan dan 112 derajat 18 menit 30 detik Bujur Timur. Gunung Kelud memiliki ketinggian 1.731 meter di atas permukaan laut.
Letusan terakhir Gunung Kelud sebelum Kamis ini adalah pada 3-4 November 2007. Letusan tersebut ibarat jeda dari ciri khas letusan Gunung Kelud yang biasanya adalah eksplosif, termasuk letusan sekarang. Pada 2007, hanya terjadi letusan efusif, yang memunculkan kubah lava di tengah lokasi yang dulu adalah danau kawah Gunung Kelud.
Sejarah panjang dan anomali letusan Gunung Kelud
Catatan tentang letusan Gunung Kelud terlacak sejak tahun 1000, seperti termuat dalam buku Data Dasar Gunung Api Indonesia yang diterbitkan Kementerian Energi, Sumber Daya Alam, dan Mineral pada 2011.
Ciri letusan eksplosif gunung ini setidaknya diketahui sejak 1901. Letusan pada 2007, merujuk ungkapan mantan Kepala Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Surono, adalah anomali.
"Penyelewengan" ciri khas pada 2007 itu pun menurut Surono bukan karena ada hal gaib atau tak dapat dijelaskan. Letusan pada 2007 tidak mempertontonkan letusan hebat sebagaimana setiap kali Gunung Kelud meletus lebih karena ternyata ada retakan di jalur lava gunung itu, yang membuat daya dorong letusan sudah merembes keluar. Karenanya, daya letus gunung pun jauh berkurang.
Pada 1990, letusan terakhir sebelum letusan Kamis malam, setidaknya 200 juta ton meter kubik material padat terlontar dari kawah Gunung Kelud. Sebagai pembanding, letusan Gunung Merapi pada 2010 "hanya" melontarkan 150 juta meter kubik material padat.
Ribuan korban jiwa dan terowongan Ampera
Dengan ciri letusan yang eksplosif, Gunung Kelud adalah salah satu gunung api aktif yang mencatatkan ribuan korban jiwa dalam sejarah panjang letusannya, meski dampaknya belum seluar biasa letusan Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat ataupun Gunung Krakatau di Selat Sunda yang sampai mengguncang dunia.
Sebelum letusan pada 2007, Gunung Kelud dikenal sebagai gunung api dengan kawah berupa danau. Menurut Surono dalam sebuah wawancara, kedahsyatan dampak letusan dengan tipe kawah semacam Gunung Kelud ini akan berbanding lurus dengan volume air pada danau kawah.
Letusan efusif pada 2007, telah menyurutkan danau kawah di Gunung Kelud, hanya menyisakan genangan yang bahkan nyaris kering. Namun, sebelumnya upaya untuk menyusutkan volume danau kawah ini juga sudah dilakukan pemerintah, yaitu dengan pembangunan terowongan pembuangan air. Proyek pertama dibangun pada masa pemerintahan kolonial, pada 1926.
Terowongan tersebut dibangun setelah letusan Gunung Kelud meletus pada 1919 yang menewaskan tak kurang dari 5.160 orang. Terowongan yang dibangun pemerintah kolonial itu sempat tertutup material vulkanik pada letusan 1966 meski lolos dari kerusakan akibat letusan pada 1951.
Meski letusan 1919 sudah memakan korban jiwa sedemikian banyak, letusan Gunung Kelud yang paling banyak menewaskan berdasarkan catatan yang ada adalah letusan pada 1586, dengan lebih dari 10.000 orang jadi korban.
Terowongan pengalir air dari danau kawah buatan 1926 masih berfungsi sampai sekarang. Namun, setelah letusan 1966, Pemerintah Indonesia membangun terowongan baru yang lokasinya 45 meter di bawah terowongan lama.
Terowongan baru yang rampung dibangun pada 1967 ini diberi nama Terowongan Ampera. Fungsinya menjaga volume air danau kawah tak lebih dari 2,5 juta meter kubik.
Pada letusan 1990 yang berlangsung selama 45 hari, material vulkanik yang dilontarkan letusan Gunung Kelud mencapai 57,3 juta meter kubik. Namun, lahar dinginnya mengalir sampai 24 kilometer melewati 11 sungai yang berhulu di Gunung Kelud. Terowongan Ampera pun sempat tersumbat, dan revitalisasinya baru rampung pada 1994.
JAKARTA, KOMPAS.com — Gunung Kelud yang secara administratif masuk wilayah Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Blitar, di Jawa Timur, meletus lagi pada Kamis (13/2/2014) pukul 22.50 WIB. Letusan ini mengembalikan ciri historis panjang letusan gunung ini, yang hanya berjeda perubahan letusan pada 2007.
Gunung Kelud merupakan gunung api bertipe strato. Lokasinya berada di 7 derajat 56 menit Lintang Selatan dan 112 derajat 18 menit 30 detik Bujur Timur. Gunung Kelud memiliki ketinggian 1.731 meter di atas permukaan laut.
Letusan terakhir Gunung Kelud sebelum Kamis ini adalah pada 3-4 November 2007. Letusan tersebut ibarat jeda dari ciri khas letusan Gunung Kelud yang biasanya adalah eksplosif, termasuk letusan sekarang. Pada 2007, hanya terjadi letusan efusif, yang memunculkan kubah lava di tengah lokasi yang dulu adalah danau kawah Gunung Kelud.
Sejarah panjang dan anomali letusan Gunung Kelud
Catatan tentang letusan Gunung Kelud terlacak sejak tahun 1000, seperti termuat dalam buku Data Dasar Gunung Api Indonesia yang diterbitkan Kementerian Energi, Sumber Daya Alam, dan Mineral pada 2011.
Ciri letusan eksplosif gunung ini setidaknya diketahui sejak 1901. Letusan pada 2007, merujuk ungkapan mantan Kepala Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Surono, adalah anomali.
"Penyelewengan" ciri khas pada 2007 itu pun menurut Surono bukan karena ada hal gaib atau tak dapat dijelaskan. Letusan pada 2007 tidak mempertontonkan letusan hebat sebagaimana setiap kali Gunung Kelud meletus lebih karena ternyata ada retakan di jalur lava gunung itu, yang membuat daya dorong letusan sudah merembes keluar. Karenanya, daya letus gunung pun jauh berkurang.
Pada 1990, letusan terakhir sebelum letusan Kamis malam, setidaknya 200 juta ton meter kubik material padat terlontar dari kawah Gunung Kelud. Sebagai pembanding, letusan Gunung Merapi pada 2010 "hanya" melontarkan 150 juta meter kubik material padat.
Ribuan korban jiwa dan terowongan Ampera
Dengan ciri letusan yang eksplosif, Gunung Kelud adalah salah satu gunung api aktif yang mencatatkan ribuan korban jiwa dalam sejarah panjang letusannya, meski dampaknya belum seluar biasa letusan Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat ataupun Gunung Krakatau di Selat Sunda yang sampai mengguncang dunia.
Sebelum letusan pada 2007, Gunung Kelud dikenal sebagai gunung api dengan kawah berupa danau. Menurut Surono dalam sebuah wawancara, kedahsyatan dampak letusan dengan tipe kawah semacam Gunung Kelud ini akan berbanding lurus dengan volume air pada danau kawah.
Letusan efusif pada 2007, telah menyurutkan danau kawah di Gunung Kelud, hanya menyisakan genangan yang bahkan nyaris kering. Namun, sebelumnya upaya untuk menyusutkan volume danau kawah ini juga sudah dilakukan pemerintah, yaitu dengan pembangunan terowongan pembuangan air. Proyek pertama dibangun pada masa pemerintahan kolonial, pada 1926.
Terowongan tersebut dibangun setelah letusan Gunung Kelud meletus pada 1919 yang menewaskan tak kurang dari 5.160 orang. Terowongan yang dibangun pemerintah kolonial itu sempat tertutup material vulkanik pada letusan 1966 meski lolos dari kerusakan akibat letusan pada 1951.
Meski letusan 1919 sudah memakan korban jiwa sedemikian banyak, letusan Gunung Kelud yang paling banyak menewaskan berdasarkan catatan yang ada adalah letusan pada 1586, dengan lebih dari 10.000 orang jadi korban.
Terowongan pengalir air dari danau kawah buatan 1926 masih berfungsi sampai sekarang. Namun, setelah letusan 1966, Pemerintah Indonesia membangun terowongan baru yang lokasinya 45 meter di bawah terowongan lama.
Terowongan baru yang rampung dibangun pada 1967 ini diberi nama Terowongan Ampera. Fungsinya menjaga volume air danau kawah tak lebih dari 2,5 juta meter kubik.
Pada letusan 1990 yang berlangsung selama 45 hari, material vulkanik yang dilontarkan letusan Gunung Kelud mencapai 57,3 juta meter kubik. Namun, lahar dinginnya mengalir sampai 24 kilometer melewati 11 sungai yang berhulu di Gunung Kelud. Terowongan Ampera pun sempat tersumbat, dan revitalisasinya baru rampung pada 1994.
Dampaknya nih gan.
Quote:
Original Posted By Dampak

JAKARTA, KOMPAS.com - Semua penerbangan menuju Yogyakarta, Solo, dan Surabaya, pada Jumat (14/2/2014) pagi ini, untuk sementara waktu dibatalkan karena pendeknya jarak pandang akibat abu vulkanik dari Gunung Kelud yang mencapai kota-kota di luar Kediri, Jawa Timur. Berdasarkan informasi yang diterima dari Humas Kementerian Perhubungan, Bambang Ervan, Bandara Adi Sucipto di Yogyakarta ditutup untuk hari ini hingga batas waktu yang belum ditentukan.
"Jarak pandang saat ini antara 1-5 meter. Kondisi bandara dan jalan raya sudah tertutup abu vulkanik," kata Bambang, dalam siaran pers yang diterima Jumat pagi.
Sementara itu, Bandara Adi Soemarmo, Solo, lanjut Bambang, juga ditutup. Maskapai Trigana Air yang dijadwalkan mendarat pagi ini pun terpaksa membatalkan penerbangannya karena jarak pandang kurang dari 500 meter.
Di Bandara Juanda, Surabaya, operasional bandara juga mati total. Jarak pandang di runway Bandara Juanda saat ini kurang dari 100 meter. "Kondisi appron dan jalan raya di sekitar bandara sudah tertutup oleh abu vulkanik," ucap Bambang.
Selain itu, Bambang menjelaskan, dua penerbangan uji coba rute baru maskapai Garuda Indonesia pagi ini sudah dibatalkan.
Salah seorang penumpang Air Asia dengan rute Jakarta-Yogyakarta, Margareth Aritonang pun terpaksa gigit jari karena penerbangan pertama pukul 05.00 dibatalkan secara mendadak. Margareth mengungkapkan semua penerbangan menuju Yogyakarta, Solo, dan Surabaya sudah dibatalkan. Sementara, penerbangan ke Bali, katanya, masih beroperasi.
"Sekarang, semua penumpang lagi mengurus refund tiket. Kalau di terminal 3, penumpang memang antri, tidak terlalu menumpuk. Tapi di terminal 3 hanya sedikit rute domestik," kata Margareth.
Spoiler for penerbangan:

JAKARTA, KOMPAS.com - Semua penerbangan menuju Yogyakarta, Solo, dan Surabaya, pada Jumat (14/2/2014) pagi ini, untuk sementara waktu dibatalkan karena pendeknya jarak pandang akibat abu vulkanik dari Gunung Kelud yang mencapai kota-kota di luar Kediri, Jawa Timur. Berdasarkan informasi yang diterima dari Humas Kementerian Perhubungan, Bambang Ervan, Bandara Adi Sucipto di Yogyakarta ditutup untuk hari ini hingga batas waktu yang belum ditentukan.
"Jarak pandang saat ini antara 1-5 meter. Kondisi bandara dan jalan raya sudah tertutup abu vulkanik," kata Bambang, dalam siaran pers yang diterima Jumat pagi.
Sementara itu, Bandara Adi Soemarmo, Solo, lanjut Bambang, juga ditutup. Maskapai Trigana Air yang dijadwalkan mendarat pagi ini pun terpaksa membatalkan penerbangannya karena jarak pandang kurang dari 500 meter.
Di Bandara Juanda, Surabaya, operasional bandara juga mati total. Jarak pandang di runway Bandara Juanda saat ini kurang dari 100 meter. "Kondisi appron dan jalan raya di sekitar bandara sudah tertutup oleh abu vulkanik," ucap Bambang.
Selain itu, Bambang menjelaskan, dua penerbangan uji coba rute baru maskapai Garuda Indonesia pagi ini sudah dibatalkan.
Salah seorang penumpang Air Asia dengan rute Jakarta-Yogyakarta, Margareth Aritonang pun terpaksa gigit jari karena penerbangan pertama pukul 05.00 dibatalkan secara mendadak. Margareth mengungkapkan semua penerbangan menuju Yogyakarta, Solo, dan Surabaya sudah dibatalkan. Sementara, penerbangan ke Bali, katanya, masih beroperasi.
"Sekarang, semua penumpang lagi mengurus refund tiket. Kalau di terminal 3, penumpang memang antri, tidak terlalu menumpuk. Tapi di terminal 3 hanya sedikit rute domestik," kata Margareth.
Bahkan sampai Jogja gan

Quote:
Original Posted By Jogja

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Abu letusan Gunung Kelud membuat hampir seluruh wilayah Yogyakarta hingga pagi ini (Jumat, 14/2/2014) dihujani abu. Hingga pukul 07.00 WIB, langit di Yogyakarta pun masih terlihat gelap.
Hujan abu, yang terjadi sejak pukul 02.50 WIB pagi, kini terlihat kian menumpuk tebal di jalan, genteng rumah, dan pepohonan.
"Biasanya, pukul 07.30 WIB sudah mulai terang, tapi pagi ini langit gelap," ujar Ida, warga Maguwoharjo, Sleman, Jumat (14/2/2014) pagi.
Warga yang harus beraktivitas pagi hari pun terlihat menggunakan masker. Kendaraan motor yang melintas semua menghidupkan lampu karena pandangan tertutup abu.
"Tetap harus pakai masker, seperti pengalaman erupsi Merapi 2010 lalu. Kalau tidak, bisa batuk," ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, letusan Gunung Kelud terjadi pada Kamis (13/2/2014) sekitar pukul 22.50 WIB.
Spoiler for jogja berdebu:

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Abu letusan Gunung Kelud membuat hampir seluruh wilayah Yogyakarta hingga pagi ini (Jumat, 14/2/2014) dihujani abu. Hingga pukul 07.00 WIB, langit di Yogyakarta pun masih terlihat gelap.
Hujan abu, yang terjadi sejak pukul 02.50 WIB pagi, kini terlihat kian menumpuk tebal di jalan, genteng rumah, dan pepohonan.
"Biasanya, pukul 07.30 WIB sudah mulai terang, tapi pagi ini langit gelap," ujar Ida, warga Maguwoharjo, Sleman, Jumat (14/2/2014) pagi.
Warga yang harus beraktivitas pagi hari pun terlihat menggunakan masker. Kendaraan motor yang melintas semua menghidupkan lampu karena pandangan tertutup abu.
"Tetap harus pakai masker, seperti pengalaman erupsi Merapi 2010 lalu. Kalau tidak, bisa batuk," ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, letusan Gunung Kelud terjadi pada Kamis (13/2/2014) sekitar pukul 22.50 WIB.
ini ada videonya gan :
Spoiler for gunung kelud videos:
[YOUTUBE]
Begitu besar gan cobaan Indonesia saat ini. Setelah adanya Banjir di Jakarta,Manado,dan Sinabung,akhirnya Gunung Kelud mengeluarkan amarahnya.
Semoga Saudara saudara kita yang di sana diberi kesabaran dan ketabahan

KASKUSER yang baik pastinya No Silent Reader dan Pastinya Komeng dong gan. Jika berkenan,bagi
yaa gan.Jangan
gan,entar sakit 
Sumbernya gan :
Quote:
Diubah oleh bimabaru 14-02-2014 09:36
0
3.3K
Kutip
20
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya