- Beranda
- The Lounge
Sony Resmi Lepas Bisnis PC Vaio
...
TS
diamond.vin15
Sony Resmi Lepas Bisnis PC Vaio

Quote:
Penjelasan Vaio Menurut Wikipedia.org Bahasa Indonesia
VAIO (dibaca /ˈvaɪ.oʊ/) adalah salah satu merk komputer yang diproduksi oleh Sony. Nama ‘VAIO’ adalah akronim dari “Video Audio Integrated Operation”, namun, sejak tahun 2008 telah diubah menjadi “Visual Audio Intelligence Organiser” dalam rangka memperingati ulang tahun Sony yang ke-10. Merk ‘VAIO’ diciptakan oleh Timothy Hanley untuk mengkhususkan pada produk komputer yang mencakup penggunaan musik dan video, yang juga berfungsi sebagai komputer biasa. Sebagai conth adalah Komputer Personal Sony VAIO Seri W yang berfungsi sebagai komputer sekaligus miniatur pusat hiburan multimedia.
Meskipun pada awalnya Sony hanya memroduksi komputer untuk konsumen di jepang. akhirnya Sony menarik diri dari bisnis komputer seiring dengan pergantian dekade. Kembalinya Sony pada pasar komputer, kali ini secara global, dengan brand VAIO, dimulai pada tahun 1996 dengan komputer desktop seri PCV. logo VAIO juga melambangkan integrasi dari teknologi analog dan digital. Logo “VA” melambangkan sebuah gelombang analog, dan logo “IO” melambangkan kode binary digital.
Spoiler for Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/VAIO
Quote:
Sony Resmi Lepas Bisnis PC Vaio
KOMPAS.com - Bisnis PC Vaio yang baru dilepas oleh Sony ternyata punya sejarah unik yang melibatkan Apple dan pendirinya, Steve Jobs.
Hal ini diungkapkan oleh Kunitako Ando, mantan presiden Sony dalam sebuah cerita yang dikutip oleh The Verge. Alkisah, pada 2001, Ando bermain bermain golf bersama eksekutif Sony lainnya di Hawaii.
"Pada akhir permainan, Steve Jobs dan sejumlah petinggi lain dari Apple telah menunggu kami. Jobs memegang laptop Sony Vaio yang menjalankan Mac OS," tutur Ando.
Sebelumnya, saat kembali ke Apple pada 1997, Jobs menutup bisnis "kloning" Macintosh yang melisensi sistem operasi Apple untuk dipakai di komputer buatan perusahaan lain. Jobs menilai bisnis ini merusak ekosistem dan brand Mac.
Seluruh produsen komputer selain Apple pun tak boleh memakai Mac OS lagi, kecuali Sony. Menurut Ando, ini karena Jobs mengagumi lini notebook Vaio sehingga "bersedia membuat pengecualian".
Tapi waktunya ketika itu kurang tepat. Penjualan laptop berbasis Windows milik Sony sedang mulai menanjak. Hardware komputer ini pun dioptimalkan untuk platform besutan Microsoft tersebut. Pada akhirnya, negosiasi antara Sony dan Apple gagal membuahkan kolaborasi laptop Vaio dan Mac OS.
Jobs sendiri memang dikenal dekat dengan Sony. Pendiri Apple ini mengagumi pendiri Sony, Akio Morita, dan pernah menyatakan belasungkawa saat Morita meninggal dunia pada 1999.
Apple juga disebut menggunakan laptop Sony Vaio untuk keperluan pengujian saat masa transisi dari hardware berbasis PowerPC ke prosesor Intel.
Kini, Sony telah memutuskan untuk menjual unit bisnis Vaio ke perusahaan investasi Japan Industrial Partners (JIP). Nilai penjualan tidak diungkapkan, tetapi harian Nikkei memprediksi besar angkanya mencapai 490 juta dollar AS.
Andai saja saat itu Sony "melepas" Vaio memakai Mac OS, mungkin nasibnya tak akan seperti ini. Selamat tinggal, Sony Vaio.
Spoiler for Sumber:
Quote:
Sony Resmi Lepas Bisnis PC Vaio
KOMPAS.com — Sony akhirnya menyerah "bermain" di pasar bisnis komputer pribadi. Perusahaan asal Jepang tersebut telah memutuskan untuk menjual unit bisnis Vaio, produk komputer pribadi Sony, kepada perusahaan investasi Japan Industrial Partners (JIP).
Tidak disebutkan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan oleh JIP untuk memboyong unit bisnis tersebut. Namun, beberapa waktu lalu, harian Nikkei memperkirakan, JIP harus merogoh kocek setidaknya hingga 490 juta dollar AS.
Proses akuisisi tersebut diyakini sudah akan selesai pada Maret 2014 mendatang. Setelah selesai, JIP, dengan sedikit bantuan dari Sony, akan mendirikan sebuah perusahaan baru untuk menjalankan bisnis komputer pribadi ini.
Sony akan tetap memiliki saham di perusahaan tersebut, meskipun tidak terlalu besar, hanya sekitar 5 persen.
Pihak JIP sendiri berencana untuk menarik sekitar 250 hingga 300 karyawan Sony untuk bekerja di perusahaan baru ini. Nantinya, perusahaan baru tersebut akan berkonsentrasi menjual komputer pribadi untuk kelas korporat dan konsumen di pasar Jepang, sambil mencari strategi mengembangkan sayap ke pasar internasional.
Karyawan yang tidak terpilih untuk "dipinang" perusahaan baru tersebut akan dipindah ke divisi lain dari Sony. Sisanya, akan ditawari program pensiun dini.
Sony sendiri berencana untuk memberhentikan sekitar 5.000 karyawan hingga akhir tahun 2014. Secara rinci, 1.500 karyawan berasal dari Jepang dan 3.500 karyawan sisanya berasal dari Sony global.
Dengan pemotongan tenaga kerja ini, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (6/2/2014), Sony berharap dapat memotong 100 miliar yen dari biaya operasional tahun ini.
Setelah proses penjualan unit bisnis Vaio selesai, Sony akan fokus ke unit bisnis perangkat mobile, termasuk ponsel pintar keluarga Xperia yang mengusung sistem operasi Android.
Vaio diperkenalkan untuk pertama kalinya pada tahun 1996 lalu. Vaio sendiri merupakan singkatan dari "Video Audio Integrated Operation" dan "Visual Audio Intelligent Organizer".
Produk Vaio selama ini identik dikenal sebagai komputer pribadi kelas atas yang memiliki desain yang menarik.
Spoiler for Sumber:
http://tekno.kompas.com/read/2014/02/06/1535485/Sony.Resmi.Lepas.Bisnis.PC.Vaio
Quote:
Sony Jual Merek Vaio ke Japan Industrial Partners
TOKYO, KOMPAS.com - Surutnya penggunaan komputer personal (PC) membuat Sony Corp akhirnya mengibarkan bendera putih. Lesunya penjualan PC membuat Sony angkat kaki dari bisnis PC. Raksasa elektronik asal Jepang ini memutuskan menjual unit bisnis PC. Sumber Nikkei Daily yang mengetahui transaksi itu menyebut, Sony akan menjual unit bisnis PC, Vaio, ke perusahaan investasi Japan Industrial Partners.
Sumber tersebut berbisik, Sony menawarkan harga jual sebesar 50 miliar yen atau setara 490 juta dollar AS. Menurut rencana, Japan Industrial Partners membeli Vaio lewat perusahaan yang baru dibentuk. Nantinya, Sony tetap memiliki saham di perusahaan baru ini. Tapi, kepemilikan saham Sony kecil.
Selanjutnya, anak usaha Japan Industrial Partners nantinya bertugas menjual sekaligus memasarkan produk Vaio di pasar domestik Jepang. "Sony juga berencana meninggalkan bisnis PC dari pasar global," bisik sumber Reuters, Rabu (5/2/2014).
Pekan lalu, televisi NHK mengabarkan, Sony dan Lenovo Group terlibat pembicaraan serius terkait penjualan aset. Disebut-sebut bahwa Sony dan Lenovo berniat berkongsi untuk membentuk perusahaan patungan atau joint venture.
Perusahaan hasil kongsi ini nanti akan mengurus merek PC Lenovo dan Vaio. "Sony memang masih menimbang beberapa opsi terkait kelanjutan bisnis PC. Tapi, isu aliansi dengan Lenovo tidak tepat," tulis Sony. Ini bukan pertama kali Sony berniat menjual aset. Rapor kinerja yang melempem memaksa Sony menjual sejumlah aset.
Akhir Desember 2013, Sony menunjuk Frank Quattrones Qatalyst Partners sebagai konsultan bisnis. Frank Quattrones bertugas mematangkan rencana penjualan Gracenote. Gracenote adalah unit bisnis Sony di divisi bisnis hiburan. Gracenote merupakan software yang mampu mendeteksi audio.
Gracenote digunakan dalam ponsel iPhone untuk mengidentifikasi lagu saat terjadi perpindahan data musik dari komputer atau benda lain ke iTunes. Pekan lalu, Moody's memangkas peringkat utang Sony ke level buruk atau junk. Pemicunya, nasib suram bisnis PC dan televisi. Ramalan Gartner, penjualan PC global turun 7 persen menjadi 278 juta unit di 2014. (Dessy Rosalina)
Spoiler for Sumber:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/02/06/1041070/Sony.Jual.Merek.Vaio.ke.Japan.Industrial.Partners
Quote:
Sony Jual Aset Bisnis Laptop Vaio
Merdeka.com - Laptop Sony Vaio kemungkinan akan segera menghilang di pasaran terkait rencana Sony untuk menjual salah satu aset bisnis laptopnya ini.
Seperti dilansir Bloomberg (6/2), pada awal minggu ini Sony mengumumkan jika pihaknya akan mencari perusahaan yang berminat untuk mengakuisisi aset bisnis laptop VAIO.
Keputusan ini diambil Sony setelah perusahaan tersebut menimbang banyak pilihan dan menetapkan jika pilihan menjual bisnis laptop Sony Vaio merupakan opsi terbaik.
Rencananya merek Vaio yang terkenal dengan jajaran notebook dengan desain ikonik dan identik dengan notebook high-end ini akan dijual ke perusahaan investasi Jepang Industrial Partners, dengan kesepakatan dan proses akuisisi maksimal diselesaikan pada bulan Maret 2014.
Terkait dilepasnya bisnis notebook dan laptop Vaio ini, Sony menyebutkan jika penurunan penjualan PC dikatakan sebagai alasan utama di balik keputusan untuk menjual bisnis VAIO. Sony menyatakan jika saat ini perusahaannya tidak akan lagi merancang dan mengembangkan produk baru dalam seri VAIO.
Berdasarkan lansiran tersebut, Mengalami kerugian sebesar USD 1,1 miliar yang mana sebagian besar defisit disebabkan lesunya penjualan global divisi TV dan notebook.
Dengan dilepasnya bisnis laptop dan notebook Vaio ini, maka Sony bisa fokus untuk mengurusi divisi mobile-nya yang meliputi smartphone, phablet, perangkat tablet.
Setelah kesepakatan akuisisi VAIO selesai, Sony akan langsung berkonsentrasi meluncurkan perangkat mobile dan tablet baru. Pabrikan asal Jepang ini sudah meluncurkan handset CODEC Sirius, smartphone seperti Xperia T2 dan Xperia E1 di gelaran Mobile World Congress akhir bulan lalu.
Sedangkan dalam divisi game online , PlayStation 4 untuk saat ini sudah membawa banyak keuntungan untuk Sony.
Tampaknya Sony bakal benar-benar fokus di bisnis perangkat mobile ke depannya dan bukan tidak mungkin jika kedepannya divisi TV Sony juga akan gelar tikar jika terus menyumbang kerugian bagi perusahaan.
Spoiler for Sumber:
http://www.merdeka.com/teknologi/sony-jual-aset-bisnis-laptop-vaio.html
Quote:
Sony Mau Jual Bisnis PC Vaio, ke Lenovo?
KOMPAS.com - Sony dikabarkan sedang dalam pembicaraan untuk menjual unit bisnis komputer pribadi Vaio yang merugi dan melihat kenyataan industri komputer yang terus menurun, dikalahkan oleh perangkat mobile seperti ponsel pintar dan tablet.
Sony sedang membahas untuk menjual Vaio kepada sebuah perusahaan baru yang akan didirikan oleh perusahaan investasi Japan Industrial Partners. Nantinya, Sony akan memiliki sebagian kecil saham di perusahaan tersebut.
Menurut laporan harian bisnis Nikkei asal Jepang, penjualan unit bisnis Vaio diperkirakan mencapai 490 juta dollar AS.
Sebelumnya, Sony dilaporkan akan menjual Vaio kepada perusahaan teknologi Lenovo asal China, atau membentuk perusahaan patungan.
Namun, Sony mengatakan laporan itu tidak akurat, meskipun perusahaan mengakui sedang mempertimbangkan berbagai kemungkinan untuk masa depan Vaio.
Sementara itu, Lenovo enggan mengomentari kabar tersebut.
Jika nanti Sony menjual unit bisnis Vaio, maka perusahaan asal Jepang ini akan fokus pada unit bisnis perangkat mobie, termasuk ponsel pintar keluarga Xperia yang mengusung sistem operasi Android.
Spoiler for Sumber:
http://tekno.kompas.com/read/2014/02/06/1210219/Sony.Mau.Jual.Bisnis.PC.Vaio.ke.Lenovo.
Quote:
Sony Siap Melepas Vaio ke Perusahaan Investasi?
Raksasa teknologi asal Jepang, Sony Corp dikabarkan sedang melakukan pembicaraan rencana penjualan unit bisnis komputernya, Vaio ke Japan Industrial Partners Inc, sebuah perusahaan investasi asal Jepang. Menurut seorang sumber, rencana ini dilakukan lantaran Vaio kian tak menguntungkan bagi Sony.
Bisnis Vaio Sony diperkirakan telah merugi sekitar US$ 300 juta selama tahun fiskal 2013 yang akan berakhir pada Maret nanti. Bisnis PC-nya pun saat ini hanya menyumbang sekitar 10 persen dari keseluruhan pendapatan Sony dari penjualan produk elektronik. Ketika berita rencana Sony bersiap jual Vaio ini mencuat, sahamnya di Bursa Efek Tokyo malah naik 4,6 persen menjadi 1,600 yen (US$ 15,74). Ini mengindikasikan, investor memang menginginkan Vaio sebaiknya dilepas dari Sony.
“Masalah Sony di elektronik merupakan suatu ketidakmampuannya untuk mengukur luas arah pasar, ukuran, dan pesaing yang terus bergerak. Ini merupakan fakta bahwa mereka (Vaio Sony) punya kesalahan selama beberapa tahun terakhir ini,” kata Yasuo Nakane, seorang analis di Deutsche Securities Inc yang berbasis di Tokyo, seperti dikutip dari Wall Street Journal.
Japan Industrial Partners Inc sendiri dikenal sebagai perusahaan yang acap kali melakukan akuisisi terhadap bisnis perusahaan non-inti yang sering merugi. Di masa lalu, pihaknya telah mengakuisisi bisnis penyedia server internet yang dimiliki NEC Corp dan bisnis telekomunikasi mobile dari Olympus Corp.
Seorang sumber mengatakan, bila kesepakatan tercapai maka Japan Industrial Partners Inc akan membentuk sebuah perusahaan baru yang akan mengambil alih operasi bisnis PC Sony di Jepang secara keseluruhan. Perusahaan baru itu yang nantinya akan meneruskan penjualan Sony Vaio. Saat ini, nilai kesepakatan keduanya masih dalam tahap negoisasi dan belum diketahui pasti nilainya.
Dengan begitu, Vaio yang merupakan singkatan dari “Video Audio Integrated Operation” itu akan segera berganti pemilik ke perusahaan Jepang lainnya setelah didirikan Sony pada 1996 silam. PC merek Vaio sendiri dikenal sebagian kalangan sebagai sebuah produk trensetter yang berani menampilkan berbagai varian warna notebook yang cukup berani, seperti warna ungu dan desainnya pun cukup ramping.
Sebelumnya, Lenovo dikabarkan akan segera mengambil alih Vaio dari tangan Sony. Atau setidaknya, kedua belah pihak akan melakukan bisnis patungan. Namun kabar ini langsung ditepis sendiri oleh pihak Sony. “Sony masih terus mengatasi berbagai pilihan untuk bisnis PC. Laporan pers mengenai kemungkinan aliansi bisnis PC tidak akurat,” kata seorang juru bicara Sony dalam sebuah pernyataan.
Spoiler for Sumber:
http://www.jagatreview.com/2014/02/sony-siap-melepas-vaio-ke-perusahaan-investasi/
Quote:
Why Sony couldn't make PCs work any more
It's really hard to make money out of PCs. There are a lot of them about. And when you're a company battling massive losses and struggling with a business unit that's no longer core to what you do, then it's time to call it quits.
And that's what Sony is doing – it has decided to sell its PC business to investment fund Japan Industrial Partners.
The deal is slightly unusual in that Vaio isn't being sold to another big PC brand – Sony previously said it was discussing a joint venture with Lenovo.
The timing of the sale may prove prescient. Things are only going to get tougher: as alarming as it is to admit, we all know the PC market is in huge decline – even though a whopping 316 million PCs were sold in 2013, the market was down by 10%.
Down Time
Announcing the sale, Sony itself bleats about the "drastic changes in the global PC industry". Sony fully admits that smartphones and tablets are where it's at for the company – even though it's hardly a leader in tablets.
We shouldn't be surprised by the move. And we shouldn't be surprised to see more huge names doing the same, either, as the industry moves towards the big box shifters that can make the slender margins work.
It was big news when IBM sold its PC business to Lenovo in 2004/5 and it seemed unthinkable when HP threatened to do the same in 2011, but for Sony it doesn't feel the same. Its strengths lie elsewhere.
Only in Japan for now?
The interesting thing about the move is that, although Vaio will continue, it won't necessarily be in all markets, with the new company initially concentrating on Japan before deciding whether to go further afield.
The Spring 2014 Vaios will be the last made by Sony.
Sony has always struggled with Vaio. The laptops, all-in-ones and even the netbooks looked great, but for the most part it charged a premium for them. And that's a hard sell when everything underneath is, essentially, the same as any other laptop.
It is a shame, because though the products tended to have a premium price, they also had a premium design. Using a Vaio said something about you. And – by and large – Sony made terrific machines, especially in the ultraportable segment. Sony made lightweight PCs aplenty long before Apple's MacBook Air appeared.
But even though it's sad that Sony is no longer involved with one of the two key consumer electronics products of the last 30 years, we can't afford to get too nostalgic. The PC market is changing and we just have to live with it.
A final thought: could things have been different without the debacle of Windows 8? We shall never know.
Spoiler for Sumber:
http://www.techradar.com/news/computing/why-sony-couldn-t-make-pcs-work-any-more-1222241
Diubah oleh diamond.vin15 06-02-2014 21:05
0
4.9K
Kutip
9
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•109.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya