- Beranda
- The Lounge
Mahasiswa RI Juara di Lomba Mobil Irit Dunia
...
TS
Mr.Josh.Ganteng
Mahasiswa RI Juara di Lomba Mobil Irit Dunia
Quote:

Tim mahasiswa Indonesia dan Thailand menyapu penghargaan di kompetisi mobil irit untuk mahasiswa, Shell Eco Marathon Asia di Quirino Grand Stand, 7-9 Februari 2014. Tim Indonesia meraih empat gelar dan tim Thailand menyabet tiga gelar juara.
Indonesia dan Thailand bersaing dengan 13 negara lain dari Asia dan Timur Tengah. Total, 105 tim mahasiswa unjuk gigi dalam kategori Urban Concept dan Prototipe. Mereka bertarung dengan menggunakan tujuh sumber energi berbeda. Setiap tim harus menempuh jarak paling jauh hanya dengan satu liter atau 1kWh bahan bakar.
Tim mahasiswa Indonesia meraih empat penghargaan Urban Concept. Mereka adalah Universitas Sumatera Utara (USU) untuk bahan bakar etanol, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada Urban Concept FAME, dan Politeknik Negeri Pontianak untuk bahan bakar diesel. Demikian dikutip dari Phil Star, Senin (10/2/2014).
Peraih jarak terjauh tahun ini adalah tim dari Panjavidhya Technological College Thailand. Mereka mampu menempuh 2.730 km dengan satu liter etanol. Sementara itu, tim dari Thailand lainnya, Sakon Nakhon Technical College dan Rattakanakosin Technological College juga meraih penghargaan di kategori Prototipe dengan bahan bakar bensin dan kategori prototipe moobil listrik.
Dari 12 kategori yang diperlombakan tahun ini, ada lima rekor yang dipecahkan. Nilai terbaik terbaru dicatatkan oleh Sakon Nakhon Technical College di kategori Prototipe dengan bahan bakar bensin. Mereka mampu melaju hingga 1.796km/l. Sementara itu, Universitas Indonesia (UI) mampu memecahkan rekor di kategori Urban Concept berbahan bakar bensin dengan menempuh jarak 301.7km per satu liter bensin.
Rekor lain dicatatkan oleh Tongji University, China, di kategori Prototipe berbahan bakar diesel. Dengan satu liter solar, mereka mampu menempuh jarak
616km.
Pada kategori Urban Concept, mobil lisrik buatan Technical Education Singapore juga mencatatkan rekor 126.3km/l. Sementara pada kategori Urban Concept Diesel, Politeknik Negeri Pontianak berhasil menempuh jarak 70.3km dengan satu liter bahan bakar.
Sementara itu, tim Malaysia berhasil merah dua penghargaan di kategori Urban Concept dan Prototipe berbahan bakar hidrogen. Penghargaan tersebut diraih olej Universiti Teknologi Mara (UITM) Shah Alam.
Tim tuan rumah yang difavoritkan, Eco Car Team dari De La Salle University juga berhasil meraih juara di Urban Concept kategori mobil listrik. Mereka meraih juara kedua dengan catatan 66.38 km/kWH.
Sebagai tambahan 12 kategori on track, ada enam kategori off track yang mendasarkan penilaian pada kemampuan teknis, kreativitas, keamanan dan keberlanjutan mobil tiap tim. Penghargaan diberikan dalam kategori: Safety, Communications, Technical Innovation, Vehicle Design, Spirit of the Event dan Shell Helix Tribology.
Tim Green Archers menunjukkan keramahan tuan rumah dengan membantu Team Eco-Warriors dari Madras Institute of Technology, India, ketika mobil mereka ditahan pihak bea cukai Singapura beberapa hari menjelang lomba. Aksi ini membuat Green Archers diganjar penghargaan "Spirit of the Event".
Pemenang off-track lainnya adalah NTU Diesel Car Racing Team dari Nangyang Technological University, Singapura dalam kategori Best Vehicle Design, Best Safety dan Best Technical Innovation. Penghargaan kategori Communication diraih oleh PNEC Nust Prototype dari National University of Sciences and Technology (NUST), Karachi, Pakistan. Sedangkan kategori Shell Helix Tribology dimenangi oleh Team Monash 2 dari Monash University, Malaysia.
SUMBER
wowww.... mahasiaswa yang luar biasa


0
1.6K
Kutip
12
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.8KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya