- Beranda
- Berita dan Politik
Adakah Faktor Politik di Balik Banjir Jakarta?
...
TS
6999
Adakah Faktor Politik di Balik Banjir Jakarta?

BANJIR
Air tercurah deras dari langit
Gemuruh awan, bercahaya kilat
Ranting palem terhempas angin barat
Sampahpun ikut terhanyut
Muara sungai tertutup sampah
Rawa hilang teronggok sampah
Seluruh tempat penuh sampah
Menyengatkan bau dan sumpah serapah
Air deras tak tertahankan
Daratan telah penuh hutan beton
Tak ada lagi akar yang menahan
Air memenuhi darat dengan perlahan
Rumah telah penuh dengan air
Rumah tenggelam oleh banjir
Adakah ingatan untuk sadar
Sampah sumber banjir

Dunia politik adalah dunia yang harus dipahami lebih banyak dari sudut tersirat daripada yang tersurat. Selalu ada cerita di balik cerita. Isu banjir Jakarta 2014 lebih menjadi isu politis daripada isu kemanusiaan. Mulai dari serangan politik ke Jokowi-Ahok, berlomba-lombanya caleg-caleg menggunakan tragedi untuk kampanya, sampai kekonyoloan sindiran ibu negara ke ibu gubernur semua jadi "gado-gado politik" yang memperlihatkan peta dan wajah asli dunia politik Indonesia. Khususnya peta politik 2014 tidak bisa ditutupi lagi.
Ada tiga peta besar yang terlihat sangat mendominasi panggung politik 2014.

1. Blok Jokowi & PDIP
Tidak bisa dipungkiri, ini blok politik yang terkuat dan terbesar saat ini. Kekuatan branding Jokowi yang coba di goyang dengan isu banjir Jakarta 2014 bersifat premium dikarenakan Jokowi berhasil menjadi Benchamark Standard (standar perbandingan). Biarpun belum di capreskan, tapi semua capres yang sudah muncul selalu di bandingkan dengan Jokowi. Ini menarik.
Kalau Teh Botol ya benchmarknya adalah teh Sosro. Kalau air mineral adalah Aqua. Kalau pasta gigi adalah pepsodent. Kira-kira seperti itulah branding Jokowi. Meskipun ada yang lebih baik, lebih murah, lebih berkualitas, standard benchamark hanya ada satu. Dalam hal capres 2014, Jokowi berhasil menjadi standard itu.
Apa yang membuat Jokowi menjadi standard becnhmark? Aksi dan Kepribadiannya mencuri hati bangsa ini. Kejujuran dan kepolosan itu menjadi personifikasi ratu adil yang selama ini didambakan. Secara akademis dan konsep Jokowi terlihat tidak mengumbar ide dan gagasan, sehingga menjadi celah untuk terus diserang. Tapi tidak banyak yang tahu bahwa seorang Jokowi adalah siswa teladan semasa sekolah. Jokowi bukan orang bodoh biarpun berwajah ndeso. Sehingga sering lawan politiknya terkecoh.
Sebagai contoh, banjir 2014 ditanggapi dengan adem-adem saja dari blok ini. Tapi tetap sentilan "Pemerintah Pusat ikut bertanggung jawab" adalah ciri kepiawaiwan politisi daerah yang menasional ini. Santun dan mengalir secara wajar segala pukulan politiknya. Ingat, politik adalah cerita di balik cerita.
Masyarakat awam, termasuk saya, tidak sadar bahwa ternyata TB Simatupang (misalnya) adalah tanggung jawab kementrian bukan Pemkot Jakarta. Itulah dahsyatnya politik Jokowi. Membuka aib tanpa menghina dan merusak nama baik. Tapi tetap sang menteri merasa tidak nyaman. Bukankan itu seharusnya?
Suka atau tidak suka. Jokowi sudah menjadi standard minimal capres 2014. Inilah keunggulan blok politik ini.
2. Blok religius akademis

Blok ini diwakili PKS, PBB, PAN, dan PPP yang terlihat cemas menghadapi 2014. Yusril mencoba membranding dirinya dengan Gus YIM untuk menarik simpatik blog ini, tapi kelihatannya belum berhasl. HNW (Hidayat Nur Wahid) sejak dikalahkah di pilgub DKI oleh Jokowi-Ahok berusaha untuk kembali ke percaturan politik, masih belum berhasil juga.Bahkan figur Gus Dur menjadi perebutan PKB dan PPP (sumber), terlihat sekali kekuarangan seorang figur yang kuat dari blok ini.
Menarik untuk dicermati, banjir 2014 diberitakan di republika yang notabene adalah media blok ini dengan tajam menyoroti Jokowi. Elektablitas Jokowi disinyalir terjun bebas, meskipun masih tinggi. Kompas.com memberikan nuansa yang berbeda. Perhatikan cropping gambar berikut.

Republika Vs Kompas
Setelah ditelusur, pemberitaan dibalik republika ada di Didik J Rachbini yang menjadi pasangan HNW di pilgub DKI. Latar belakang ICMI dan mantan aktifis HMI dan PAN jelas mempengaruhi opini-opininya. Bahkan Didik lebih jauh beropini untuk mencoba mencatut nama Anies Baswedan sebagai pembanding Jokowi (Sumber). Terasa sekali blok ini memiliki suatu prinsip "asalkan bukan Jokowi". Sentimen politik yang mungkin secara natural terjadi karena perbedaan nafas ideologi. Isu-isu sara, antek barat, yahudi dan tentunya Ahok tampaknya membuat blok ini antipati dengan Jokowi.
3. Blok nasionalis kepentingan

Blok ini diwakili Golkar, Gerindra, Hanura, Demokrat, Nasdem, dan partai gurem yang lain. Ideologi blok ini lebih di dasarkan pragmatisme dan kepentingan sesaat. Alias kata, bola di kaki blog ini bisa ke kanan maupun ke kiri tergantung keadaan.
Ketika mencalonkan Ahok adalah bola yang tepat maka bola itu pun di tendang ke Jokowi. Sebaliknya, ketika banjir 2014 melanda, mereka pun berbondong-bondong bergerak mensupport "asal bukan Jokowi" attitude. (Baca)
Patut di catat Wiranto-Hari Tanoe cukup tenang dan stabil dalam menghadapi pilpres 2014. Mereka seakan-akan "memiliki dunia" sendiri. Tidak ikut opini-opini yang kekiri dan kekanan, tetapi juga tidak berusaha menawarkan apapun yang signifikan. Hanya terasa, baliho-baliho Hanura yang besar-besar di beberapa kota memperlihatkan kekuatan modal sang raja media.
Banjir 2014 bagi blok ini adalah kesempatan memperlihatkan kekuatan partai masing-masing.
Apabila dicermati lebih detil lagi, ketiga blok besar tersebut adalah inkarnasi dari framework politik orba Golkar, PPP, dan PDIP. Mungkin banjir bandang di Jakarta, Menado, Kerawang, Bekasi, Tangerang, Kabupaten Kudus, Pemalang, Subang, Wajo, Pekalongan, dll adalah tanda-tanda alam untuk membersihkan bangsa ini dari masa lalu dan memulai membangun Indonesia yang baru.
Semoga Tuhan melindungi setiap korban bencana banjir, dan menyadarkan para elite politik untuk berhenti sebentar berpolitik praktis dan duduk sama-sama memikirkan rakyat yang sedang menderita.

TS turut prihatin pada korban bencana semoga tabah,sabar menghadapinya dan banjir cepet berlalu dan langit kembali cerah...
Semoga menjadi info yang berkenan maaf kalo ada salah...jgn di bata yah
kalo mo kasi cendol boleh deh...
Diubah oleh 6999 05-02-2014 08:19
0
3.1K
33
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.9KThread•59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya