Ahok: Kalau Tak Mau Ngalah, Sampai Kiamat Kampung Pulo Bakal Banjir
TS
boomtrack0099
Ahok: Kalau Tak Mau Ngalah, Sampai Kiamat Kampung Pulo Bakal Banjir
Spoiler for :
Jakarta - Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengibaratkan banjir di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, akan tetap terjadi sampai kiamat. Warga Kampung Pulo harus mengalah agar tidak kebanjiran lagi.
"Mau nggak mau saya bilang kan kalau tidak mau ngalah 20 meter, sampai kiamat juga Kampung Pulo bakal banjir. Nggak ada pilihan gitu loh. Jadi tolong dong ngalah buat kita," ujar Ahok di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2014).
Menurut Ahok, setelah warga Kampung Pulo mengalah, pihaknya akan memasang turap di Kali Ciliwung di kawasan itu sehingga tidak menjadi daerah banjir lagi. Ahok akan merelokasi warga yang mengalah dan menyediakan rusun yang berisi 400 unit.
"Rusun kan terus nambah nih sampai bulan April-Mei sampai 5.000-an (unit) lagi. Jadi yang mau ngalah 20 meter, saya pinjamkan dulu rumah susun yang 400 unit untuk mereka kerja dulu. Kalau ini bisa dikerjakan, kita jamin Kampung Pulo nggak akan banjir," ucap Ahok.
Sedangkan bagi warga Bukit Duri (Jaksel), Ahok meminta untuk melihat terlebih dulu hasil di Kampung Pulo.
"Nah yang paling cepat dalam 9 bulan ini saya minta ngalah 20 meter untuk sheet pile (dinding turap), bikin pompa dan got sambil nunggu sodetan (normalisasi Sungai Cisadane-red). Kita lihat hasilnya," ujarnya.
Di kampung warga yang mengalah dan tidak, maka akan ada perbedaan yang tampak pada musim hujan tahun depan.
"Jadi pas melihat banjir lagi di akhir tahun atau awal 2015 orang akan melihat perbedaan mereka yang mau ngalah 20 meter dengan yang tidak. Nanti Bukit Duri tetap tenggelam, Kampung Pulo tidak tenggelam," jelasnya.
Detik News
Rumit juga masalhnya kalo warga tidak mau di relokasi
Biar diskusi seru ane kasih tred tambahan ini peryatan ahok
Spoiler for Basuki: Tolong "Ajarin" Kami deh untuk Sikat Permukiman Liar:
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membuka pintu saran dan masukan mengenai cara yang paling benar untuk merelokasi permukiman liar di bantaran sungai ataupun waduk.
"Saya mau bilang, orang yang mau ajarin kami, tolong ajari kami deh untuk sikat itu rumah agar bisa masuk alat berat," ujar Basuki atau akrab disapa Ahok di Balaikota, Rabu (29/1/2014).
Ahok menilai, selama ini, pekerjaan merelokasi warga di bantaran selalu dianggap melanggar hak asasi manusia. Fakta yang ada, penggusuran warga di sisi barat dan Taman Burung Waduk Pluit, Jakarta Utara, dianggap melanggar HAM.
"Nanti pas kerjain itu dibilang melanggar HAM. Kami nggak bisa kerja, tapi kamu bilang malah rugi dari Apindo, gitu lho," ucap Ahok.
Ahok juga mengatakan, pihaknya akan terus berupaya membenahi sejumlah persoalan yang berkaitan dengan sampah, saluran drainase, ataupun instalasi kabel yang semrawut.
Apabila tidak terpenuhi atau gagal, Ahok meminta kepada warga DKI Jakarta agar jangan memilih lagi Jokowi-Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta selanjutnya.