Quote:
JAKARTA, BIJAK Pada Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2009 terhitung sekitar sedikitnya 7.276 calon anggota legislatif (caleg) mengalami gangguan jiwa alias gila akibat kalah pada Pileg. Hal tersebut berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan.
Para caleg tersebut menjadi stres atau gila karena berbagai hal salah satunya adalah karena ongkos politik yang mahal sehingga para caleg yang gagal dalam pemilihan mengalami kerugian yang sangat besar.
Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya, Adi Wirachjanto mengatakan, potensi seorang caleg terkena stres bisa sangat tinggi. “Kalau caleg kemungkinan stresnya bisa lebih tinggi karena Caleg-caleg itu kan orang yang berambisi banget, kata Adi.
Selain itu, Guru Besar Psikologi Politik Universitas Indonesia Hamdi Muluk menilai fenomena maraknya caleg stres karena mereka tidak siap mental dan tidak mengukur kemampuan diri. Sosialisasi kampanye yang menghabiskan dana besar dan tekanan sosial menjadi penyebab utamanya.
Dia melihat, selama ini tujuan seseorang menjadi anggota legislatif adalah karena tergiur gaji yang besar, dan menguntungkan dari sisi pendapatan. Sehingga mereka rela merogoh ‘kocek’ sampai ratusan juta bahkan miliaran rupiah selama kampanye. Para caleg tersebut merasa uang yang dikeluarkan selama masa kampanye akan bisa kembali dalam waktu sebentar setelah mereka menjabat.
Akibatnya saat mereka gagal terpilih potensi mengalami guncangan kejiwaan sangat tinggi. Mereka (caleg) itu ngutang gila-gilan dan banyak ngomong sosialisasi ke masyarakat. Kalau enggak siap mental dan risikonya ya stres. Mereka enggak realistis dan enggak ngukur kemampan sendiri. Itu masalahnya, kata Hamdi. (GN/DC/WP).
SUMBER
Untung Pemilu 5 Tahun sekali coba klu tiap bulan pasti Grogol Penuh,


