- Beranda
- The Lounge
yang gak mau pindah dari waduk dan sungai ciliwung
...
TS
neoconet
yang gak mau pindah dari waduk dan sungai ciliwung
Warga Ria Rio yang Menolak Relokasi
Camat Pulogadung Teguh Hendrawan menyesalkan sikap warga Ria Rio, Kampung Pedongkelan, Pulogadung, Jakarta Timur, yang tidak mengikuti program relokasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak awal.
Saat ini, tercatat ada 284 kepala keluarga (KK) yang masih menetap di atas lahan yang diklaim milik keluarga Adam Malik.
Teguh menyatakan, sejak awal warga sudah diajak untuk pindah ke Rusun Pinus Elok, melalui sosialisasi beberapa kali. Namun mereka yang mendiami lahan yang disebut milik keluarga Adam Malik itu tetap saja bertahan di lokasi tersebut.
"Sejak awal sudah kita ajak untuk pindah. Kan saya bilang waktu relokasi, kapan lagi mau disiapin rumah dengan fasilitasnya," kata Teguh, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (24/10/2013) malam.
Akan tetapi, warga kini malah beralasan tidak diberikan surat pengantar dari RT setempat. Kalau pun warga tidak dapat surat pengantar dari RT, lanjutnya, bisa langsung kita fasilitasi oleh pihak kecamatan.
"Kalau mau sama kayak yang pertama, kenapa tidak dari kemarin," ujar Teguh.
Selain itu, lanjut dia, sejak batas waktu pengosongan lahan pada 29 September 2013 kemarin, pihaknya sudah menyediakan kunci bagi warga Ria Rio untuk pindah. Warga juga diberikan uang kerohiman Rp 4 juta rupiah dengan fasilitas lengkap pada rusun. Namun mereka tetap saja masih bertahan di lokasi.
Sejumlah warga, lanjut Teguh, kemudian diberikan batas waktu hingga 14 Oktober 2013 untuk pindah ke rusun Pinus Elok. Pihaknya bahkan sudah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan menyebutkan masih tersedia sekitar 300 unit di rusun Pinus Elok.
Kendati demikian, tidak ada warga yang menyusul pindah hingga batas waktu yang diberikan tersebut hingga saat ini. Sejumlah unit rusun yang tersisa pun, kini sudah ditempati warga relokasi dari daerah Taman Burung, Pluit, Jakarta Utara.
"Sekarang sudah tidak tersedia," ujar Teguh.
Oleh karenanya, lanjut Teguh, warga yang akan ditertibkan kali ini tidak akan mendapat uang kerohiman seperti yang diberikan kepada warga yang direlokasi beberapa waktu lalu, termasuk tempat tinggal rusun. Kecuali jika memang ada kebijakan lainnya bagi warga tersebut.
"Saya sudah bicara sama perwakilan warga, kalau dia mau ikut, saya sudah kordinasi dengan Dinas Perumahan itu nanti ada di bulan Desember," ujar Teguh. "Kalau mereka mau, kita kasih Rp 1 juta. Sembari nunggu dari Dinas Perumahan, kita kasih kontrakan dulu untuk sampai Desember. Kalau dia berharap ada fasilitas seperti kemarin, sudah tidak ada," jelas Teguh.
sumber
Warga Pluit Tolak Relokasi
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama kembali mengeluarkan komentar kerasnya terhadap warga sekitar Waduk Pluit, Jakarta Utara. Ahok kesal karena warga menolak dipindahkan, padahal tanah yang mereka duduki itu milik negara.
Menurutnya, Pemprov DKI sudah memberi berbagai fasilitas agar warga mau direlokasi, seperti rumah susun di Marunda dan Muara Baru, berikut transportasinya. "Tapi tetap saja menolak dipindahkan," kata Ahok di Balai Kota, Senin 13 Mei 2013.
Ahok membandingkan warga sekitar Waduk Pluit dengan orang-orang dari kampung halamannya di Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung. Kata dia, orang-orang di kampungnya rela berangkat ke Papua demi mencari kehidupan yang lebih baik.
"Di tempat saya banyak orang tinggal di Papua enam bulan tidak pulang demi hidupi anak istri. Anda masih di Jakarta. Saya bukannya pindahkan Anda ke Papua, Marunda masih di Jakarta. Kami sudah siapkan bus dan tiket murah tapi Anda tidak mau juga. Anda maunya apa! Maunya dapat rusunawa dan rusunami, terus dijual," ujar Ahok.
Waduk Pluit disiapkan untuk mengantisipasi banjir Jakarta yang selalu datang bersamaan dengan hujan yang deras. Ahok mengatakan normalisasi Waduk Pluit dilakukan untuk kepentingan masyarakat luas.
Sebenarnya, kata dia, tidak ada aturan yang menyatakan masyarakat mendapatkan kompensasi berupa uang bila terusir dari tanah negara. Kompensasi hanya diberikan bila proyek pemerintah masuk ke tanah pribadi. Sementara sebagian masyarakt Pluit tidak memiliki dokumen kepemilikan atas tanah. "Sebagai tanggung jawab terhadap warga, Pemprov DKI merelokasi mereka ke rusunawa," ujar Ahok.
sumber
kalian tau sekarang akibatnya jakarta banjir, dan sekarang yakin mereka pada minta tolong
Camat Pulogadung Teguh Hendrawan menyesalkan sikap warga Ria Rio, Kampung Pedongkelan, Pulogadung, Jakarta Timur, yang tidak mengikuti program relokasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak awal.
Saat ini, tercatat ada 284 kepala keluarga (KK) yang masih menetap di atas lahan yang diklaim milik keluarga Adam Malik.
Teguh menyatakan, sejak awal warga sudah diajak untuk pindah ke Rusun Pinus Elok, melalui sosialisasi beberapa kali. Namun mereka yang mendiami lahan yang disebut milik keluarga Adam Malik itu tetap saja bertahan di lokasi tersebut.
"Sejak awal sudah kita ajak untuk pindah. Kan saya bilang waktu relokasi, kapan lagi mau disiapin rumah dengan fasilitasnya," kata Teguh, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (24/10/2013) malam.
Akan tetapi, warga kini malah beralasan tidak diberikan surat pengantar dari RT setempat. Kalau pun warga tidak dapat surat pengantar dari RT, lanjutnya, bisa langsung kita fasilitasi oleh pihak kecamatan.
"Kalau mau sama kayak yang pertama, kenapa tidak dari kemarin," ujar Teguh.
Selain itu, lanjut dia, sejak batas waktu pengosongan lahan pada 29 September 2013 kemarin, pihaknya sudah menyediakan kunci bagi warga Ria Rio untuk pindah. Warga juga diberikan uang kerohiman Rp 4 juta rupiah dengan fasilitas lengkap pada rusun. Namun mereka tetap saja masih bertahan di lokasi.
Sejumlah warga, lanjut Teguh, kemudian diberikan batas waktu hingga 14 Oktober 2013 untuk pindah ke rusun Pinus Elok. Pihaknya bahkan sudah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan menyebutkan masih tersedia sekitar 300 unit di rusun Pinus Elok.
Kendati demikian, tidak ada warga yang menyusul pindah hingga batas waktu yang diberikan tersebut hingga saat ini. Sejumlah unit rusun yang tersisa pun, kini sudah ditempati warga relokasi dari daerah Taman Burung, Pluit, Jakarta Utara.
"Sekarang sudah tidak tersedia," ujar Teguh.
Oleh karenanya, lanjut Teguh, warga yang akan ditertibkan kali ini tidak akan mendapat uang kerohiman seperti yang diberikan kepada warga yang direlokasi beberapa waktu lalu, termasuk tempat tinggal rusun. Kecuali jika memang ada kebijakan lainnya bagi warga tersebut.
"Saya sudah bicara sama perwakilan warga, kalau dia mau ikut, saya sudah kordinasi dengan Dinas Perumahan itu nanti ada di bulan Desember," ujar Teguh. "Kalau mereka mau, kita kasih Rp 1 juta. Sembari nunggu dari Dinas Perumahan, kita kasih kontrakan dulu untuk sampai Desember. Kalau dia berharap ada fasilitas seperti kemarin, sudah tidak ada," jelas Teguh.
sumber
Warga Pluit Tolak Relokasi
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama kembali mengeluarkan komentar kerasnya terhadap warga sekitar Waduk Pluit, Jakarta Utara. Ahok kesal karena warga menolak dipindahkan, padahal tanah yang mereka duduki itu milik negara.
Menurutnya, Pemprov DKI sudah memberi berbagai fasilitas agar warga mau direlokasi, seperti rumah susun di Marunda dan Muara Baru, berikut transportasinya. "Tapi tetap saja menolak dipindahkan," kata Ahok di Balai Kota, Senin 13 Mei 2013.
Ahok membandingkan warga sekitar Waduk Pluit dengan orang-orang dari kampung halamannya di Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung. Kata dia, orang-orang di kampungnya rela berangkat ke Papua demi mencari kehidupan yang lebih baik.
"Di tempat saya banyak orang tinggal di Papua enam bulan tidak pulang demi hidupi anak istri. Anda masih di Jakarta. Saya bukannya pindahkan Anda ke Papua, Marunda masih di Jakarta. Kami sudah siapkan bus dan tiket murah tapi Anda tidak mau juga. Anda maunya apa! Maunya dapat rusunawa dan rusunami, terus dijual," ujar Ahok.
Waduk Pluit disiapkan untuk mengantisipasi banjir Jakarta yang selalu datang bersamaan dengan hujan yang deras. Ahok mengatakan normalisasi Waduk Pluit dilakukan untuk kepentingan masyarakat luas.
Sebenarnya, kata dia, tidak ada aturan yang menyatakan masyarakat mendapatkan kompensasi berupa uang bila terusir dari tanah negara. Kompensasi hanya diberikan bila proyek pemerintah masuk ke tanah pribadi. Sementara sebagian masyarakt Pluit tidak memiliki dokumen kepemilikan atas tanah. "Sebagai tanggung jawab terhadap warga, Pemprov DKI merelokasi mereka ke rusunawa," ujar Ahok.
sumber
kalian tau sekarang akibatnya jakarta banjir, dan sekarang yakin mereka pada minta tolong
Diubah oleh Kaskus Support 06 28-10-2015 09:36
0
1.7K
10
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.7KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya