- Beranda
- The Lounge
Aksi Heroik Pria Ini Selamatkan 200o Nyawa
...
TS
ferry1504
Aksi Heroik Pria Ini Selamatkan 200o Nyawa
Quote:
Welcome agan Kaskuser
Kali ini ada kabar dari pakistan gan tentang seorang pemuda yang rela melakukan aksi heroik yang berakibat kematian pada dirinya
,yuk simak aja gan :semoga ga repsol,kalo pun repsol ane minta maaf :
Quote:

Heroik, selamatkan 2.000 siswa dari bom, remaja Pakistan tewas
Quote:

Sindonews.com - Aitzaz Hasan, nama remaja Pakistan berusia 15 tahun ini. Sosoknya begitu heroik, karena mengorbankan nyawanya, demi mencegah aksi bom bunuh diri seorang pria di sekolahnya, di daerah Hangu, Pakistan.
Dia dielu-elukan publik Pakistan sebagai pahlawan. Sejak kematiannya, pada Senin lalu, bela sungkawa dan uang simpati berdatangan di rumahnya.
Aksi heroik pahlawan remaja Pakistan ini bermula, ketika Hasan dan teman-temannya di luar sekolah melihat seorang pria mengenakan rompi bom bunuh diri. Oleh teman-temannya dia dimohon untuk menghindar.
Tapi, dia begitu berani menangkap sang bomber dan meledakkan rompi bom itu, dengan risiko nyawanya melayang. Di media sosial, pujian mengalir untuk Hasan.
”Kami warga (Pakistan) percaya bahwa negara harus memberi penghargaan untuk sang pemberani Aitezaz,” tulis Nasim Zehra, wartawan Pakistan dalam akun Twitter-nya, kemarin, seperti dikutip BBC.
Insiden itu terjadi pada Senin lalu, di Ibrahimzai, wilayah Hangu, Pakistan barat yang didominasi kaum Syiah. Ada 2.000 siswa di sekolah itu, saat insiden terjadi.
”Sepupuku mengorbankan hidupnya menyelamatkan sekolah dan ribuan siswa, teman-teman sekolahnya,” kata Mudassar Hassan Bangish, sepupu korban.
”Pembom bunuh diri ingin menghancurkan sekolah dan membunuh para siswa. Sepupu saya menghentikannya dari upaya peledakan,” lanjut dia.
(mas)
sumur1
Tewas Usai Hadang Pengebom Bunuh Diri, Remaja Pakistan Diberi Penghargaan
Quote:

Islamabad, - Seorang remaja Pakistan mengorbankan nyawanya demi menghentikan aksi pelaku bom bunuh diri. Aksi heroiknya itu telah menyalamatkan ratusan nyawa teman-teman pelajarnya. Pemerintah Pakistan pun menganugerahkan penghargaan tertinggi atas keberanian ABG itu.
Aitzaz Hassan, pelajar di distrik Hangu, provinsi Khyber Pakhtunkhwa, telah menjadi pahlawan nasional. Dengan gagah berani, remaja putra berumur 15 tahun itu menghadang pengebom bunuh diri yang datang untuk menyerang sekolahnya pada Senin, 6 Januari lalu. Ratusan siswa berada di sekolah itu saat kejadian.
Hassan meninggal di rumah sakit setelah si pengebom bunuh diri meledakkan rompi bomnya di pintu gerbang sekolah. Tak ada korban lain yang terluka ataupun tewas dalam insiden itu.
Kantor Perdana Menteri (PM) Pakistan Nawaz Sharif telah menyampaikan kepada Presiden Mamnoon Hussain untuk menyetujui pemberian Sitara-e-Shujjat (penghargaan keberanian) kepada Aitzaz Hassan yang menjadi martir.
"Tindakan berani Aitzaz Shaheed (martir) telah menyelamatkan nyawa ratusan pelajar dan memberikan teladan sejati keberanian dan patriotisme," demikian pernyataan kantor PM Sharif seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (11/1/2014).
Kepolisian setempat menjelaskan, Aitzaz mencegat seorang pelaku bom bunuh yang berada di lokasi sekitar 150 meter dari gerbang utama sekolahnya. Saat itu diperkirakan ada ratusan siswa di dalam sekolah.
Laporan menyebutkan teman-temannya lari ke dalam sekolah namun Aitzaz menahan pelaku yang meledakkan bom di rompinya. Anak-anak sekolah tersebut tampaknya merupakan target utama dari serangan tersebut. Kawasan tersebut memang mayoritas dihuni warga penganut Syiah.
[URL="http://news.detik..com/read/2014/01/11/160244/2464942/1148/tewas-usai-hadang-pengebom-bunuh-diri-remaja-pakistan-diberi-penghargaan?991101mainnews"]sumur 2[/URL]
Aksi Heroik Remaja ini, Selamatkan Sekolahnya dari Pemboman
dakwatuna.com – Islamabad. Sebuah aksi heroik terjadi di Pakistan setelah seorang remaja tewas karena melindungi sekolahnya dari serangan bom bunuh diri.
Aitzaz Hasan yang berusia 15 tahun sedang berada di luar sekolah bersama teman-temannya, ketika melihat seorang pria dengan rompi berisi bahan peledak mendekat. Teman-temannya lari ke dalam sekolah, namun Hasan justru menahan penyerang yang meledakkan bom di rompinya.
Hasan dan pelaku penyerangan tewas sesaat setelah bom meledak. Tidak ada korban lainnya akibat aksi ini. Bahkan sekolah yang menjadi target penyerangan itu pun tetap kokoh berdiri.
Pujian dan penghormatan langsung mengalir di media sosial setelah berita tentang aksinya ramai diberitakan. Bahkan di situs mikrobloging Twitter, hashtag #AitzazBraveheart sempat menjadi trending topic pada Rabu (8/1/2014) dan Kamis (9/1/2014).
Muncul juga sejumlah seruan agar Hasan mendapat bintang penghormatan tertinggi dari pemerintah Pakistan karena dianggap telah mengorbankan diri untuk negara.
Upaya penyerangan sekolah tersebut terjadi di Ibrahimzai, kawasan pemukiman umat Syiah di Pakistan barat laut pada awal pekan lalu. Saat itu sekitar 2.000 murid dilaporkan sedang berada di sekolah itu.
“Putra saya membuat ibunya menangis. Namun, ia membuat ratusan ibu tidak menangis untuk anak-anak mereka,” tutur ayah Hasan, Mujahid Ali kepada surat kabar Pakistan, Express Tribune, sebagaimana dilansir AFP.(inilah/sbb/dakwatuna)
sumur 3
orang tua doi bangga ama anaknya ini gan

Pria Pakistan Bangga Anaknya Tewas karena Hadang Pelaku Bom Bunuh Diri
Islamabad - Anaknya tewas setelah menghentikan pelaku bom bunuh diri, seorang pria di Pakistan mengaku bangga. Pria berusia 55 tahun ini memuji anak laki-lakinya karena telah menyelamatkan ratusan nyawa dengan keberaniannya.
Aitzaz Hassan (15) tewas di rumah sakit setempat setelah menahan seorang pelaku bom bunuh yang meledakkan diri di gerbang sekolahnya di distrik Hangu pada Senin (6/1) lalu. Mujahid Ali Bangash (55) mengaku dirinya tidak merasakan kesedihan atas kematian putranya, namun lebih merasakan kebanggaan.
"Aitzaz membuat kami bangga atas keberaniannya mencegat pelaku bom bunuh diri dan menyelamatkan nyawa ratusan teman sekolahnya. Saya senang putra saya menjadi seorang martir dengan mengorbankan nyawa untuk tujuan mulia," ucap Bangash seperti dilansir AFP, Jumat (10/1/2014).
Bangash bekerja di Uni Emirat Arab dan baru berhasil tiba di rumahnya yang ada di desa Ibrahimzai sehari setelah pemakaman anaknya. "Banyak orang datang untuk menyampaikan simpati kepada saya, saya beritahu mereka untuk menyelamati saya karena menjadi ayah seorang martir," terang Bangash.
"Saya akan lebih senang jika anak kedua saya juga mengorbakan nyawanya untuk negara ini," tambahnya.
Kepolisian setempat menjelaskan, Aitzaz mencegat seorang pelaku bom bunuh yang berada di lokasi sekitar 150 meter dari gerbang utama sekolahnya. Saat itu diperkirakan ada sekitar 1.000 siswa di dalam sekolah.
Laporan menyebutkan teman-temannya lari ke dalam sekolah namun dia menahan penyerang yang meledakkan bom di rompinya. Anak-anak sekolah tersebut tampaknya merupakan target utama dari serangan tersebut. Kawasan tersebut memang mayoritas dihuni warga penganut Syiah.
Aksi Aitzaz ini menuai pujian dan simpati dari banyak pihak. Muncul juga sejumlah seruan agar Hasan mendapat bintang penghormatan tertinggi militer bagi tentara yang mengorbankan diri untuk negara, walau belum jelas apakah sebagai warga sipil dia memenuhi syarat untuk menerimanya.
[URL="http://news.detik..com/read/2014/01/10/102308/2463689/1148/pria-pakistan-bangga-anaknya-tewas-karena-hadang-pelaku-bom-bunuh-diri?9922022"]sumur 4[/URL]
Waduh mata ane jadi
abis bacanya gan,,nah gini ini kalo mau aksi yang benar alias jihad jangan kaya teroris yang salah kaprah malah bunuh orang banyak..salute buat pemuda ini ane doain ente masuk surga
Apa pendapat agan???
share dimari komengnya kalo bisa sertakan
ato
nyaMatur Nuwun Gan
Diubah oleh ferry1504 11-01-2014 21:44
0
2.2K
Kutip
12
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.5KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya