Jakarta - Sebuah sepeda motor diparkir dengan posisi lurus di salah satu trotoar di jalan TB Simatupang menuju arah Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Kamis (9/1) kemarin. Di samping motor tersebut ada kompresor angin, sebuah ember berukuran kecil, dan kotak tempat menyimpan alat-alat otomotif.
Itulah lapak tambal ban milik Ramon. Meski tak banyak peralatan yang dia bawa, namun keberadaan lapak tersebut telah mengambil hak pejalan kaki. Maklum area trotoar di tempat tersebut memang tak begitu lebar.
Tak hanya Ramon. Di salah satu trotoar di jalan Ragunan Jakarta Selatan juga ada tukang tambal ban yang memanfaatkan trotoar. Di Ibu Kota ini tak terhitung jumlah tukang tambal ban yang mangkal di trotoar.
Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menertibkan tukang tambal ban di trotoar. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, ada dua alasan perlunya tukang tambal ban ditertibkan.
Quote:
Yakni, karena keberadaan penambal ban di trotoar mengganggu pejalan kaki, dan juga akibat maraknya ranjau paku. Menurut Rikwanto, jalanan di Jakarta yang rata-rata sudah bagus seharusnya tidak ada lagi cerita tentang pecah ban atau ban kena paku.
Quote:
Ditambah lagi, petugas dinas kebersihan juga selalu membersihkan dan menyapunya setiap hari.“Tentunya ada yang sengaja menaruh paku di situ, kita tidak langsung menuduh itu pasti tukang tambal ban, tapi korelasinya jelas ada. Di mana ada banyak terjadi penggembosan, di situ ada tukang tambal ban,” kata Rikwanto kepada detikcom, Jumat (10/1).
Namun menurut Ramon, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan kepolisian tidak bijak dalam menyikapi penebar ranjau paku. Sebab, menebar ranjau paku hanya dilakukan oleh sebagian kecil dari tukang tambal ban yang ada di Jakarta.
“Yang dihukum yang menyebar ranjau saja. Kami kan usaha yang benar, yang salah siapa, kok jadi semuanya,” kata Ramon kepada detikcom, Kamis (9/1) kemarin. (gimana caranya??)
Ramon mengakui bahwa lapaknya memang mengganggu hak pejalan kaki. Namun, ia menolak dianggap parkir sembarangan sehingga perlu ditertibkan. “Kan bukan kami yang parkir sembarangan. Kenapa kami pula yang mau ditertibkan,” ujarnya.
Tukang tambal ban menurut Ramon juga tak bisa disamakan dengan pedagang kaki lima (PKL) yang bisa direlokasi ke tempat lain. Sebab, usaha tambal ban tidak dapat berjalan jika ditempatkan di satu tempat tertentu.
“Direlokasi bagaimana? Memangnya kami jualan sayur atau baju. Mau nambal apa kalau kita direlokasi,” kata Ramon.
Sementara itu, Slamet tukang tambal ban lainnya di salah satu trotoar di jalan Ragunan Jakarta Selatan mengetakan rencana penertiban tambal ban sama saja dengan mematikan.
“Itu sama aja mau nyekek kita. Orang masih bisa lewat (trotoar) kok,” kata Slamet.
Terkait tuduhan menebar ranjau paku, menurut dia pemerintah tidak adil jika menghukum semua penambal ban. Karena tak semua tukang tambal ban berlaku curang. “Pejabat saja yang ditangkap, hanya yang korupsi saja,” kata dia.
sudah jago ngeles aja tukang tambal ban ini, mending nyaleg saja tooo
sedikit curcol ...
waktu kantor ane di Simatupang... ban ane bocor bocornya pas tambalan lama ... dengan alasan bocor di tambalan lama tukang tambal bannya nyuruh ganti ban dalem ... kalau ga mau ganti ban dalam dia ga mau nambal, sambil ngancam2 bahaya kalau ban bocor di tambalan lama berbahaya ... anjing betul ...
anjing betul kebanyakan tukang tambal ban itu ...
walau masih banyak juga tukang tambal ban jujur dan baik yang pernah bantuin ane
Spoiler for nasib apes kaskuser:
Quote:
Original Posted By aingbau►tukang tambal ban banyak krimalnya gan..pernah kejadian :
pas malam pulang sekitar jam 21:30 ban motor bocor kena pake..waktu itu pulang sama pacar,selang beberapa waktu dorong motor ketemu tukang tambal ban..waktu itu mase polos hati seneng kirain ketemu bala bantuan secara sudah lumayan malam bawa pacar lagi...
di pakai lah jasa dia,karna harus menunggu beberapa lama maka istirahat di samping sambil beli teh botol untuk di minum..
5 menit kemudian..
dia bilang mas ban nya sobek tuh(sembari suruh saya liat) beneran sobek(gede lagi) padahal kena paku kecil doank itu pun sudah saya cabut sebelum dorong,kyknya di sobek sama dia karna ga perhatiin..
saran dia ganti ban aja,yah mau gimana lagi mau ga mau dar pada ga bisa pulang
saya : ya uda gantiin aja mas..berapa duit?
TTB : ini ban nya harus yang besar punya (padahal pake ninja RR ban standard)
saya : ooo..berapa duit?
TTB : 45rb
saya : Makkkk...ga salah mas? mahal amat..
TTB : iya ini yang bagus punya trus besar ukuran nya
saya : dari pada ga bisa pulang(uda mau jam 10)..ya udalah kerjain aja..
ok semua beres...bayar 45rb trus langsung jalan pulang..jalan kira2 10KM..kok tiba2 bocor lagi ban nya...buset dah..malas tambal lagi gan ketemu TTB di jalan menuju rumah,cuma minta angin aja setiap 10km total ada kali 5~6 kali minta angin..
pacar sampe rumah...saya juga pulang ke kost(sembari ketemu TTB minta angie bayar Rp1000 setiap isi di jalan pulang)
ke esokan hari nya bawa ke bengkel motor untuk ganti ban...dan ternyata ban yang di kase sama TTB semalam itu uda yang bekas punya,jelek lagi..yang lagi bejatnya ban banyak lubang nya dan tambalan nya pake lem sejenis alteco (lem super untuk plastik di setiap lubang nya)...luar biasa bejat..
jadi yang kyk gini harus di tertibkan se...ga usah takut ga ada TTB,ga ada mereka lebih aman percaya lah..mereka juga kan yang nyebarin paku2 ga ada mereka ga bocor..
Tips :
ganti ban tubles gan trus di isi cairan anti bocor gitu pernah kena setelah ganti ban tubless gan,di cabut pakunya cairan nya nutup sendiri..
Diubah oleh woollover 11-01-2014 12:41
0
6.2K
Kutip
68
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!