- Beranda
- Berita dan Politik
Polisi New York dan Pemadam Kebakaran Korupsi Ramai-ramai
...
TS
anotherkwangmin
Polisi New York dan Pemadam Kebakaran Korupsi Ramai-ramai
NEW YORK, Sekitar 100 pensiunan polisi kota New York dan petugas pemadam kebakaran terindikasi melakukan penipuan terhadap dana jaminan sosial dalam jumlah besar. Menurut otoritas berwenang, angkanya mencapai ratusan juta dollar.
Stasiun berita CNN, Rabu 8 Januari 2014, melansir hal itu terungkap dalam persidangan yang digelar pada Selasa kemarin. Para terdakwa dituduh telah menerima dana jaminan sosial senilai US$50 ribu atau Rp609 juta setiap tahunnya. Dana itu diberikan kepada para terdakwa karena mereka mengklaim sudah tak lagi dapat bekerja akibat menjadi korban peristiwa kemanusiaan 11 September 2001 silam.
Selain itu, negara juga dirugikan ratusan ribu dollar, karena banyak dari mereka yang ikut mengaku trauma akibat kejadian itu. Padahal klaim itu hanya bohong belaka. Mereka pun diketahui telah menikmati dana tersebut sudah lebih dari dua dekade.
Dalam persidangan hari Selasa kemarin, terdakwa utama kasus penipuan tersebut diidentifikasi atas nama Raymond Lavallee, seorang pengacara dan mantan agen FBI, Thomas Hale, seorang konsultan cacat fisik, John Minerva, pejabat Asosiasi Kesatuan Detektif, dan Joseph Esposito, pensiunan polisi. Jaksa Penuntut mengatakan para terdakwa tersebut secara langsung melatih ratusan pensiunan polisi dan damkar di New York untuk berbohong soal kondisi kejiwaan mereka.
Di dalam persidangan, Jaksa Penuntut menjelaskan bahwa para terdakwa secara cermat menginstruksikan agar gagal dalam tes memori. Lalu bagaimana berpakaian dan bersikap layaknya orang yang mempunyai masalah kejiwaan. Tujuannya agar memperoleh dana jaminan keamanan tersebut.
Alhasil mereka dituduh melakukan pencurian berat tingkat satu dan dua, dan berupaya melakukan pencurian lain yang lebih berat di tingkat dua. Sementara sisa terdakwa lainnya dituduh melakukan pencurian besar di tingkat dua dan berupaya mencuri lain dengan jumlah yang lebih besar.
Luar Batas
Di mata Jaksa Penuntut Distrik Cyrus Vance, penipuan yang dilakukan para pensiunan polisi ini sudah di luar batas. Pasalnya, selain mengklaim dana jaminan sosial yang seharusnya bukan hak mereka, para pensiunan polisi juga tetap mengambil dana pensiun mereka.
Tercatat 72 orang mengklaim dana pensiun sebagai polisi, delapan sebagai petugas damkar, lima petugas sipir penjara dan satu pensiunan polisi daerah Nassau.
"Penipuan ini tidak hanya sekedar memaksa orang yang membayar pajak federal untuk mendanai gaya hidup para penipu New York, tetapi mereka turut mengambil dana terbatas milik warga yang benar-benar menderita kejiwaan. Orang-orang tersebut termasuk mereka yang membantu ketika terjadi kebakaran di tanggal 11 September dan mereka yang menderita masalah kejiwaan yang serius," ungkap Vance.
Berdasarkan kantor Jaksa Distrik Manhattan, keempat terdakwa kompak mengaku tidak bersalah. (ren)

Ternyata... Sindrom Korupsi gak hanya melanda Indonesia.... AS pun kena juga...
Vivanews.
#sorry gak rapi... on pake app
Stasiun berita CNN, Rabu 8 Januari 2014, melansir hal itu terungkap dalam persidangan yang digelar pada Selasa kemarin. Para terdakwa dituduh telah menerima dana jaminan sosial senilai US$50 ribu atau Rp609 juta setiap tahunnya. Dana itu diberikan kepada para terdakwa karena mereka mengklaim sudah tak lagi dapat bekerja akibat menjadi korban peristiwa kemanusiaan 11 September 2001 silam.
Selain itu, negara juga dirugikan ratusan ribu dollar, karena banyak dari mereka yang ikut mengaku trauma akibat kejadian itu. Padahal klaim itu hanya bohong belaka. Mereka pun diketahui telah menikmati dana tersebut sudah lebih dari dua dekade.
Dalam persidangan hari Selasa kemarin, terdakwa utama kasus penipuan tersebut diidentifikasi atas nama Raymond Lavallee, seorang pengacara dan mantan agen FBI, Thomas Hale, seorang konsultan cacat fisik, John Minerva, pejabat Asosiasi Kesatuan Detektif, dan Joseph Esposito, pensiunan polisi. Jaksa Penuntut mengatakan para terdakwa tersebut secara langsung melatih ratusan pensiunan polisi dan damkar di New York untuk berbohong soal kondisi kejiwaan mereka.
Di dalam persidangan, Jaksa Penuntut menjelaskan bahwa para terdakwa secara cermat menginstruksikan agar gagal dalam tes memori. Lalu bagaimana berpakaian dan bersikap layaknya orang yang mempunyai masalah kejiwaan. Tujuannya agar memperoleh dana jaminan keamanan tersebut.
Alhasil mereka dituduh melakukan pencurian berat tingkat satu dan dua, dan berupaya melakukan pencurian lain yang lebih berat di tingkat dua. Sementara sisa terdakwa lainnya dituduh melakukan pencurian besar di tingkat dua dan berupaya mencuri lain dengan jumlah yang lebih besar.
Luar Batas
Di mata Jaksa Penuntut Distrik Cyrus Vance, penipuan yang dilakukan para pensiunan polisi ini sudah di luar batas. Pasalnya, selain mengklaim dana jaminan sosial yang seharusnya bukan hak mereka, para pensiunan polisi juga tetap mengambil dana pensiun mereka.
Tercatat 72 orang mengklaim dana pensiun sebagai polisi, delapan sebagai petugas damkar, lima petugas sipir penjara dan satu pensiunan polisi daerah Nassau.
"Penipuan ini tidak hanya sekedar memaksa orang yang membayar pajak federal untuk mendanai gaya hidup para penipu New York, tetapi mereka turut mengambil dana terbatas milik warga yang benar-benar menderita kejiwaan. Orang-orang tersebut termasuk mereka yang membantu ketika terjadi kebakaran di tanggal 11 September dan mereka yang menderita masalah kejiwaan yang serius," ungkap Vance.
Berdasarkan kantor Jaksa Distrik Manhattan, keempat terdakwa kompak mengaku tidak bersalah. (ren)

Ternyata... Sindrom Korupsi gak hanya melanda Indonesia.... AS pun kena juga...

Spoiler for sumur:
Vivanews.
#sorry gak rapi... on pake app
0
1.7K
11
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.6KThread•59.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya