JAKARTA, BIJAK - Drama kenaikan dan penurunan harga eceran elpiji 12 kg dari Rp 117.708 menjadi Rp 82.200 per tabung sudah
disetujui SBY, Senin (6/1) kemarin. Bagi kubu Demokrat, keputusan SBY yang ingin menaikkan harga elpiji
sebelumnya sudah mengapreasiasi langkah Pertamina yang sempat menaikkan harga elpiji tersebut.
Dalam sejumlah pemberitaan, SBY menyebutkan, langkah Pertamina tersebut cukup cepat dan patuh sesuai arahannya.
Bos Demokrat itu memuji aksi Pertamina yang menaikkan harga elpiji 12 kg yang
hanya menaikkan harga elpiji 12 kg sekitar Rp1.000 per kg bukan Rp 3.959 per kg.
"Presiden mengapresiasi mekanisme RUPS dan pihak-pihak terkait baik Kementerian BUMN dan Pertamina yang cepat
merespon arahan Presiden," ungkap staf khusus Presiden, bidang Ekonomi dan Pembangunan, Teuku Firmansyah,
Minggu (5/1) kemarin.
Ia juga menegaskan, perintah SBY yang dikeluarkan di Bandar Udara Halim Perdanakusumah, Jaktim, dilakukan agar
kerugian Pertamina bisa dikurangi.
Seolah berlawanan dengan langkah SBY sebelumnya yang sempat menaikkan harga eceran elpiji.
Upaya menurunkan kembali harga elpiji itu diyakini kader Demokrat sebagai repon SBY
agar pasokan elpiji tetap bisa dijangkau warga.
"Penurunan ini merupakan gestur kebijakan pro rakyat yang lebih memperhatikan dampak inflatoir serta
kesejahteraan," ungkap juru bicara Partai Demokrat Ikhsan Modjo dalam keterangan persnya Selasa (7/1).
Ikhasan beralasan, keputusan itu berkat kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan oleh Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) sehingga kerugian Pertamina bisa dikurangi dan elpiji tetap terjangkau oleh masyarakat.
(AS/MC/IC)
SUMBER
wah... wah... wah... ternyata bener ya ada drama pencitraan dibalik kenaikan dan penurunan Elpiji 12 kg !!!!