hukumonline.com
TS
hukumonline.com
Perbuatan-Perbuatan Ibu Yang Nggak Boleh Ditiru
Hello lagi agan-aganwati yang ganteng dan cantik-cantik,

Ga kerasa kita udah hampir nyampe di penghujung tahun yah. Tapi, sebelum memasuki pergantian tahun, jangan kelupaan tanggal 22 desember kita akan merayakan Hari Ibu.

Nah, sambil menunggu datangnya Hari Ibu tanggal 22 desember, gimana kalo kita sekarang bahas mengenai perbuatan-perbuatan seorang ibu yang tidak boleh ditiru. Hukumonline sudah merangkum beberapa perbuatan tersebut, langsung aja cekidot:

1. Membunuh Bayi yang Dilahirkannya karena Malu

Kasus ini sering kita dengar dari media. Ada ibu yang justru tidak senang dengan kehadiran buah hatinya saat ia melahirkan anak tersebut. Bisa karena anak tersebut lahir di luar nikah, ditinggal ayahnya yang tidak bertanggung jawab, atau karena si ibu malu akan perbuatannya dan tidak ingin kehamilannya diketahui orang.

Klinik Hukumonline ditanyai mengenai hal ini. Tapi, kasusnya sedikit berbeda. Jadi si ibu yang membunuh bayinya ini hanya dititipi zygot (benih) dari pasangan lain karena masalah alat reproduksi pasangan tersebut yang rusak. Karena ibu yang dititipi benih di rahimnya ini malu dan takut ketahuan melahirkan, ia memilih ‘jalan keluar’ dengan membunuh bayi yang ia lahirkan. Bagaimana sanksinya? Di KUHP ada pengaturannya tersendiri. Cekidot!

Spoiler for Penjelasan:

2. Menghalang-Halangi Menantu untuk Bertemu Anaknya

Kasus yang satu ini juga banyak terjadi di kalangan selebritis dan mungkin di sekitar kita gan. Percekcokan antara suami istri dalam rumah tangga kerap dicampuri oleh orang tua dari pasangan tersebut. Terlebih ibu mertua yang mulai mencampuri masalah rumah tangga anaknya. Mungkin tujuannya baik, tapi kalau perbuatan si ibu mertua yang mengarah hingga menghalang-halangi menantunya untuk bertemu dengan anaknya sendiri gimana tuh hukumnya? Langkah apa juga yang bisa dilakukan si menantu?

Spoiler for Penjelasan:



3. Sering Berutang

Sikap suka berutang harus dihindari oleh ibu-ibu, karena sifat ini bisa dikategorikan sebagai tindakan boros. Jika sikap tersebut diteruskan maka anggota keluarga sedarah dalam garis lurus, atau oleh keluarga semenda dalam garis menyimpang sampai derajat keempat dapat mengajukan pengampuan untuk anda di pengadilan. Permohonan pengampuan terhadap ibu mertua Anda tersebut diajukan kepada pengadilan negeri yang wilayah yurisdiksinya meliputi tempat tinggal ibu Anda tersebut (pasal 436 KUHPer). Begitu sih kalo menurut artikel Klinik Hukumonline berjudul “Ibu Mertua yang Sering Hutang.”

4. Cuek Lihat Anak Dipukuli

Dari ruang Dahlia RSU Tangerang, terdengar jeritan menyayat seorang bocah. Gadis cilik berumur 6 tahun itu adalah Mayang. Nasibnya sungguh sial, ibunya membiarkannya disiksa dan dianiaya ayah tirinya, Jasmar Simanungkalit (35). Sikap ibu yang membiarkan anaknya dipukuli tersebut, bukan hanya tidak patut dilakukan, tetapi juga dapat dikenai pidana 5 tahun penjara dan denda 100 juta (Pasal 80 UU 23/2002). Selengkapnya bisa disimak pada artikel Hukumpedia berikut gan, “Cuek Lihat Anak2 Dipukuli Dipidana 5 Tahun.”

5. Aborsi Hasil Selingkuh Sampai Hamil

Kalo cerita selingkuh sih kayaknya udah ga asing lagi yah gan.Sudah banyak kan kejadiannya. Nah, di perselingkuhan yang kita bahas ini si wanita sampai hamil, padahal wanita tersebut sudah bersuami. Lalu, karena dorongan orang tua wanita tersebut, kehamilan hasil perselingkuhan itu juga dipertimbangkan untuk Aborsi.

Jelas jangan ditiru yah gan. Soalnya kalo kejadiannya seperti ini ada loh ancaman pidana yang dapat dikenakan. Simak deh lengkapnya rangkuman artikel Klinik Hukumonline berjudul “Hukuman Bagi Wanita yang Selingkuh dan Ingin Aborsi.” Langsung cekidot gan:

Spoiler for Penjelasan:

6. Memukul Anak Tetangga Walau Tanpa Melukai Secara Fisik

Sifat ringan tangan juga tidak patut dimiliki seorang ibu, seperti perilaku Ibu pada kasus ini yang telah memukul tangan anak tetangganya. Seorang ibu yang memiliki perilaku seperti ini perlu berhati-hati karena ancaman jerat hukum pidana dapat datang menghantui. Selengkapnya simak rangkuman Artikel Klinik Hukumonline “Bolehkah Memukul Anak Orang Lain Tanpa Melukai?.” Cekidot gan:

Spoiler for Penjelasan:

7. Membiarkan Terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Duuuh, nih ibu membiarkan anak lelakinya lakukan kekerasan dalam rumah tangga kepada istrinya. Korban yang juga menantu dari sang ibu sering alami kekerasan seperti ditampar mulut dan wajahnya oleh suaminya. Padahal berdasar UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (“UU PKDRT”), si ibu sebagai orang yang mengetahui terjadinya KDRT wajib melakukan upaya-upaya tertentu. Upaya apa saja yang harus dilakukan? Simak rangkuman artikel Klinik Hukumonline “Langkah Hukum Menghadapi Kekejaman Suami dan Mertua.” Cekidot:

Spoiler for :


8. Menelantarkan Keluarga Karena Doyan/Kecanduan Chatting

Punya hobi chatting sih wajar aja. Tapi kalo ampe harus menelantarkan anak dan suami karena waktunya habis buat chatting juga keterlaluan.Kasus seperti ini terjadi pada pasangan yang perkimpoiannya dilakukan di USA, State of Washington, tanpa melapor ke KBRI dan ke catatan sipil. Gara-gara hobi chatting sang istri beranak satu tersebut, suaminya berfikir untuk menceraikannya. Jadi resiko dicerai suami bisa terjadi, hal ini sudah dibahas artikel “Bisakah Menceraikan Istri yang Doyan Online (Chatting) Seharian?.”

Sedangkan persoalan ibu yang menelantarkan anak, seperti disinggung sebelumnya, UU Perlindungan Anak sudah mengatur hak anak dan kewajiban orang tua, diantaranya sebagai berikut, cekidot:

Spoiler for Penjelasan:


Gimana tuh gan pendapatnya mengenai perbuatan-perbuatan yang dilakukan para ibu di atas? Yang jelas jangan ditiru yah gan…. Jangan lupa komen ama sharing juga dong agan-aganwati kalo punya pengalaman tentang perbuatan-perbuatan seperti yang kita sedang bahas ini.

Okay gan, selamet Hari Ibu yah emoticon-I Love Indonesia (S)

Spoiler for Disclaimer::

0
110.6K
979
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Terlama
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.