- Beranda
- The Lounge
SEBUAH KARYA "CINTA LAMA" DIADAPTASI DARI KISAH NYATA + FIKTIF
...
TS
taqiangifatun
SEBUAH KARYA "CINTA LAMA" DIADAPTASI DARI KISAH NYATA + FIKTIF
Hehe gina gan, gw mau share cerpen buatanku sendiri
malu
SEMOGA AGAN2 TERHIBURAN, DAN JANGAN LUPA.. KASIH KOMENN GAN
malu SEMOGA AGAN2 TERHIBURAN, DAN JANGAN LUPA.. KASIH KOMENN GAN

Spoiler for "cekidot gan":
Cinta Lama
Siang itu, aku termenung di bawah pohon. Entah apa yang sedang aku pikirkan. Pagi ini aku adu mulut dengan Abangku. Ya memang sebelumnya atau bahkan sejak dari aku kecil kami tidak pernah bertengkar sekalipun. Kami selalu akur, karena setiap terjadi pertengkaran aku yang selalu mengalah. Aku takut dengan ku. "Sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan mas? Tanyaku dengan lantang. "Masih banyak wanita di dunia ini, mengapa harus dengan dia??". Aku sungguh tak habis pikir, darimana dia mengenal Abangku. Abangku memang seorang yang buta dengan wanita karena sedari SMA sampai perkuliahan yang aku tahu, dia tak pernah sesekali mendekati wanita manapun. Dia hanya sibuk bermain game dan kuliah.
Tia adalah namanya. Dia merupakan mantan pacarku dahulu sewaktu SMA. Aku pertama kali mengenalnya ketika joging pada pagi hari di GOR. Saat itu aku sedang berlari sambil melamun dan tak sengaja menabrak seseorang hingga jatuh tersungkur. Singkat cerita, akhirnya aku dan Tia saling berkenalan hingga akhirnya kami pacaran. Dia sangat cantik. Banyak hal yang menarik dari dia yang tak dimiliki wanita manapun. Namun ada satu hal yang tak ku sukai darinya yaitu dia suka berganti-ganti pacar. Aku hanya tak mau Abangku bernasib sama denganku yaitu dikecewakan olehnya.
Hari ini memang sungguh panas, terik matahari lebih menyengat dari hari sebelumnya. Hal yang paling menyenangkan ketika aku berada di rumah yaitu bersantai sambil tiduran di kursi panjang depan tv ditemani dengan segelas sirup yang segar dan sebuah kipas angin yang menipkan aura kesejukan, serasa hidup bagai di surga. Sedang asik-asiknya aku menikmati duniaku sendiri. Tiba-tiba terdengar suara kenalpot bobokan di depan rumah. Yah, aku sudah menduga. Itu jelas suara motor Abangku. Suara derit pintu terdengar dari luar. Aku tetap saja asyik dengan dunia yang ku ciptakan sendiri. Hingga akhirnya aku merasa ada hal yang ganjil. Terdengar suara wanita dari ruang tamu. Suara itu terngiang-ngiang di kepalaku. Aku sontak terbangun dari lamunanku. Dada ini seketika sesak. Aku sulit sekali untuk bernapas. Ketika aku menongok ke ruang tamu. Dan ternyata benar. Itu adalah Tia. Wanita yang pernah mengecewakanku.
Aku menatap matanya dalam-dalam, ingin sekali aku ungkapkan semua perasaanku kepadanya. Tapi apa daya, aku tak sanggup. "Perkenalkan namanya adalah Tia", ucap Abangku begitu saja. Mungkin dia belum tau menau bahwa kami pernah berpacaran. Ingin sekali aku ceritakan langsung kepadanya tentang hubungan kami yang pernah terjalin. Tapi aku tak enak hati. Tia seketika tersenyum kepadaku, namun tak aku hiraukan senyum lembut itu. Dan aku bergegas meninggalnya.
“Itu tadi siapa Nu?” ujar Tia kepada Abangku. “Dia adik aku”. “Dia adik kamu?”, ujar Tia dengan terkejut. “kamu mengenalnya?”. “Tidak, aku tidak pernah mengenalnya”. Aku langsung masuk ke kamarku dan mengunci pintu kamar. Aku menggerutu sendiri. Dan berpikir yang tidak-tidak mengenai Tia. Wanita yang dulu pernah menyakitiku sekarang berpacaran dengan Abangku? Aku bertanya-tanya kepada diriku sendiri. Aku cemburu? Jelas tidak mungkin, dia telah menyakitiku. Takut Abangku nantinya disakiti olehnya? Itu dia yang sedari tadi permasalahan yang menyerang pikiranku. Tapi itu dulu, sewaktu aku SMA kelas 2. Kejadian itu sudah 3 tahun berlalu. Mungkin sekarang Tia sudah tidak begitu lagi, mempermainkan laki-laki seenaknya sendiri. Aku teringat perkataan temanku kemarin saat sedang minum kopi di warkop. “Kamu tau Vin, setiap manusia terlahir dengan perilaku yang baik. Yang mempengaruhi baik atau buruknya perilaku sesorang adalah lingkungan dimana dia tinggal dan teman bermainnya. Dan seburuk-buruknya perilaku seseorang pasti suatu ketika dia akan memperbaiki dirinya menjadi lebih baik dari sebelumnya”. Ya aku harap Tia seperti apa yang temanku katakan. Tia yang dulunya seorang perempuan yang suka berganti-ganti pacar dan mempermainkan laki-laki seenaknya sendiri. Sudah menjadi Tia yang setia dan menghargai perasaan laki-laki yang mencintainya.
Aku terbangun dari lamunanku, dan tak sadar ternyata langit sudah berubah menjadi muram. Tetes-tetes air mulai mengenai rambut dan wajahku. Pohon ini tampaknya sudah tak mampu meneduhkan aku dari air yang turun dari langit. Aku lantas berdiri dan mencari tempat untuk berteduh, untungnya ada Abangku yang datang menghampiriku dengan mobil berwarna hijau yang dibawanya. “Ayo Vin pulang, nanti kamu kehujanan. Ibu sudah menunggumu di rumah”. Aku langsung meloncat dan masuk ke dalam mobil. Dalam hati aku tersenyum lega. “Kok tau Bang aku sedang berada di tempat tadi?” tanyaku sambil memegang pundak karena kedinginan. “Aku ini kan Abangmu, aku tau dimana kamu pergi bila kamu sedang bersedih, maafkan aku ya Vin tadi pagi Abang berkata seperti itu kepadamu”. “Iya Bang, maafin Davin juga. Davin sudah berkata tidak sopan dan menjelek-jelekan pacar Abang.” Aku tersenyum gembira. Dan kamipun pulang kerumah sesegera mungkin. Karena ibu sudah menunggu.
Siang itu, aku termenung di bawah pohon. Entah apa yang sedang aku pikirkan. Pagi ini aku adu mulut dengan Abangku. Ya memang sebelumnya atau bahkan sejak dari aku kecil kami tidak pernah bertengkar sekalipun. Kami selalu akur, karena setiap terjadi pertengkaran aku yang selalu mengalah. Aku takut dengan ku. "Sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan mas? Tanyaku dengan lantang. "Masih banyak wanita di dunia ini, mengapa harus dengan dia??". Aku sungguh tak habis pikir, darimana dia mengenal Abangku. Abangku memang seorang yang buta dengan wanita karena sedari SMA sampai perkuliahan yang aku tahu, dia tak pernah sesekali mendekati wanita manapun. Dia hanya sibuk bermain game dan kuliah.
Tia adalah namanya. Dia merupakan mantan pacarku dahulu sewaktu SMA. Aku pertama kali mengenalnya ketika joging pada pagi hari di GOR. Saat itu aku sedang berlari sambil melamun dan tak sengaja menabrak seseorang hingga jatuh tersungkur. Singkat cerita, akhirnya aku dan Tia saling berkenalan hingga akhirnya kami pacaran. Dia sangat cantik. Banyak hal yang menarik dari dia yang tak dimiliki wanita manapun. Namun ada satu hal yang tak ku sukai darinya yaitu dia suka berganti-ganti pacar. Aku hanya tak mau Abangku bernasib sama denganku yaitu dikecewakan olehnya.
Hari ini memang sungguh panas, terik matahari lebih menyengat dari hari sebelumnya. Hal yang paling menyenangkan ketika aku berada di rumah yaitu bersantai sambil tiduran di kursi panjang depan tv ditemani dengan segelas sirup yang segar dan sebuah kipas angin yang menipkan aura kesejukan, serasa hidup bagai di surga. Sedang asik-asiknya aku menikmati duniaku sendiri. Tiba-tiba terdengar suara kenalpot bobokan di depan rumah. Yah, aku sudah menduga. Itu jelas suara motor Abangku. Suara derit pintu terdengar dari luar. Aku tetap saja asyik dengan dunia yang ku ciptakan sendiri. Hingga akhirnya aku merasa ada hal yang ganjil. Terdengar suara wanita dari ruang tamu. Suara itu terngiang-ngiang di kepalaku. Aku sontak terbangun dari lamunanku. Dada ini seketika sesak. Aku sulit sekali untuk bernapas. Ketika aku menongok ke ruang tamu. Dan ternyata benar. Itu adalah Tia. Wanita yang pernah mengecewakanku.
Aku menatap matanya dalam-dalam, ingin sekali aku ungkapkan semua perasaanku kepadanya. Tapi apa daya, aku tak sanggup. "Perkenalkan namanya adalah Tia", ucap Abangku begitu saja. Mungkin dia belum tau menau bahwa kami pernah berpacaran. Ingin sekali aku ceritakan langsung kepadanya tentang hubungan kami yang pernah terjalin. Tapi aku tak enak hati. Tia seketika tersenyum kepadaku, namun tak aku hiraukan senyum lembut itu. Dan aku bergegas meninggalnya.
“Itu tadi siapa Nu?” ujar Tia kepada Abangku. “Dia adik aku”. “Dia adik kamu?”, ujar Tia dengan terkejut. “kamu mengenalnya?”. “Tidak, aku tidak pernah mengenalnya”. Aku langsung masuk ke kamarku dan mengunci pintu kamar. Aku menggerutu sendiri. Dan berpikir yang tidak-tidak mengenai Tia. Wanita yang dulu pernah menyakitiku sekarang berpacaran dengan Abangku? Aku bertanya-tanya kepada diriku sendiri. Aku cemburu? Jelas tidak mungkin, dia telah menyakitiku. Takut Abangku nantinya disakiti olehnya? Itu dia yang sedari tadi permasalahan yang menyerang pikiranku. Tapi itu dulu, sewaktu aku SMA kelas 2. Kejadian itu sudah 3 tahun berlalu. Mungkin sekarang Tia sudah tidak begitu lagi, mempermainkan laki-laki seenaknya sendiri. Aku teringat perkataan temanku kemarin saat sedang minum kopi di warkop. “Kamu tau Vin, setiap manusia terlahir dengan perilaku yang baik. Yang mempengaruhi baik atau buruknya perilaku sesorang adalah lingkungan dimana dia tinggal dan teman bermainnya. Dan seburuk-buruknya perilaku seseorang pasti suatu ketika dia akan memperbaiki dirinya menjadi lebih baik dari sebelumnya”. Ya aku harap Tia seperti apa yang temanku katakan. Tia yang dulunya seorang perempuan yang suka berganti-ganti pacar dan mempermainkan laki-laki seenaknya sendiri. Sudah menjadi Tia yang setia dan menghargai perasaan laki-laki yang mencintainya.
Aku terbangun dari lamunanku, dan tak sadar ternyata langit sudah berubah menjadi muram. Tetes-tetes air mulai mengenai rambut dan wajahku. Pohon ini tampaknya sudah tak mampu meneduhkan aku dari air yang turun dari langit. Aku lantas berdiri dan mencari tempat untuk berteduh, untungnya ada Abangku yang datang menghampiriku dengan mobil berwarna hijau yang dibawanya. “Ayo Vin pulang, nanti kamu kehujanan. Ibu sudah menunggumu di rumah”. Aku langsung meloncat dan masuk ke dalam mobil. Dalam hati aku tersenyum lega. “Kok tau Bang aku sedang berada di tempat tadi?” tanyaku sambil memegang pundak karena kedinginan. “Aku ini kan Abangmu, aku tau dimana kamu pergi bila kamu sedang bersedih, maafkan aku ya Vin tadi pagi Abang berkata seperti itu kepadamu”. “Iya Bang, maafin Davin juga. Davin sudah berkata tidak sopan dan menjelek-jelekan pacar Abang.” Aku tersenyum gembira. Dan kamipun pulang kerumah sesegera mungkin. Karena ibu sudah menunggu.
Rebek22 memberi reputasi
1
1.2K
Kutip
6
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•109.5KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya