Sudah lama tidak membuat thread forum disimak ya gan
Tidak, saya bukan ingin berkampanye. Dan maaf bila ane salah kamar ane malah cukup anti dengan kampanye (terutama kampanye dengan gaya seperti di Indonesia). Oke, mari ane mulai mengeluarkan isi pikiran ane
Quote:
Tidak asing dengan pemandangan seperti di foto yang ane pasang di atas?
Betul. Itu adalah pemandangan yang akraba gan temui di seantero Indonesia di saat-saat menjelang Pemilu Legislatif.Segerombolan bapak-bapak dan ibu-ibu yang tiba-tiba merasa dikenal dengan bangganya memamerkan senyuman lengkap dengan gelar sarjana mereka di setiap pojok kota. Tampak menyebalkan. eh?
Anda boleh menganggap ane sebagai generasi muda yang tidak peduli bangsa (walau tentu nyatanya tidak seperti itu), tetapi sampai saat ini ane sama sekali belum menemukan apa poin dari pemilu legislatif? Apa manfaat yang didapat bila kita memilih sendiri anggota DPD. DPRD, dan DPR? Kenapa kita harus memilih orang yang bahkan kita tidak kenal tahu sama sekali tentang sosok tersebut? Ini sebuah lelucon besar. Sebuah waste, bila menurut ilmu Teknik Industri yang sedang saya pelajari.
SIAPA MEREKA INI???
Lelucon pemilu legislatif ini semakin sah dengan kelakuan para caleg dalam mempromosikan diri mereka. Segala hal yang tidak masuk pemikiran nalar masyarakat normal mereka masukkan ke dalam kampanye mereka. Memasukkan tokoh kartun dalam spanduknya? Ada. Meniru logo mini market dalam lambangnya? Ada. Jadi petinju? Ada. Menghadirkan MR. BEAN? Ada. Astaga.
Spoiler for ngocol:
Dalam skala yang lebih besar, tak lain dan tak bukan untuk menjadi orang nomor satu di negeri kita ini, cara kampanye yang digunakan tidak kalah ngocol. Ngerinya, hampir semua kandidat melakukan cara kampanye yang menurut saya menggelikan. Dari membajak seluruh situs video streaming di internet (kaskus juga pernah kena ), memenuhi semua iklan di facebook, membuat KUIS PALSU (Ya Tuhan..) di stasiun televisi miliknya sendiri, memasang logo kampanye di KOSTUM SEPAKBOLA yang bisa-bisaan diadakan oleh stasiun miliknya sendiri, bahkan dengan teganya memotong siaran sepakbola.
Pak, memangnya cara itu bapak pikir bisa menarik simpati masyarakat? Dari ane sih, yang tadinya sempat simpatik dengan salah satu kandidat malah jadi eneg sekarang gara-gara gaya kampanyenya.
Tolonglah wahai bapak ibu, bila memang bapak ibu memiliki profil yang bagus pasti mendapat perhatian dan simpati dari masyarakat kok. Terbukti di Pilgub kemarin. Tunjukkan kalau memang bapak ibu sekalian bisa menjadi tumpuan kita untuk mengubah hidup masyarakat Indonesia
Quote:
Murni Opini ane gan, sharing - sharing saja
Maaf kalau ada yang tersinggung
tetapi tetep tidak menolak
Diubah oleh phillipemexes 11-12-2013 21:22
0
2K
Kutip
12
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!