Aksi Heroik Sofyan Hadi Selamatkan Penumpang Saat Kereta Akan Tabrak Truk di Bintaro
TS
ibn.alaydrus
Aksi Heroik Sofyan Hadi Selamatkan Penumpang Saat Kereta Akan Tabrak Truk di Bintaro
Ane turut berduka atas kejadian tragedi bintaro 2, tabrakan antara komuter dengan truk tangki pertamina.
namun dalam kejadian tersebut terdapat satu kisah yang mengharukan, kisah dari seorang asisten masinis yang mengorbankan dirinya demi keselamatan penumpang komuter.
pemuda bekasi yang baru berumur 20 tahun tersebut melakukan tindakan yang menjadikan penumpang komuter yang khususnya di gerbong wanita tidak menjadi korban/tidak banyak memakan korban.
semoga Sofyan Hadi diterima di sisi-Nya dan diampuni segala dosanya, serta keluarga dan sanak saudara yang ditinggalkan diberi ketabahan.
AMIIIIIIIIEEEEEEEEEEENNNNNN
Spoiler for berita I:
Jakarta - Almarhum Sopyan Hadi (20), teknisi KRL melakukan tindakan heroik sebelum insiden tabrakan dengan truk BBM terjadi. Dia sempat keluar dari ruangan teknisi dan memberi peringatan bagi para penumpang di gerbong wanita. Kereta akan menabrak.
"Sebenarnya awak KRL itu bisa masuk ke kabin penumpang untuk menyelamatkan diri tapi dengan tanggung jawab yang luar biasa malah tetap di ruang kabin masinis dan menutup rapat pintu yang mengarah ke penumpang," jelas Dirut KAI Ignasius Jonan saat bertutur kepada detikcom, Selasa (10/12/2013).
Jonan mendengarkan langsung soal aksi heroik anak buahnya itu dari salah seorang penumpang yang selamat. Jonan juga sempat menunjukkan foto teknisi KRL yang memberi tahu para penumpang di gerbong wanita.
"Saat saya tunjukkan foto Sopyan Hadi, beliau (seorang penumpang-red) menangis dan membenarkan bahwa sahabat kita itu yang menutup pintu agar penumpang tetap selamat. Beliau (penumpang-red) berkata sungguh orang ini luar biasa dan mengatakan, bagi kami dia adalah pahlawan," tutup Jonan.
Siang itu sekitar pukul 11.15 WIB, Senin (9/12) kereta melaju dengan kecepatan 70 Km/jam. Sirine dan palang pintu sudah mau menutup di perlintasan Pondok Betung, Bintaro, Jaksel. Tapi beberapa kendaraan masih mencoba melewati perlintasan.
Biasanya, mereka sukses melintas. Tapi kali ini kemacetan menahan kendaraan itu. Akibatnya kereta menghantam truk BBM, tak beberapa lama kemudian ledakan dan kobaran api terjadi. 7 Orang tewas akibat kejadian ini.
sumber "http://news.detik..com/read/2013/12/10/153002/2437826/10/kekaguman-dirut-kai-akan-kisah-heroik-teknisi-krl-saat-kereta-tabrak-truk"
Spoiler for berita II:
Almarhum Sofyan Hadi (Sopyan Hadi) 20 tahun teknisi KRL atau asisten masinis melakukan aksi heroik sebelum kereta Commuterline menabrak truk tangki BBM. Sofyan sempat keluar dari ruang teknisi dan memberi peringatan kepada penumpang di gerbong wanita jika kereta akan menabrak. Namun setelah memberi peringatan, Sofyan memilih berada di ruang kabin masinis dan menutup rapat pintu yang mengarah ke penumpang agar penumpang tetap selamat. Berkat tindakan ini jumlah korban tewas dapat diminimalkan meski akhirnya Sofyan menjadi korban dalam kecelakaan maut ini. "Sebelum tabrakan Sofyan masuk ke gerbong pertama dan berteriak kepada penumpang 'Mundur! Kereta akan tabrakan!'," kisah Dirut PT KAI, Ignasius Jonan, Selasa (10/12/2013), seperti yang dikutip dari MetrotvNews. "Sebenarnya awak KRL itu bisa masuk ke kabin penumpang untuk menyelamatkan diri tapi dengan tanggung jawab yang luar biasa malah tetap di ruang kabin masinis dan menutup rapat pintu yang mengarah ke penumpang," tambah Jonan, seperti yang dikutip dari detikHot. Kisah ini mengutip cerita seorang wanita korban selamat yang masih dirawat di Rumah Sakit dr Sutoyo, Bintaro, Jaksel. "Saya diperkenalkan kepada Ibu itu oleh Pak Menteri. Beliau (wanita korban selamat) mengira yang masuk itu masinis, tapi saya yakin itu Sofyan karena tidak mungkin masinis meninggalkan kabin," ungkap Jonan. "Tidak semua orang hatinya sebesar Sofyan dan Darman yang memberitahukan penumpang untuk mundur kemudian menyongsong maut," sambungnya. Kecelakaan kereta komuter menabrak truk tangki BBM terjadi pada Senin (9/12/2013), kereta saat itu melaju dengan kecepatan 70 km/jam. Karena masih ada beberapa kendaraan yang melewati perlintasan, kereta akhirnya menabrak truk BBM. Kecelakaan ini menewaskan 7 orang.(ec)
sumber "http://www.infospesial.net/31143/aksi-heroik-sofyan-hadi-selamatkan-penumpang-saat-kereta-akan-tabrak-truk-di-bintaro/"
Spoiler for tentang sofyan hadi:
VIVAnews - Suasana duka menyelimuti rumah almarhum Sofyan Hadi (21 tahun) di Jalan RA Kartini, Gang Mawar III RT 2/RW 2, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Sofyan merupakan petugas pelayanan KRL pada kereta commuter line yang mengalami kecelakaan tragis di Bintaro, Jakarta Selatan. Saat kejadian, Sofyan yang juga bekerja sebagai teknisi di commuter line, berada di ruang masinis.
Amelia (40 tahun), ibunda korban, hingga kini masih sangat terpukul atas kejadian yang menimpa putra kesayangannya itu. Sofyan merupakan anak bungsu dari 4 bersaudara. Dia satu-satunya anak laki-laki.
Sofyan saat ditemukan sudah tewas dengan kondisi luka bakar. Usai diidentifikasi melalui pemeriksaan DNA, jenazah Sofyan akan dikebumikan pada Selasa pagi.
Cita-cita Jadi Masinis
Almarhum Sofyan Hadi, oleh keluarga dikenal sebagai pribadi yang ulet, rajin, dan patuh kepada orangtua. Sejak menamatkan pendidikan di SMK Karya Guna 1, di Duren Jaya, Bekasi Timur, Sofyan sudah bercita-cita bekerja sebagai pengemudi kereta alias masinis.
Keinginan Sofyan itu sempat diutarakan kepada sang kakak, Yanti (26 tahun).
"Dia lulus sekolah tahun 2011, tiga kali tes di kereta gagal terus. Sampai akhirnya dia diterima jadi teknisi pada Oktober 2013. Dia sempat girang banget, karena ini jalan dia mewujudkan cita-cita menjadi masinis," cerita Yanti, berurai air mata.
"Dia sempat kerja di pabrik sebagai batu loncatan. Sampai akhirnya ditelepon dapat panggilan, terus diterima di KAI, dia keluar dari tempat kerjanya terdahulu," sambungnya.
Sofyan berangkat dari rumah sejak Minggu siang lalu. Sejak bekerja di commuter line, Sofyan sering tinggal di mess PT KAI di Serpong, Tangerang, Banten.
Yanti mengatakan, komunikasi terakhir sebelum kejadian, Sofyan sempat minta dijemput oleh ayahnya Ade Rukhim. Sofyan sering pulang ke rumah kalau dapat shift III (malam).
"Dia sms minta dijemput di Stasiun Bekasi," kata Yanti.
Keluarga tidak punya firasat apa pun sebelum kepergian korban. Namun, sebelum berangkat kerja, sang adik, kata Yanti, memakai jaket baru berwarna merah.
"Saya sempat ngejek dia, gaya amat lu pakai jaket baru. Jaket boleh ngutang aja," katanya.
"Tapi, dia kelihatan keren pakai jaket itu. Dia sama kakak-kakanya dikenal manja," lanjutnya.
Sofyan, sejak lulus sekolah dan bekerja, selalu rajin menabung. Uang itu, Yanti melanjutkan, akan digunakannya untuk menikahi gadis pujaan hati yang sudah dipacarinya sejak SMP.
"Dia bilang mau nikahin pacarnya. Makanya rajin menabung. Uang itu, katanya, juga buat naikin haji kedua orangtuanya," katanya.
Kabar meninggalnya Sofyan pertama kali diketahui melalui running text di televisi. Setelah mencoba menghubungi kantornya, ternyata informasi itu benar. "Ayah saya langsung berangkat ke rumah sakit," kata Yanti.
Kini, di rumah korban yang bercat biru muda, sudah berdiri tenda untuk menyambut tamu yang hendak melayat. Rekan korban, kerabat korban, dan para tetangga tampak membacakan Surat Yasin untuk mendoakan almarhum. (art)
sumber "http://us.metro.news.viva.co.id/news/read/465102-sofyan-hadi--teknisi-krl-yang-tewas-bercita-cita-jadi-masinis"
Spoiler for sosok foto sofyan:
UPDATE GAN
Wajah Sofyan Hadi Utuh Meski Ikut Terbakar Bersama Masinis
Spoiler for wajah utuh:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Biasanya, jenazah korban yang terbakar, bakal kesulitan untuk diidentifikasi.
Namun, identifikasi mayat Sofyan Hadi, petugas pembantu pelayanan commuterline yang tewas terbakar karena KRL-nya menabrak truk tangki pengangkut bahan bakar minyak, Senin (9/12/2013), justru mudah.
Pasalnya, menurut Supriyatna (47), paman korban, wajah keponakannya itu masih utuh sehingga mudah dikenal.
"Tidak perlu tes DNA karena wajahnya masih utuh sehingga mudah dikenal," ujar Supriyatna di rumah duka, Jalan RA Kartini, di RT 03/02, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (10/12/2013) siang.
Supriyatna mengatakan, pihaknya sudah siap menanti kedatangan jenazah. Setelah jenazahnya diterima, akan segera dimakamkan di TPU Poncol Kampung Jati, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.
"Kita semuanya sudah ikhlas. Jenazah hari ini datang dan akan segera dimakamkan," ujarnya. (Warta Kota/ NIR)
sumber "http://id.berita.yahoo.com/wajah-sofyan-hadi-utuh-meski-ikut-terbakar-bersama-115128539.html"
Diubah oleh ibn.alaydrus 12-12-2013 01:43
0
7.7K
Kutip
40
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!