- Beranda
- The Lounge
Mengapa bagi-nagi kondom itu perlu? (wajib baca)
...
TS
ISOrangers
Mengapa bagi-nagi kondom itu perlu? (wajib baca)
Code:
[B][CENTER]Tolong dibaca dengan seksama ya gan, semoga bisa sedikit mencerahkan[/CENTER][/B]
Spoiler for Opening:
Seiring dengan kontroversi pekan kondom nasional yang semakin menimbulkan stigma dan pandangan negatif aja berhubungan dengan kondom dan HIV AIDS, saya agak gerah juga dengan munculnya berbagai fakta yang terdengar dibuat-buat dan memungkinkan munculnya salah paham bagi orang awam, tau lah ya di Indonesia masih bnayak bgt orang muda atau yang udah tua juga, yang gak ngerti keseatan reproduksi dan seksualitas. Karena isu ini masih Tabu bangeeetttt
Sebagai mahasiswa kesehatan, di mana FYI aja kalo kesehatan itu cukup luas isu nya. Kebetulan saya tertarik banget dengan isu kesehatan reproduksi, saya tertarik ikut organisasi dan komunitas yang ngebahas permasalahan ini, semangat ikut kuliah tentang materi ini, dan ikut konferensi2 baik nasional maupun internasional tentang isu ini juga. Bukan somcol (sombong colongan) tapi saya emang saya suka dan concern banget dengan isu ini. Hahahha
Menanggapi (lagi) requestan dari teman-teman saya baik di twitter atau di grup WA yang mengaku “buta” dan pengen denger opini saya terkait isu ini, maka saya nulis deh nih postingan.
Oke, jadi malam ini saya nonton dialog di TVONE terkait Pekan Kondom Nasional, langsung dihadirkan dalam dialog ini Pak Kemal (dosen di kampus saya sekaligus sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional) dan Mba Zoya Amirin (dosen di kampus saya juga, dan skesolog terkenal) oya ada juga Pak Ismail Yusanto dari organisasi religi gitu, saya lupa nama organsiasinya apaa hehe
Dari hasil diskusi itu dan sedikit sotoy2an saya tentang per kespro (kesehatan reproduksi) an. Saya bisa menyimpulkan: (bukan bermaksud mendoktrinasi atau seolah saya pro kondom, tapi saya hanya ingin sharing pengetahuan saja monggo dikonsumsi dan dicerna dengan bijak)
Sebagai mahasiswa kesehatan, di mana FYI aja kalo kesehatan itu cukup luas isu nya. Kebetulan saya tertarik banget dengan isu kesehatan reproduksi, saya tertarik ikut organisasi dan komunitas yang ngebahas permasalahan ini, semangat ikut kuliah tentang materi ini, dan ikut konferensi2 baik nasional maupun internasional tentang isu ini juga. Bukan somcol (sombong colongan) tapi saya emang saya suka dan concern banget dengan isu ini. Hahahha
Menanggapi (lagi) requestan dari teman-teman saya baik di twitter atau di grup WA yang mengaku “buta” dan pengen denger opini saya terkait isu ini, maka saya nulis deh nih postingan.
Oke, jadi malam ini saya nonton dialog di TVONE terkait Pekan Kondom Nasional, langsung dihadirkan dalam dialog ini Pak Kemal (dosen di kampus saya sekaligus sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional) dan Mba Zoya Amirin (dosen di kampus saya juga, dan skesolog terkenal) oya ada juga Pak Ismail Yusanto dari organisasi religi gitu, saya lupa nama organsiasinya apaa hehe
Dari hasil diskusi itu dan sedikit sotoy2an saya tentang per kespro (kesehatan reproduksi) an. Saya bisa menyimpulkan: (bukan bermaksud mendoktrinasi atau seolah saya pro kondom, tapi saya hanya ingin sharing pengetahuan saja monggo dikonsumsi dan dicerna dengan bijak)
1. Pencegah penularan HIV AIDS
Spoiler for Pencegah:
1. HIV AIDS di Indonesia saat ini memang paling banyak terjadi karena penularan melalui hubungan seksual, khususnya heteroseksual dari laporan Triwiulan 1 HIV AIDS 2013 menyebutkan bahwa 59,8% kasus kumulatif HIV AIDS dari tahun 1987-2013 adalah karena hubungan seksual heteroseksual, bahkan pada periode januari-maret 2013 81,1 % diakibatkan karena hubungan seksual ini.
2. Kondom itu alat kesehatan
Spoiler for Alat kesehatan:
Kondom itu alkes (alat kesehatan), yang termasuk alkon (alat kontrasepsi) kalau di dunia K3 ada APD (alat pelindung diri) nah Kondom juga berperan sebagai APD yang dpat memberikan proteksi dari kehamilan, penularan HIV AIDS, dan sebagian IMS (infeksi menular seksual) di media ada yang bilang kondom gak bisa cegah HIV, berdalih berdasarkan penelitian, mungkin bisa dilihat penelitiannya terlebih dahulu, tidak hanya diliat hasil penelitiannya, tapi juga dari kualitas penelitian itu sendiri (dalam dunia epidemologi (penelitian kesehatan), penelitian sangat dipengaruhi berbagai hal, dan harus dilihat kualitasnya dari si peneliti nya, pengambilan data nya, data nya, dan bahkan analisis nya, yang dikenal dengan validitas dan reliabilitas).
Pada Tahun 1991, Thailand menerapkan “100-percent condom policy“, dimana PSK dan pelanggannya untuk menggunakan kondom dalam setiap aktivitas seksual. Program ini berhasil menaikkan persentase penggunaan kondom dari 14% pada tahun 1989 menjadi 94% pada tahun 1994 dan berdampak pada penurunan lima kali lipat kasus infeksi HIV dan sepuluh kali lipat penurunan kasus IMS (WHO & UNAIDS, 2004). Ada yang bilang kalo kondom masih bisa memunginkan virus masuk karena pori2 kondom lebih besar dari ukuran virus, sebenarnya virus hidup memerlukan media, ketika ditularkan pun virus tersebut tertular melalui media, di mana salah satunya adalah sperma dan cairan vagina, selama kondom tidak memungkinkan adanya kontak media penulaan HIV AIDS (kalau dalam hubungans eks berarti sprma dan cairan vagina), maka tidak akan terjadi penularan.
Pada Tahun 1991, Thailand menerapkan “100-percent condom policy“, dimana PSK dan pelanggannya untuk menggunakan kondom dalam setiap aktivitas seksual. Program ini berhasil menaikkan persentase penggunaan kondom dari 14% pada tahun 1989 menjadi 94% pada tahun 1994 dan berdampak pada penurunan lima kali lipat kasus infeksi HIV dan sepuluh kali lipat penurunan kasus IMS (WHO & UNAIDS, 2004). Ada yang bilang kalo kondom masih bisa memunginkan virus masuk karena pori2 kondom lebih besar dari ukuran virus, sebenarnya virus hidup memerlukan media, ketika ditularkan pun virus tersebut tertular melalui media, di mana salah satunya adalah sperma dan cairan vagina, selama kondom tidak memungkinkan adanya kontak media penulaan HIV AIDS (kalau dalam hubungans eks berarti sprma dan cairan vagina), maka tidak akan terjadi penularan.
3. Bukan berarti bagi-bagi kondom untuk menjerumuskan ke seks bebas !
Spoiler for bukan untuk seks bebas:
Ada yang bilang bagi2 kondom berati menjerumuskan kita ke seks bebas, ini ditanggapi sama mba zoya, katanya: secara psikologis, manusia dalam bertindak sangat kecil kemungkinannya untuk terpengaruhi oleh barang sekecil dan semurah kondom.. hmmm ia juga, kalo saya pribadi, selama saya ikut kegiatan kespro, mungkin udah lebih dari 10 kali saya dikasih kondom gratis tiap datang ke acara kespro, tapi sampe sekarang saya aman2 aja tuh. Nah sekarang saya balik nanya ke temen2, khsuusnya bagi kalian yang tidak seksual aktif (belum pernah dan tidak sering melakukan hubungan seksual) kalo saya kasih kalian kondom sekarang juga, apa kalian bakal ujug2 nge sex? Helloooo… Sex itu membutuhkan komitmen dan tanggung jawab dari hasil pembuatan keputusan yang cukup alot baik konflik dalam diri maupun konflik degan pasangan, bukan hanya sebatas kepuasan nafsu belaka.
4. Tapi kondom juga bukan benda yang pantas untuk "disawer" atau di bagi-bagi secara bebas.
Spoiler for tidak untuk disawer:
Tapi perlu diingat juga, kondom itu alat kontrasepsi, dan penggunaannya pun, khsusunya di indonesia, sangat tidak layak apabila disebar atau semacam “disawer” kepada masyarakat umum. Ini saya jelas2 gak setuju. Makanya saya agak heran ketika dengar berita bahwa pekan kondom nasional, itu bagi2 kondom ke orang2 termasuk mahasiswa. Dari situ saya bener2 pengen nyari tahu, seperti apa adanya. Saya search di google terkait program ini, berharap menemukan modul tatalaksana, atau juknis operasional program ini berupa pdf yang resmi diterbitkan baik dari Kemenkes atau KPAN, namun sayang saya tidak bisa menemukannya. Tapi saya mendapat jawabannya ketika saya menonton acara ini, yang saya dapat dari Pak Kemal langsung sebagai sekretaris KPAN (Komisi Penanggulangan AIDS Nasional) yang menyataan bahwa pekan kondom nasional tidak bagi2 kondom ke sembarang orang. Adanya info bahwa terdapat beberap mahasiswa yang diberi kondom di UGM, bahkan sampai ada yang bilang “mba ini silahkan pake bareng pacarnya ya” dibantah oleh Pak Kemal, yang menyatakan bahwa bus kondom untuk pekan kondom nasional masih ada di Jakarta, belum beroperasi dan sepertinya tidak akan dijalankan. Lagian, untuk pendistribusian kondom, khususnya bagi remaja, sangat tidak dianjurkan dan kalau pun diberi ya kepada mereka yang sudah seksual aktif, itu pun harus dibarengi dengan pencerdasan berupa edukasi. Karena banyak banget penggunaan kondom yang salah, yang menyebabkan fungsi dari kondom itu pun gagal, maklum di Indonesia kan hal kayak gini superrrr tabu, makanya banyak banget orang yang gak tahu cara makenya, bahkan gak tau ke mana harus nanya cara yang bener.
5. kembali lagi ke penyebaran HIV dan AIDS
Spoiler for AIDS:
Kalo dari sisi Epidemiologi, di INDONESIA kasus HIV AIDS masih terpusat pada populasi berisiko tinggi, yaitu di kalngan Pekerja seks(WPS, PPS), LSL (Lelaki sek slelaki) dan penasun (pengguna napza suntik). Maka saya sangat tidak setuju apabila kondom disebar ke seluruh populasi atau populasi umum, cukuplah kondom digalakkan kepada popualsi berisiko tinggi ini saja.
Di mana dalam panduan pencegahan HIV AIDS pun ada 5 langkah ABCDE ( dibahas di postingan saya sebelumnya) cukup lah bagi kita sebagai mahasiswa, khususnya mahasiswa yang belum seksual aktif (apalagi yang gak punya pacar alias jomblooo) cukuplah digalakan dengan cara A (absitensia atau puasa seks, tidak melakukan hubungan seks sama sekali sampai nanti menikah), satu pasangan yang pastinya harus sehat) dan E (education) dan bagi mahasiswa atau teman2 yang sudah aktif secara seksual, baru lah tembus ke cara pencegahan selanjutnya yaitu B (be faithful atau setia terhadap satu pasangan sehat), atau kalo emang udah banget kebelet baru C (condom).
Maka dari itu,, ayooooooooook lah kita yang gak tau perbanyak info (yang akurat) supaya kita bisa dengan bijaksana memilah2 informasi, dan jangan sampe deh HIV AIDS menyebar ke populasi umum, seperti yang sudah terjadi di negara2 afrika dan di bumi Papua di mana HIV AIDS sudah merebak ke ibu rumah tangga dan anak2.
Di mana dalam panduan pencegahan HIV AIDS pun ada 5 langkah ABCDE ( dibahas di postingan saya sebelumnya) cukup lah bagi kita sebagai mahasiswa, khususnya mahasiswa yang belum seksual aktif (apalagi yang gak punya pacar alias jomblooo) cukuplah digalakan dengan cara A (absitensia atau puasa seks, tidak melakukan hubungan seks sama sekali sampai nanti menikah), satu pasangan yang pastinya harus sehat) dan E (education) dan bagi mahasiswa atau teman2 yang sudah aktif secara seksual, baru lah tembus ke cara pencegahan selanjutnya yaitu B (be faithful atau setia terhadap satu pasangan sehat), atau kalo emang udah banget kebelet baru C (condom).
Maka dari itu,, ayooooooooook lah kita yang gak tau perbanyak info (yang akurat) supaya kita bisa dengan bijaksana memilah2 informasi, dan jangan sampe deh HIV AIDS menyebar ke populasi umum, seperti yang sudah terjadi di negara2 afrika dan di bumi Papua di mana HIV AIDS sudah merebak ke ibu rumah tangga dan anak2.
Spoiler for terakhir:
Maka dari itu,, ayooooooooook lah kita yang gak tau perbanyak info (yang akurat) supaya kita bisa dengan bijaksana memilah2 informasi, dan jangan sampe deh HIV AIDS menyebar ke populasi umum, seperti yang sudah terjadi di negara2 afrika dan di bumi Papua di mana HIV AIDS sudah merebak ke ibu rumah tangga dan anak2.
Yuk sama-sama kita berpangku tangan dengan kepala yang dingin dan hati terbuka untuk mencari solusi terbaik tanpa ada kekerasan bahkan konflik…
Yuk sama-sama kita berpangku tangan dengan kepala yang dingin dan hati terbuka untuk mencari solusi terbaik tanpa ada kekerasan bahkan konflik…
Kalo berkenan kasih

Diubah oleh ISOrangers 05-12-2013 12:19
0
2.7K
Kutip
24
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya