alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52897c1fa2cb17e63c000000/di-udara-pun-macet-bandara-internasional-soekarno-hatta-dalam-kondisi-darurat
Lapor Hansip
18-11-2013 09:31
(Di Udara pun Macet?) Bandara Internasional Soekarno-Hatta Dalam Kondisi Darurat?
(Di Udara pun Macet?) Bandara Internasional Soekarno-Hatta Dalam Kondisi Darurat?

Quote:
JAKARTA, KOMPAS.com — Bandara Internasional Soekarno-Hatta rentan terkena berbagai masalah. Persoalan menumpuk, mulai dari masalah operasional hingga non-operasional. Jika hal ini tidak ditangani, akumulasi masalah akan semakin ruwet hingga berisiko menimbulkan masalah besar. Aliran listrik yang putus selama lima menit pekan lalu merupakan kasus terbaru yang terjadi di bandara ini, setelah beberapa kali terjadi aliran listrik putus sejak 2010. Beberapa hari lalu sejumlah duta besar Uni Eropa mengeluhkan waktu yang terlalu lama dibutuhkan saat hendak terbang ataupun mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.


Di samping itu, Kompas, sejak awal pekan lalu hingga Minggu (17/11/2013), menghimpun sejumlah masalah terkait dengan bandara internasional itu. Ada masalah operasional, seperti listrik mati, lonjakan jumlah penumpang, slot darurat yang berkurang, waktu lepas landas yang terlambat, dan pendaratan yang harus menunggu terlalu lama. Adapun masalah non-operasional antara lain akses ke bandara yang kadang masih macet kembali maraknya calo dan angkutan liar di bandara, serta pasokan taksi yang makin kerap terlambat.


”Jangan dikira hanya di darat saja yang macet. Di udara juga macet. Pekan lalu, saat saya baru kembali dari Medan, saya harus berputar-putar dulu sampai lama sebelum mendarat di Soekarno-Hatta. Pilot memberi tahu bahwa banyak pesawat yang akan mendarat, jadi harus mengantre,” kata Chatarina yang bekerja sebagai kepala cabang sebuah bank swasta.


Beberapa waktu lalu, Kompas yang terbang dari Sydney menuju Jakarta terlambat mendarat sekitar 35 menit. Itu terjadi karena pesawat Garuda yang melayani jalur tersebut harus berputar dua kali di atas kota Indramayu dan sekali di atas Bekasi.


Pengusaha seperti Sofjan Wanandi, Anton Supit, dan Hariyadi B Sukamdani juga mengeluhkan hal yang sama. Sofjan mengatakan, pesawat yang dia tumpangi harus berputar-putar di udara selama rata-rata 30 menit karena antrean pendaratan dan lepas landas pesawat, membuat Bandara Soekarno-Hatta tidak nyaman lagi.


Saat keberangkatan, para penumpang juga harus menunggu lama. Penumpang harus menunggu lama di dalam pesawat. Senior Manager Komunikasi Eksternal PT Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengaku, dirinya juga mengalami dampak dari kepadatan di Soekarno-Hatta. ”Jumat kemarin saya terbang ke Denpasar pukul 18.00. Saat mau lepas landas, pilot mengumumkan bahwa pesawat kami berada di urutan ke-10 yang siap lepas landas,” ujarnya.


Tidak hanya penumpang, beberapa pilot yang ditemui pun mengeluhkan situasi di Bandara Soekano-Hatta. Keterbatasan kapasitas landas pacu juga memperberat kerja pilot dan pengatur lalu lintas udara (ATC).


”Terkadang, ketika terbang pulang ke Soekarno-Hatta, kami diberi tahu harus menunggu giliran mendarat karena landasan penuh. ATC akan mengatakan, expect 20 minutes delay (diperkirakan keterlambatan 20 menit),” ujar seorang pilot senior.


”Itu biasa saja, dapat terjadi di bandara mana pun, bahkan di luar negeri. Persoalannya, di Indonesia, terkadang tak jelas sampai kapan penundaannya,” kata pilot itu.


Secara teknik penerbangan, tak ada masalah dengan keterlambatan pendaratan. Keselamatan penerbangan terjamin dengan syarat mengikuti prosedur penerbangan yang benar.


”Beberapa kali pilot Air Asia mendaratkan pesawat di Palembang atau Bandung akibat landasan pacu Soekarno-Hatta penuh. Kami tak pernah memarahi pilot karena banyak bahan bakar jadi terbuang. Kami justru memberi mereka penghargaan karena mengutamakan keselamatan,” kata Direktur Operasi Indonesia Air Asia Imron Siregar.


Seorang pilot memang dapat memutuskan untuk mengalihkan pendaratan ke bandara alternatif ketika dia melihat bahan bakar makin menipis.


Secara teknis sudah ditetapkan regulasi untuk menjamin keselamatan penerbangan, tetapi para pilot mengakui kepadatan landasan pacu jelas memicu stres. ”Naik mobil terjebak kemacetan saja stres, apalagi ketika macet saat terbang,” ungkap seorang pilot lainnya.


Menurut Imron, potensi stres tidak hanya pada pilot, tetapi juga pada petugas ATC.


Masalah lainnya adalah saat keberangkatan. Praktik yang biasa terjadi, pilot dari beberapa maskapai berlomba-lomba meminta ATC untuk memberangkatkan mereka terlebih dulu. Jadi, sebelum pintu pesawat ditutup, ada pilot yang sudah mengonfirmasikan kepada petugas mobil pendorong mundur supaya bersiap mendorong mundur pesawat. Para pilot berlomba-lomba menuju alur pemberangkatan supaya tidak antre terlalu lama.


Edward Sirait, Direktur Umum Lion Air, mengatakan, akibat seringnya pesawat menunggu antre di tepi landasan atau di udara, konsumsi bahan bakar meningkat. Peningkatan bahan bakar ini cukup signifikan. Untuk penerbangan jarak pendek dengan waktu tempuh sekitar satu jam, misalnya, diperlukan tambahan bahan bakar 25 persen, sedangkan untuk jarak tempuh sekitar tiga jam, dibutuhkan tambahan bahan bakar 8 persen.


Menurut Edward, kepadatan bandara ini sangat terasa mulai tahun 2013. Rata-rata penambahan waktu untuk antre, baik di darat maupun di udara, mencapai 15 menit. ”Kami berharap masalah ini bisa segera diatasi. Kondisi ini tentu membuat produktivitas maskapai penerbangan menurun. Pilot dan penumpang pun akan stres,” ujar Edward.


Ikhsan mengatakan, kepadatan di landasan pacu itu membuat waktu terbang lebih lama. Hal ini memengaruhi jadwal penerbangan yang terkoneksi dan juga jam kerja kru.


Kepadatan tersebut terjadi lantaran seiring berkembangnya bisnis penerbangan dan bertambahnya jumlah armada setiap maskapai.


Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko ketika dikonfirmasi mengakui, kapasitas Bandara Soekarno-Hatta sudah tidak mampu lagi menerima permintaan layanan penerbangan lebih banyak lagi. Dua landasan yang dimiliki Bandara Soekarno-Hatta sudah dimaksimalkan hingga melayani 1.215 kali lepas landas dan pendaratan pesawat setiap harinya.


Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti S Gumay mengatakan, akibat begitu padatnya penerbangan di bandara utama Indonesia ini, jatah cadangan untuk darurat hanya tersisa 10 persen. Padahal, idealnya, slot cadangan darurat minimal 20 persen. (ARN/RYO/HAM/MAR)

Sumber

Di udara macet juga toh landingnya. belum lagi kalo berangkatnya di delay. emoticon-Hammer2

udah komplikasi banget nih lagian masalahnya. mana presisen sama menteri2 pada sibuk mau pemilu lagi. yg gini mana diperhatiin? emoticon-Berduka (S)
Diubah oleh andri_access
0
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 3
18-11-2013 10:40
Itu betul gan. Bulan lalu gw naik garuda harus nunggu antrian takeoff sampe 1 jam di dalam pesawat. Pilotnya umumkan sendiri bahwa pesawat harus nunggu antrian karena landasan terbatas.
0
18-11-2013 10:46
Quote:Original Posted By wiki5000
Kenapa sebagian tidak dialihkan ke halim?


Setau ane seh halim itu hanya untuk keperluan tertentu aja gan, semisal TNI dan orang" penting lainnya. CMIIW.
0
18-11-2013 10:56
Quote:Original Posted By aceptc
kok kesannya negatif mulu ya emoticon-Bingung (S)

padahal klo dilihat kenyataanya sampai trafik udara padat, bukanya artinya pertumbuhan ekonomi negara emang sedang berkembang pesat emoticon-Malu (S)
dulu hanya segelintir orang yang mampu naik pesawat, sekarang ke bandara udah kyak terminal bis aja....

klo perlu perbaikan itu pasti, gak ada bandara yang berkembang di manapun gak ngalamin kondisi seperti ini...

tapi ya emang endonesia gitu, klo ada buruknya ngapain diperhatiin baiknya emoticon-Cape d... (S)


Memang benar namun ini kan merupakan asset nasional dan gerbang masuk ke indonesia juga,
fasilitas sepenting ini sampai kelimpungan begitu artinya perencanaan dan manajemen-nya yang ga bener
kan harusnya ada review peningkatan penumpang pertahun lalu rencana ekspansi, penambahan jalur atau apapun.
yang jadi masalah ini tipikal perencanaan diindonesia.
maka na itu masalahnya bukan diliat negatifnya, cuma sekelas asset nasional pengelolaan masa keliatan amatir beginiemoticon-Cape d... (S)
0
18-11-2013 10:58
tambah airport baru...

megapolitan macam jabodetabek mah ga kepegang sama 1 bandara doang...
0
18-11-2013 11:01
tanggung jawab siapa nih..??emoticon-Cape d... (S) emoticon-Cape d... (S)
0
18-11-2013 11:03
gempor neh lama2 diserbu bas udara emoticon-Ngakak
0
18-11-2013 11:05
sampai mana perkembangan bandara yg dulu kabarnya mo dibangun di karawang?

bandara soetta dah kek terminal pulogadung.

ngga layak lagi

ATC crowded banget jangan sampe jadi bom waktu emoticon-Takut:
0
18-11-2013 11:09
Quote:Original Posted By funrise
Jakowi tanggung jawab jangan pencitraan mulu.... emoticon-Mad (S)


itu ga ada urusannya ama Jokowi ganemoticon-Cape d... (S). Itu langsung diurus ama Angkasa Pura dan Kementrian Perhubungan. Kalau bodoh dan bego jangan diliatin disini dongemoticon-Cape d... (S)

Ane juga ngalamin kemaren, mau landing di soetta harus ngantri, sekitar 30 menit ane cuma muter-muter di atas jakarta ama perairan laut jawa. Mau liat pemandangan di bawah juga pusing, soalnya pesawatnya muter-muter mulu.
Katanya sih udah ada rencana pembangunan bandara baru di daerah bekasi, kalau ga salah sekitar cikarang, tapi permasalahan lahan dan dana masih kendala.
0
18-11-2013 11:11
Yang ngomongin JOKOWI

Asal bacot aja lu gan. jokowi pan di DKI, lha bandara soetta itu di propinsinya ratu atut.
Diubah oleh sokarno
0
18-11-2013 12:29
Katanya mau diperluas kemarin kata dahlan, ga jd emangnya?
0
18-11-2013 12:32
Quote:Original Posted By black_


yang dilihat adalah sisi burukny sisi pertumbuhan ekonominya ga greget jadi brita emoticon-Big Grin...




"Bad news is a Good News" emoticon-Malu (S)

Quote:Original Posted By limu


Memang benar namun ini kan merupakan asset nasional dan gerbang masuk ke indonesia juga,
fasilitas sepenting ini sampai kelimpungan begitu artinya perencanaan dan manajemen-nya yang ga bener
kan harusnya ada review peningkatan penumpang pertahun lalu rencana ekspansi, penambahan jalur atau apapun.
yang jadi masalah ini tipikal perencanaan diindonesia.
maka na itu masalahnya bukan diliat negatifnya, cuma sekelas asset nasional pengelolaan masa keliatan amatir beginiemoticon-Cape d... (S)


ane jg setuju klo kali ini kurang perencanaan, dan saat ini sudah terlambat...
belum lagi urusan birokrasi buat pelebaran jalur runway ( aka pembebasan lahan ) yang harus lewat beberapa lapisan "oknum"...

ntar klo asal main keluarin dana dibilang ada "ketidak efisiensian penggunaan anggaran" , kyak kasus PLN sewa genset ntu emoticon-Big Grin

sebenernya susah jadi pejabat negeri ini, dari lingkunan birokrasi sampai masyarakatnya banyak yang BAJINGAN ( ane pinjem kalimat sakti kafir no.1 di republik ini emoticon-Ngakak )

semoga aja makin banyak pejabat yang gak waras , soalnya klo waras pasti ikut kotor juga..
0
18-11-2013 12:41
Quote:Original Posted By loekep
bagus tuh kalo domestik dipindahin ke halim,
trus yang di halim dipindahin ke pondok cabe.

kalo halim di aktifkan kembali DKI jadi ada penerimaan untuk kas daerah
masih masuk jakarta kan halim ya?

tapi halim kalo nga salah landas pacu nya cuma ada satu kan?
bisa macet juga kalo tampung domestik disana ya, kalo buat international di halim apa landas pacu nya cukup panjang untuk pesawat gede?


kalo bikin bandara baru di kampung vicky aja
karang asih indah berakidah, 29 my age ya
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak


Pasti ini semua karena konspirasi kemakmuran emoticon-Mad
0
18-11-2013 12:45
Quote:Original Posted By funrise
Jakowi tanggung jawab jangan pencitraan mulu.... emoticon-Mad (S)


apa-appa jokowi mulu dah si peaaaa, walaupun gw bukan pens jokowi biasa aja tong

pemerintah & angkasa pura serta banyak maskapai di soeta harus segera koordinasi gimana cara menanggulangi masalah kek gini.
dalam beberapa tahun pasti akan jadi masalah yang sangat serius pastinya emoticon-Nohope
0
18-11-2013 12:46
Quote:Original Posted By wiki5000
Kenapa sebagian tidak dialihkan ke halim?


halim bukan untuk komersil bray emoticon-Big Grin
0
18-11-2013 13:48
Quote:Original Posted By aceptc


"Bad news is a Good News" emoticon-Malu (S)



ane jg setuju klo kali ini kurang perencanaan, dan saat ini sudah
terlambat...
belum lagi urusan birokrasi buat pelebaran jalur runway ( aka pembebasan
lahan ) yang harus lewat beberapa lapisan "oknum"...

ntar klo asal main keluarin dana dibilang ada "ketidak efisiensian
penggunaan anggaran" , kyak kasus PLN sewa genset ntu emoticon-Big Grin

sebenernya susah jadi pejabat negeri ini, dari lingkunan birokrasi
sampai masyarakatnya banyak yang BAJINGAN ( ane pinjem kalimat sakti
kafir no.1 di republik ini emoticon-Ngakak )

semoga aja makin banyak pejabat yang gak waras , soalnya klo waras pasti
ikut kotor juga..


jangankan perluasan, listrik aja masih kadang padam tuh. Walaupun 5 menit tapi dampaknya juga lumayan besar tuh. emoticon-Takut
0
18-11-2013 14:00
ada2 aja nih

bandara udah mulai bermasalah

semuanya butuh lahan lebih,
0
18-11-2013 14:20
bahaya iki.. muter muter terus di udara

bisa pusing ATC nya

miss sedikit aja jadi fatal dah

makanya jika ingin punya petugas ATC yg handal, harus ditugaskan dulu di Bandara Soetta
0
18-11-2013 14:23
wuih, udara aja bisa macet apalagi didarat ...
harus beralih ke laut nih
0
18-11-2013 14:28
Bandara Soeta memang sudah jauh dari kata layak. Terminal Padat, Parkir penuh, eh masih ditambah kepadatan di Runway. Sudah selayaknya bikin Bandara Baru yang lebih representatif
0
18-11-2013 14:44
Perasaan dari dulu digedein bandara blom jadi2 jg ya. Gak usah nambah bandara, tambah runway aja 2 lg, trus gedein ama remajain terminal. Dibikin modern dikit lah kaya ngurah rai ato makassar. Trus kereta jg kapan jadinya. Bandara segede gaban masak cmn bisa diakses roda empat aja.
0
Halaman 2 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.