Kaskus

Entertainment

evieferialAvatar border
TS
evieferial
Investasi yang Tak Pernah Gagal
Investasi yang Tak Pernah Gagal

“Saya sudah berkurban waktu dan tenaga untuk datang ke sini, tapi ia malah ogah-ogahan. Datang terlambat, dari dulu kok tidak berubah,” kata saya sembari menggerutu menunggu kedatangan seorang kawan. Kawan saya yang lain tersenyum, “Ah kamu, berkurban seperti itu saja mesti bilang-bilang. Mungkin saja ia ingin datang tepat waktu tapi terhalang sesuatu.”

Saya kerap iri melihat cara kawan saya itu menanggapi suatu persoalan. Tanpa prasangka. Ia percaya bahwa manusia pada dasarnya ingin berbuat baik, termasuk datang tepat waktu. Ia juga yakin bahwa berkurban seringkali memang diperlukan. Dan, kecil atau besar pengorbanan itu, tak perlulah diucapkan dengan lirih, apa lagi dengan lantang.

“Saya hanya bisa berkurban seekor domba kali ini,” kata saya lain waktu menyaksikan kawan itu berkurban dua ekor sapi. “Ah kamu, berkurban kok menggerutu,” ujarnya, mungkin nada ucapan saya tertangkap seperti tidak puas. “Dua ekor sapi belum tentu lebih hebat dari seekor dombamu itu.”

“Saya juga iri melihat orang bisa berkurban 99 ekor sapi dan domba yang nyaris tak terhitung banyaknya,” kata saya. “Di mana kamu lihat?” tanya kawan saya. “Di televisi, kan ada siarannya. Kamu gak nonton ya?” Ia menggeleng, terdiam, lalu berkata lagi: “Bahkan, seekor dombamu pun bisa mengalahkan berpuluh ekor sapi bila kamu tidak bercerita pada siapapun dan tidak menggerutu.”

“Bro, berbuat baik di zaman sekarang itu susah ya. Masak sekedar ‘unjuk rasa’ agar orang lain tahu saja gak boleh?” kata saya agak protes. “Kebaikan itu satu-satunya investasi yang tidak pernah gagal,” ujar kawan saya. “Tanpa ‘unjuk rasa’ pun, investasi itu akan kembali kepada kamu. Jadi, kamu gak perlu ngomong ke sana kemari, mengundang jurnalis hanya untuk meliput peristiwa kamu berkurban 99 ekor sapi dan domba yang nyaris tak terhitung banyaknya.”

“Wah, andaikan saya selebritas, rugi dong kalau saya nggak bilang-bilang, ini kan cara mendongkrak popularitas,” ujar saya. “Lha dalah,” kata kawan saya, “berbuat baik kok ngitung untung rugi. Sudah kubilang, kebaikan itu satu-satunya investasi yang tidak pernah gagal. Jika tidak segera terlihat, hasil investasi itu niscaya akan kembali suatu saat nanti. Pokoknya, tidak pernah gagal. Jadi nggak usah bikin kalkulasi lagi, nggak perlu bilang-bilang lagi, nggak perlu disiarkan lagi.”

“Masuk hati juga sih kata-kata kamu. Tapi, ngomong-ngomong, betul ya Bro, berbuat baik di zaman sekarang tidak mudah,” ucap saya keukeuh.

“Tidak mudah bukan berarti tidak bisa. Enteng saja, lakukan, maka berbuat baik akan jadi mudah,” ujarnya sembari menyeruput kopi hangat.
0
1.3K
8
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread105.3KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.