- Beranda
- Berita dan Politik
Terungkap, Mr X di Kasus Pembunuhan Holy Bernama El Riski Yudhistira
...
TS
kucingtidok
Terungkap, Mr X di Kasus Pembunuhan Holy Bernama El Riski Yudhistira

tersangka
Quote:
Identitas Mr X, pria yang loncat dari lantai 9AT tower Ebony Apartemen Kalibata City yang dihuni oleh Holly Angela Ayu, sudah diketahui. Mr X diketahui bernama lengkap El Riski Yudhistira.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, nama Riski terungkap setelah pihak Polsek Pancoran menerima kedatangan 3 orang warga Lampung yang mengaku keluarga Riski. Tiga orang yang datang itu adalah adik kandung, paman dan ipar Riski.
"Sabtu (5/10) malam, 3 orang datang ke Polsek Pancoran dengan membawa sejumlah dokumen dan menyatakan bahwa foto Mr X yang tersebar di media mirip dengan anggota keluarganya," jelas Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/10/2013).
Petugas Polsek Pancoran kemudian membawa mereka ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Salemba, Jakarta Pusat untuk mengidentifikasi wajah Mr X.
"Setelah diperlihatkan jenazah Mr X, keluarga yakin bahwa Mr X itu adalah salah satu keluarganya yang bernama El Riski Yudhistira," ucap Rikwanto.
Guna meyakinkan bahwa Mr X adalah Riski, penyidik mencocokkan dokumen-dokumen yang berisi sidik jari, seperti Kartu Keluarga (KK) ijazah SMA dan foto Riski. Hasil pencocokan dokumen yang dibawa keluarga dengan sidik jari pada jenazah, ternyata identik.
"Diketahui bernama El Riski Yudhistira, kelahiran Karangagung 30 Juni 1979, laki-laki, pekerjaan swasta, alamat Karangagung, Kota Bumi, Lampung," imbuhnya.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, nama Riski terungkap setelah pihak Polsek Pancoran menerima kedatangan 3 orang warga Lampung yang mengaku keluarga Riski. Tiga orang yang datang itu adalah adik kandung, paman dan ipar Riski.
"Sabtu (5/10) malam, 3 orang datang ke Polsek Pancoran dengan membawa sejumlah dokumen dan menyatakan bahwa foto Mr X yang tersebar di media mirip dengan anggota keluarganya," jelas Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/10/2013).
Petugas Polsek Pancoran kemudian membawa mereka ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Salemba, Jakarta Pusat untuk mengidentifikasi wajah Mr X.
"Setelah diperlihatkan jenazah Mr X, keluarga yakin bahwa Mr X itu adalah salah satu keluarganya yang bernama El Riski Yudhistira," ucap Rikwanto.
Guna meyakinkan bahwa Mr X adalah Riski, penyidik mencocokkan dokumen-dokumen yang berisi sidik jari, seperti Kartu Keluarga (KK) ijazah SMA dan foto Riski. Hasil pencocokan dokumen yang dibawa keluarga dengan sidik jari pada jenazah, ternyata identik.
"Diketahui bernama El Riski Yudhistira, kelahiran Karangagung 30 Juni 1979, laki-laki, pekerjaan swasta, alamat Karangagung, Kota Bumi, Lampung," imbuhnya.
Ember : http://m.detik..com/news/read/2013/10/07/125011/2379840/10/terungkap-mr-x-di-kasus-pembunuhan-holy-bernama-el-riski-yudhistira
Motif pembunuhannya semoga juga cepat terungkap..

Update :
Elriski Bekerja Sebagai Debt Collector, Holly Dihabisi Gara-gara Utang?
Quote:
Elriski Yudhistira (34), sempat diduga polisi sebagai pelaku yang menganiaya Holly Angela Ayu di unit lantai 9AT tower Ebony Apartemen Kalibata City. Melihat latarbelakang Elriski yang mengaku bekerja sebagai debt collector pada adiknya, mungkinkah Holly dihabisi gara-gara masalah utang?
"Kita belum bisa menyimpulkan seperti itu," jawab Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Noviana Tursanurrohmad saat jumpa pers di kantornya, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2013).
Polisi juga belum menemukan fakta soal Elriski bekerja sebagai debt collector. Pasalnya, keluarga yang menyampaikan keterangan bahwa Elriski bekerja sebagai debt collector, tidak pernah mengetahui Elriski bekerja pada perusahaan apa.
"Belum tahu kerja (sebagai debt collector) di mana, karena istrinya juga kita belum tahu," ujar Novi.
Novi mengatakan, pihaknya belum mengetahui apakah Holly punya utang-piutang atau tidak semasa hidupnya. Polisi juga tidak menemukan adanya kartu kredit di unit Holly.
"Kita tidak temukan itu (kartu kredit) atau hal-hal lain yang berkaitan dengan masalah utang-piutang," imbuhnya.
Novi juga belum bisa memastikan bahwa Elriski-lah, orang yang menganiaya Holly. Ia menyatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan hal itu karena belum mengantongi hasil uji lab terhadap noda darah yang ditemukan di unit yang ditempati Holly, dengan yang ada di sepatu Elriski.
"Semua bisa saya sampaikan kaitan-kaitannya kalau hasil uji lab sudah keluar," tukasnya.
"Kita belum bisa menyimpulkan seperti itu," jawab Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Noviana Tursanurrohmad saat jumpa pers di kantornya, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2013).
Polisi juga belum menemukan fakta soal Elriski bekerja sebagai debt collector. Pasalnya, keluarga yang menyampaikan keterangan bahwa Elriski bekerja sebagai debt collector, tidak pernah mengetahui Elriski bekerja pada perusahaan apa.
"Belum tahu kerja (sebagai debt collector) di mana, karena istrinya juga kita belum tahu," ujar Novi.
Novi mengatakan, pihaknya belum mengetahui apakah Holly punya utang-piutang atau tidak semasa hidupnya. Polisi juga tidak menemukan adanya kartu kredit di unit Holly.
"Kita tidak temukan itu (kartu kredit) atau hal-hal lain yang berkaitan dengan masalah utang-piutang," imbuhnya.
Novi juga belum bisa memastikan bahwa Elriski-lah, orang yang menganiaya Holly. Ia menyatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan hal itu karena belum mengantongi hasil uji lab terhadap noda darah yang ditemukan di unit yang ditempati Holly, dengan yang ada di sepatu Elriski.
"Semua bisa saya sampaikan kaitan-kaitannya kalau hasil uji lab sudah keluar," tukasnya.
Sumber : http://m.detik..com/news/read/2013/10/07/172353/2380394/10/
Update :
Diduga Terlibat, Dua Pembunuh Holly Ditangkap
Quote:
Jajaran Polda Metro Jaya telah berhasil mengamankan dua pelaku pembunuh Holly Angela Hayu. Kapolda Metro Jaya, Irjen Putut Bayu Seno didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, mengatakan pihaknya telah berhasil mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan Holly.
“Dua orang telah kita amankan, diduga terkait dalam pembunuhan Holy di apartemen Kalibata City serekan dengan pelaku Mr X yang terjun dari apartemen korban hingga meninggal,”ujar Kapolda disaat launching program unggulan Polda di jajaran Polresta Depok di Margo City, Depok, Rabu (9/10) pagi.
Dikatakan Kapolda,dari tangan pelaku diamankan barang bukti yang diduga hasil kejahatan. “Unit Dirkrimum Polda Metro Jaya masih terus mengembangkan kasus tersebut. Selain masih memeriksa dua orang yang berhasil diamankan, namun masih memperdalam sejumlah alat bukti yang masih dihimpun,”katanya.
Kedua pelaku yang diamankan masih satu rekan korban Mr X yang meninggal terjun bebas dari dalam apartemen korban. “Kedua pelaku kita beku ditempat lain,”singkatnya.
Berdasar informasi yang berhasil dihimpun Pos Kota, tim Jatanras Polda Metro Jaya sekitar pukul 24.00 Wib, tadi malam, dibantu anggota Polsek Bojong Gede berhasil menangkap Abdul Latif, 58, diduga salah seorang pelaku pembunuh Holly ditangkap dikediamananya di Perumahan Griya Laras Asri Blok B 1 no 7, Desa Tonjong, Bojonggede Depok.
“Iya benar tersangka diringkus sekitar pukul 24.00 WIB oleh Jatanras Polda didampingi anggota Polsek Bojong Gede,” ujar Kapolsek Bojong Gede, Kompol Bambang Irianto kepada Pos Kota.
Dikatakan Kapolsek, pelaku dikenal sebagai sosok yang tertutup dan profesi kesehariannya pegawai swasta.”Yang bersangkutan belum lama di sini,” kata Bambang.
Pihak kepolisian belum membeberkan secara detil keterlibatan Abdul Latif dalam kasus pembunuhan Holly. Sebelumnya, polisi menduga kuat pembunuh Holly adalah Elriski Yudhistira, seorang debt collector yang tewas karena terjun dari kamar Holly di Kalibata City.
Holly Angela Hayu ditemukan bersimbah darah di kamar E 09 AT Tower Ebony, Apartemen Kalibata City, Senin (30/9) malam. Saat ditemukan, tubuh Holly diduga mengalami penganiayaan, terlihat juga ada bekas sayatan di bagian lehernya.
Holly menghembuskan nafas terakhirnya saat petugas membawa dia ke rumah sakit terdekat. Kemudian petugas membawa ke RSCM untuk diautopsi. Jenazah Holly sudah dimakamkan di kampung halamannya di Semarang, Jawa Tengah.
“Dua orang telah kita amankan, diduga terkait dalam pembunuhan Holy di apartemen Kalibata City serekan dengan pelaku Mr X yang terjun dari apartemen korban hingga meninggal,”ujar Kapolda disaat launching program unggulan Polda di jajaran Polresta Depok di Margo City, Depok, Rabu (9/10) pagi.
Dikatakan Kapolda,dari tangan pelaku diamankan barang bukti yang diduga hasil kejahatan. “Unit Dirkrimum Polda Metro Jaya masih terus mengembangkan kasus tersebut. Selain masih memeriksa dua orang yang berhasil diamankan, namun masih memperdalam sejumlah alat bukti yang masih dihimpun,”katanya.
Kedua pelaku yang diamankan masih satu rekan korban Mr X yang meninggal terjun bebas dari dalam apartemen korban. “Kedua pelaku kita beku ditempat lain,”singkatnya.
Berdasar informasi yang berhasil dihimpun Pos Kota, tim Jatanras Polda Metro Jaya sekitar pukul 24.00 Wib, tadi malam, dibantu anggota Polsek Bojong Gede berhasil menangkap Abdul Latif, 58, diduga salah seorang pelaku pembunuh Holly ditangkap dikediamananya di Perumahan Griya Laras Asri Blok B 1 no 7, Desa Tonjong, Bojonggede Depok.
“Iya benar tersangka diringkus sekitar pukul 24.00 WIB oleh Jatanras Polda didampingi anggota Polsek Bojong Gede,” ujar Kapolsek Bojong Gede, Kompol Bambang Irianto kepada Pos Kota.
Dikatakan Kapolsek, pelaku dikenal sebagai sosok yang tertutup dan profesi kesehariannya pegawai swasta.”Yang bersangkutan belum lama di sini,” kata Bambang.
Pihak kepolisian belum membeberkan secara detil keterlibatan Abdul Latif dalam kasus pembunuhan Holly. Sebelumnya, polisi menduga kuat pembunuh Holly adalah Elriski Yudhistira, seorang debt collector yang tewas karena terjun dari kamar Holly di Kalibata City.
Holly Angela Hayu ditemukan bersimbah darah di kamar E 09 AT Tower Ebony, Apartemen Kalibata City, Senin (30/9) malam. Saat ditemukan, tubuh Holly diduga mengalami penganiayaan, terlihat juga ada bekas sayatan di bagian lehernya.
Holly menghembuskan nafas terakhirnya saat petugas membawa dia ke rumah sakit terdekat. Kemudian petugas membawa ke RSCM untuk diautopsi. Jenazah Holly sudah dimakamkan di kampung halamannya di Semarang, Jawa Tengah.
Sumber : http://m.poskotanews.com/2013/10/09/diduga-terlibat-dua-pembunuh-holly-ditangkap/
Pic :

Quote:
Original Posted By teamrajawali►Kt temen ane di jatanras pmj, pembunuh holly adlh suaminya sendiri gatot, auditor. dia nyewa 4 pembunuh bayaran. cuma pas hari h, timingnya ga tepat. Pas masuk kmr, holly lagi tlp ibu angkatnya. Liat ada 4 org tiba2 dobrak kamar, holly teriak di hape. trus 4 org tsb lari, salah satunya riski mau loncat ke lantai bwhnya, malah terpeleset jatuh ampe tewas
Alasan gatot suaminya holly ngebunuh bininya krn holly minta dibelikan rumah baru lg
Alasan gatot suaminya holly ngebunuh bininya krn holly minta dibelikan rumah baru lg
Ini gan penjelasan beritanya :
Auditor BPK Bunuh Holly karena Banyak Permintaan
Quote:
Auditor Senior Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Gatot Supiartono resmi jadi tersangka kasus pembunuhan Holly Angela Hayu (37). Apa alasan Gatot menghabisi nyawa Holly?
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Slamet Riyanto mengatakan, Gatot kesal kepada Holly karena banyak permintaan.
"Korban kerap meminta apartemen, rumah, mobil, dan menceraikan istri pertamanya," kata Slamet di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2013).
Sementara untuk menjalankan aksi pembunuhan, kata dia, Gatot meminta sopir langganannya, Surya Hakim menjadi eksekutor pembunuhan Holly.
"Tersangka S, lalu mencari empat eksekutor lainnya untuk melaksanakan proyek kejahatan pembunuhan ini. Mereka dibayar Rp250 juta," tutupnya.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Slamet Riyanto mengatakan, Gatot kesal kepada Holly karena banyak permintaan.
"Korban kerap meminta apartemen, rumah, mobil, dan menceraikan istri pertamanya," kata Slamet di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2013).
Sementara untuk menjalankan aksi pembunuhan, kata dia, Gatot meminta sopir langganannya, Surya Hakim menjadi eksekutor pembunuhan Holly.
"Tersangka S, lalu mencari empat eksekutor lainnya untuk melaksanakan proyek kejahatan pembunuhan ini. Mereka dibayar Rp250 juta," tutupnya.
Sumber : http://m.okezone.com/read/2013/10/16/500/882532
Diubah oleh kucingtidok 17-10-2013 02:17
0
5.5K
Kutip
32
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
693.8KThread•58.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya