Kalau selama ini yang digembor-gemborkan media ialah soal berita penangkapan sejumlah koruptor, bahkan tak sedikit yang tangkap tangan (OTT). Namun tahukah agan seperti apa sebenarnya alat sadap yg digunakan KPK? seberapa canggihnya? lalu bagaimana cara penyadapan dilakukan?
Penasaran? hehe...
Spoiler for ATIS, Alat Sadap KPK:
Ini dia gan alat sadap yang digunakan KPK
ATIS (Audio Telecommunication International Systems), adalah sebuah generasi baru dari Instant Recall Recorders (IRC) dalam teknologi solid-state, yang dapat dikoneksikan ke dalam audio source berupa telepon atau handphone GSM/AMPS/CDMA dan akan merekam atau menyadap seluruh komunikasi suara dengan kapasitas aktif lebih dari 680 menit dan 1000 panggilan yang berbeda. Kompresi algoritma yang ada di dalam ATIS telah memperbesar kapasitas penyimpanan dan kualitas suara yang cukup jernih. Dengan menggunakan koneksi telepon,
ATIS dapat mengidentifikasi penelepon, waktu telepon dan nomor penelepon via RS 232 link built-in. Teknologi penyadapan sebelumnya hanya terbatas digunakan untuk menyadap frekuensi GSM saja atau CDMA saja. Beberapa contoh model alat sadap adalah Cellular Monitoring CDMA Intercept model G-Com 2066 untuk penyadapan frekuensi CDMA dan Cellular Monitoring GSM Intercept model GSM 3060TP untuk penyadapan frekuensi GSM. Cellular Monitoring CDMA Intercept model G-Com 2066 merupakan alat yang digunakan untuk menangkap, menyimpan, dan dan juga buisa memutar kembali percakapan telephone dari jaringan telephone selular CDMA. Alat ini digunakan oleh penegak hokum dan juga lembaga pemerintahan untuk memantau dan menyimpan percakapan telepon seluler CDMA dari tersangka kriminal, militan, teroris, dan mereka yang melakukan spionase. G-Com Intercept 2066 CDMA juga berfungsi sebagai SMS Intercept, mampu menangkap SMS (layanan pesan singkat).
Intercept CDMA merupakan sistem pasif, di mana tidak ada sinyal yang dikirimkan dari sistem alat tersebut. Selain itu, Intercept CDMA tidak mempengaruhi komunikasi selular antara handset ponsel dan penyedia layanan selular. Oleh karena itu, jaringan telepon seluler tidak menerima gangguan elektromagnetik. Sistem cellular intercept beroperasi secara otomatis mendeteksi sinyal dari jaringan CDMA. Selain bekerja sebagai mobile phone intercept di jaringan CDMA, alat ini juga mengangkap kanal control dan juga percakapan dengan melalui kanal trafik. Cellular Monitoring GSM Intercept model GSM 3060TP adalah alat yang digunakan untuk menagkap sinyal dari jaringan GSM. GSM Interception digunakan untuk untuk pemantauan selular ponsel dengan menyadap percakapan. Alat ini digunakan untuk penegakan hukum dan juga lembaga pemerintah. GSM Interceptor juga dapat merekam secara real time dan menyadap pembicaraaan dari penggunak jaringan GSM. Alat ini biasanya digunakan oleh penegak hukum untuk memantau dan menyimpan percakapan telepon dari seluler GSM untuk kepentingan hukum.
contohnya adalah KPK Teknologi yang digunakan KPK dalam melakukan aksi sadap terbilang canggih. Lembaga itu lewat daftar isian proyek tahun 2005 membeli alat sadap jenis portabel A (laptop dan receiver) seharga Rp 1,512 miliar, jenis B Rp 5,25 miliar, dan jenis C Rp 4 miliar. Kemudian satu unit LID monitoring centre (LID MC) seharga Rp 17,31 miliar. Alat penyadap tersebut dinamakan audio telecommunication international systems (ATIS) Gueher, buatan Jerman, ditambah beberapa kelengkapannya. KPK juga memiliki peralatan firing buatan AS dan macro system buatan Polandia.
ATIS merupakan generasi terbaru dari instant recall recorders (IRC) yang dapat dikoneksikan ke dalam audio source berupa telepon tetap atau ponsel GSM/ AMPS/ CDMA. Alat itu mampu merekam dan menyadap seluruh komunikasi suara dengan kapasitas aktif lebih dari 680 menit dan 1.000 panggilan yang berbeda. Kompresi algoritma (rancangan program komputer) yang ada di dalam ATIS telah memperbesar kapasitas penyimpanan dan kualitas suara yang cukup jernih. Dengan menggunakan koneksi telepon, ATIS dapat mengidentifikasi penelepon, waktu percapakan terjadi dan nomor penelepon melalui RS 232 link built-in.
Seseorang bisa saja gonta-ganti nomor ponsel, tetapi jika dia masih menggunakan ponsel yang sama, tetap saja bisa tersadap karena international mobile equipment identity (IMEI)-nya sudah terekam oleh sistem. Alat ini memang canggih. Begitu nomor disadap, dia langsung merekam mesin ponselnya, termasuk posisi geografisnya pun bisa dilacak. Jika posisinya telah terlacak, petugas lain akan mendatangi lokasi target sambil membawa unit yang lebih portabel. Penyadapan tentu tidak bisa berlaku surut. Pembicaraan-pembicaraan sebelum seseorang disadap tidak bisa dideteksi. Jadi, saat ini sadap-menyadap ponsel bukanlah teknologi yang sama sekali baru. Asalkan punya uang, orang bisa membeli secara bebas alatnya, yang banyak ditawarkan di internet atau di pertokoan Glodok dan Roxy Jakarta. Sebuah situs web iklan di internet, menawarkan alat sadap bernama Reuven-GSMSL, yang disebutkan bisa menyadap telepon, faksimile, panggilan data untuk rumah, kantor, atau instansi. Selain itu mampu merekam dan mentransfer hasil rekaman secara real-time melalui jaringan GSM kepada nomor lain, baik itu ponsel ataupusat monitoring.
Alat itu mudah dioperasikan dan dapat di-setting jarak jauh dengan men-dial nomor GSM yang telah dimasukkan ke dalam perangkat tersebut. Jika kita tidak bisa membeli apat penyadap, apakah kita bisa meminta data pembicaraan melalui operator ponsel? Jawabnya: tidak bisa. Soalnya berdasarkan UU Telekomunikasi No 36 Tahun 1999 disebutkan bahwa setiap penyelenggara jasa telekomunikasi wajib merahasiakan data pelanggan mereka.
Lantas siapa saja yang disadap mengingat banyak anggota DPR yang ketakutan dan berusaha untuk meminimalisir peran KPK dalam hal sadap-menyadap ini?
Spoiler for DPR Ke-Atutan...eh Ketakutan:
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons pernyataan sejumlah anggota DPR asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang mengatakan haknya telah dirampas lantaran ikut disadap.
Juru Bicara KPK Johan Budi menegaskan, pihaknya tidak menyadap anggota DPR. KPK, kata Johan, hanya menyadap orang-orang yang diduga ikut telibat dalam kasus korupsi, termasuk anggota DPR yang terindikasi.
"Yang disadap KPK adalah orang-orang yang terindikasi korupsi dalam proses penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan sebuah perkara yang tengah ditangani," kata Johan Budi, Jumat (28/6/2013).
Sebelumnya, sejumlah anggota DPR mengaku telah disadap KPK. Mereka di antaranya legislator asal PPP Ahmad Yani.
Yani geram karena mendapatkan informasi ponselnya ikut disadap. Abu Bakar Al-Habsy, politisi asal PKS, juga geram karena KPK diduga telah menyadap percakapan antara dia dan istrinya.
Saat ditanya, apakah mereka ikut terlibat dalam kasus itu, Johan enggan berspekulasi lebih lanjut. Yang pasti, KPK punya kewenangan untuk menyadap.
"KPK melakukan penyadapan terhadap orang-orang yang terindikasi Tindak Pidana Korupsi (TPK)," cetus Johan.
Seperti apa aksi-aksi penyidik KPK ketika menggeledah?
Spoiler for Cekatan:
Bagaimana dgn barang bukti?
Spoiler for Gelar Perkara:
Lalu sedikit cerita tentang salah satu wakil ketua KPK, Bambang Widjojanto yang disebut-sebut sosok idealis dan agamis. Percaya gan? ane sih percaya gan, bahkan pake bangetzz...Mengapa? Fakta pendukungnya begini:
1. Kondisi ekonomi dia biasa2 saja tak laiknya seorang pejabat negara padahal sudah berpuluh2 tahun dia berkecimpung di dunia pengacara, akademisi, dan sekarang ketua KPK. Kalau dia bukan sosok bersih, hartanya udah dimana (bejibun).
Spoiler for BW Naik Kereta:
Ane bahkan pernah ke rumahnya (cuma lewat saja di depannya sambil lirik2) yang kebetulan berhadap2an ma temen ane. Rumahnya emang agak gede, lantai dua, tapi bangunannya biasa saja kayak bangunan rumah zaman dulu di kampung2. Kata temen ane yg itu, kalau mau ke kantor, paling dia diantar pake mobil sampai ke stasiun depok lama, terus pake kereta ke kantornya. Taman ane pernah salaman ma dya waktu ke mesjid, BW menatap temen ane kayak penuh curiga (jadi pejabat antirasuah emang harus berfikir negatif ma orang kali ya ganss) soalnya temen ane itu orang baru di lingkungan tsb.
2. Ngobrolnya ceplas-ceplos, berani kayak yg nggak ada beban. Itulah salah satu ciri orang yang tanpa kepentingan, bekerja atas dasar keyakinannya, tak mungkin disetir orang.
3. Dia hidup bukan dari gaji pejabat negara an sich. kata temen ane, dia punya toko pakaian (butik) gitu, pengusaha level menengah, y mungkin buat memperkokoh ekonomi keluarga supaya tak terlalu bergantung dr pendapatannya sebagai pejabat negara.
So, seperti itulah memang KPK harus diisi oleh orang2 kaliber 2/3 dewa biar nafsu syaithoninya hanya menguasai 1/3 jiwanya saja.
Setuju gans?
Demikian gans, semoga agan berkenan kasih:
Diubah oleh arjunairenk 04-10-2013 16:33
0
8.2K
Kutip
34
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!