TS
nyalaboy
[ Study Kasus ] HAKEKAT PERJALANAN HIDUP MANUSIA
Study Kasus
HAKEKAT PERJALANAN HIDUP MANUSIA
Ini adalah cerita REAL, bukan Fiktif.
Seperti biasa saat jam 23.00 ketika pulang kerja, saya mengendarai motor,
jarak rumah dng tempat kerja cukup jauh kurang lebih 8km, dan jalan yg saya lalui membentang banyak persawahan.
Namun pada Malam itu cuaca sedang Gerimis dan jembatan utama PENGHUBUNG sedang dalam perbaikan,
jalan ditutup, sehingga hrs melalui jalan alternative/ jalan tembus.
Akan tetapi untuk melewati jalan tersebut harus menembus gang gang sempit perkampungan/ Desa,
dan jalan Makadam yg membelah persawahan, serta melewati perkebunan yg sangat GELAP serta JEMBATAN yg sempit,
yg mana JEMBATAN tsb hanya cukup dilewati 1 arah untuk sepeda motor.
Dan di ujung jalan makadam tsb terdapat PEMAKAMAM UMUM/ KUBURAN
yg posisinya dipinggir jalan dan hampir tidak ada jarak tepi dari jalan makadam tsb.
Rupanya pada malam tsb ada ROMBONGAN pengendara motor yg tujuannya searah dengan saya,
namun rombongan tsb belum tahu untuk mencapai arah TUJUANNYA harus melalui jalan alternative, karena jalan utama ditutup dalam rangka perbaikan JEMBATAN .
Dan saat mereka kebingungan hrs lewat mana, krn pada malam itu jalanan sudah sepi, dan tidak nampak orang untuk BERTANYA.
Sehingga mereka tampak KEBINGUNGAN, dan pada saat itu pula saya bertemu meraka.
Kemudian saya tanya tujuannya mo kemana ?
Ternyata tujuanya searah dengan saya.
Lalu mereka saya ajak bareng untuk melewati jalan alternative.
Namun saat di awal perjalanan jalan yg gelap
tiba tiba lampu motor saya mati. Karena bohlamnya putus.
Nah disinilah yg cerita ini cukup menggelitik pikiranku.
Dalam keadaan Gerimis,...
Saya tetap mengendarai motor DIDEPAN mereka meski lampu motor saya tidak menyala.
Setidaknya sorot lampu pengendara motor dibelakang saya cukup untuk MENERANGI jalan yg dilalui.
Dari BELAKANG mereka mengikuti kearah mana saya membelokkan setang motor, menembus gang gang perkampungan
naik turun tanjakan di jalan makadam yg sempit dan berbatu.
Melewati tempat yg GELAP dan rimbunnya pepohonan bambu. Membelah persawahan. Dan melewati sisi Pemakamam umum/ Kuburan.
Setelah jalan alternative tersebut terlewati,
Akhirnya tembus PERSIMPANGAN jalan utama yg terputus oleh jembatan utama . Dipersimpangan jalan tsb mereka meminta saya untuk berhenti.
Mereka mengucapkan banyak terimakasih atas PETUNJUK jalannya.
Namun saya jawab justru saya yg terimakasih atas PENERANGAN jalannya.
Dan kamipun berpisah, karena mereka sudah TAHU jalan yg hrs dilaluinya...
sedangkan saya sendiri jg PAHAM kondisi jalan yg akan saya lewati,
karena jalan utama tsb sudah banyak lampu penerangan dan kondisi jalan yg halus , sayapun mengendarai motor sambil berpikir apa yg baru saja saya alami tadi.
Sambil berdendang pula saya pacu motor secara perlahan namun pasti.
Cerita diatas adalah REAL, tapi boleh jadi sebagai Kiasan,dalam hal Hakekat PERJALANAN HIDUP.
Dari kisah saya tersebut,
mungkin ada yg bisa menarik benang merah ataupun pesan apa yg bisa digambarkan untuk Memaknai HAKEKAT PERJALAN HIDUP.
Saya katakan demikian karena di akhir liku liku jalan Alternative/ Makadam yg sempit dan berbatu tadi Terdapat Kuburan yang saya Analogikan sebagai Akhir Hidup atau Kematian.
Bukan siapa yg jadi PAHLAWAN
namun LOGIKA apa atau RASINOALITAS yang Bagaimana, yg bisa digunakan untuk menggambarkan Tentang PENERANG dan PETUNJUK Jalan
agar tidak TERSESAT ataupun TERCEBUR kedalam Sungai, maupun terperosok ke sawah dan Pemakaman/ Kuburan.
Siapakah atau Apakah yang akan MENERANGI jalan hidup ataupun memberikan PETUNJUK,
agar kehidupan ini bisa tercapai Tujuannya.
Hasil Ilmu Pengetahuan ( Rasionalitas ) Bisa digambarkan dengan Bohlam lampu Motor saya yng Rusak/ Mati.
Agama atau Kepercayaan bisa digambarkan Rombongan yang begitu Percaya dengan mengikuti saya dari Belakang, karena mereka benar benar Tidak tahu Jalan.
Yang manakah yang lebih Dominan berperan ?
Mari kita saling berpendapat soal Study Kasus tersebut.
HAKEKAT PERJALANAN HIDUP MANUSIA
Ini adalah cerita REAL, bukan Fiktif.
Seperti biasa saat jam 23.00 ketika pulang kerja, saya mengendarai motor,
jarak rumah dng tempat kerja cukup jauh kurang lebih 8km, dan jalan yg saya lalui membentang banyak persawahan.
Namun pada Malam itu cuaca sedang Gerimis dan jembatan utama PENGHUBUNG sedang dalam perbaikan,
jalan ditutup, sehingga hrs melalui jalan alternative/ jalan tembus.
Akan tetapi untuk melewati jalan tersebut harus menembus gang gang sempit perkampungan/ Desa,
dan jalan Makadam yg membelah persawahan, serta melewati perkebunan yg sangat GELAP serta JEMBATAN yg sempit,
yg mana JEMBATAN tsb hanya cukup dilewati 1 arah untuk sepeda motor.
Dan di ujung jalan makadam tsb terdapat PEMAKAMAM UMUM/ KUBURAN
yg posisinya dipinggir jalan dan hampir tidak ada jarak tepi dari jalan makadam tsb.
Rupanya pada malam tsb ada ROMBONGAN pengendara motor yg tujuannya searah dengan saya,
namun rombongan tsb belum tahu untuk mencapai arah TUJUANNYA harus melalui jalan alternative, karena jalan utama ditutup dalam rangka perbaikan JEMBATAN .
Dan saat mereka kebingungan hrs lewat mana, krn pada malam itu jalanan sudah sepi, dan tidak nampak orang untuk BERTANYA.
Sehingga mereka tampak KEBINGUNGAN, dan pada saat itu pula saya bertemu meraka.
Kemudian saya tanya tujuannya mo kemana ?
Ternyata tujuanya searah dengan saya.
Lalu mereka saya ajak bareng untuk melewati jalan alternative.
Namun saat di awal perjalanan jalan yg gelap
tiba tiba lampu motor saya mati. Karena bohlamnya putus.
Nah disinilah yg cerita ini cukup menggelitik pikiranku.
Dalam keadaan Gerimis,...
Saya tetap mengendarai motor DIDEPAN mereka meski lampu motor saya tidak menyala.
Setidaknya sorot lampu pengendara motor dibelakang saya cukup untuk MENERANGI jalan yg dilalui.
Dari BELAKANG mereka mengikuti kearah mana saya membelokkan setang motor, menembus gang gang perkampungan
naik turun tanjakan di jalan makadam yg sempit dan berbatu.
Melewati tempat yg GELAP dan rimbunnya pepohonan bambu. Membelah persawahan. Dan melewati sisi Pemakamam umum/ Kuburan.
Setelah jalan alternative tersebut terlewati,
Akhirnya tembus PERSIMPANGAN jalan utama yg terputus oleh jembatan utama . Dipersimpangan jalan tsb mereka meminta saya untuk berhenti.
Mereka mengucapkan banyak terimakasih atas PETUNJUK jalannya.
Namun saya jawab justru saya yg terimakasih atas PENERANGAN jalannya.
Dan kamipun berpisah, karena mereka sudah TAHU jalan yg hrs dilaluinya...
sedangkan saya sendiri jg PAHAM kondisi jalan yg akan saya lewati,
karena jalan utama tsb sudah banyak lampu penerangan dan kondisi jalan yg halus , sayapun mengendarai motor sambil berpikir apa yg baru saja saya alami tadi.
Sambil berdendang pula saya pacu motor secara perlahan namun pasti.
Cerita diatas adalah REAL, tapi boleh jadi sebagai Kiasan,dalam hal Hakekat PERJALANAN HIDUP.
Dari kisah saya tersebut,
mungkin ada yg bisa menarik benang merah ataupun pesan apa yg bisa digambarkan untuk Memaknai HAKEKAT PERJALAN HIDUP.
Saya katakan demikian karena di akhir liku liku jalan Alternative/ Makadam yg sempit dan berbatu tadi Terdapat Kuburan yang saya Analogikan sebagai Akhir Hidup atau Kematian.
Bukan siapa yg jadi PAHLAWAN
namun LOGIKA apa atau RASINOALITAS yang Bagaimana, yg bisa digunakan untuk menggambarkan Tentang PENERANG dan PETUNJUK Jalan
agar tidak TERSESAT ataupun TERCEBUR kedalam Sungai, maupun terperosok ke sawah dan Pemakaman/ Kuburan.
Siapakah atau Apakah yang akan MENERANGI jalan hidup ataupun memberikan PETUNJUK,
agar kehidupan ini bisa tercapai Tujuannya.
Hasil Ilmu Pengetahuan ( Rasionalitas ) Bisa digambarkan dengan Bohlam lampu Motor saya yng Rusak/ Mati.
Agama atau Kepercayaan bisa digambarkan Rombongan yang begitu Percaya dengan mengikuti saya dari Belakang, karena mereka benar benar Tidak tahu Jalan.
Yang manakah yang lebih Dominan berperan ?
Mari kita saling berpendapat soal Study Kasus tersebut.
0
2.8K
13
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Spiritual
6.4KThread•2.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya