- Beranda
- The Lounge
capres terbodoh bergelar profesor yang memiliki cita" besar untuk indonesia
...
TS
donraul
capres terbodoh bergelar profesor yang memiliki cita" besar untuk indonesia
Dahlan Iskan Lulus dengan Predikat Cum Laude
Manusia tidak ada yang sempurna. Tempatnya salah dan lupa. Demikian halnya dengan seorang Dahlan. Sebagai manusia biasa, ia memiliki kelemahan dan kekurangan. Karena itu, saya tidak berani memberi nilai sempurna, summa cum laude.
Saya tidak sedang mengulas diterimanya anugerah gelar kehormatan doktor honoris causa, DR (HC). IAIN Walisongo Semarang menilai, Dahlan punya andil besar di bidang komunikasi penyiaran Islam dan kewirausahaan. Orasi ilmiahnya untuk promosi gelar DR (HC) pun dinilai excellent. Berjudul,”Dakwah bilhal: Korporatisasi Usaha Individu Umat Menuju Indonesia Modern”.
Saya juga tidak sedang membahas pengakuan kualitas keilmuan dan pengetahuan Dahlan Iskan oleh Universiti Malaysia Perlis (UNIMAP), Malaysia. UNIMAP akan mengangkat Dahlan menjadi profesor tamu. Khususnya untuk bidang gabungan keilmuan antara teknologi dan kewirausahaan. Rencananya, penyerahan gelar profesor dari UNIMAP itu akan dilangsungkan di Jakarta, Kamis (12/9).
Juga tidak sedang menuliskan deretan panjang prestasi Dahlan Iskan, sejak menjabat Dirut PLN dan kini sebagai Menteri BUMN.
Lantas apa yang akan saya ulas dan tuliskan?
Saya akan fokus pada lulusnya Dahlan Iskan dalam menjalani kehidupan sehari-hari di kampus kehidupan. Kehidupan nyata di dunia yang fana ini. Bagaimana ia berinteraksi dengan masyarakat luas. Sikap dan karakter aslinya. Juga bagaimana ia bekerja dengan hati dan akal sehat.
Meski ia telah menjalani operasi ganti hati, namun saya meyakini, hati nuraninya yang selama ini berbicara dan bekerja. Hati nurani dan ketulusan, yang terus digembleng sejak 62 tahun yang lalu. Hasil didikan kedua orang tuanya, Bapak Iskan dan Ibu Lisnah. Tantangan kemisikinan pada masa kecilnya. Gemblengan saat ia mondok di Ponpes Takeran. Juga pastinya, proses menuju kesuksesannya kini.
Bisa jadi, kemudian timbul pertanyaan yang sedikit nakal. Jamak diketahui, hati Pak Dahlan diganti dengan hati seseorang yang masih sangat muda. Pak Dahlan menjadi punya semangat dan gairah muda. “Apakah gairah muda Pak Dahlan juga selaras dengan gairah yang Dokter geluti, yaitu seksologi?” Walah, kalau soal itu, biar Pak dahlan sendiri yang menjawab, hehe.
Banyak sekali kisah kehidupan Dahlan Iskan yang bisa menginspirasi banyak orang. Namun, saya hanya akan menuliskan dua kisah yang saya rasa, bisa menjadi cerminan sikap dan karakter seorang Dahlan Iskan.
1. Dihianati dan berusaha dihancurkan, Dahlan memaafkan.
Kisah ini ditulis secara apik oleh seorang wartawan senior, Nanik S Deyang (NSD) di akun FB miliknya. Suatu sore dia bercakap-cakap dengan dahlan Iskan. Tiba-tiba Dahlan Iskan ditelpon oleh sang istri. Dahlan Iskan lantas bercerita. Istrinya baru saja melaporkan bahwa dia baru pulang menjenguk seseorang yang sedang sakit.
Menurut NSD, seseorang itu adalah mantan anak buah Dahlan Iskan. Mantan petinggi Jawa Pos. Yang dulu pernah menghianati dan menghujat Dahlan Iskan habis-habisan. Malah Dahlan Iskan nyaris hancur dibuatnya.
Sebagaimana manusia biasa tentu Dahlan Iskan merasa sakit hati dan kecewa.
Namun beberapa waktu yang lalu, saat menghadiri acara reuni wartawan Tempo, Dahlan Iskan mendapat kabar dari Linda Jalil, seorang wartawan senior Tempo. Bahwa orang yang menghianati dulu itu sekarang sedang sakit keras dan tidak berdaya. Harus rutin melakukan cuci darah dan membutuhkan biaya besar. Dahlan Iskan pun termenung mendengar cerita ini.
Lantas Dahlan Iskan menyuruh istrinya menjenguk mantan anak buahnya ini. Sang istri menolak. Dia rupanya masih belum bisa melupakan sepenuhnya perlakuan menyakitkan orang tersebut. Dahlan Iskan mengatakan kalau istrinya lebih marah dari dia sendiri. Tapi berkat desakan Dahlan, akhirnya istrinya mengalah. Pergi menjenguk sekaligus membawakan biaya pengobatan.
Sebagai orang yang mengetahui latar belakang dahsyatnya masalah Dahlan Iskan dengan mantan anak buahnya tersebut, tentu NSD heran. Tidak habis pikir kenapa Dahlan Iskan bisa memaafkan begitu saja orang yang telah menghianatinya.Yang telah “menghabisinya” hingga nyaris hancur. Bukan saja memaafkan tapi membawakan biaya pengobatan.
NSD kemudian bertanya bagaimana Dahlan Iskan bisa melakukan itu?
Dahlan iskan menarik nafas panjang dan menerawang. Dan berkata: “Dari dia saya belajar kehidupan untuk tidak menyakiti orang lain,” katanya. Maksudnya? Tanya NSD. “Ya, karena saya pernah disakiti, dan disakiti itu sakit banget, maka saya bertekad untuk tidak menyakiti orang dan bicara jelek tentang orang lain. Cukup berhenti di saya saja yang merasakan sakit,” kata Dahlan tenang.
NSD terdiam. Melihat NSD terdiam, Dahlan Iskan melanjutkan: “Deyang setiap hari pasti ada orang yang tidak suka atau membenci kita dengan berbagai alasan. Kalau kita tidak memaafkan, betapa banyak musuh kita,” imbuh Dahlan.
NSD termenung dan berujar dalam hati: Ya Rabb, rasanya memang saya harus lebih banyak lagi belajar kehidupan dari Dahlan. Dan orang-orang seperti Dahlan yang tidak pernah mau menumpuk persoalan dalam hati, dan selalu berpikir positif.”
2. Disebut bodoh, Dahlan hanya diam saja.
Adalah Djamal Azis anggota Dewan terhormat dari Fraksi Hanura yang mengeluarkan kata-kata tidak pantas kepada Dahlan Iskan. Pada Raker Komisi IX DPR dengan Menakertrans Muhaimin Iskandar dan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Senin (9/9), Djamal Azis lebih banyak mencecar Dahlan Iskan. Mungkin saking semangatnya, emosinya jadi tak terkendali, keluarlah kata-kata tak elok. “Kalau mau dipilih konvensi capres oleh rakyat, tunjukkan Pak (Dahlan). Kalau seperti ini terus, saya orang yang paling pertama bilang Bapak itu bodoh,” kata Djamal.
Merespons makian dan fitnah tadi, Dahlan Iskan hanya diam saja. Sesekali manggut-manggut dan menunduk. Ekspresi wajahnya tidak berubah. Tenang dan sama sekali tidak menyiratkan kemarahan. Dahlan Iskan benar-benar menunjukkan kematangan sebagai seorang pemimpin. Mampu mengelola dengan baik gejolak hatinya. Dia tetap fokus pada esensi materi sidang.
Sekali lagi, sebagai seorang manusia biasa, tentu Dahlan Iskan sedih dan kecewa. Sedih dan kecewa melihat seorang anggota Dewan terhormat, tidak bisa menahan emosinya dan mengontrol ucapannya.
Namun begitu, Dahlan Iskan tidak merasa sakit hati dan dendam. Memang dia bukan tipe pendendam. Ketika ditemui para Relawan Demi Indonesia, Dahlan Iskan berkata: “Saya tidak apa-apa. Anda semua harus tetap tenang, santun, cerdas, dan jangan sampai membalas dengan menjelekkan orang lain,” kata Dahlan.
Menyaksikan sikap Dahlan Iskan ini, saya jadi ingat salah satu kisah Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW saat itu sedang celingak-celinguk mencari-cari keberadaan seorang nenek. Tidak biasanya, nenek itu tidak duduk di depan rumahnya ketika Rasulullah lewat. Tiap kali rasulullah lewat di depan rumahnya, nenek itu selalu meludahinya. Tapi Rasulullah hanya diam saja dan selalu menyunggingkan senyuman.
Rumahnya tertutup rapat. Rasululllah berjalan menghampiri pintu. Diketok pintu itu, tapi tidak ada yang menyahut. Rupanya pintu itu tidak dikunci. Rasulullah khawatir terjadi apa-apa terhadap nenek itu. Didorongnya pelan pintu rumah.
Ternyata nenek itu tidur terkapar beralas seadanya di lantai rumah. Nenek itu sedang menderita sakit keras. Rasulullah segera menghampirinya. Rasulullah duduk membungkuk disamping nenek itu. Rasulullah kemudian menyalami dan mendo’akan untuk kesembuhannya.
Tiba-tiba, nenek itu bangkit dari tidurnya dan memeluk erat Rasulullah. Ia menangis sesenggukan di pelukan Rasulullah. Dia berbisik di telinga rasulullah: “Tolong bimbing saya membaca dua kalimat syahadat,” pintanya. Nenek itu menjadi mualaf!
Quote:
Diubah oleh donraul 17-09-2013 10:08
0
4.1K
13
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•106.6KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya