Kaskus

News

cow.shakeAvatar border
TS
cow.shake
|Komisinya Sampai Rp 0,5M!| Fathanah Kawal Proyek Bibit Kopi dan Jagung di Kementan
Fathanah Kawal Proyek Bibit Kopi dan Jagung di Kementan
Kamis, 12 September 2013, 23:53 WIB



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ahmad Fathanah disebut membantu pengurusan proyek bibit kopi dan jagung di Kementan pada 2012. Keterangan itu muncul dari saksi Denni Pramudia Adiningrat saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (12/9).

Denni merupakan salah satu karyawan di PT Bioradina Adicipta. Istri Denni, Elda Devianne Adiningrat, adalah komisaris perusahaan yang bergerak di bidang bibit tersebut. Saat mengurus pekerjaan pada 2012 di Kementan, Denni berkenalan dengan Fathanah. "Kenal di Kementerian Pertanian, ada yang mengenalkan," kata dia.

Komunikasi antara Denni dan Fathanah pun terus berlanjut. Saat itu, Denni tengah mengincar tender bibit kopi di Kementan. Untuk mengejar proyek itu, ia menggunakan perusahaan PT Cipta Terang Abadi (PT CTA). Yudi Setiawan merupakan pemilik sekaligus direktur perusahaan tersebut. Denni pun mengenalkan Yudi dengan Fathanah. "(Fathanah) istilahnya mungkin memberikan dukungan," kata dia.

Menurut Denni, Fathanah yang mengawal proyek tersebut. Ia mengetahui Fathanah mempunyai kedekatan dengan beberapa pejabat di Kementan. Bahkan, Denni pun pernah diajak Fathanah untuk bertemu pejabat Kementan terkait proyek itu. "Intinya kita ikut dan prosesnya sudah berjalan dalam proses evaluasi. Istilahnya dititipkan," ujar dia.

PT CTA akhirnya memang menjadi pemenang proyek bibit kopi bernilai Rp 36 miliar itu.Bukah hanya sekali, Denni juga kembali bekerja sama dengan Fathanah terkait proyek bibit jagung. Kali ini Denni menggunakan perusahaannya, PT Radina. Pada tender pertama perusahaannya kalah. Akan tetapi untuk tender berikutnya bernilai Rp 35 miliar, Radina terpilih menjadi pelaksana. "Dibantu juga. Berhasil menang," kata dia.

Denni juga mengaku sempat dikenalkan dengan Luthfi Hasan Ishaaq yang saat itu masih menjabat sebagai Presiden PKS. Ia mengatakan, berkenalan dengan Luthfi pada Juni 2012l saat perayaan ulang tahun Yudi. Ia mengatakan, pada perkenalannya itu tidak banyak berkomunikasi dengan Luthfi. Ia mengaku hanya berbincang masalah umum, tidak terkait dengan proyek bibit kopi di Kementan.

Denni memang sempat beberapa kali bertemu dengan Luthfi. Namun, ia menyangkal telah membicarakan masalah proyek dengan Luthfi. Dalam pengurusan proyek, ia hanya berkomunikasi intens dengan Fathanah. Namun, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Denni mengatakan pernah meminta bantuan Luthfi untuk membantu memuluskan pemenangan proyek di Kementan.

Apalagi diketahui Menteri Pertanian Suswono merupakan kader PKS. "Pemikiran saya, Fathanah kenal Luthfi. Artinya dekat. Sehingga bisa bantu pengamanan proyek," kata dia.

|Komisinya Sampai Rp 0,5M!| Fathanah Kawal Proyek Bibit Kopi dan Jagung di Kementan
[Pengacara Eben menunjukkan foto pertemuan Luthfi-Fathanah dengan Yudi Setiawan (GATRAnews/Iwan Sutiawan)]


Terkait proyek kopi ini, Denni tidak mengetahui secara pasti apakah ada keterlibatan Luthfi. Tapi ia memang pernah melihat Fathanah dan Luthfi bertemu dengan Yudi.Terkait isi pembicaraannya, Denni tidak begitu mengetahui. Hanya ia pernah mendengar informasi adanya pembicaraan mengenai proyek di Kementan. "Pernah dengar," ujar dia.

Code:
http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/13/09/12/mt0uxk-fathanah-kawal-proyek-bibit-kopi-dan-jagung-di-kementan



Kamis, 12 September 2013 | 20:45 WIB
Fathanah Pernah Muluskan Proyek Lain di Kementan



TEMPO.CO, Jakarta - Ahmad Fathanah, terdakwa perkara suap kuota impor sapi dan pencucian uang, ternyata tak hanya memuluskan penambahan kuota impor daging sapi bagi PT Indonesiauna Utama di Kementerian Pertanian. Menurut Komisaris PT Bio Radina Adicita, Deni Pramudya Adiningrat, Fathanah juga membantu perusahaannya dalam beberapa proyek di Kementrian Pertanian.

Denny mengatakan tahun 2012, perusahaannya mengikuti proyek benih kopi dan jagung di Kementrian Pertanian, kemudian diakui, karena bantuan Fathanah, Radina mendapatkan proyek senilai Rp 35 miliar tersebut.

Atas bantuan tersebut, Denny mengaku menyerahkan uang sebesar 30 ribu dolar Amerika dan 10 ribu Ringgit ke Ahmad Fathanah sesuai permintaan. "Saat setelah pemenangan, pak Fathanah bilang dia ada kebutuhan sebesar Rp 1 miliar. Saya bilang karena proyek belum mulai jadi belum saya penuhi. Tetapi, akhirnya uang Rp 1 miliar diberikan sebagai pinjaman," ujar Denny ketika bersaksi untuk Fathanah dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis, 12 September 2013.

|Komisinya Sampai Rp 0,5M!| Fathanah Kawal Proyek Bibit Kopi dan Jagung di Kementan

Tak hanya itu, Denny juga mengaku pernah memberikan uang sejumlah Rp 50 juta kepada Fathanah terkait pengurusan proyek jagung. Denny mengatakan Fathanah juga menerima uang sejumlah Rp 250 juta dan Rp 180 juta dari Yudi Setiawan sebagai imbalan perusahaannya PT Cipta Terang Abadi mendapatkan proyek benih kopi tahun 2012 di Kementerian Pertanian.Namun, Denny mengaku tidak tahu aliran dana setelah diserahkan ke Fathanah. Dia hanya mengakui pernah dikenalkan ke Luthfi Hasan Ishaaq selaku eks Presiden PKS oleh Fathanah. "Uang itu untuk mengamankan tender," ujar Denny.

Deni mengatakan minta bantuan kepada Fathanah lantaran orang dekat bekas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq itu mengaku mengenal pejabat Kementerian Pertanian. Meski perusahaannya akhirnya mendapatkan proyek tersebut, ia membantah minta tolong untuk dimenangkan. "Bukan dimenangkan, hanya untuk menjaga karena lelangnya agak ketat," ujarnya.

Atas hasil kerjanya itu, Fathanah mendapatkan komisi Rp 300 juta. Terdakwa kasus suap penambahan kuota impor daging sapi dan pencucian uang tersebut kembali mendapatkan fee sebanyak Rp 200 juta setelah membantu Bio Radina mendapatkan proyek jagung di Kementerian Pertanian.

Karena beberapa kali upayanya berhasil, Deni lalu mengenalkan Fathanah kepada istrinya, Elda Devianne Adiningrat, yang juga menjabat sebagai Komisaris PT Radina Niaga Mulia. Elda lalu mengenalkan Fathanah kepada Direktur PT Indonesiauna Utama, Maria Elizabeth Liman. Dari sinilah kasus suap yang menjerat Fathanah bermula.

Elizabeth meminta Fathanah untuk menghubungkannya dengan Luthfi Hasan guna mengurus penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Jaksa KPK mendakwanya menerima suap Rp 1,3 miliar dari Elizabeth yang ditujukan untuk Luthfi agar Presiden PKS dan anggota Komisi Pertahanan DPR itu melobi Menteri Pertanian Suswono menambah kuota impor bagi Indonesiauna.

Code:
http://www.tempo.co/read/news/2013/09/12/078512811/Fathanah-Pernah-Muluskan-Proyek-Lain-di-Kementan


emoticon-NgakakSayang Yudi Setiawan gak datang kemarin. Kementan di bawah PKS bisa sampai disusupi makelar seperti Fathanah.
0
1.3K
9
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
694.6KThread58.6KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.