Onyod yang sedang berlibur ke suatu daerah di ujung barat Pulau Jawa, menyempatkan diri untuk membeli duren khas daerah tersebut yang terkenal sangat manis dan mengundang selera siapa-siapa yang mencium baunya,,,
"Kang,,,! Berapaan harga durennya,,,?" tanya Onyod sambil membalik-balikan durennya.
"Yang itu mah harganya MALAWE sebijinya, Den,,,!" jawab Bapak penjual duren dengan menggunakan bahasa daerah yang kurang dimengerti sama si Onyod.
Nggak kurang akal Onyod mencoba menawar : "Kurangin dikit atuh harganya, Kang,,,!"
"Ya kurang-kurang dikit mah, mangga wae atuh, Den,,,!" tukas Bapak penjual duren dengan ramah.
Dengan antusias Onyod segera mengajukan tawarannya dengan cara unik: "Kalo saya tawar LAMAWE sebutir durennya, boleh nggak, Kang,,,?"
Sekarang giliran si Bapak Penjual Duren yang kebingungan dengan tawaran si Onyod, karena menggunakan kata yang kurang ia mengerti,,,
"Aden kan nawar LAMAWE, nah lamawe itu berapa, Deng,,,?" tanya Bapak Penjual Duren sambil garuk-garuk rambut setengah gimbalnya, karena jarang dikeramas.
Onyod: "Sebelum saya jawab, saya ingin tau dulu, MALAWE itu berapa sih, Kang,,,?"
"MALAWE itu dua belas ribu lima ratus rupiah atuh, Den,,,! Laaah, LAMAWE itu berapa, Den,,,?" Penjual duren menjawab dan sekaligus mengajukan pertanyaan ke Onyod.
Onyod (Berseri-seri): "Oh LAMAWE itu tujuh ribu lima ratus rupiah, Kang,,,! Boleh nggak durennya LAMAWE sebijinya, Kang,,,?"
#Tukang Duren Tepok Jidatnya Dengan Duren Montong Yang Dia Jual,,,#