- Beranda
- The Lounge
bahayanya mendikbud cowo dan menkes cewe
...
TS
banana19
bahayanya mendikbud cowo dan menkes cewe
kalo mendikbud cowo sibuk ngurusin tempek(masuk sekolah tes perawan.
kalo menkes cewe sibuk ngurusin k*ntol
Kak Seto: Tarik Kuisioner 'Ukuran Alat Kelamin' Siswa SMP/SMA
Jakarta - Kuisioner kesehatan terkait ukuran kelamin siswa SMP/SMA yang dikeluarkan Kemenkes menimbulkan polemik. Pemerhati anak Seto Mulyadi (Kak Seto) menyarankan kuisioner itu ditarik atau ditiadakan.
"Sebaiknya (kuisioner) ditarik dulu dan harus disamakan persepsi oleh ahli pendidikan termasuk juga oleh ahli agama," ujar Kak Seto ketika dihubungi detikcom, Sabtu (7/9/2013).
Kak Seto menyarankan Kemenkes untuk mensosialisasikan terlebih dulu kuisioner ukuran alat kelamin siswa SMP/SMA. Sebab kuisioner terkait hal tersebut bersifat pribadi.
Kuisioner ukuran alat kelamin, lanjut Kak Seto, akan membuat anak-anak tidak nyaman. Sebab hal tersebut sudah masuk ke ranah privasi seseorang.
"Kalau sampai pada berat badan dan tinggi badan, itu nggak apa-apa," tutur pengisi suara boneka Si Komo itu.
Karena bersifat terlalu sensitif dan terbuka, maka kuisioner itu lebih baik ditarik dan disosialisasikan terlebih dulu. "Ini harus bertahap. Awalnya disosialisasi terlebih dulu agar diterima oleh semua pihak," kata Kak Seto.
Direktur Kesehatan Anak Kementerian Kesehatan, dr. Elisabeth Jane Supandi menyatakan, lembar yang diberdebatkan tersebut sebenarnya untuk mengetahui tingkat kesehatan reproduki peserta didik. Melaluii kuisioner itu, tim ahli bisa menilai tingkat kesehatan reproduksi berdasarkan ukuran kelamin.
"Gini, di gambar ini kan sudah jelas terlihat berapa ukuran normal alat reproduksi dalam umur tertentu. Melalui kuisioner ini kita bisa tahu tingkat kesehatan reproduksi peserta didik," ujar Jane dalam jumpa pers terkait kuisioner ukuran alat kelamin siswa SMP/SMA di kantor Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hari ini.
kalo menkes cewe sibuk ngurusin k*ntol
Kak Seto: Tarik Kuisioner 'Ukuran Alat Kelamin' Siswa SMP/SMA
Jakarta - Kuisioner kesehatan terkait ukuran kelamin siswa SMP/SMA yang dikeluarkan Kemenkes menimbulkan polemik. Pemerhati anak Seto Mulyadi (Kak Seto) menyarankan kuisioner itu ditarik atau ditiadakan.
"Sebaiknya (kuisioner) ditarik dulu dan harus disamakan persepsi oleh ahli pendidikan termasuk juga oleh ahli agama," ujar Kak Seto ketika dihubungi detikcom, Sabtu (7/9/2013).
Kak Seto menyarankan Kemenkes untuk mensosialisasikan terlebih dulu kuisioner ukuran alat kelamin siswa SMP/SMA. Sebab kuisioner terkait hal tersebut bersifat pribadi.
Kuisioner ukuran alat kelamin, lanjut Kak Seto, akan membuat anak-anak tidak nyaman. Sebab hal tersebut sudah masuk ke ranah privasi seseorang.
"Kalau sampai pada berat badan dan tinggi badan, itu nggak apa-apa," tutur pengisi suara boneka Si Komo itu.
Karena bersifat terlalu sensitif dan terbuka, maka kuisioner itu lebih baik ditarik dan disosialisasikan terlebih dulu. "Ini harus bertahap. Awalnya disosialisasi terlebih dulu agar diterima oleh semua pihak," kata Kak Seto.
Direktur Kesehatan Anak Kementerian Kesehatan, dr. Elisabeth Jane Supandi menyatakan, lembar yang diberdebatkan tersebut sebenarnya untuk mengetahui tingkat kesehatan reproduki peserta didik. Melaluii kuisioner itu, tim ahli bisa menilai tingkat kesehatan reproduksi berdasarkan ukuran kelamin.
"Gini, di gambar ini kan sudah jelas terlihat berapa ukuran normal alat reproduksi dalam umur tertentu. Melalui kuisioner ini kita bisa tahu tingkat kesehatan reproduksi peserta didik," ujar Jane dalam jumpa pers terkait kuisioner ukuran alat kelamin siswa SMP/SMA di kantor Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hari ini.
0
2.8K
19
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•105.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Thread Digembok