AGAMA / AGNOSTIC
DISTORSI
?
Quote:
Quote:
Agama mewujudkan interaksi batin kepada Tuhan.
1. peran agama sangat kuat, individu-individu tampak seperti religius dan berpaku pada dogma-dogma agama yang mereka anut maupun ikuti.
2. bahwasanya agama sepertinya dijadikan alat untuk mencapai kebahagiaan akherat bahkan kedamaian hati nurani.
(betrand russel) mempunyai pandangan yang berbeda, ia mempunyai statement bahwa Agnostic seperti yang diungkapnya merupakan sepintas memuja akal dan logika manusia, tidak mempercayai konsistensi dari sang Tuhan, tetapi tidak pula menolak Tuhan. Dalam bentuk yang seperti ini betrand Russel melingkarkan dengan konsep ”sebuah sikap yang menunda keputusan untuk mempercayai atau mengingkari sang Tuhan itu sendiri
Quote:
apa yang diutarakan betrand russel, konsep yang coba diberikan betrand Russel merupakan terkesan ragu-ragu diantara meng iya kan dan tidak. Namun, justru, karena sikap yang ragu-ragu itulah, seorang agnostik akan susah untuk dipengaruhi paham-paham yang menentang kemanusiaan. Karena bagaimanapun, jika supremasi tertinggi yang mereka junjung bukanlah dari sudut agama, maka humanisme menjadi satu-satunya asas mereka untuk menentukan baik dan buruk. Menarik apa yang dikatakan Russel, lanjutnya agama dalam sejarahnya telah melakukan berbagai hal tindak kekerasan kepada sesama umat manusia. Dan kinilah saatnya bagi manusia untuk menentukan mana yang baik bagi diri mereka sendiri. Agama dikatakan hanya bakal membuat manusia terkotak-kotakan, jadi mau tidak mau akan selalu bertentangan dengan manusia, sekelompok manusia atau agama lain yang dipandang berbeda.
Tuhan Yang Maha Kuasa”, akan mengalahkan premis-premis lain yang menggugat kuasaNya. Dan Tuhan, yang menyadari bahwa agama diperuntukkan manusia sebagai makhluk yang bernalar, akan menggunakan nama-nama dan sifat-sifat yang dapat mereka pahami.
eksistensi dalam kontemplasi kefilsafatan adalah “meruang” dan “mewaktu”. Eksistensi kemudian dipahami sebagai sesuatu yang harus mempublik, dapat dilihat dan diamati oleh orang banyak, dan bukan sebagai sebuah konsep. Analogikan begini: sebuah konsep tentang persegi panjang akan bereksistensi, misalnya, pada papan tulis. Tuhan tidak memiliki semuanya itu, kecuali hanya sebagai sebuah konsep. Dan apa yang ada dan nyata sebagai sebuah konsep, tidaklah eksis.
Eksistensi Tuhan, menurutnya, tidak bisa dipahami sebagai yang “meruang” dan “mewaktu”. Definisi akan eksistensi itu sendiri telah membatasi manusia untuk memahami sesuatu yang bahkan jauh dari keterbatasan nalar manusia: Tuhan.
nidhi ft deryss (theis) vs powsel miku (agnostic atheism)
tanggal 17 pukul 00.00 waktu kaskus -19 juli 2013
Quote:
selain kedua tim yang bertanding dilarang posting , kecuali EO & JURI dari kita untuk kita , , Bendera debate club telah bekibar , respect 