- Beranda
- The Lounge
yang penting niat, pelaksanaannya penting juga dong
...
TS
imamortred23
yang penting niat, pelaksanaannya penting juga dong
dari judul aja udah ketauan banget ya gan apa yang mau ane bahas 
nah masuk ke topik,
beberapa konteks dalam penggunaan kalimat "yang penting niat" dan saran ane dalam menyikapinya:
1. kesalahan kecil
ilustrasi:
ada anak kecil misalkan membawakan segelas susu untuk orang tuanya dengan inisiatifnya, karena melihat orang tuanya sangat lelah,
namanya anak kecil, lalu "PRAAAAAANG", suara gelas pecah,
menyikapinya:
yang buruk,(-) orang tua datang lalu biasanya
- marah
- menuduh anak membuat kerusakan
- ngatain anak "BEGO" dan sejenisnya
- menuduh anak kurang kerjaan
dampak:
- anak jadi pemarah tanpa tahu sebab
- anak jadi tukang tuduh, persis kayak agan
- anak jadi kasar
- anak jadi GA PEDULI, karena berpikir kalo peduli lagi, bakal dimarahin lagi
- mental anak jadi rusak, bisa jadi, dia gamau perhatian lagi sama orang lain
sikap baik(+) orang tua datang lalu:
- bertanya sebabnya dengan tenang
- memuji niat si anak, dan memotivasinya supaya lain kali berhati-hati
- membereskan pecahan gelas bersama
dampak:
- anak jadi pantang menyerah
- anak selalu berusaha berbuat baik dengan teliti
- anak dimasa depan, agan gemar membantu orang yang kesulitan
- anak bisa menjadi motivator untuk orang lain
nah itu salah satu ilustrasi kesalahan kecil yang dilakukan anak kecil,
tapi gimana kalo kesalahan kecil ini dilakukan orang dewasa?
sama gan penanganannya, intinya bijaksana dalam bersikap,
sampai disini, pelaksanannya belum kelihatan terlalu penting,
nah sekarang liat kesalahan lain
2. kesalahan besar
ilustrasi:
seorang anak sedang bermain dengan temannya, lalu namanya anak-anak, belum terlalu mengenal bahaya, main dorong-dorongan, ironisnya, maen dorong-dorongannya dipinggir sungai,
akhirnya salah seorang anak kecebur, tenggelam dan hanyut,
untung aja selamat tuh anak
sikap buruk(-)
- membela dengan "dia kan masih anak-anak, niatnya hanya main" (tp ga disuruh tanggung jawab)
- menghakimi dengan "anak bawa sial!", "anak ga berguna!"
- mengucilkan si anak
- tidak membiarkan si anak mengetahui kesalahannya
- menyalahkan temannya yang tidak hati-hati
- nyalahin tanah yang licin (hayoo yang suka nyalahin benda mati
)
- tidak memberitahu anak caranya bertanggung jawab
dampak:
- si anak jadi tidak bertanggung jawab
- si anak minder, murung, dan lain sebagainya
- si anak jadi suka beralasan ngeyel dan tidak rasional
sikap baik(+)
- bela anak sewajarnya
- jangan sampai anak dikucilkan
- tuntunlah si anak untuk bertanggungjawab
- buatlah anak berani minta maaf
- beritahu bahwa kepada si anak bahwa dia memang salah, dan beritahu dia tidak boleh lari dari tanggung jawab
- beritahukan bahwa bermain si boleh, tapi PELAKSANAANNYAjangan membahayakan
dampak:
- anak menjadi BERANI BERTANGGUNG JAWAB
- anak akan menjadi orang yang bijak
- jiwa kepemimpinan anak akan tumbuh
yap demikian gan sebagian pemikiran ane dalam menyikapi kalimat "yang penting niat" dalam konteks kecil,
semoga berguna untuk agan-agan dan bisa jadi bahan renungan,
agan-agan jangan terpaku sama konteks yang ane kasih
kembangkan dengan pemikiran agan masing-masing supaya sikap agan lebih hebat dari ilustrasi yang buat,

assalamualaikum agan agan yang kece semuanya
selamat pagi(ane bikinnya pagi)
pembahasan ini ane bikin menurut pengalaman dan pemikiran ane sendiri,
no repost kok,
agan bisa cari sendiri biar lebih valide, bisa jadi beda judul, isinya sama
tapi tulisan ini murni ane ketik sendiri,
selamat pagi(ane bikinnya pagi)
pembahasan ini ane bikin menurut pengalaman dan pemikiran ane sendiri,
no repost kok,
agan bisa cari sendiri biar lebih valide, bisa jadi beda judul, isinya sama

tapi tulisan ini murni ane ketik sendiri,
nah masuk ke topik,
sering banget kalo agan atau orang lain melakukan kesalahan,
padahal niatnya baik, pasti ada kemungkinan keluar kata
"yang penting niat"
ane mohon dengan sangat supaya bijak menggunakan atau menyikapi atau menggunakan dan menyikapi kalimat yang satu ini,
gunakan dan sikapilah kalimat ini sesuai dengan konteksnya,
padahal niatnya baik, pasti ada kemungkinan keluar kata
"yang penting niat"
ane mohon dengan sangat supaya bijak menggunakan atau menyikapi atau menggunakan dan menyikapi kalimat yang satu ini,
gunakan dan sikapilah kalimat ini sesuai dengan konteksnya,
beberapa konteks dalam penggunaan kalimat "yang penting niat" dan saran ane dalam menyikapinya:
1. kesalahan kecil
ilustrasi:
ada anak kecil misalkan membawakan segelas susu untuk orang tuanya dengan inisiatifnya, karena melihat orang tuanya sangat lelah,
namanya anak kecil, lalu "PRAAAAAANG", suara gelas pecah,
menyikapinya:
yang buruk,(-) orang tua datang lalu biasanya
- marah
- menuduh anak membuat kerusakan
- ngatain anak "BEGO" dan sejenisnya
- menuduh anak kurang kerjaan
dampak:
- anak jadi pemarah tanpa tahu sebab
- anak jadi tukang tuduh, persis kayak agan
- anak jadi kasar
- anak jadi GA PEDULI, karena berpikir kalo peduli lagi, bakal dimarahin lagi
- mental anak jadi rusak, bisa jadi, dia gamau perhatian lagi sama orang lain
sikap baik(+) orang tua datang lalu:
- bertanya sebabnya dengan tenang
- memuji niat si anak, dan memotivasinya supaya lain kali berhati-hati
- membereskan pecahan gelas bersama
dampak:
- anak jadi pantang menyerah
- anak selalu berusaha berbuat baik dengan teliti
- anak dimasa depan, agan gemar membantu orang yang kesulitan
- anak bisa menjadi motivator untuk orang lain
nah itu salah satu ilustrasi kesalahan kecil yang dilakukan anak kecil,
tapi gimana kalo kesalahan kecil ini dilakukan orang dewasa?
sama gan penanganannya, intinya bijaksana dalam bersikap,
sampai disini, pelaksanannya belum kelihatan terlalu penting,
nah sekarang liat kesalahan lain
2. kesalahan besar
ilustrasi:
seorang anak sedang bermain dengan temannya, lalu namanya anak-anak, belum terlalu mengenal bahaya, main dorong-dorongan, ironisnya, maen dorong-dorongannya dipinggir sungai,
akhirnya salah seorang anak kecebur, tenggelam dan hanyut,
untung aja selamat tuh anak

sikap buruk(-)
- membela dengan "dia kan masih anak-anak, niatnya hanya main" (tp ga disuruh tanggung jawab)
- menghakimi dengan "anak bawa sial!", "anak ga berguna!"
- mengucilkan si anak
- tidak membiarkan si anak mengetahui kesalahannya
- menyalahkan temannya yang tidak hati-hati
- nyalahin tanah yang licin (hayoo yang suka nyalahin benda mati
)- tidak memberitahu anak caranya bertanggung jawab
dampak:
- si anak jadi tidak bertanggung jawab
- si anak minder, murung, dan lain sebagainya
- si anak jadi suka beralasan ngeyel dan tidak rasional
sikap baik(+)
- bela anak sewajarnya
- jangan sampai anak dikucilkan
- tuntunlah si anak untuk bertanggungjawab
- buatlah anak berani minta maaf
- beritahu bahwa kepada si anak bahwa dia memang salah, dan beritahu dia tidak boleh lari dari tanggung jawab
- beritahukan bahwa bermain si boleh, tapi PELAKSANAANNYAjangan membahayakan
dampak:
- anak menjadi BERANI BERTANGGUNG JAWAB
- anak akan menjadi orang yang bijak
- jiwa kepemimpinan anak akan tumbuh
yap demikian gan sebagian pemikiran ane dalam menyikapi kalimat "yang penting niat" dalam konteks kecil,
semoga berguna untuk agan-agan dan bisa jadi bahan renungan,
agan-agan jangan terpaku sama konteks yang ane kasih

kembangkan dengan pemikiran agan masing-masing supaya sikap agan lebih hebat dari ilustrasi yang buat,
thanks udah mau nyimak bentar sharing dari ane

kaskuser yang baik pasti meninggalkan jejak bermutu
:
hargai ane dong yang udah cape cape bikin thread ini dengan

bagi yang belom ISO

sekali lagi jangan di

jangan ngejunk di thread ane gan

: mohon maaf bila ada kesalahan kata

kaskuser yang baik pasti meninggalkan jejak bermutu
:hargai ane dong yang udah cape cape bikin thread ini dengan

bagi yang belom ISO

sekali lagi jangan di

jangan ngejunk di thread ane gan

: mohon maaf bila ada kesalahan kata
0
662
5
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•107.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya